DETEKSI CENDAWAN KONTAMINAN PADA SISA BENIH JAHE MERAH DAN JAHE PUTIH KECIL

Miftakhurohmah Miftakhurohmah, Rita Noveriza

Abstract


Penelitian pada rimpang jahe  (Zingi-ber officinale), yang tidak memenuhi kualifi-kasi sebagai benih, telah dilaksanakan di Laboratorium Fitopatologi Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik sejak Desember 2007 sampai Juli 2008. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi cendawan kontaminan pada rimpang jahe merah dan putih kecil. Penelitian dilakukan dengan dua metode, yaitu (1) Metode pengenceran, (2) Metode tanam lang-sung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan metode pengenceran, pada rimpang jahe merah dan jahe putih kecil didapatkan jumlah kontaminan sebesar 6,3 x 105 cfu/g sampel dan 0,93 x 105 cfu/g sampel. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa pada jahe merah didapatkan 4 genus cendawan, yaitu : Fusarium spp. (24,40%), Aspergillus spp. (4,39%), Penicillium spp. (2,19%), dan Absidia sp. (1,46%). Sedangkan pada jahe putih kecil ditemukan Penicillium sp. (48,39%), Fusarium sp. (26,87%). Hasil penelitian dengan metode tanam langsung menunjukkan bahwa pada jahe merah ditemukan Rhizopus sp., sedangkan pada jahe putih kecil ditemukan 5 isolat Fusarium sp.

 


Keywords


Jahe merah; jahe putih kecil; deteksi; cendawan kontaminan

Full Text:

PDF

References


Aziz, N.H., Y.A. Yossef, M.Z. El-Fouly, and L.A. Moussa. 1998. Contami- nation of some common medicinal plant samples and spices by fungi and their mycotoxins. Bot. Bull. Acad. Sin. 39 : 279-285.

Departemen Kesehatan RI. 1994. Kumpulan Peraturan Perundang- undangan di Bidang Makanan. Edisi III. Jakarta. Departemen Kesehatan RI. Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan.

Elshafie, A. E., T. Al-Lawatia, and S. Al- Bahri. 1999. Fungi Associated with Black Tea Quality in The Sultanate of Oman. Mycopathologia 145 : 89-93.

Elshafie, A.E., T. A. Al-Rashdi., S.N. Al- Bahry, and C.S. Bakheit. 2002. Fungi and aflatoxins associated with spices in the Sultanate of Oman. Mycopathologia 155 : 155-160.

Freire, F.C.O., Z. Kozakiewicz, and R.R.M. Paterson. 1999. Mycoflora and Mycotoxin of Brazilian Cashew Kernels. Mycophatologia 145 : 95-

Kabak, B. and A.D.W. Dobson. 2006. Strategies to Prevent Mycotoxin Contamination of Food and Animal Feed : A Review. Critical Reviews in Food Science and Nutrition : 46,8. ProQuest Agriculture Journals. 593.

Mandeel, Q. A. 2005. Fungal contami- nation of some imported spices. Mycopathologia. 159 : 291-298.

Miskiyah dan Widaningrum. 2008. Pengendalian Aflatoksin pada Pasca- panen Jagung. Jurnal Standardisasi Vol.10. No.1. hal 1-10.

Rezacova, V. and A. Kubatova. 2005. saprobic Microfungi in Tea Based on Camelia sinensis and on Other Dried Herbs. Czech Mycol 57 (1-2) : 79-

Samson, R.A., E.S. Hoekstra, J.C. Frisvad, and O. Filtenborg. 1992. Introduction to food-born fungi. Centraalbureau Voor Schimmelcul- tures. 84-311.

Suryadi, H., M. Kurniadi, dan A. Yohanes. 2005. Analisis Kuantitatif Aflatoksin dalam Bumbu Pecel secara KLT Densitometri. Seminar Nasional MIPA. Fakultas MIPA Universitas Indonesia. Depok, 24 –

November 2005. 5 hal.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/bullittro.v20n2.2009.%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c)



View My Stats

Creative Commons License
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bultro

Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BUL LITTRO) Editorial Office :

Indonesian Spices and Medicinal Crops Research Institute (ISMCRI)
Jl. Tentara Pelajar No. 3 Bogor, Indonesia 16111
Telp. (0251) 8321879, Fax. (0251) 8327010
E mail : buletintro@gmail.com
Website : http://balittro.litbang.pertanian.go.id