PENGARUH JUMLAH TUNAS DAN JUMLAH DAUN TERHADAP KEBERHASILAN PENYAMBUNGAN JAMBU METE (Anacardium occidentale) DI LAPANGAN

Rudi Suryadi

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk men-dapatkan komponen teknologi yang menunjang keberhasilan penyambungan jambu mete di lapangan. Penelitian dilaksanakan di Instalasi Penelitian Cikampek, mulai Januari-Desember 2001. Tanaman yang digunakan adalah pohon jambu mete jenis Pacangakan berumur 14 tahun, yang kemudian dipotong pada keting-gian 1 meter dari atas permukaan tanah. Se-telah 3 bulan, banyak tunas baru yang tumbuh pada setiap pohon, namun hanya 12 tunas yang dipertahankan untuk dijadikan sebagai batang bawah. Sedangkan batang atas (entres) diambil dari pohon unggul jenis Balakrisnan (B-02). Perlakuan yang diuji terdiri dari 2 faktor. Faktor 1 adalah jumlah daun sisa pada tunas, terdiri atas : D1) 2 daun, D2) 4 daun, D3) 6 daun, dan D4) 8 daun. Faktor 2 adalah jumlah tunas yang disambung, terdiri atas : a) 4 tunas, b) 6 tunas, c) 8 tunas, dan d) 10 tunas. Ran-cangan yang digunakan adalah acak kelompok, pola faktorial dengan 2 ulangan dan 4 pohon/ perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jumlah daun sisa pada tunas sebagai batang bawah dan jumlah tunas yang disambung berpengaruh nyata terhadap tinggi tunas dan jumlah daun tunas sambungan. Per-lakuan dengan menyisakan 8 daun pada tunas sebagai batang bawah menghasilkan tinggi tunas dan jumlah daun sambungan tertinggi (25,5 cm dan 9 daun). Perlakuan dengan menyambung 6 tunas sebagai batang bawah dari 12 tunas batang pokok menghasilkan ting-gi tunas dan jumlah daun sambungan tertinggi (24,8 cm dan 9 daun). Terdapat interaksi yang nyata antara perlakuan jumlah daun sisa pada tunas sebagai batang bawah dengan jumlah tunas yang disambung terhadap jumlah sam-bungan yang hidup. Penyambungan 6 tunas sebagai batang bawah dengan mempertahankan 8 daun sisa pada tunas menghasilkan jumlah sambungan hidup tertinggi (89,75%).


Keywords


Anacardium occidentale L.; penyam-bungan; jumlah daun sisa pada tunas sebagai batang bawah; jumlah tunas/ pohon

Full Text:

PDF

References


Bhaskara, Rao E.V.V. 1998. Integrated production practices of cashew in India, dalam Integrated Production Practices in Asia. Ed. By Papademi- trion, M.K. and E.M. Herath. FAO of The United Nation Regional Office for Asia and The Pasific. Bangkok- Thailand, 1998. pp. 3-5.

Chaikiattyos, S. 1998. Integrated produc- tion practices of cashew in Thailand, dalam Integrated Production Practices in Asia. Ed. By Papademitrion, M.K. and E.M. Herath. FAO of The United Nation Regional Office for Asia and The Pasific. Bangkok-Thailand, 1998. pp. 61-67.

Djisbar, A. 1998. Laporan Perjalanan Dinas ke Kawasan Timur Indonesia. 10 hal. (tidak dipublikasi).

Daras, U., R. Zaubin, dan Rudi Suryadi. 2000. Adaptive research on cashew : Fertilizer trial on cashew in NTB and NTT. Progress Report Year 2000, EISCDP-IFAD, Directorate General of Estate Crops-RISMC. 12 p.

Ditjenbun. 2006. Jambu mente. Statistik Perkebunan Indonesia 1980 – 2006. Departemen Pertanian, Jakarta. http://ditjenbun.deptan.go.id.

Tanggal 3 Pebruari 2009.

Hartman, H.T. and D.E. Kester. 1975. Plant Propagation Principles and Practices. Third edition. Prentice- Hall. Inc. 727 p.

Hadad, E.A. 2000. Karakter varietas unggul jambu mete Gunung Gangsir

dan 2 serta peluang pengem- bangannya. Warta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri. 6 (3) : 1-5.

Janick, J. 1972. Horticultural Science. 2nd ed. Ed W.H. Freeman Company. London. hal. 111.

Koerniati, N. dan Hadad, E.A. 1997. Perkembangan penelitian bahan tanaman jambu mente. Prosiding Forum Komunikasi Ilmiah Komo- ditas Jambu Mente. hal. 104-112.

Kangde, L., L. Shibang, and D. Shuisheng. 1998. Integrated produc- tion practices of cashew in China, dalam Integrated Production Prac- tices in Asia. Ed. By Papademitrion, M.K. and E.M. Herath. FAO of The United Nation Regional Office for Asia and The Pasific. Bangkok- Thailand, 1998. pp. 6-14.

Lay, M.M. 1998. Integrated production practices of cashew in Myanmar, dalam Integrated Production Prac- tices in Asia. Ed. By Papademitrion, M.K. and E.M. Herath. FAO of The United Nation Regional Office for Asia and The Pasific. Bangkok- Thailand, 1998. pp. 33-46.

Magboo, C.A.E. 1998. Integrated produc-tion practices of cashew in Philip-pines, dalam Integrated Production Practices in Asia. Ed. By Papa-demitrion, M.K. and E.M. Herath. FAO of The United Nation Regional Office for Asia and The Pasific. Bangkok-Thailand, 1998. pp. 47-51.

Waard, P.W.F. and R. Zaubin. 1983. Callus formation during grafting of woody plants. Abstract on Tropical Agriculture. 9 (10). pp. 9-19.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/bullittro.v20n1.2009.%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c)



View My Stats

Creative Commons License
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bultro

Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BUL LITTRO) Editorial Office :

Indonesian Spices and Medicinal Crops Research Institute (ISMCRI)
Jl. Tentara Pelajar No. 3 Bogor, Indonesia 16111
Telp. (0251) 8321879, Fax. (0251) 8327010
E mail : buletintro@gmail.com
Website : http://balittro.litbang.pertanian.go.id