Dukungan dan Penguatan Peternak dalam Usaha Ternak Kerbau di Provinsi Banten

S. Rusdiana, C. Talib, A Anggraini

Abstract


Banten Province is characterized by local potentials of buffalo farming, e.g. breeding, rearing and fattening. It is promising to develop traditional buffalo farming into commercial one. This paper theoretically describes existing buffalo farming in Banten Province and how to develop it. Buffalo farming in Banten Province is relatively traditional, i.e. secondary business, livestock mainly for savings, small scales, inefficient production cost, and less profitable. Supporting facilities needed for improving the buffalo farming from traditional to commercial business are mutual cooperation among members in the farmers’ group, upgrading farmers’ knowledge on cow breeding, feed, farm business, applied technology, and natural resource use. The farmers require guidance and supervision, financial support, feed and calves assistance, and water supply for the livestock all year around. The government needs to set policy on marketing, e.g. selling price and requirements of bodyweight and health of the livestock. Eventually, the buffalo farmers in this province will be encouraged to conduct more profitable buffalo farming.

 

Abstrak

Provinsi Banten memiliki potensi yang cukup banyak untuk pengembangan ternak kerbau, pembibitan, serta pembesaran dan penggemukan dari tradisional menjadi komersial. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara teoritis mengenai potensi kerbau di Provinsi Banten dan pengembangannya. Peternak kerbau di Banten dicirikan dengan usaha sampingan, beternak untuk tabungan, skala pemilikan kecil, biaya produksi tinggi, dan kurang menguntungkan. Faktor pendukung untuk mengarahkan usaha ternak tradisional menjadi komersial adalah penguatan pengetahuan dan kinerja SDM peternak dalam hal kelembagaan, kerja sama antaranggota kelompok, peningkatan pengetahuan terkait bibit, pakan dan bisnis, serta teknologi terapan dan mengoptimalkan pemanfaatan SDA sekitarnya. Untuk kemajuan usaha komersial dibutuhkan pendampingan, dana, bibit ternak, pakan dan air minum untuk ternak sepanjang tahun. Kebijakan pemasaran seperti harga jual ternak bibit dan daging perlu dibuat agar ternak yang masuk dari luar provinsi memenuhi persyaratan ukuran tubuh, bobot, dan kesehatan supaya peternak lokal terpacu untuk menghasilkan ternak yang lebih baik dengan harga jual yang lebih menguntungkan.


Full Text:

PDF

References


Alifudin P. 2012. Problematika pengembangan kerbau di Indonesia [Internet].[diunduh tgl 2017 Jul 7]. Tersedia dari: http://apoyprotek.blogspot. co.id/ jurnal/2012/06/.html.

Andriati, Sudana W. 2007. Keragaman dan analisis finansial usahatani padi (kasus Desa Primatani, Kabupaten Karawang, Jawa Barat). J Pengkaj Pengemb Teknol Pertan. 10(2):106-118.

Anantanyu S. 2011. Kelembagaan petani: peran dan strategi pengembangan kapasitasnya. J Sos Ekon Pertan Agribisnis 7(2):102-109.

Ansar H. 2013. Pemetaan potensi pengembangan ternak kerbau di Sulawesi Selatan. J Peternak Teknossains 7(1):3 3-39.

Bambang. 2017. Perkuat kelembagaan petani dan komoditas perkebunan [Internet]. Makalah pada Rapat Koordinasi dan Konsultasi Pembangunan Perkebunan 2017; [diunduh 2019 Apr 24]. Tersedia dari: http://ditjenbun.pertanian.go.id/ berita-498-perkuat-kelembagaan-petani-dan- komoditas-perkebunan.html

Bamualim A. 2010. Pengembangan teknolologi pakan sapi potong di daerah semi arid Nusa Tenggara. Orasi Pengukuhan Profesor Riset Bidang Pemuliaan Ruminansia (Pakan dan Nutrisi Ternak). Jakarta (ID): Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian.

