Potensi Pemanfaatan Kearifan Lokal untuk Menahan Konversi Lahan Sawah ke Nonsawah

Kartika Sari Septanti, nFN Saptana

Abstract


Lowland conversion to non-agriculture use improves along with economic growth. Various attempts have been exerted by the government to reduce lowland conversion. Local wisdoms throughout the regions in the country are potential to control lowland conversion. This paper aims to explore the role of local wisdoms in Indonesia and other countries in controlling lowland conversion. Some local wisdoms in Indonesia potentials for lowland conversion control are : tunggu tubang, mundang biniak, oloran sawah, Suku Samin, Buyut Cili, tradisi Ngarot, Kasepuhan Sinar Resmi, Suku Baduy, Subak, Suku Dayak, and pangale hutan. Some measures to take for empowering those local wisdoms, are: (i) incorporating local wisdoms into school education curriculum; (ii) developing a community-based natural resource management system, namely increasing participation of local people in land resource management.

 

Abstrak

Konversi lahan sawah ke nonsawah marak terjadi seiring pesatnya pertumbuhan ekonomi. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk menekan laju konversi lahan sawah ke nonsawah, namun belum menunjukkan hasil yang optimal. Indonesia memiliki kekayaan kearifan lokal yang tersebar di seluruh nusantara yang berpotensi menghambat tingginya laju konversi lahan sawah ke nonsawah. Tulisan ini membahas kearifan lokal di Indonesia serta di beberapa negara yang telah dan akan dikembangkan untuk mempertahankan lahan sawah. Beberapa contoh kearifan lokal di Indonesia antara lain: tunggu tubang, mundang biniak, oloran sawah, Suku Samin, Buyut Cili, tradisi Ngarot, Kasepuhan Sinar Resmi, Suku Baduy, Subak, Suku Dayak, dan pangale hutan. Tantangan kearifan lokal pada masa depan semakin berat karena adanya pertumbuhan jumlah penduduk, pertumbuhan ekonomi, serta perubahan sosial masyarakat yang mendesak lunturnya nilai-nilai kearifan lokal. Beberapa strategi untuk mempertahankan kearifan lokal dapat dilakukan dengan cara: (1) memasukkan ke dalam kurikulum pendidikan;  (2) mengembangkan sistem pengelolaan sumber daya alam berbasis komunitas, yaitu peningkatan partisipasi masyarakat lokal dalam pengelolaan sumber daya lahan.


Keywords


land; conversion; non paddy field; local wisdom; lahan sawah; konversi; nonsawah; kearifan lokal

Full Text:

PDF

References


Ayatrohaedi. 1986. Kepribadian budaya bangsa (local genius). Jakarta (ID): Dunia Pustaka Jaya

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2013. Laporan hasil sensus pertanian 2013. Jakarta (ID): Badan Pusat Statistik.

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2015. Laju pertumbuhan produk domestik bruto atas dasar harga konstan

menurut lapangan usaha (persen), 2000-

Jakarta (ID): Badan Pusat Statistik.

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2015. Luas lahan sawah menurut provinsi (Ha), 2003-2015. Jakarta (ID): Badan Pusat Statistik.

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2017. Laju pertumbuhan penduduk menurut provinsi tahun 1971-2016. Jakarta (ID): Badan Pusat Statistik.

Damayanti EK. 2010. Kearifan Lokal: Tradisional dalam konservasi tumbuhan. Bogor (ID): IPB. Tersedia dari: https://docplayer.info/41719221

Kearifan-lokal-tradisional-dalamkonservasi- tumbuhan.html

Dublin DR. 2014. Indigenous agricultural development for sustainability and “satoyama”. Graduate School of Environmental Science, Hokkaido University [Internet]. [cited 2019 August

; Available from:https://www.researchgate.net/

publication/263733271

Direktorat Pangan dan Pertanian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional. 2015. Evaluasi implementasi kebijakan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B). Jakarta (ID): Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional.

[Ditjen PSP] Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian. 2013. Kinerja perluasan sawah tahun 2006-2012 dan target perluasan sawah tahun 2013. Jakarta (ID): Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian.

Febriasi K. 2015. Perkembangan syarat menggadai tanah harta pusaka tinggi dalam masyarakat adat Minangkabau di Kabupaten Agam nagari kamang mudiak. Premise Law Jurnal [Internet]. [diunduh

September 5]; Vol 4, 2015.tersedia dari:https://jurnal.usu.ac.id/index. php/premise/article/

view/9744

Gunggung S. 2010. Masyarakat Baduy, hutan, dan lingkungan. Jurnal manusia dan lingkungan [Internet]. [diunduh 2019 Agustus 25]; 17 (2),

, 113-123. Tersedia dari: https://jurnal.ugm. ac.id/JML/article/view/ 18710/12003.

