PENGARUH SALINITAS TERHADAP PERTUMBUHAN, PRODUKSI DAN MUTU SAMBILOTO (Andrographis paniculata Nees)

M. Syakir Nur Maslahah, M. Januwati Januwati

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh salinitas terhadap per-tumbuhan, produksi dan mutu sambiloto. Pene-litian pottelahdilaksanakan di rumah kaca Cimanggu, Balittro Bogor mulai Juli sampai dengan Nopember 2007. Penelitian mengguna-kan Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri atas 13 perlakuan dosis larutan NaCl dengan ulangan 3 kali. Setiap satuan percobaan terdiri atas 6 tanaman. Masing-masing perla-kuan adalah; N0 = Disiram air (tanpa NaCl) 2 hari sekali, N1= Disiram larutan NaCl 1 g/l (86 mM) 2 hari sekali , N2 = Disiram larutan NaCl 1 g/l 3 hari sekali, N3 = Disiram larutan NaCl 1 g/l/tan 4 hari sekali; N4 = Disiram larutan NaCl 2 g/l (172 mM) 2 hari sekali; N5 = Disiram larutan NaCl 2 g/l 3 hari sekali; N6 = Disiram larutan NaCl 2 g/l 4 hari sekali; N7 = Disiram larutan NaCl 3 g/l/tan (258 mM) 2 hari sekali; N8 = Disiram larutan NaCl 3 g/l 3 hari sekali, N9 = Disiram larutan NaCl 3 g/l 4 hari sekali;  N10 = Disiram larutan NaCl 4 g/l (344 mM) 2 hari sekali; N11 = Disiram larutan NaCl 4 g/l 3 hari sekali; N12 = Disiram larutan NaCl 4 g/l (344 mM) 4 hari. Tingkat pemberian air atau larutan 4 mm/hari. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman, jumlah cabang, luas daun), produksi (bobot segar dan kering pangkasan), dan mutu simpli-sia.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ting-kat salinitas tidak berpengaruh terhadap per-tumbuhan tanaman (tinggi tanaman dan jumlah cabang), namun berpengaruh terhadap indeks luas daun, bobot segar terna, bobot segar batang dan bobot kering batang. Produksi segar pada perlakuan penyiraman NaCl 2 g/liter air interval 2 hari sekali diperoleh 69,14 g/tanam-an, dengan peningkatan 3,87% dibanding pada pemberian air optimun (52,33 g/tanaman). Penyiraman NaCl 1 g/l dengan interval penyi-raman 2 hari sekali menghasilkan kadar andro-grapolida simplisia tertinggi (1,18%) pening-katannya sebesar 1,06% dibandingkan dengan penyiraman air optimum 4 ml/hari (0,70%).

 


Keywords


Andrographis paniculata Nees; salinitas; pertumbuhan; produksi; mutu

Full Text:

PDF

References


Bermawie, N., M. Januwati and Sudiarto, 2002. Conservation and cultivation of herbal and medicinal plants. A coun- try report on workshop on the conser- vation of herbal and medicinal plants.

-13 Desember 2002, Bogor. Indonesia. 8 p.

Bombardelli, E., 1991. Technologies for processing of medicinal plants. In The Medicinal Plant Industry. CRC Press. Florida, USA. pp. 85-98.

Botella M. A., 2000. Polymine, ethylene and ether physico-chamical parame- ters in tomato (Lycopersicon esculen- tum) fruit as affected by salinity, Physiol. Plant. pp. 25-35.

Gupta, R., 1991. Agrotechnology of medicinal plants. In The Medicinal Plant Industry. CRC press. Florida, USA. pp. 43-57.

Iswadi, Y., 2004. Studi pengaruh dosis pupuk kandang ayam dan larutan NaCl terhadap petumbuhan, hasil, dan kualitas tanaman seledri (Apium graveolens L.) yang ditanam dengan teknik vertikultur. Skripsi Depar- temen Budidaya Petanian, Fakultas Pertanian IPB. 63 hal.

Novizan, 2002. Petunjuk pemupukan yang efektif. Penerbit Agromedia Pustaka. Jakarta. 114 hal.

Pardosi, A., Fernando, M., Domenico, O., and Franco. T., 1998. Water relation and osmotic adjusment in Apium graveolens during long – term NaCl stres and subsequent relief. Phisiol. Plant. pp. 367-369.

Pasternak, D., Twersky, M., Delamach. Y., 1979. Salt Resistence in Agri- culture Crops. in Shannon, M.C. 1999. Salinity and horticulture. An International Journal. The Interna- tional Society For Horticulture Science. Vol. 78 No. 1-4.

Salisbury, F.B dan Cleon W. Ross., 1995 Fisiologi Tumbuhan. Jilid I. ITB. Bandung. hal. 67-72.

Sampurno, 2003. Kebijakan pengem- bangan jamu/obat tradisional/Obat Herbal Indonesia. Makalah tamu pada Seminar Nasional Tumbuhan Obat Indonesia XXIII di Jakarta, 25-28 Maret 2003. 125 hal.

Shannon, M.C., 1999. Salinity and Hor- ticulture. An International Journal. The International Society for Horti- cultural Science. Vol. 78, No. 1-4.

Soepardi, G., 1983. Sifat dan ciri tanah. Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Bogor. hal. 24-36.

Vanhaelen, M., J. Lejoly, M. Hanocq and L. Molle, 1991. Climate and geographical aspects of medicinal plant constituents. In The Medicinal

Plant Industry. CRC Press. Florida, USA. pp. 59-76.

Vijesekera, R.O.B., 1991. Plant derived medicines and their role in global health. In the Medicinal Plant Indus- try. CRC Press, Florida, USA. pp. 1-18.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/bullittro.v19n2.2008.%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c)



View My Stats

Creative Commons License
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bultro

Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BUL LITTRO) Editorial Office :

Indonesian Spices and Medicinal Crops Research Institute (ISMCRI)
Jl. Tentara Pelajar No. 3 Bogor, Indonesia 16111
Telp. (0251) 8321879, Fax. (0251) 8327010
E mail : buletintro@gmail.com
Website : http://balittro.litbang.pertanian.go.id