Budiarsana IGM, Juarini E, Praharani L. 2010. Strategi pengembangan usaha peternakan kerbau di Kabupaten Lebak Banten. Dalam: Talib C, Herawati T, Matondang RH, Praharani L, editors. Seminar dan Lokakarya Nasional Kerbau. Bogor (ID): Puslitbangnak. hml. 228-234.

Budi GS, Aminah M. 2009. Faktor-faktor dominan dalam pembentukan lembaga sosial. J Forum Penelit Agro Ekon. 27(1):51-58.

Caturroso PR, Luthan F. 2011. Rancang bangun ternak kerbau Kementerian Pertanian. Seminar dan Lokakarya Nasional Ternak Kerbau, Lebak- Banten 2-4 Nopember 2011. Bogor (ID): Puslitbangnak. hlm. 3-9.

Darwis V, Hastuti EL, Friyatno S. 2016. Revitalisasi kelembagaan kemitraan usaha dalam pembangunan agribisnis hortikultura di Provinsi Sumatera Utara. Forum Agro Ekon. 24(2):123- 134.

Demitria D, Harianto, Mangkuprawira S, Nunung. 2006. Peran pembangunan sumberdaya manusia dalam peningkatan pendapatan rumah tangga petani di Daerah Istimewa Yogyakarta. J Forum Pascasarjana. IPB. 33(3):155-164.

Dewi F, Mairika, L. 2008. Pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan ruminansia pada peternakan rakyat di Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu Pakan Baru Riau. J Peternak. 5(1): 28-37.

Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pandeglang, Banten. 2017. Pengembangan peternakan dengan pendekatan kawasan. Laporan tahunan Desember 2015. Pandeglang (ID): Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pandeglang.

Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten. 2017. Lebak jadi daerah penguatan pembibitan kerbau nasional. Laporan tahun 2015. Serang (ID): Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten.

Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lebak Provinsi Banten. 2017. Agroekosistem dan pertumbuhan ternak ruminansia besar di Provinsi Banten, dalam angka sementara. Lebak (ID): Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lebak.

[Ditjen FKH] Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Kementerian Pertanian. 2014. Buku Statistik Pedoman Pelaksanaan Penguatan Kelembagaan Peternak Tahun 2014. Dalam Peraturan dan Undang-undang peternakan. Jakarta (ID): Kementerian Pertanian.

[Ditjen FKH] Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Kementerian Pertanian 2016. Populasi ternak ruminansia di Indonesia. Statistik Peternakan dalam angka sementara 2016. Jakarta (ID): Kementerian Pertanian.

[Ditjen FKH] Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Kementerian Pertanian. 2018. Populasi ternak ruminansia di Indonesia. Statistik Peternakan Agustus 2018. Jakarta (ID): Kementerian Pertanian.

Djanuiswati E. 2010. Beberapa pemikiran pemberdayaan masyarakat peternak kerbau melalui penguatan modal usaha kelompok bidang peternakan [Internet]. [diunduh 2016 Jul 3]. Tersedia dari: http://peternakan.litbang.pertanian. go.id//fullteks/lokakarya/artikel/lkbo06-17.pdf? secure=1

Dudi, Sumantri C, Martojo H, Anang A. 2011. Keragaan sifat kualitatif dan kuantitatif kerbau lokal di Provinsi Banten. J Ilmu Ternak 11(2): 61- 67

Fadilah MA. 2011. Kerbau dan masyarakat Banten : perspektif etno-historis. Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasional kerbau, Lebak Banten 2-4 Nopember 2011. Bogor (ID): Puslitbangnak. hlm. 23-29.

Farizaldi. 2011. Produktivitas hijauan makanan ternak pada lahan perkebunan kelapa sawit berbagai kelompok umur di PTPN 6 Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi. J Ilmu-Ilmu Peternak. 14(2):68-72.