Hermanto, Pasya GK, Al Muchtar S, Sumaatmadja N. (2012). Filosofi hidup sebagai basis kearifan lokal (studi pada masyarakat adat kasepuhan Banten Kidul). Jurnal Gea. 12(1):1-14.

Hidayat Y, Ismail A, Ekayani M. 2017. Dampak konversi lahan pertanian terhadap ekonomi rumah tangga petani padi (studi kasus Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat). Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian [Internet]. [diunduh 2019 Mei

;Vol. 20, No.2, 2017.Tersedia dari:

http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jpe ngkajian/article/view/7458

Hutapea Y, Thamrin . 2010. Tunggu Tubang sebagai upaya untuk mempertahankan sumber daya lahan berkelanjutan. BPTP Sumatera Selatan [Internet]. [diunduh 2019 Mei 25]; Tersedia dari: https://pse.litbang.pertanian.go.id/ind/pdffiles/Pros

_MP_18_2010.pdf

Irawan B. 2008. Meningatkan efektivitas kebijakan konversi lahan. Forum Penelitian Agro Ekonomi [Internet]. [diunduh 2019 Mei 25]; 26 (2): 116-131. Tersedia dari: http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/ index.php/fae/article/view/3942

Jumari, Setiadi D, Purwanto Y, Guhardja E. 2012.

Pengetahuan lokal masyarakat samin tentang keanekaragaman tumbuhan dan pengelolaanya. Media Konservasi [Internet]. [diunduh 2019

September 25]; Vol. 17, No. 2 Agustus 2012 : 71

– 78. Tersedia dari: http://journal.ipb.ac.id/

index.php/ konservasi/ article/view/12873

[Kementan] Kementerian Pertanian. 2017. Statistika Pertanian 2017. Jakarta (ID): Kementerian Pertanian.

[Kementan] Kementerian Pertanian. 2018. Statistika Pertanian 2018. Jakarta (ID): Kementerian Pertanian.

Kirom S. 2012. Etika samin: suatu kajian nusantara.

Jurnal filsafat [Internet]. [diunduh 2019 September

; vol.22, nomor 2, agustus 2012. Tersedia dari: https://jurnal.ugm.ac.id/wisdom/article/view/

Kurniasari DA, Cahyono ED, Yuliati Y. 2018. Kearifan lokal petani di Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo. Kabupaten Blora. HABITAT [Internet]. [diunduh 2019 Mei 25]; 29 (1), 2018, 33-37. Tersedia dari: https://www.researchgate.net/ publication/328219017_Kearifan_Lokal_Petani_Tr adisional_Samin_di_Desa_Klopoduwur_Kecamat an_Banjarejo_Kabupaten_Blora

Lambok A, Maryunianta Y, Hutajulu AT. 2016. Faktor- faktor yang mempengaruhi keputusan petani

dalam mempertahankan lahan padi sawah dari konversi menjadi lahan kelapa sawit. Jurnal Universitas Sumatera Utara [Internet]. [diunduh

Agustus 28]. Tersedia dari:https://

jurnal.usu.ac.id/index.php/ceress/article/download/

/7448

Lestari D, Nurbaiti, Khori M, Amrul. 2014. Pemberian mikroorganisme lokal (MOL) bonggol pisang pada pengomposan jerami padi yang diaplikasikan untuk tanaman padi sawah (oryza sativa l.) Varietas pb-42 dengan metode sri. JomFaperta [Internet]. [diunduh 2019 Agustus 28]; Vol 1 No. 2 Oktober 2014. Tersedia dari:https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMFAPERT A/article/view/3694

Mahfud R, Toheke RP. 2009. Masyarakat Adat Ngata

Toro Sulawesi Tenggara [Internet]. [diunduh 2019

Agustus 28]; Tersedia dari: http://www. downtoearthindonesia.org/sites/downtoearth- indonesia.org/files/R-7-Toro.pdf

Mawaddahni S. 2017. Filosofi Hidup sebagai wujud kearifan lokal masyarakat Adat Kasepuhan Sinar Resmi. Local Wisdom Scientific Online Journal [Internet]. [diunduh 2019 Agustus 25]; Vo. 9 (1):

-102. Tersedia dari: http://jurnal.unmer.ac.id/

index.php/lw/article/view/1976

Millar J, Roots J. (2012). Changes in Australian agriculture and land use: implications for future food security. International Journal of Agricultural Sustainability [Internet]. [cited 2019 May 17];10(1),

39. Available from: https://researchoutput.csu. edu.au/en/publications/changes-in-australian-

agriculture-and-land-use-implications-for-f

Mulyani A, Kuncoro D, Nursyamsi D, Agus F. 2016.

