PENGARUH KOLKISIN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI DUA TIPE KENCUR ( Kaempferia galanga Linn. )

Nur Ajijah, Nurliani Bermawie

Abstract


Induksi mutasi pada tanaman kencur (Kaempferia galanga  Linn.) dengan menggunakan kolkisin telah dilakukan di Laboratorium Genetika Kelompok Peneliti Plasma Nutfah dan Pemuliaan dan di Rumah Kaca Balittro, Bogor. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh kolkisin terhadappertumbuhan dan produksi dua tipe kencur. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang disusun secara faktorial dengandua faktor dan tiga ulangan.

Faktor pertama adalah tipe tanaman (Cileungsi Besar dan Cileungsi Kecil) dan faktor ke dua adalah konsentrasi kolkisin (0, 0,05, 0,1, 0,5 dan 1 %). Kolkisin diaplikasikan dalam bentuk pasta pada matatunas yang terdapat pada rimpang. Setelah itu rimpang ditanam di dalam polibag dengan media tanah di rumah kaca. Pengamatan dilakukan terhadap parameter jumlah anakan; jumlah, panjang, lebar dan,tebal daun; jumlah dan berat basah rimpang per rumpun dan ukuran rimpang pada tanaman generasi ke dua. Data dianalisis dengan menggunakan uji F pada taraf 5 dan 1%,dilanjutkandengan uji DMRT pada taraf yang sama. Hasil uji F menunjukkan pengaruh kol

kisin secara tunggal nyata terhadap parameter panjang dan lebar daun serta jumlah dan berat rimpang per rumpun. Perlakuan kolkisin 0,1 –1 % dapat meningkatkan panjang daun secara nyata dibandingkan dengan kontrol pada umur 3 dan 7 bulan tapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan kolkisin 0,05 %. Pada umur 5 bulan perlakuan kolkisin 1 % tidak berbeda nyata dengan kontrol dan perlakuan lainnya. Perlakuan kolkisin 1 % dapat meningkatkan jumlah dan berat rimpang per rumpun tanaman generasi ke dua sebesar 31,5% dibandingkan dengan kontrol meskipun secara statistik tidak berbeda nyata. Pengaruh tipe tanaman nyata terhadap parameter berat, panjang dan diameter rimpang, dimana tipe Cileungsi Besar memiliki berat, panjang dan diamter rimpang lebih besar dibandingkan tipe Cileungsi Kecil. Pengaruh interaksi nyata terhadap parameter jumlah anakan dan jumlah daun umur 3 bulan serta lebar daun umur 3 dan 5 bulan, namun tidak nyata setelah 7 bulan.

Jumlah anakan yang paling banyak untuk tipe Cileungsi Besar dan Cileungsi Kecil masing-masing diperoleh pada perlakuan kolkisin 0,1 % dan 0,5 % tapi tidak berbeda nyata dengan kontrol. Jumlah daun paling banyak pada tipe Cileungsi Besar diperoleh pada perlakuan 0,05 % tapi tidak berbeda nyatadengan kontrol. Pada tipe Cileungsi Kecil jumlah daun paling banyak diperoleh pada perlakuan 0,5 % yang berbeda nyata kontrol. Lebar daun yang paling lebar pada tipe Cileungsi Besar diperoleh pada perlakuan 0,1 % tapi tidak berbeda nyata dengan kontrol dan perlakuan lainnya. Sedangkan untuk tipe Cileungsi Kecil lebar daun paling lebar diperoleh pada perlakuan 0,5 % yang berbeda nyata dengan kontrol dan perlakuan 0,05 % tapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan 0,1 dan 1 %.

 


Keywords


Kaempferia galanga; kolkisin; pertumbuhan; produks.

Full Text:

PDF

References


Bermawie, N. dan Syafaruddin, 1997.Evaluasi dan karakterisasi nomor- nomor koleksi kencur. Laporan Teknis. Balittro. Bogor

Brewbaker, J.L., 1983. Genetika Pertanian (Terj.). Gede Jaya. Jakarta. 142 hal.

Ernawati, E., 1997. Pemanfaatan kolkisin untuk meningkatkan kualitas tanaman kembang kertas merah (Zinia elegans). Prosiding III Seminar nasional Biologi XV. Bandar Lampung 24-26 Juli 1997. hal 1487 - 1491.

Heyne, K., 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia (Jilid 1). Badan Peneliti- an dan Pengembangan Kehutanan, Departemen Kehutanan. Jakarta.

Makmur, Amris, 1988. Pengantar Pemuliaan Tanaman. PT Bina Aksara. Jakarta. 79 hal.

Permadi, A.H., R. Cahyani dan S.Syarif, 1991. Cara pembelahan umbi, lama perendaman dan konsentrasi kolkisin pada poliploidisasi bawang merah. Sumenep. Zuriat 2 (2) : 17 - 26.

Poespodarsono, S., 1984. Dasar-Dasar Ilmu Pemuliaan Tanaman. PAU- IPB. Bogor. 161 hal.

Prosea, 1999. Medicinal and Poisonous Plants 1. De Padua L.S., N. Bunyapraphatsara and R.H.M.J. Lemmens (Edds). Bogor- Indonesia. 711p.

Rostiana, O., A. Abdullah, B. Martono, W. Haryudin dan S. Aisyah, 1993. Pengaruh rimpang utama dan rimpang cabang terhadap pertumbuhan dan produksi tiga tipe kencur di KP. Citayam. Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Balittro. Bogor.

-------------, B. Martono, W. haryudin dan S. Aisyah, 1995. Kencur. Edsus Littro XI (1) : 1 – 7.

Thomas, H., 1993. Chromosome manipulation and polyploidi. In Plant Breeding : principles and prospects. M.D. Hayward, N.D. Basemark and I. Romagosa (Edds). Chapman & Hall. London. P. 79-92.

Welsh, J.R., 1991. Dasar-Dasar Genetika dan Pemuliaan Tanaman. (Terj.). Penerbit Erlangga. Jakarta.224 hal.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/bullittro.v14n1.2003.%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c)



View My Stats

Creative Commons License
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bultro

Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BUL LITTRO) Editorial Office :

Indonesian Spices and Medicinal Crops Research Institute (ISMCRI)
Jl. Tentara Pelajar No. 3 Bogor, Indonesia 16111
Telp. (0251) 8321879, Fax. (0251) 8327010
E mail : buletintro@gmail.com
Website : http://balittro.litbang.pertanian.go.id