Beberapa Keuntungan Penggunaan Bibit Lada Asal Setek Satu Ruas

Ujang Suparman, Ade Sopandi, Acep Burhan

Abstract


Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Cahaya Negeri lampung Utara dengan menggunakan : 1) Bibit siap tanam asal setek satu ruas 2) setek tujuh ruas asal sulur panjang, 3) setek tujuh ruas asal sulur cacing, dan 4) setek tujuh ruas asal sulur gantung. Bibit asal satu ruas dipersiapkan terlebih dahulu dipersemaian hingga mencapai tujuh ruas, sedangkans etek tujuh ruas ditanam langsung di kebun. Perlakuan disusun dalam rancangan acak kelompok dengan 4 ulangan. Masing-masing petak perlakuan terdiri atas 21 tanaman dengan jarak tanam 2.5 X 2.5 m. setelah 13 bulan hasil percobaan menunjukkan bahwa tanaman asal bibit setek satu ruas hanya memerlukan penyulaman sebanyak 19.05% yang ternyata sangat rendah jika disbanding dengan setek 7 ruas baik sulur panjang, sulur cacing maupun sulur gantung yang masing-masing memerlukan penyulaman sebesar 73.81, 83.33 dan 98.81%. keperluan bibit sulaman masing-masing berturut-turut 4.25, 34.0, 40.74 dan 54.0 bibit. Disisi lain, pada umur 13 bulan, tanaman asal setek satu ruas memiliki cabang buah rata-rata 14.49 per pohon sedangkan tanaman asal setek sulur panjat 2.66, sulur cacing 0.55 dan sulur gantung 0.23. pada umur 13 bulan, rata-rata tinggi tanaman asals etek satu ruas mencapai 124.57 cm sedangkan rata-rata tinggi tanaman asal setek sulur panjat, sulur cacing dan sulur gantung berturut-turut 35.76, 36.51 dan 23.47 cm. lebih lanjut lagi pada umur 13 bulan ini 25% tanaman asal bibit satu ruas telah berbunga sedangkan tanaman asal bibit lainnya belum ada yang berbunga. Ditinjau dari jumlah biaya untuk pengadaan bibit, bahan tanaman asal setek satu ruas relative lebih mahal dari sulur cacing atau sulur gantung tetapi tidak berbeda dengan biaya pengadaan bibit tujuh ruas asal sulur panjat.

Keywords


Lada; Rempah; Budidaya; pembibitan

Full Text:

PDF

References


ANONYMOUS.1988. Pembibitan lada melalui persemaian pohon induk. Leafet No.05/ARSSP/88 Balittro

COOPER, ST. G.C. 1955. A rapid method on propagation black pepper. Trop.agric. Trin.32:207-209

HARTMANN. H.T and D.E. KESTER. 1983. Plant propagation :principles and Practices 4th.Ed. Pprentice Hall Int.inch.Engelwood Clifts.New Jersey. 335-339

MILTHORPE, F.L. and J. MOORBY.1988.An Introduction to Crop physiology.2nd. ed. Cambridge Univ. prees.Canbridge.34-58.

NURYANI, Y. dan HERWAN .1984.Pengaruh penggunaan bahan tanaman yang berbeda terhadap hasil lada.pembrt Littri.IX(50);8-12

WAHID. P. 1982. Percobaan penyetekan tanaman lada.pembrt Littri.VII (40):17-24

ZAUBIN, R. 1981.pengaruh bahan setek.cara tanam dan zat tumbuh terhadap pertumbuhanakar setek lada.pembrt.Littri.VII(40):31-35.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/bullittro.v7n1.1992.5-9

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



View My Stats

Creative Commons License
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bultro

Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BUL LITTRO) Editorial Office :

Indonesian Spices and Medicinal Crops Research Institute (ISMCRI)
Jl. Tentara Pelajar No. 3 Bogor, Indonesia 16111
Telp. (0251) 8321879, Fax. (0251) 8327010
E mail : buletintro@gmail.com
Website : http://balittro.litbang.pertanian.go.id