Hafid N, Musalim. 2016. Analisa usaha peternakan kerbau lokal (Bubalus bubalis) dengan sistim gembala di Desa Dingil Kecamatan Jatirogo Kabupaten Tuban. J Fillia Cendekia 1(2):8-14

Hamdan A, Rohaeni ES, Subhan A, Qomariah R. 2011. Strategi pengembangan ternak kerbau rawa di Kalimantan Selatan. Seminar dan Lokakarya Nasional Kerbau, Lebak 3-4 Agustus 2010. Bogor (ID): Pulitbangnak. hlm.15-121.

Hamdan G, Daulay AH. 2012. Characte-ristics of Body Size of the Murrah Bufallo and Swamp Bufallo in BPTU Siborong-borong. J Peternak Integratif, 1(3):276-287.

Hariyadi WO, Suwandyastuti SNO, Bata M. 2013. Peningkatan kualitas pakan kerbau ditinjau dari kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Jurnal Ilm Peternak 1(3):768-773.

Harmini W, Asmarantaka R, Atmakusuma J. 2011. Model dinamis sistem ketersediaan daging sapi nasional. J Ekon Pembang. 12(1):128-146.

Hasan IT, Akter S, Biswas H, Halim MA, Alam A, Rafiq K . 2016. Economic analysis of small scale dairy buffalo enterprises in Bhola District of Bangladesh, Progressive Agric. 27(4):502-510.

Herdiawan I. 2013. Pertumbuhan tanaman pakan ternak legum pohon indigofera zollingeriana pada berbagai taraf perlakuan cekaman kekeringan. J Ilmu Ternak Vet. 18(4):258-264.

Hermanto. 2007. Rancangan kelembagaan tani dalam implementasi prima tani di Sumatera Selatan. J Anal Kebijak Pertan. 5(2):110-125

Hermanto, Swastika DKS. 2010. Penguatan kelompok tani langkah awal peningkatan kesejahteraan petani Jurnal Anal Kebijak Pertan. 9(4):171-190.

Indarti I, Wardana DS. 2013. Model pemberdayaan masyarakat pesisir melalui penguatan kelembagaan di wilayah Pesisir Kota Semarang. J Manaj dan Bisnis. 17(1):75-88.

Indraningsih KS. 2011. Pengaruh penyuluhan terhadap keputusan petani dalam adopsi inovasi teknologi usahatani terpadu. J Agro Ekon. 29(1):15-24.

Irawan E. 2011. Prospek partisipasi petani dalam program pembangunan hutan rakyat untuk mitigasi perubahan iklim di Wonosobo. J Ekon Pembang.12(1):67-76.

Kartika, Sirajuddin SN, Rasyid I. 2016. Faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya jumlah kepemilikan ternak kerbau di Desa Sumbang Kecematan Curio Kabupaten Enrekang. J JITP, 5(1):47-50.

Komariah, Kartiarso, Lita M. 2014. Productivity of swamp buffalo in Muara Muntai Subdistric, Kutai Kartanegara Regency, East Kalimantan. Bul Peternak. 38(2):171-181.

Komariah, Sumantri C, Nuraini H, Nurdiati S, Mulatsih S. 2015. Performance analysis of swamp buffalo at different altitudes in Cianjur District and its development strategies, J Vet.16(4):606-615.

Kusnadi U. 2008. Inovasi teknologi peternakan dalam sistem integrasi tanaman-ternak untuk menunjang swasembada daging sapi. Pengembangan Inovasi Pertanian. 1(3):189-205.

Kusnadi U. 2009. Kelayakan usaha ternak kerbau untuk penghasil bibit dan daging di beberpa agroekosistem. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner, Puslitbangnak . Peningkatan alih teknologi dalam Pemenuhan Kebutuhan Pangan. Bogor, 13-14 Agustus 2009. Bogor (ID): Puslitbangnak. hlm. 186-192.

