PENGARUH HERBISIDA DAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN ARTEMISIA

Agus Sudiman Tjokrowardojo, Nur Maslahah, Gusmaini Gusmaini

Abstract


Penelitian untuk mengetahui pengaruh herbisida dan fungi mikoriza arbuskula (FMA) terhadap pertumbuhan dan pro-duksi tanaman artemisia dilaksanakan di Kebun Percobaan Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik di Gunung Putri, Kabupaten Cianjur, mulai Maret sampai Desember 2007. Percobaan disusun menu-rut rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan tiga ulangan. Faktor I adalah cara pengendalian gulma, terdiri atas 6 taraf : P0=kontrol; P1=disiang manual; P2=1,6 kg diuron; P3=2,4 kg diuron; P4=0,63 kg oxyfluorfen; dan P5=0,83 kg oxyfluorfen/ha. Faktor II adalah dosis FMA, terdiri atas 4 taraf : M0=tanpa FMA; M1=5,0 g FMA; M2=10 g FMA; dan M3=15 g FMA/kg tanah. Penelitian merupakan percobaan pot yang berisi media campuran tanah dan pupuk kandang (8 + 2 kg); 3,5 g Urea; 1,5 g SP-36; dan 1,5 g KCl/pot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian diuron 1,6 dan 2,4 kg/ha, dan oxyfluorfen 0,63 dan 0,83 kg/ha efektif mengendalikan gulma sampai 4 bulan setelah tanam (BST). Oxy-fluorfen dosis 0,63 dan 0,83 kg/ha tidak meracuni tanaman artemisia dan tidak mengganggu perkembangan populasi FMA. Sedangkan diuron dengan dosis 1,6 dan 2,4 kg/ha meracuni tanaman artemisia cukup berat, namun tidak berpengaruh negatif  terhadap  perkembangan FMA. Hal ini terbukti dari populasi FMA pada per-lakuan diuron cukup tinggi (153-208,25 g/kg tanah) relatif sama dengan yang disiang manual (207,25 g/kg tanah). Pada pemberian 0,63 dan 0,83 kg oxyfluorfen/ ha, populasi FMA berkisar antara 128-163,75 g/kg tanah, relatif sama dengan yang disiang manual, dan lebih tinggi serta berbeda nyata dibanding kontrol. Tanaman artemisia mengalami keracunan berat oleh diuron dosis 1,6  dan 2,4 kg/ha sehingga pertumbuhannya terhambat dan bahkan ada yang mati. Oxyfluorfen dosis 0,63 dan 0,83 kg/ha tidak berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan, jumlah cabang, diameter batang, maupun bio-massa artemisia. Pada 4 BST, bobot bio-massa tanaman artemisia tertinggi diper-oleh pada perlakuan oxyfluorfen dosis 0,63 kg/ha (2.344,28 g/tanaman), diikuti dosis 0,83 kg oxyfluorfen/ha (2.119,70 g/tanaman), masing-masing lebih tinggi dan berbeda nyata dibandingkan dengan yang disiang manual (1.787,85 g/tanam-an) maupun kontrol (1.480,95 g/tanam-an). Pemberian 10 g FMA/kg tanah dan 0,63 kg oxyfluorfen/ha merupakan kombi-nasi dosis optimal bagi pertumbuhan artemisia yang tercermin dari bobot bio-massa tertinggi (2.987,40 g/tanaman). Penggunaan FMA meningkatkan kadar artemisinin 3,27%.


Keywords


Artemisia; fungi mikoriza arbuskula; gulma; herbisida

Full Text:

PDF

References


Bryson, C.T. and E.M.J. Croom. 1991. Herbicide Inputs for A New Agro- nomic Crop, Annua L. Wormwood (Artemisia). Weed Technology 5 :

-124.

Burpee, L. and H. Cole Jr. 1978. The Influence of Alachlor, Trifluralin, and Diazinon on Development of Indigenous Mycorrhizae in Soybean. Bull. of Env. Contaminant and Toxic.

: 191-197.

Djojosumarto, P. 2008. Pestisida dan Aplikasinya. Agro Media Pustaka Jakarta. 340 hlm.

Ebadi, N. 2002. Pharmacodynamic Basic of Herbal Medicine. CRC Press. London-New York-Washington D.C.726 p.

Hadiwigeno, S. 1993. Klasifikasi Tanah. Akademi Press. Jakarta. 124 hlm.

