MULTIPLIKASI TUNAS, AKLIMATISASI DAN ANALISIS MUTU SIMPLISIA DAUN ENCOK (Plumbago zeylanica L.) ASAL KULTUR IN VITRO PERIODE PANJANG

Sitti Fatimah Syahid, Natalini Nova Kristina

Abstract


Penelitian dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan dan Fisiologi Hasil, Balai Pe-nelitian Tanaman Obat dan Aromatik, Bogor mulai Juni 2005 – Juli 2006. Penelitian ber-tujuan untuk mengetahui pengaruh kultur In Vitro terhadap multiplikasi, aklimatisasi, mutu dan kandungan bahan aktif tanaman daun encok. Bahan tanaman yang digunakan adalah tunas pucuk tanaman daun encok hasil kultur in vitro periode panjang berumur tujuh tahun. Untuk multiplikasi tunas, perlakuan yang diuji adalah: Benzyl Adenin (BA) 0,1 mg/l (kon-trol); BA 0,1 mg/l + Thidiazuron 0,01 mg/l; BA 0,1 mg/l + Thidiazuron 0,05 mg/l; BA 0,1 mg/l + Thidiazuron 0,1 mg/l dan BA 0,1 mg/l + Thidiazuron 0,15 mg/l. Rancangan yang digu-nakan adalah Acak Lengkap dengan sepuluh ulangan. Parameter yang diamati adalah jumlah tunas, daun dan akar serta panjang tunas in vitro. Tanaman diaklimatisasi di rumah kaca dan langsung diobservasi. Parameter yang diamati adalah jumlah anakan, jumlah daun dan tinggi tanaman. Analisis mutu dilakukan terhadap kadar air, kadar abu, kadar sari larut dalam alkohol dan kadar sari larut dalam air serta kandungan bahan aktifnya dengan meng-gunakan GCMS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan BA 0,1 mg/l + thidiazuron 0,05 mg/l menghasilkan jumlah tunas dan daun terbanyak serta tunas terpan-jang dalam waktu dua bulan. Morfologi tanam-an hasil kultur in vitro sama dengan induk di rumah kaca dalam hal batang, daun dan visual tanaman. Hasil analisis mutu menunjukkan bahwa kadar sari larut dalam air dan larut dalam alkohol asal kultur in vitro lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman daun encok asal lapang dan MMI. Selain itu senyawa steroid dapat dideteksi pada tanaman asal kultur in vitro. Hasil analisis GCMS menunjukkan kan-dungan senyawa aktif  tertinggi adalah phytol (26,13%).

 


Keywords


Plumbago zeylanica L.; multiplikasi tunas; Benzyl Adenin; Thidiazuron; mutu; skrining fitokimia; periode panjang kultur in vitro

Full Text:

PDF

References


Anonymous, 1999. Plant Resources of South East Asia. No. 12 (1). Medicinal and Poisonous Plant I. L.S. de Padua, N. Bunyapraphatsara and R.H.M.J. lemmens (Eds), Bogor, Indonesia. pp. 409-412.

Anonimous, 2006. Plumbagin. http ://ntp server.nichs.nih.gov/ntp/htdocs/chem. Background/ExSumPdf/Plumbagin pdf. 15 Juli 2006. 27 hal.

Bermawie, N. Dan N. N. Kristina. 2003. Penyimpanan in vitro Tanaman Obat Potensial. Perkembangan Teknologi Tanaman Rempah dan Obat. Vol. 15 (1) : 51-60.

Dalimartha, S dan Wijayakusuma, H.H.M., 1999. Atlas tumbuhan obat Indonesia. Jilid I. Trubus Agriwidya, Jakarta. hal. 44-46.

Depkes (Departemen Kesehatan), 1995. Materia Medika Indonesia. Jilid VI. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. hal. 333-337.

George, E. F and P.D Sherrington, 1984.Plant propagation by tissue culture. Exegetics Ltd, England. 709 p.

George, E.F., 1993. Plant propagation by tissue culture. Part I. The Techno- logy. Edington, Wilts, Exegetics Ltd,BA 134QG, England. 1361 p.

