APLIKASI MODEL PEMUPUKAN BERIMBANG PADA TANAMAN CENGKEH (Syzigium aromaticum)

Agus Ruhnayat

Abstract


Penelitian bertujuan untuk 1) menda-patkan dosis pupuk anjuran berdasarkan hasil analisa tanah dan daun untuk 3 sentra produksi cengkeh (Jawa Barat, Jawa Timur dan Sula-wesi Utara), dan 2) menguji kehandalan model matematis pemupukan berimbang. Kegiatan di-awali dengan mengoleksi dan menganalisa sampel tanah dan daun dari pertanaman ceng-keh di Jawa Barat, Jawa Timur dan Sulawesi Utara. Hasil analisa kemudian dimasukkan kedalam model matematis sehingga diperoleh dosis pupuk anjuran untuk masing-masing lo-kasi. Untuk menguji kehandalan model maka, pupuk anjuran diuji di lapangan (Kabupaten Cianjur, Jawa Barat) dengan cara memban-dingkan dosis pupuk NPKMg hasil perhitungan model dengan dosis anjuran umum dan tanpa pemupukan, terhadap pertumbuhan dan pro-duksi cengkeh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Model matematis : DA (dosis anjuran) = (KD x KT x DAU) + DAU dapat di-gunakan untuk menetapkan dosis pupuk anjur-an untuk tanaman cengkeh, (2) Hasil perhi-tungan model menunjukkan bahwa untuk da-erah Cianjur dosis pupuk Urea sama dengan dosis anjuran umum yaitu 8.577 g/pohon, KCl lebih tinggi sebesar 84 g/pohon dan SP-36 serta Kieserit lebih rendah berturut-turut sebesar 42 dan 158 g/pohon. Untuk daerah Sukabumi dosis pupuk Urea dan Kieserit lebih rendah berturut-turut sebesar 7.433 dan 19 g/pohon, SP-36 dan KCl lebih tinggi berturut-turut se-besar 19.027 dan 47 g/pohon. Untuk daerah Pacitan, dosis pupuk Urea, SP-36 dan KCl lebih rendah berturut-turut sebesar 279, 3 dan 7 g/pohon serta Kieserit  lebih tinggi sebesar 11 g/pohon. Untuk daerah Banyuwangi dosis pupuk Urea, SP-36 dan Kieserit lebih rendah berturut-turut sebesar 156, 20 dan 133 g/pohon serta KCl lebih tinggi 42 g/pohon. Untuk da-erah Minahasa dosis pupuk Urea, SP-36, KCl dan Kieserit lebih rendah berturut-turut sebesar 233, 120, 15 dan 287 g/pohon, dan (3) Ber-dasarkan perhitungan model untuk daerah Ka-bupaten Sukabumi dapat dihemat pupuk Urea dan Kieserit masing-masing sebesar 9227,3 dan 23,6 ton.


Keywords


Syzigium aromaticum, model pemupuk-an, pemupukan berimbang

Full Text:

PDF

References


CSR/FAO, 1983. Reconnaissance land resource surveys 1:250.000 scale atlas format procedures. Central For Soil Research, Bogor. hal. 64.

Ditjenbun, 2002. Statistik Perkebunan Indonesia 2000-2002. Cengkeh. Jakarta. 15 hal.

Hardjono, A. dan D.H. Goenardi, 1992. Analsis tanah dan daun untuk reko- mendasi pemupukan tanaman kakao. Puslitbun, Bogor. hal. 1-15.

Setiawan, 1984. Anjuran umum program pemupukan tanaman cengkeh. Bul. Pertanian Cengkeh dan Tembakau V (1/2), 12-15.

Wahid, P., 1988. Tanah dan pemupukan tanaman cengkeh. Perkembangan Penelitian Tanaman Cengkeh. Edsus. Penel. Tan. Rempah dan Obat IV (2)

: 27-35.

Wahid, P dan Hasnam, 1977. Percobaan pemupukan tanaman cengkeh pro- duktif. Pembert. LPTI 25: 27-37.

Wanasuria, S., 1984a. Mengenal gejala- gejala kekurangan hara makro pada tanaman cengkeh: nitrogen, kalium, magnesium. Bul. Pertanian Cengkeh dan Tembakau V (1/2):16-29.

Wanasuria, S., 1984b. Mengenal gejala- gejala kekurangan hara makro pada tanaman cengkeh: calcium dan fosfor. Bul. Pertanian Cengkeh dan Tembakau V (3/4): 17-23.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/bullittro.v18n2.2007.%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c)



View My Stats

Creative Commons License
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bultro

Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BUL LITTRO) Editorial Office :

Indonesian Spices and Medicinal Crops Research Institute (ISMCRI)
Jl. Tentara Pelajar No. 3 Bogor, Indonesia 16111
Telp. (0251) 8321879, Fax. (0251) 8327010
E mail : buletintro@gmail.com
Website : http://balittro.litbang.pertanian.go.id