Kusnadi U. 2011. Nilai ekonomi tataniaga kerbau dari Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner, Puslitbangnak Bogor, Untuk Meningkatkan Produksi dan Antisipatif terhadap Perubahan Iklim, Bogor 7-8 Juni 2011. Bogor (ID): Puslitbangnak. hlm. 209-217

Mandaka S, Hutagaol MP. 2005. Analisis fungsi keuntungan, efisiensi ekonomi dan kemungkinan skema kredit bagi pengembangan skala usaha peternakan sapi perah rakyat di Kelurahan Kebon Pedes, Kota Bogor J Agro Ekon. 23(2):191-208.

Marsudi S, Khaliq TD, Fahrodi DU, Said NS. 2017, Dinamika populasi ternak kerbau di lembah Napu Poso berdasarkan penampilan reproduksi, output dan natural increase. Agrovet. 5(2):109-117.

Matondang HR, Limbong R. 2012. Perkembangan pembibitan ternak kerbau di Kabupaten Tana Toraja. Prosiding Lokakarya Nasional, Perbibitan Kerbau Membangun Grand Design Perbibitan Kerbau Puslitbangnak Bogor, Bekerjasama dengan Dinas Peternakan Sumatera Barat.

Sumatera Barat Bukittinggi 13-15 September 2012,hlml. 89-95

Matulessy DN, Kastanja AY. 2013. Potensi hijauan bahan pakan ternak di Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara. J Agroforestri, 8(4):266-293.

Misra AK. 2006. Application of embryo biotecnology to augment reproduction and production in buffaloes: current status and future possibilities. International seminar on artificial reproductive biotechnologies for buffaloes. Bogor-Indonesia, 6(2):45-48.

Mufiidah N, Ihsan MN, Nugroho. 2013. Produktivitas induk kerbau rawa (Bubalus bubalis) ditinjau aspek kinerja produksi dan ukuran tubuh di Kecamatan Tempursari Kabupaten Lumajang. J Tropika, 14(1):21-28.

Nuransa T. 2013. Peningkatan pendapatan petani melalui difersivikasi tanaman hortikultura di lahan sawah irigasi. SEPA: J Sos Ekon Pertan dan Agribisnis 10(1):71-87.

Nuryanti S, Swastika DKS. 2011. Peran kelompok tani dalam penerapan teknologi pertanian. Forum Penelit Agro Ekon. 29 (2):115-128.

Pelawi, Pertiwi WD, Rosnita, Yulida R . 2016. Analisis kelembagaan penyuluhan pertanian di Kabupaten kampar. J Ilm Pertan. 13(1):1-14.

Praharani L, Juarini E, Buadiarsana AGM, Ashari. 2011. Sistim pemeliharaan dan produktivitas kerbau di beberapa agroekosistem di Kabupaten Lebak. Prosding Seminar dan Lokakarya Nasional Ternak Kerbau, Lebak-Banten 2-4 Nopember 2011, Bogor (ID): Puslitbangnak. hlm. 112-117.

Priyono M, Shiddieqy I, Widiyantono D, Zulfanita. 2015. Hubungan kausal antara tingkat penguasaan teknologi, dukungan kelembagaan, dan peran penyuluh terhadap adopsi integrasi ternak-tanaman, J Badan Litbang Pertan. 24 (2):141-148

Putra DE, Sarbaini, Afriani T. 2017. Estimasi potensi pembibitan ternak kerbau di Kecamatan Ulakan Tapakis Kabupaten Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat, Indonesia. J Vet .18(4):624-633.

Rahmi D, Sy AR, Syarifuddin H, Syafwan, Zubaidah H. 2014. Perbaikan pakan hijauan melalui introduksi legum indigofera dan pembuatan silase legum-jerami jagung, Jurnal Pengabdian pada Masyarakat 29(3):76-79.

