IDENTIFIKASI KOMPONEN KIMIA AKSESI RUMPUT KEBAR (Biophytum petersianum) ASAL PAPUA DAN JAWA

Bagem Sembiring, Ireng Darwati

Abstract


Rumput kebar belum banyak dikenal orang, tetapi di Papua secara empiris digunakan sebagai penyubur kandungan. Senyawa aktif yang berperan sebagai obat maupun penyubur termasuk golongan steroid, saponin dan flavonoid. Bahan aktif merupakan metabolit sekunder, kandungannya bervariasi tergantung lingkungan tumbuh, waktu panen dan proses pengolahan. Tujuan penelitian adalah identifikasi mutu aksesi rumput kebar asal Papua, Jawa Barat dan Jawa Tengah untuk menghasilkan simplisia yang berkualitas. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pengujian, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Bogor pada tahun 2011. Bahan baku menggunakan rumput kebar asal Papua, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Bagian tanaman yang diidentifikasi adalah secara keseluruhan. Rumput kebar dicuci bersih, ditiriskan, dikeringkan kemudian digiling. Serbuk yang diperoleh dianalisis mutunya dengan parameter meliputi : karakteristik mutu, skrining fitokimia, senyawa aktif, unsur mineral dan aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan,  rumput kebar asal Papua, Jawa Barat dan Jawa Tengah  mengandung kadar sari air lebih besar dibandingkan kadar sari alkohol. Jumlah kadar sari air berkisar antara 11,57-11,73% dan kadar sari alkohol 10,29-10,55%. Rumput kebar mengandung senyawa kimia golongan alkaloid, saponin, tanin, fenolik, flavonoid, triterpenoid, steroid dan glikosida. Jumlah senyawa kimia yang terdeteksi pada aksesi rumput kebar asal Papua adalah sebanyak 15 komponen dan dari Jawa 14 komponen. Kadar unsur mineral rumput kebar meningkat sebesar 0,00-51,15% setelah difermentasi. Rumput kebar asal Papua memiliki daya aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan Jawa Barat maupun Jawa Tengah. Nilai IC 50 (konsentrasi penghambatan 50%) asal Papua 27,74 ppm, Jawa Barat 45,93 ppm dan Jawa Tengah 38,13 ppm.


Keywords


Biophytum petersianum; mutu simplisia; aksesi; komponen kimia; antioksidan

Full Text:

PDF

References


Anonim. 2010. Nutrisi penting untuk kesuburan http://www.ayahbunda.co.id/-artikel/Gizi+dan+ Kesehatan/Prakonsepsi/prakonsepsi.nutrisi.penting.untuk.kesuburan/001/001/230/2/3. [diakses 1 pebruari 2013].

Azlina. 2009. Pengaruh pemberian ekstrak rumput kebar (Biophytum petersianum Klotzsch) terhadap fertilitas tikus jantan (Rattus norvegicus L). Tesis. Program Pascasarja. IPB. 85 hlm.

Chen HM, M Koji, Y Fumio and N Kiyoshi. 1996. Antioxidant activity of designed peptides based on the antioxidative peptide isolated from digests of a soybean protein. J Agric Food Chem. 44: 2619-2623.

Imbiri A dan N Novita. 1997. Kajian tentang habitat rumput Kebar (Biophytum petersianum Klotzsch) di Kecamatan Kebar Kabupaten Manokwari. (Skripsi) Faperta Uncen Manokwari. 64 hlm.

Jamaran I. 1992. Peranan iptek dalam pengembangan agroindustri tanaman obat. Prosiding Forum Konsultasi Strategi dan Koordinasi Pengembangan Agroindustri Tanaman Obat. Litbang Pertanian, Balittro. Bogor. hlm. 1-7.

Kasmiran A. 2011. Pengaruh lama fermentasi jerami padi dengan mikroorganisme lokal terhadap kandungan bahan kering, bahan organik dan abu. Lentera: Juni 2011. 11(1): 48-52.

Nurul Kusumawardani A. 2006. Kajian penambahan antioksidan terhadap mutu simplisia temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb). Skripsi Fateta, IPB, Bogor. 38 hlm.

Oraple D. 2013. Pengujian kapasitas ekstrak rumput kebar (Biopytum pertersianum) sebagai sumber antioksidan alami. Skripsi. Fateta. Universitas Negeri Papua, Manokwari. 35 hlm.

Pavlovic V, S Cekic, G Rankovic and N Stoiljkovic. 2005. Antioxidant and pro-oxidant effect of ascocbic acid. Acta Medica Medianae 44: 65-69.

Robinson T. 1995. Kandungan organik tumbuhan tinggi. Penerbit ITB. 363 hlm.

Sadsoeitoeboen PD. 2005. Manfaat Ekstrak Rumput Kebar (Biophytum petersianum Klotzsch) terhadap Penampilan Reproduksi Mencit Putih Betina. Tesis Fakultas Kedokteran Hewan, Sekolah Pascasarjana Institute Pertanian Bogor. 62 hlm.

Sembiring B dan I Darwati. 2013. Rumput kebar (Biophytum petersianum) sebagai peningkat fertilitas. Warta Puslitbangbun. Agustus 2013. 19(2): 15-18.

Senior. 2009. Rumput kebar tingkatkan kesuburan. Natural healing Tue, 5 May 2009.

Soedibyo BM. 1992. Pendayagunaan tanaman obat. Proceeding Forum Komunikasi Ilmiah. Hasil Penelitian Plasma Nutfah dan Budidaya Tanaman Obat. Puslitbang Tanaman Industri, Bogor. Buku I, hlm. 7-15.

Sukrasno. 2003. Pengeringan beku sebagai metode untuk memperoleh ekstrak kering ideal. Metode analisis parameter kualitas obat tradisional dan ekstrak herbal. Departemen Farmakognosi Fitokimia-ITB. 16 hlm.

Unility, AJ Akiles dan I Ceria. 2011. Potensi rumput kebar (Biopythum petersianum K.) dalam meningkatkan kinerja reproduksi. Prosiding Seminar Nasional. Pengembangan Pulau-pulau Kecil. hlm. 329-333.

Veldkamp JF. 1976. Flora Malesiana. Noordhoff International Publishing Leyden. The Netherlands. Seri 1, 7: 151-178.

Windono T Soediman, S Yudawati, U Ermawati, E Erowati dan T Inayah. 2001. Uji perendaman radikal bebas terhadap 1,1-Diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH) dari ekstrak kulit buah dan biji anggur (Vitis vinifera L.) Probolinggo Biri dan Bali, Artocarpus 1(1): 34-43.

Wajo MJ. 2005. Pengaruh pemberian ekstrak rumput kebar melalui air minum terhadap fertilitas ayam buras. Skripsi. Fakultas peternakan Perikanan dan Ilmu Papua. Universitas Negeri Papua. 69 hlm.

www.pondokobatpapua.com. Rumput-kebar [diakses, 28 Nopember 2013].




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/bullittro.v25n1.2014.37-44

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



View My Stats

Creative Commons License
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bultro

Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BUL LITTRO) Editorial Office :

Indonesian Spices and Medicinal Crops Research Institute (ISMCRI)
Jl. Tentara Pelajar No. 3 Bogor, Indonesia 16111
Telp. (0251) 8321879, Fax. (0251) 8327010
E mail : buletintro@gmail.com
Website : http://balittro.litbang.pertanian.go.id