PENGARUH KEKERINGAN PADA TANAH BERGARAM NaCl TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN NILAM

Anna Median Kurniasari, Adisyahputra Adisyahputra, Rosihan Rosman

Abstract


Untuk mengetahui pengaruh keke-ringan pada tanah bergaram NaCl terhadap pertumbuhan tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth.) telah dila-kukan penelitian di rumah kaca Balai Pene-litian Tanaman Obat dan Aromatik (Balittro) Bogor pada Juni sampai November 2007. Faktor yang diuji adalah : 1) keadaan tanah, terdiri atas 2 taraf (keadaan lembap dan kering); dan 2) kadar garam NaCl tanah terdiri atas 3 taraf (0, 1.000, dan 2.000 ppm). Faktor-faktor yang diuji tersebut disusun dalam ran-cangan acak lengkap dengan 10 ulangan. Sedangkan parameter yang diamati meli-puti komponen tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah buku, jumlah cabang, dia-meter batang, serta bobot basah dan kering biomas. Hasil penelitian menun-jukkan bahwa faktor keadaan dan kadar garam NaCl tanah mempengaruhi pertum-buhan tanaman nilam. Pengaruh interaksi antara kedua faktor tersebut hanya dijum-pai pada komponen diameter batang. Pada kondisi tanah kering, kadar garam NaCl 1.000 ppm atau lebih sangat nyata meng-hambat pertumbuhan diameter batang, tetapi tidak berpengaruh ketika tanah cukup lembap (basah). Kedua faktor secara individu berpengaruh nyata ter-hadap komponen pertumbuhan lainnya pada tanaman nilam. Keadaan tanah basah nyata lebih baik pengaruhnya ter-hadap perkembangan tanaman dibanding tanah  dengan  keadaan  kering.  Demikian

 

 

 

pula kadar garam NaCl tanah yang semakin meningkat ternyata semakin memperburuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman nilam.


Keywords


Pogostemon cablin Benth.; keke-ringan; NaCl; pertumbuhan

Full Text:

PDF

References


Bintoro, M.H. 1989. Toleransi Tanaman Jagung terhadap Salinitas. Disertasi. Fakultas Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor.

Dinata, K.K. 1985. Pengaruh Salinitas terhadap Pertumbuhan dan Produksi Padi Varietas Atomita II dan IR 32. Tesis. Fakultas Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor.

Farid, M.B.D.R. 1998. PenyaringanKetahanan Kacang Hijau terhadap Salinitas dengan Menggunakan NaCl. Disertasi. Progr. Studi Agro- nomi Jurusan Ilmu-Ilmu Pertanian Universitas Gajah Mada.

Fitter, A.H. dan R.K.M. Hay. 1991. Fisiologi Lingkungan Tanaman. (Diterjemahkan oleh Sri Andani dan Purbayanti). Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Gale, J. 1975. Water Balance and Gas Exchange in Plants as a Respons to Saline Stress. In. A. Poljakoff-Mayber and J. Gale (Ed.). Plant in Saline Environment. