PENGARUH CARA INOKULASI Synchytrium pogostemonis TERHADAP GEJALA BUDOK DAN PERTUMBUHAN NILAM

Herwita Idris, Nasrun Nasrun

Abstract


Penyakit budok disebabkan oleh patogen Synchytrium pogostemonis, merupakan salah satu masalah penting dalam budidaya nilam (Pogostemon cablin). Sampai saat ini aspek biologi dari penyakit ini belum banyak diketahui. Sehubungan dengan masalah ter-sebut, penelitian pengaruh cara inokulasi S. pogostemonis terhadap gejala budok dan pertumbuhan nilam dilakukan di rumah kaca KP. Laing Solok Sumatera Barat sejak Pebruari sampai Oktober 2007. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dalam pola faktorial dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah tempat inokulasi (batang dan daun) dan faktor kedua adalah umur inokulum S. pogostemonis (1; 24; 48; dan 72 jam). Parameter pengamatan adalah masa inkubasi gejala penyakit, intensitas penyakit, penyum-batan pembuluh kayu, dan pertumbuhan tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inokulasi S. pogostemonis pada batang dan daun nilam mempunyai pengaruh yang sama terhadap masa inkubasi gejala penyakit, inten-sitas penyakit, jumlah penyumbatan pembuluh kayu, dan pertumbuhan tanaman. Sebaliknya faktor umur inkulum S. pogostemonis inokulum paling tua (72 jam) mempunyai masa inkubasi gejala penyakit lebih lama (yaitu 6 minggu setelah inokulasi) dan intensitas penyakit lebih rendah (yaitu 2,25-2,35%) dibandingkan inokulum paling muda (1 jam) yang mempunyai masa inkubasi gejala penyakit yaitu 2 minggu setelah inokulasi dan intensitas penyakit yaitu 90,24-98,25%. Selan-jutnya inokulum paling tua mempunyai penyumbatan pembuluh kayu lebih rendah (2,16-3,87%) dibandingkan inokulum paling muda (52,60-59,00%). Sebaliknya inokulum paling muda mempunyai pertumbuhan tanaman lebih rendah (tinggi tanaman 0,38-0,70 cm; jumlah cabang 0,20 cabang; dan pertam-bahan tunas 1,40-1,80 tunas) dibandingkan inokulum paling tua dengan tinggi tanaman 1,02-1,34 cm; cabang 1,00-1,20 cabang; dan pertambahan tunas 6,00-6,80 tunas.

 


Keywords


Nilam; Pogostemon cablin; penyakit budok; Synchytrium pogostemonis

Full Text:

PDF

References


Abdullahi, I., M. Koerbler, H. Stachewicz, and S. Winter. 2005. Synchytrium endobioticum and its utility in microarrays for the simul- taneous detection of fungal and viral pathogens of potato. Applied Micro- biology and Biotechnology, 68 (3) : 368-375.

Asman, A. 1996. Penyakit layu dan budok pada tanaman nilam dan cara pengendaliannya. Proceeding Integra- ted Control of Main Disease of Industrial Crop. RISMC and JICA. Bogor, hal. 284-290

Asman, A., M.A. Esther, dan D. Sitepu.1998. Penyakit layu, budok, dan penyakit lainnya serta strategi pengendaliannya. Monograf Nilam. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Bogor. (5) : 84-88.

Asman, A., Nasrun, A. Nurawan, dan D. Sitepu. 1993. Penelitian penyakit nilam. Risalah Kongres Nasional XII dan Seminar Ilmiah PFI. Yogyakarta.

, 903-911.

Asnawi, R. dan M. P. Putra. 1990. Pengaruh bentuk torehan dan zat pengatur tumbuh terhadap pertum- buhan stek nilam (Pogostemon cablin, Benth). Buletin Litro. 5 (1) :46-53.

Cullen, D. W., A. K. Lees, I. K. Toth, K. S. Bell, and J. M. Duncan. 2000. Detection and quantification of fungal and bacterial potato pathogens in plants and soil. Bulletin Oepp (Orga-nisation Europeenne et Mediterra- neenne Pour la Protectiondes Plantes) 30, 485-488.