Analisis konversi lahan sawah: penggunaan data spasial resolusi tinggi memperlihatkan laju konversi yang mengkhawatirkan. Jurnal Tanah

dan Iklim [Internet]. [diunduh 2019 Mei 25]; Vol. 40

No. 2 Hal. 121-133. Tersedia dari: http://ejurnal. litbang.pertanian.go.id/index.php/jti/article/view/57

/Analisis%20Konversi%20Lahan%20Sawah-

Penggunaan%20Data%20Spasial%20Resolusi%2

Tinggi%20Memperlihatkan%20Laju%20Konversi

%20yang%20Mengkhawatirkan.pdf

Nababan. 1995. Kearifan tradisional dan pelestarian lingkungan di Indonesia. Jurnal Analisis CSIS : Kebudayaan, Kearifan Tradisional dan Pelestarian Lingkungan [Internet]. [diunduh 2019 September

; Tahun XXIV No. 6 Tahun 1995. Tersedia dari:

https://archive.org/details/AnalisisCSIStahuXXIVC SIS_g0g1/page/422

Ngara R. 2013. Shangwe music for spiritual rituals: A symbolical enactment. Studies of Tribes and Tribals [Internet]. [cited 2019 September 17]; , 2:

-133. Available from: https://www. researchgate.net/publication/321218385_Shangw e_Music_for_Spiritual_Rituals_A_Symbolical_Ena

ctment

Nuriz UC, Sukirno, Ananingsih SW. 2017. Penerapan hukum adat Minang Kabau dalam pembagian warisan atas tanah (studi di : Suku Chaniago di jorong ketinggian Kenagarian Guguak viii Koto, Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh kota, ibu kota Sarilamak). Diponegoro Law Journal [Internet]. [diunduh 2019 Agustus 25]; Volume 6, Nomor 1, halaman 1-13. Tersedia dari: https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/dlr/article/vi ew/15680/15162

Nuryanto, Machpudin I. 2008. Kajian pola kampung dan rumah tinggal: warga kasepuhan kesatuan adat Banten Kidul di Sukabumi-Jawa Barat. Artikel hasil penelitian. Bandung (ID): Universitas Pendidikan Indonesia.

Octaviani, Emilia V. 2015. Pola komunikasi Suku Samin di Kabupaten Blora terkait ajaran yang dianutnya. The Messenger [Internet]. [diunduh

September 4]; Volume VII, Nomor 2, Edisi Juli 2015. Tersedia dari: http://journals.usm.ac.id/ index.php/the-messenger/article/view/294

Permana RCE, Nasution IP, Gunawijaya J. 2011.

Kearifan lokal tentang mitigasi bencana pada masyarakat Baduy. Makara, sosial humaniora

[Internet]. [diunduh 2019 Oktober 5]; Vol 15 No. 1,

Juli 2011: 67-76. Tersedia dari: https://

www.researchgate. net/publication/324234099_ KEARIFAN_LOKAL_TENTANG_MITIGASI_BEN

CANA_PADA_MASYARAKAT_BADUY/link/5ae6e

aaca272ba50821b22/download

Pinasti VIS, Lestari P. 2017. Masyarakat Samin ditinjau dari sejarah dan nilai-nilai pendidikan karakter. Jurnal pendidikan & ilmu sejarah [Internet]. [diunduh 2019 September 4];Volume 13

No. 1 September 2017. Tersedia dari:

https://journal.uny.ac.id/index.php/istoria/article/

view/17737

Purwoko A, Sukiyono K, Cahyadinata I. 2017. Kajian pengetahuan lokal masyarakat petani dalam pengelolaan daerah aliran sungai (das) ketahun di kabupaten lebong. agrisep [Internet]. [diunduh

agustus 2019]. vol. 16 no. 2 september 2017 hal: 201 – 210 tersedia dari: https://ejournal. unib.ac.id/index.php/agrisep/article/download/303

/1522.

Saldamando A. 2015. Indian environmental network.

Paris (FR): Indian Environmental Network.

Saptana, Ar-Rozi. 2015. Dinamika penguasaan lahan dan pasar lahan pada desa lahan kering berbasis palawija. Panel Petani Nasional; Mobilisasi Sumber Daya dan Penguatan Kelembagaan Pertanian. Bogor (ID): IAARD PRESS.

Saptana, Rachman HPS, Purwantini TB. 2004.

Struktur penguasaan lahan dan kelembagaan pasar lahan di pedesaan. Prosiding "Efisiensi dan Daya Saing Sistem Usahatani Beberapa

Komoditas Pertanian di Lahan Sawah" 2004. Bogor (ID): Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian.