Riedal S, Mayer M, Schlechat E, Hulsebusch C, Schhibrra A. 2012. Swamp buffalo keeping-an out dated farming activity: a case study in smallholder farming systems in Xishuanngbanna, Yunnan Province, PR China.Journal of Agriculture and Rural Development in the Tropics and Subtropics 113(2):137-145

Rohaeni ES, Sabran M, Hamdan A. 2007a. Potensi, peran dan permasalahan beternak kerbau di Kalimantan Selatan. Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasional Usaha Ternak Kerbau, Jambi, Peningkatan Produktivitas Ternak Kerbau dalam Mendukung Swasembada Daging sapi tahun 2010 Jambi .22-23 Juni 2007. Bogor (ID): Puslitbangnak. hlm 59-69

Rohaeni ES, Qomariah R, Subhan A. 2007b. Potensi hijauan sebagai pakan utama ternak kerbau di Kalimantan Selatan. Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasional Usaha Ternak Kerbau. Jambi, Peningkatan Produktivitas Ternak Kerbau dalam Mendukung Swasembada Daging sapi tahun 2010, Jambi 22-23 Juni 2007. Bogor (ID): Puslitbangnak. hlm.70-76

Romjali E, Edwardi, Rusdiana S. 2012. Peluang dan potensi usaha ternak kerbau di Sumatera Barat. Prosiding Lokakarya Nasional, Perbibitan Kerbau Membangun Grand Design Perbibitan Kerbau Puslitbangnak Bogor, Bekerjasama dengan Dinas Peternakan Sumatera Barat. Sumatera Barat Bukittinggi 13-15 September 2012, hlm. 63-69

Rubiyansyah M, Affandi A. Hermanto S. 2005. Analisis ekonomi dan kelembagaan perkebunan kelapa sawit rakyat di Kabupaten Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah. J Forum Pascasarjana IPB 28(3):231-248.

Ruhimat SI. 2017. Peningkatan kapasitas kelembagaan kelompok tani dalam pengembangan usahatani Agroforestry (Studi kasus di Desa Cukangkaung, Kecamatan Sodonghilir, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat). J Penelit Sos Ekon Kehutan.14(1):1- 17

Rusdiana S, Adawiyah CR. 2013a. Analisis ekonomi dan prospek usaha tanaman dan ternak dilahan perkebunan kelapa. SEPA: J Sos Ekon Pertan. Agribisnis 10(1):118-131.

Rusdiana S, Adawiyah CR. 2013b. Permasalahan ekonomi dan sistem perekonomian hasil produksi pertanian di Indonesia. Activita J Pemberdaya Mhs Masy 4 (2):263-280.

Rusdiana S, Budiarsana IGM, Sumanto. 2014. Analisis pendapatan usaha pertanian dan peternakan kerbau di Kabupaten Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). JAREE-IPB: J Ekon Pertan. 1(2):56-67.

Rusdiana S, Herdiawan I. 2017. Pengetahuan peternak terhadap rumput Chloris gayana di lahan pengembalaan sebagai pakan kerbau: analisis ekonomi. J Peternak. 42(2):219-229

Rusdiana S, Herawati T. 2008. Pemeliharaan ternak kerbau dalam sistem usahatani terhadap pendapatan keluarga di Kecamatan Cieumas Kabupaten Sukabumi. Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasional Kerbau, Meningkatkan Produktivitas Kerbau melalui Aplikasi Teknolgi Reproduksi dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan Peternak. Tana Toraja 24-26 Oktober 2008. Bogor (ID): Puslitbangnak. hlm. 91- 96

Rusdiana S, Talib C, Hastono. Peran sumberdaya manusia dalam usaha kerbau di pedesaan. Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasional Kerbau. Percepatan pembibitan dan pengembangan teknologi kerbau melalui kearifan lokal dan inovasi teknologi untuk mensukseskan swasembada daging kerbau. Puslittbangnak Bogor, bekerja sama dengan Dinas Peternakan Provinsi Banten dan Dinas Peternakan Kabupaten Lebak, Direktorat Perbibitan, Direktorat Jenderal Peternakan , Lebak 2-4 Nopember 2010. hlm. 208.