Kimia Farma. 2006. Laporan Hasil Penelitian Artemisia. Disampaikan pada pertemuan penyusunan grand proposal Artemisia di Tawangmangu, 12-14 September 2006.

Mujica, M.T., S. Frachiai, A. Menendez, J. A. Ocampo, and A. Godeas. 1999. Influence of Chlorsulfuron Herbicide on Arbuscular Mycorrhizae and Plant Growth of Glycine as Intercropped with the Weeds Brassica campetris, Abstract.

Pasaribu, A., R.B. Mohammad, dan A. Hasim. 2003. Pengaruh Herbisida terhadap Perkembangan Spora dan Pertumbuhan Hifa Jamur Vesikular arbuskular Mikoriza Glomus mossaseae. Journal of Tropical Vol. 1 (2), December 2003. pp. 51-53.

Simarmata, T. dan Tachro. 2005. Derajat Infeksi, Serapan P, Jumlah Bintil, dan Hasil Dua Kultivar Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) yang Diberi Inokulan Cendawan Mikoriza arbus- kula (Glomus fasciculatum dan Gigaspora margarita) pada Incep- tisols di Jatinangor : Bionatura, Vol. 7 (2) : 137-145.

Simon, J. E. and E. Cebert .1988. Artemisia: a Production guide. In : Simon J. E. and L.Z. Clavio. (Eds). Third National Herb Growing and

Marketing Conference. Purdue University, Agriculture Experimental Station. Bull. No. 552. West Lafayette, IN, pp. 78-83.

Smith, S.E. and D.J. Read. 1997. Mycorrhizal Symbiosis. Academia Press. London. pp. 112.

Souret, F.F., Y. Kim, B.E. Wyslouzil, K.K. Wobbe, and P.J. Weathers. 2003. Scale-up of Artemisia Hairy Root Cultures Produces Complex Patterns of Terpenoid Gene Expression. Biotechnol. Bioeng. 83 : 653-667.

Tjitrosudirdjo, S. dan I. Mawardi 2007. Pengaruh Herbisida Diuron terhadap Gulma dan Seedling Jarak Pagar (Jatropha curcas L.). 12 hlm. (Tidak dipublikasikan).

Tjokrowardojo, A.S., M.Y. Mile, dan M. Arifin. 1999. Olah Tanah Konservasi dalam Tumpangsari Hutan Tanaman Industri : Suatu Alternatif Pember-dayaan Masyarakat Desa Hutan. Prosiding Seminar Nasional Perta- nian Organik. Palembang, 30 Oktober 1999. hlm. 217-224.

Tjokrowardojo, A.S. dan Nur Maslahah.2007. Pengaruh Herbisida Glifosat dan Paraquat untuk Penyiapan Lahan Tanpa Olah Tanah terhadap

Perkembangan Mikoriza Arbuskular.Prosiding Seminar Nasional XIII Persada. 9 Agustus 2007. FKH-IPB Bogor. hlm. 1-5.

Tjokrowardojo, A.S., H. Nurhayati, Gusmaini, N. Maslahah, B.S. Sembiring, JT. Yuhono, Hernani, Kendriyanto, dan S. Wahyudiono.

Pengembangan Agribisnis Tanaman Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) sebagai Bahan Baku Industri Minuman Nasional di Lahan Marjinal Kabupaten Blora. Laporan kerjasama Balittro dengan P4MI Badan Litbang Pertanian. 28 hlm.

Trisilawati, O., A.S. Tjokrowardojo, dan Nur Maslahah. 2001. Pengaruh Beberapa Jenis Herbisida Pengendali Alang-alang terhadap Produksi Singkong dan Perkembangan Miko- riza Arbuskular. Prosiding Konfe- rensi Nasional XV Himpunan Ilmu Gulma Indonesia (HIGI). Surakarta,

-15 Juli 2001. hlm. 733-738.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/bullittro.v21n2.2010.%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c)



View My Stats

Creative Commons License
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bultro

Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BUL LITTRO) Editorial Office :

Indonesian Spices and Medicinal Crops Research Institute (ISMCRI)
Jl. Tentara Pelajar No. 3 Bogor, Indonesia 16111
Telp. (0251) 8321879, Fax. (0251) 8327010
E mail : buletintro@gmail.com
Website : http://balittro.litbang.pertanian.go.id