PENGARUH KELENGASAN TANAH TERHADAP DAYA BERTAHAN HIDUP Trichoderma harzianum DAN EFIKASINYA TERHADAP Phytophthora capsici L.

Dyah Manohara

Abstract


Phytophthora capsici Leonian meru-pakan jamur penyebab penyakit busuk pangkal batang (BPB) pada tanaman lada. Saat ini penyakit BPB dapat ditemukan di seluruh daerah pertanaman lada di Indonesia dengan perkiraan kerugian pada akhir tahun 2007 se-besar Rp 19,6 milyar. Alternatif pengendalian yang bersifat ramah lingkungan dan relatif murah adalah menggunakan musuh alami dari jamur patogen tersebut. Berdasarkan hasil pe-nelitian secara in vitro, jamur Trichoderma harzianum (TSM) asal risosfera tanaman lada di Kebun Percobaan Sukamulya, Sukabumi merupakan antagonis P. capsici. Formulasi starter TSM yang terdiri dari campuran alang-alang dan tanah merupakan bentuk starter yang baik untuk diaplikasikan sebagai pengendali P. capsici. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi (1) pengaruh jenis tanah dan ke-lengasan tanah terhadap perkembangan T. harzianum asal formulasi starter; dan (2) pe-ngaruh waktu aplikasi starter TSM terhadap serangan P. capsici pada tanaman lada. Pene-litian dilakukan di laboratorium dan rumah kaca Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat sejak 2003 sampai dengan 2007. Tiga jenis tanah yang diuji adalah tanah asal Bogor (Latosol), Lampung (Latosol) dan Bangka (Podzolik) dengan kelengasan 40, 70 dan 100% kapasitas lengas. Hasil penelitian mengungkap-kan bahwa kelengasan tanah yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan propagul T. harzianum asal starter adalah 70% kapasitas lapang. Pola peningkatan populasi T. har-zianum pada tanah Bogor berbeda dengan tanah Bangka dan Lampung. Pada tanah Bogor, populasinya meningkat pada awal pengamatan (dua hari setelah diberi perlakuan starter), ka-rena tanah mangandung C-organik paling ting-gi dibandingkan tanah Bangka dan Lampung. Populasi jamur pada semua perlakuan ternyata mengalami penurunan setelah 3 minggu diin-kubasi. Pada tanah Bangka dan Lampung, populasi jamur tersebut berada stabil dalam keadaan rendah setelah 6 minggu sedang pada tanah Bogor, 9 minggu setelah inkubasi. Aplikasi starter T. harzianum harus dilakukan dua minggu sebelum inokulasi P. capsici di dalam tanah. Implikasi dari penelitian ini adalah, aplikasi starter T. harzianum (TSM) untuk mencegah terjadinya infeksi P. capsici harus dilakukan sebelum penanaman benih lada dan disertai dengan penambahan bahan organik.

 


Keywords


Kelengasan tanah; Phytophthora capsici; Trichoderma harzianum; tanaman lada

Full Text:

PDF

References


Booth, C., 1971. Methods in Microbio- logy. Vol. 4. Academic Press, London. 246 hal.

Ditlintanbun (Direktorat Perlindungan Tanaman Perkebunan), 2007. Reka- pitulasi data Organisme Pengganggu Tanaman Lada tahun 2007, Triwulan ke 4. 4 hal.

Fukui, R., 2003. Suppression of soil borne plant pathogen through com- munity evolution of soil micro- organisms. Microbe and Environ- ments. Vol. 18 (1) : 1-9.

Klein, D. and D.E. Eveliegh, 1998. Eco- logy of Trichoderma. In Trichoder- ma and Gliocladium. Vol I (Eds.) C.P. Kubicek and G.E. Harman. Taylor and Francis Ltd. London. 57-74.

Knudsen, G.R. dan L. Bin, 1990. Effects of temperature, soil moisture and wheat bran on growth of Trichoder- ma harzianum from alginate pellets. Phytopathology 80 : 724-727.

Kredics, L., Z. Antal, L. Manczinger, A. Szekeres, F. Kevei and E. Nagy,

Influence of environmental parameters on Trichoderma strains with biocontrol potential. Food Technol. Biotechnol. 41(1) : 37-42.

Manohara, D., 1988. Ekobiologi Phy- tophthora palmivora (Butler L.) penyebab penyakit busuk pangkal batang lada (Piper nigrum L.). Diser-

tasi. Fakultas Pasca Sarjana, Institut Pertanian Bogor. 77 hal.

Manohara, D., K. Mulya, D. Wahyuno dan R. Noveriza, 2003. Viabilitas Trichoderma harzianum pada berba- gai formula dan efikasinya terhadap Phytophthora capsici. Risalah Simpo- sium Nasional Penelitian PHT Perkebunan Rakyat, Bogor 17-18 September 2002. hal. 199-2006.

Mulya, K., D, Manohara dan D, Wahyuno, 2003. Status penyakit bu- suk pangkal batang lada di Bangka. Risalah Simposium Nasional Penelitian PHT Perkebunan Rakyat, Bogor 17-18 September 2002. hal. 191-198.

Rajan, P. P., Y. R. Sarma and M. Anandaraj, 2002. Management of foot rot disease of black pepper with trichoderma spp. Indian Phytopha- thology 55 : 34-38.

Saju, K.A., Anandaraj, M. and Sarma, Y.R., 2002. On Farm production of Trichoderma harzianum using organic matter. Indian Phytopa- thology 55 : 277-283.

Saju, K. A., 2004. Factors affecting the biological control of Phytophthora capsici infections in black pepper (Piper nigrum L.). Thesis Doctor. University of Calicut, India. 229 p.

Suharna, N., 1994. Keanekaragaman jenis Trichoderma di kawasan hutan Ilelem, Wamena, Irian Jaya. Prosi- ding Seminar Hasil Litbang SDH. 4

April 1994. 84-88.

Wahyuno, D., D. Manohara dan K. Mulya, 2003. Peranan bahan organik pada pertumbuhan dan daya anta- gonisme Trichoderma harzianum dan pengaruhnya terhadap Phytoph- thora capsici. Jurnal Fitopatologi Indonesia 7 (2) : 76-82.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/bullittro.v19n2.2008.%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c)



View My Stats

Creative Commons License
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bultro

Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BUL LITTRO) Editorial Office :

Indonesian Spices and Medicinal Crops Research Institute (ISMCRI)
Jl. Tentara Pelajar No. 3 Bogor, Indonesia 16111
Telp. (0251) 8321879, Fax. (0251) 8327010
E mail : buletintro@gmail.com
Website : http://balittro.litbang.pertanian.go.id