Dayal, R. 1997. Chytrids of India. M.D.Publications Pvt Ltd. New Delhi.

p. http:/books.google.com/books?id=Cy4uhCZ16wgC&pg=PA

&lpg=PA74&dq= synchytrium+pogostemonis& source=bl&ot’s=

RTvEutMNI&sig=j2FCcsQYpMw WrC9 ed31GASTpZ4&hl=en&ei= jBA1SuKYH4js7Aocsp3HDw&sa= X&oi=book result&ct=result& resnum=8#PRA1-PT1,M1. Access 12-06-2009. 20:22:19

Dhalimi, A., Angraeni, dan Hobir. 1998. Sejarah perkembangan budidaya nilam di Indonesia. Monograf Nilam, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (5) : 1-9.

Direktorat Jenderal Perkebunan. 2007. Nilam. Statistik Perkebunan Indo- nesia 2006-2008. Direktorat Jenderal Perkebunan, Jakarta. 23 hal.

Hernani dan Risfaheri. 1989. Pengaruh perlakuan bahan sebelum penyuling- an terhadap rendemen dan karakte- ristik minyak nilam. Pemberitaan Penelitian Tanaman Industri. Bogor XV (2) : 54-01.

Kusnanta, M. A. 2005. Identifikasi dan pengendalian penyakit karat palsu pada tanaman nilam (Pogostemon cablin, Benth) dengan fungisida. Tesis Sarjana S2 Pasca Sarjana. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. 36 hal.

Natawigena, H. 1988. Dasar-dasar perlindungan tanaman. Fakultas Pertanian Univ. Padjadjaran. Bandung. 118 hal.

Nuryani, 2005. Pelepasan varietas unggul nilam. Warta Penelitian dan Pengem- bangan Tanaman Industri. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan. Vol. 11 (1) : 1-3.

Radhakrishan, S. K., Mathew, and J. Mathew. 1997. Influence of shade intensities and varietal reactions of patchouli (Pogostemon patchouli) to bacterial wilt incited by Ralstonia (Pseudomonas) solanacearum E. F. Smith. Bacterial Wilt Newsletter, Publication of the Australian Centre for International Agricultural Research (2) : 22-25.

Rusli, S., Hobir, A. Hamid, A. Asman, S. Sufiani, dan M. Mansyur. 1993. Evaluasi Hasil Penelitian Minyak Atsiri. Balittro. 15 hal.

Sebayang, H. T. 2006. Gulma salah satu faktor pembatas peningkatan produksi pertanian. Makalah seminar regional perhimpunan ilmu gulma Indonesia. Fakultas Pertanian Univ. Brawijaya. Malang. 18 hal.

Siboe, G. M. 2007. Techniques in fungal plant pathogens diagnosis. Regional plant disease diagnostic training workshop at Kari (5-9 March 2007). Nairobi University. 85 p. http://www.oardc.ohio-state.edu/ ipdn/files/eSiboeTechniquesInFunga lDiseaseDiagnosis.pdf. Access 19-

-2008 22 : 19 : 47.

Sitepu, D. dan A. Asman. 1991. Pene- litian penyakit nilam di DI. Aceh. Kerjasama PT. Pupuk Iskandar Muda (Persero) dengan Balittro. Bogor. 22 hal.

Soejono, A. T. 2006. Gulma dalam agroekosistim : peranan, masalah dan pengelolaannya. Makalah Orasi Pengukuhan Guru Besar Fakultas Pertanian UGM. 32 hal.

Sumardiyono, C., S. Hartono, Nasrun, dan Sukamto. 2008. Pengembangan teknik identifikasi dan studi epidemik penyakit budok pada tanaman nilam. Laporan penelitian tahun I, bidang penelitian 2 (Tanaman Perkebunan). Kerjasama Universitas Gadjah Mada dan Balittro. 16 hal.

Sumardiyono, Y. B., S. Sulandari, dan S.Hartono. 1993. Penyakit mosaik pada nilam (Pogostemon cablin, Benth). Prosiding Kongres Nasional XII dan Seminar Ilmiah PFI ke XII 6-8 September 1993. Yogyakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/bullittro.v20n2.2009.%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c)



View My Stats

Creative Commons License
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bultro

Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BUL LITTRO) Editorial Office :

Indonesian Spices and Medicinal Crops Research Institute (ISMCRI)
Jl. Tentara Pelajar No. 3 Bogor, Indonesia 16111
Telp. (0251) 8321879, Fax. (0251) 8327010
E mail : buletintro@gmail.com
Website : http://balittro.litbang.pertanian.go.id