BERCAK DAUN PHYTOPHTHORA SEBAGAI SUMBER INOKULUM PENYAKIT BUSUK PANGKAL BATANG LADA (Piper nigrum L.)

Dyah Manohara

Abstract


Penyakit busuk pangkal batang (BPB) pada tanaman lada di sebabkan oleh jamur Phytophthora capsici. Kerugian akibat serang-an patogen tersebut pada awal tahun 2006 di-perkirakan Rp 4,9 milyar. Seluruh bagian tanaman lada dapat diserang Jamur P. capsici, serangan pada daun menyebabkan bercak daun sedang serangan pada akar atau pangkal batang menyebabkan kematian tanaman secara cepat. Penelitian yang telah dilakukan terdiri dari penelitian laboratorium dan rumah kaca dengan tujuan mengamati (1) perkembangan bercak daun P. capsici pada tanaman lada sampai terjadinya gugur daun sakit, (2) kemampuan bertahan hidup P. capsici pada bercak daun serta penelitian lapang dengan tujuan meng-amati (3) perkembangan intensitas bercak daun Phytophthora menjadi penyakit BPB. Inokulasi daun-daun lada dilakukan dengan menempel-kan potongan biakan P. capsici berdiameter ±0,5 cm di tengah-tengah permukaan bawah daun. Gejala bercak daun akan nampak 24 jam setelah inokulasi. Bentuk bercak agak bulat dan berkembang terus sampai tepi daun, walaupun daun telah gugur. Daun sakit mulai gugur pada hari ketiga setelah inokulasi dan pada hari ke-enam semua daun sakit telah gugur. Pada pagi hari terdapat lapisan air di permukaan bawah bercak yang mengandung sporangia dan zoos-pora. Jamur P. capsici dapat bertahan hidup di dalam tanah sebagai saprob pada bercak daun selama 14 minggu dengan kelengasan tanah 60% sedang pada kelengasan tanah 80 sampai 100%, jamur dapat bertahan lebih dari 14 minggu, selanjuntnya propagul jamur ditemu-kan pada tanah di sekitar daun sakit yang telah mulai hancur. Di lapang, propagul P. capsici dijumpai pada tanah dan di sekitar daun sakit yang gugur. Gejala bercak Phytophthora di lapang dengan intensitas awal 10 % dapat ber-kembang menjadi penyakit busuk pangkal batang (BPB) dan mengakibatkan kematian pertanaman lada dengan laju peningkatan se-besar 2,99%/bulan. Adanya gejala bercak da-un pada tanaman lada di lapang merupakan peringatan dini untuk segera melakukan tin-dakan pengendalian secara terpadu.


Keywords


Lada, Phytophthora capsici, bercak daun, penyakit busuk pangkal batang

Full Text:

PDF

References


Anandaraj, M., 2000. Disease of black pepper. In Ravindran, P.N. (2000). Black pepper (piper nigrum). Har- wood academic publisher. p.239 - 267.

Bush, E.A., C.X. Hong, E.L. Stronberg, 2003. Fluctuation of Phytophthora and Pythium spp. in components of a recyling irrigation system. Plant Disease 87: 1500 - 1506.

Ditlintanbun (Direktorat Perlindungan Tanaman Perkebunan), 2006. Per- kembangan hama dan penyakit lada. Jakarta, Direktorat Jenderal Perke- bunan. 11 hal.

Holliday P and Mowat WP., 1963. Foot rot of Piper Nigrum L. (Phytoph- thora palmivora). Phytopathological paper No. 5. Commonwealth. Myco- logical Institute : 70 p.

Manohara, D. dan M. Machmud, 1986. Proses infeksi Phytophthora palmi- vora pada tanaman lada (Piper nigrum L.). Pembr. LPTI 11 : 60 - 66.

Manohara, D., 1988. Ekobiologi Phy- tophthora palmivora (Butler) penye- bab penyakit busuk pangkal batang lada (Piper nigrum L.). Disertasi, Fa- kultas Pasca Sarjana, IPB. Bogor.

Manohara, D dan R. Kasim, 1996. Pe- nyakit busuk pangkal batang dan pengendaliannya. Monograf Tanam- an Lada. Monograf No. 1: 115-129.

Manohara, D., K. Mulya, D. Wahyuno, Sutrasman dan A. Sudradjat, 2003. Pengendalian patogen penyakit bu- suk pangkal batang lada dengan cara manipulasi lingkungan. Laporan Pro- yek Penelitian PHT Perkebunan Rakyat. 35 hal.

Mizubuti, E.S.G., D.E. Aylor and W.E. Fry, 2000. Survival of Phytophthora infestans sporangia exposed to solar radiation. Phytopathology 90 : 78 -

Mulya, K., D. Manohara dan Herawati, 1986. Kemungkinan terbawanya Phytophthora palmivora oleh setek lada dan penyediaan bibit sehat de- ngan perlakuan fungisida. Gatra Pe- nelitian Penyakit Tumbuhan dalam Pengendalian Secara Terpadu : 121 – 122.

Mulya K, D. Manohara dan D. Wahyuno, 2003. Status penyakit bu- suk pangkal batang lada di Bangka. Risalah Simposium Nasional Peneli- tian PHT Perkebunan Rakyat. Bogor 17 - 18 September 2002. hal. 191 -

Ristaino, J.B., G. Parra and C.L. Campbell, 1997. Suppression of Phy-tophthora blight in bell pepper by a no-till wheat cover crop. Phytopathology. 87 : 242 - 249.

Ristaino, J.B. and M.L. Gumpertz, 2000. New frontiers in the study of dispersal and spatial analysis of epidemics caused by species in the genus Phytophthora. Ann. Rev. Phytopa- thol. 38 : 541 - 576.

Roberts, P.D., R.R. Urs, R. D. French- Monar, M.S. Hoffine, T.E. Seijo and R.J. McGovern, 2005. Survival and recovery of Phytophhtora capsici and Oomycetes in tailwater and soil from vegetable fields in Florida. Annals of Applied Biology 146 : 351 - 359.

Sujkowski, L.S., G. R. Parra., M.L. Gumpertz, and J.B. Ristaino, 2000 Temporal dynamics of Phytophthora blight on bell pepper in relation to mechanisms of dispersal of primary inoculum of Phytophthora capsici in soil. Phytopathology 90 : 148 – 156.

Tsao, P.H. and G. Ocana, 1969. Selec- tive isolation of species of Phytoph- thora from natural soil on an impro- ved antibiotic medium. Nature (London). 223 : 636 - 638.

Wahid, P. dan U Suparman, 1986. Tek- nik Budidaya untuk Meningkatkan Produktivitas Tanaman Lada. Edisi Khusus Littro Vol II No. 1 Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. hal. 1 – 11.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/bullittro.v18n2.2007.%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c)



View My Stats

Creative Commons License
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bultro

Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BUL LITTRO) Editorial Office :

Indonesian Spices and Medicinal Crops Research Institute (ISMCRI)
Jl. Tentara Pelajar No. 3 Bogor, Indonesia 16111
Telp. (0251) 8321879, Fax. (0251) 8327010
E mail : buletintro@gmail.com
Website : http://balittro.litbang.pertanian.go.id