Rusdiana S, Martono B. 2014. Analisis finansial diversifikasi usaha perkebunan kakao rakyat dan ternak di tingkat petani. J Sirkuler Inov Tanam Ind Penyegar 2(3):167-169.

Rusdiana S, Praharani L. 2015a. Estimated value of live buffalo frice in the economic analysis of the income o farmers in the village. Proseeding International seminar on anilam indutry, Sustainable Animal Production for Better Human Welfare and Environment” Faculty of Animal Science Bogor Agricultura University IPB, September 17-18-2018. Bogor (ID): IPB. hlm.388- 293.

Rusdiana S, Praharani L. 2015b. Economic analysis and the impact of IA tehnology on buffalo to the farmers income. Proceeding International Seminar on Tropical Productiona The 6th. Istap, University Gajah Mada, Integrated Approach in Developing Sustainable Tropical Animal Production Oktober 20-22-2015. Yogyakarta (ID): University Gajah Mada. hlm. 582-585

Rusdiana S, Riasari, Sianturi G. 2017. Studi komparasi usaha ternak kerbau di Desa Umbe, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombo Barat, J Sepa 13(2):99-106.

Rusdin M, Solihin DD, Gunawan A, Talib C , Sumantri C. 2018. Sifat-sifat kuantitatif dan jarak genetik kerbau lokal Sulawesi Tenggara berdasarkan pendekatan morfologi. J Ilmu Pertan Indonesia 23(3):203-210

Saptana, Ashari. 2007. Pembangunan pertanian berkelanjutan melalui kemitraan usaha. J Penelit Pengemb Pertan 26(4):126−130.

Sari EM, Abdullah MAN, Sulaiman. 2015. Kajian aspek teknis pemeliharaan kerbau lokal di Kabupaten Gayo Lues. Agripet (15)1:57-60

Sari EM, Basri H, Safrizal, 2012. Tatalaksana pemeliharaan kerbau ditinjau dari aspek teknis pemeliharaan di Kabupaten Gayo Lues. Agripet, 12(2):33-36.

Sarkar.S, MM. Hossain, MR Amin. 2013. Socio- economic status of buffalo farmers and the management practices of buffalo in selected areas of Bagerhat District of Bangladesh . Bangladesh J Anim Sci. 42(3):158-164.DOI: https://doi.org/10.3329/bjas.v42i2.18505

Simatupang P, Hadi PU. 2004. Daya saing usaha peternakan menuju 2020. Wartazoa 4(2):45-57. Singth M, Chaudhari BK, Singth JK, Singth AK, Maurya PK. 2013. Effects of thermal loadon buffalo reproductive performance during summer season. Jouttal Bio Sci. 1(1):1-8

Siswanto S, Nurwidi S. 2016. Posisi fauna situs patiayam dalam Biostratigrafi Jawa. ticle (PDF Available) [Internet]. [diunduh 2019 Des 4]. Tersedia dari: http://Biostratigrafi,prokal.co/ read/artikel/news September 2016with144 Reads. DOI: 10.24832/sba.v19i2.31.

Subagyono K, Kariyasa K. 2012. Dampak prima tani terhadap pemanfaatan dan produktivitas sumberdaya lahan dan pendapatan rumah tangga petani. J Pengkaj Pengemb Teknol Pertan. 15(1):69-81

Suhartina, Susanti IS. 2017. Strategi pengembangan usaha ternak kerbau yang dipelihara secara tradisional berdasarkan peluang dan tantangan. J Peternak Maduranch 2(1):37-43.