Syahyuti. 2016. Relevansi konsep dan gerakan pertanian keluarga (family farming) serta karakteristiknya di Indonesia. Forum Penelitian Agro Ekonomi. Vol. 34 No. 2, Desember 2016: 87-

Forum Penelitian Agro Ekonomi, Vol. 37 No. 1, Juli 2019: 59-75

Simatupang P, Irawan B. 2003. Pengendalian konversi lahan pertanian : tinjauan ulang kebijakan lahan pertanian abadi. Prosiding Seminar Nasional Multifungsi dan Konversi Lahan Pertanian : 67-83. Jakarta (ID): Badan Litbang pertanian.

Sufia R, Sumarmi, Amirudin A. 2016. Kearifan lokal dalam melestarikan lingkungan hidup (Studi Kasus Masyarakat Adat Desa Kemiren Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi). Jurnal Pendidikan, teori, penelitian dan pengembangan [Internet]. [diunduh 2019 Mei 25]; volume 1 nomor 4 bulan april tahun 2016, halaman 726-731. Tersedia dari: http://journal.um. ac.id/index.php/jptpp/article/view/6234

Suhartini. 2009. “Kajian Kearifan Lokal Masyarakat dalam Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan. Prosiding Seminar nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA. Yogyakarta (ID): Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta.

Sumaryanto, Friyatno S, Irawan B. 2003. Konversi lahan sawah ke penggunaan nonpertanian dan dampak negatifnya. Prosiding Seminar Nasional Multi fungsi Lahan Sawah [Internet]. [diunduh

September 4]. Tersedia dari: http://balittanah.litbang.pertanian.go.id/ind/dokum entasi/prosiding/mflp2001/sumaryanto.pdf

Supriatna J. 2008. Melestarikan Alam Indonesia.

Jakarta (ID): Yayasan Obor Indonesia

Susilowati SH. 2016. Fenomena penuaan petani dan berkurangnya tenaga kerja muda serta implikasinya bagi kebijakan pembangunan pertanian. Forum Penelitian Agro Ekonomi. [Internet]. [diunduh 2019 April 4]. Vol. 34 No. 1, Juli 2016: 35-55 Tersedia dari: http://ejurnal. litbang.pertanian.go.id/index.php/fae/article/view/7

Tan R, Qu F, Heerink N, Mettepenningen E. 2011.

Rural to urban land conversion in china – how large is the over-conversion and what are its

welfare implication?. China Economic Review [Internet]. [cited 2019 May 17]; 22 (2011) 474-484. Available from: https://ideas.repec.org/a/eee/ chieco/v22y2011i4p474-484.html

Tirivangasi HM, Dyke T. 2017. Indigenous Knowledge Systems (IKS) and Food Security in South Africa: Is Land Reform a Prerequisite?. Journal of human ecology Delhi, India [Internet]. [cited 2019

August 17]; Available from: https://www. researchgate.net/publication/324485236_Indigeno us_Knowledge_Systems_IKS_and_Food_Security

_in_South_Africa_Is_Land_Reform_a_Prerequisit

e

Tresnasih, Lasmiyati. 2016. Fungsi ngarot untuk masyarakat Lelea. Patanjala [Internet]. [diunduh

September 4];Vol. 8 No. 1 Maret 2016: 37

– 52. Diakses dari: https://www.researchgate.net/ publication/323791284_FUNGSI_NGAROT_UNT UK_MASYARAKAT_LELEA

UNESCO. 2017. Knowing our lands and resources: indigenous and local knowledge and practices related to biodiversity and ecosystem services in Asia. Paris (FR): UNESCO.

Vien TD. 2003. Culture, Environment, and Farming Systems in Vietnam’s Northern Mountain Region. Southeast Asian Studies [Internet]. [cited 2019

May 17]; Vol. 41, No. 2. Available from:

https://kyoto-seas.org/pdf/41/2/410203.pdf

Widodo E, Hastuti. 2017. Kearifan lokal dalam mengelola sumberdaya ahan pertanian di Lembah Sungai Sileng Purba Kecamatan Borobudur. Pendidikan Geografi dan Program Magister.

Windia W, Sumiyati, Sedana G. 2015. Aspek Ritual pada Sistem Irigasi Subak sebagai Warisan Budaya Dunia. Jurnal Kajian Bali [Internet]. [diunduh 2019 Agustus 25]; Volume 05, Nomor

, April 2015. Tersedia dari: https://ojs.unud. ac.id/index.php/kajianbali/article/view/15721




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/fae.v37n1.2019.59-75

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 Forum penelitian Agro Ekonomi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
Kementerian Pertanian

Lt. III Gedung A. Kampus Penelitian Cimanggu
Jl. Tentara Pelajar No.3B, Kota Bogor-16111
Telp. (0251) 8333964 ext. 300-301, Faks.  (0251) 8314496
E-mail   : faepsekp@gmail.com
Website: http://pse.litbang.pertanian.go.id

Website design


       

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.