Hadipoentyanti, E. dan S.F. Syahid, 2005. Respon temulawak hasil kultur in vitro generasi kedua terhadap pemupukan. Jurnal Puslitbangtri Vol 13 (3) : 106-110.

Hernani dan S. F. Syahid, 2001. Kualitas daun tempuyung dari beberapa daerah. Jurnal Gakuryoku. Vol VII (4) : 99-103.

Hobir, S.F. Syahid dan I. Mariska, 1999. Pengaruh pupuk dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan produksi jahe asal kultur jaringan. Jurnal Puslitbangtri Vol IV (4) : 129-134.

Kerns, K. R. and M. M. Jr. Meyer, 1986. Tissue culture propagation of Acer x freemanii using thidiazuron to stimulate shoot tip proliferation. Hort Sciences 21 : 1209-1210.

Kristina, N.N.; N. Bermawie, Amalia dan Nursalam, 2004. Konservasi in vitro tanaman rempah dan obat. Laporan teknis Balittro (tidak dipublikasi). hal. 20-85.

Lu, C., 1993. The use of thidiazuron in tissue culture. In vitro Cell Dev. Biol. 29 : 92-96.

Nielsen, J. M., J. Hansen and K. Brandt, 1995. Synergism of thidiazuron and benzyladenin in axillary shoot for- mation depens on sequence of appli- cation in Miscanthus X ogiformis “Giganteus”. Plant Cell Tissue and Organ Culture 41 : 165-170.

Suhirman, S., T. Fatimah dan M. Sukmasari, 2006. Analisis kimia daun, batang dan akar daun encok (Plumbago zeylanica L.) secara kua- litatif. Prosiding Seminar Nasional dan Pameran Tumbuhan Obat Indonesia XXVIII. Badan Litbang Pertanian – Balittro – Pokjanas TOI - Direktorat Tanaman Sayuran dan Biofarmaka. hal. 350-357.

Syahid, S.F. dan Hobir, 1996. Pertum- buhan dan produksi rimpang jahe asal kultur jaringan. Jurnal Penelitian Tanaman Industri. Vol. II (2) : 95-

Syahid, S. F dan E. Hadipoentyanti, 2001. Aklimatisasi planlet temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) hasil kultur in vitro, 2001. Prosiding Simposium Nasional Pengelolaan Pemuliaan dan Plasma Nutfah, Bogor

-23 Agustus 200. Buku 3, PERIPI, Bogor. hal. 777-781.

Syamsuhidayat, S. S. dan J. R. Hutapea, 1991. Inventarisasi Tanaman Obat Indonesia. Departemen Kesehatan RI. Penelitian dan Pengembangan Kesehatan RI, Jakarta. hal. 472-473.

Soedibyo, M., 1998. Alam sumber kese- hatan. Manfaat dan kegunaan. Balai Pustaka. Jakarta. hal. 125-126.

Sudarmonowati, E., 2005. Konservasi plasma nutfah. Buku Pedoman Pengelolaan Plasma Nutfah Perke- bunan. Pusat Penelitian dan Pengem- bangan Perkebunan. hal. 27-37.

Vickery, M. L. and B. Vickery, 1981. Secondary Plant Metabolism. The Macmillan Press LTD, London, 355 p.

Wikipedia, 2006. The free encyclopedia, July 15, 2006.

Yelnititis, 1996. Pengaruh BA, thidia- zuron dan auksin (IAA dan IBA) terhadap multiplikasi tunas dan per- akaran in vitro ki encok. Prosiding Simposium Nasional Tumbuhan Obat dan Aromatik. APINMAP, Bogor, hal. 278-283.

Yelnititis, N. Bermawie, D. Surachman,

Pengaruh BA dan Thidiazuron terhadap inisiasi dan multiplikasi tunas tapak dara (Catharanthus roseus). Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Vol. XI (2) : 11 - 18.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/bullittro.v19n2.2008.%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c)



View My Stats

Creative Commons License
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bultro

Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BUL LITTRO) Editorial Office :

Indonesian Spices and Medicinal Crops Research Institute (ISMCRI)
Jl. Tentara Pelajar No. 3 Bogor, Indonesia 16111
Telp. (0251) 8321879, Fax. (0251) 8327010
E mail : buletintro@gmail.com
Website : http://balittro.litbang.pertanian.go.id