Suhubudy. 2007. Strategi penyediaan pakan untuk pengembangan usaha ternak kerbau. Wartazoa 17(1): 1-11

Sulaiman. 2010. Percepatan peningkatan populasi dan kualitas kerbau melalui efesiensi reproduksi [Internet]. Makalah pada Seminar dan Lokakarya Nasional Kerbau. Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran Bandung-Unpad- Jatinangor; [diunduh 2018 Jun 2]. Tersedia dari http://peternakan.litbang.deptan.go.id/fullteks/artik el/lokakarya/lkerbau11-3.pdf

Sunartomo A.F. 2015. Perkembangan konversi lahan pertanian di Kabupaten Jember. Agroekonomika Trunojoyo: J Penelit Sos Ekon Kebijak Pertan. 4(1):22-36

Suryana, 2007. Usaha pengembangan kerbau rawa di Kalimantan Selatan. J Litbang Pertan. 26(4):98- 103

Syadili D, Sumantri C, Martojo H, Anang A. 2011. Keragaan sifat kualitatif dan kuantitatif kerbau lokal di Provinsi Banten. J Ilmu Ternak 11(2):61- 67.

Syahyuti, Tarigan H. 2007. Kebijakan pengembangan gabungan kelompok tani (gapoktan) sebagai kelembagaan ekonomi di perdesaan. J Anal Kebijak Pertan. 4(8):66-72

Talib C, Herawati T, Hastono. 2014. Strategi peningkatan produktivitas kerbau melalui perbaikan dan genetik. Wartazoa 24(2):83-96.

Talib C, Baim N. 2012. Grand design pembibitan kerbau nasional. Prosiding Lokakarya Nasional, Perbibitan Kerbau Membangun Grand Design Perbibitan Kerbau Puslitbangnak Bogor, Bekerjasama dengan Dinas Peternakan Sumatera Barat. Sumatera Barat Bukittinggi 13-15 September 2012, hlm.8-25.

Talib C, Praharani L, Gail RSS. 2019. Proposal Penetapan Kerbau Banten. Provinsi Banten.

Tarigan H, Suhaeti RN, Rivai RS, Suhartini SH, Darwis V. 2017. Analisis tipologi dan penguatan kelembagaan petani kecil dalam rangka transformasi menuju petani komersial [Internet]. Laporan Hasil Penelitian tahun 2017. [Internet].[diunduh 2017 Aprili 25]. Tersedia dari: http://pse.litbang.pertanian.go.id/ind/pdffiles/LHP- 2017-RE-HRT.pdf.

Tute L. 2014. Penguatan peternak dalam mengutamakan jenis ternak lokal [Internet]. Makalah pada Workshop sapi dan kerbau. Dinas Pertanian dan Peternakan Kalimantan Tengah. [Internet].[diunduh 2017 Feb 25 ]. Tersedia dari: http://kalteng.prokal.co/read/artikel/news/5267

Yulia, Baga LM, Tinaprilla N. 2015. Peran dan strategi pengembangan subsektor peternakan dalam pembangunan Kabupaten Agam Sumatera Barat. J Agribisnis Indonesia 3(2):159-176 Yusdja Y, Ilham N. 2004. Tinjauan kebijakan pengembangan agribisnis sapi potong. J Anal Kebijak Pertan. 2(2):167-182.

Watemin, Sulistyani. B. 2015. Pemberdayaan petani melalui penguatan modal kelembagaan petani di kawasan Belik Kabupaten Pemalang. J Agriekonomika 4(1):50-58.

Widyotomo S. 2013. Potensi teknologi diversifikasi limbah kopi menjadi produk bermutu dan bernilai tambah. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, Revieu Penelitian Kopi Dan Kakao. 24(1):65-82

Winarso B, Sajuti R, Muslim C. 2005.Tinjauan ekonomi ternak sapi potong di Jawa Timur. Forum Penelit Agro-Ekon. 23(1):61- 71.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/fae.v37n2.2019.95-114

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 Forum penelitian Agro Ekonomi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
Kementerian Pertanian

Lt. III Gedung A. Kampus Penelitian Cimanggu
Jl. Tentara Pelajar No.3B, Kota Bogor-16111
Telp. (0251) 8333964 ext. 300-301, Faks.  (0251) 8314496
E-mail   : faepsekp@gmail.com
Website: http://pse.litbang.pertanian.go.id

Website design


       

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.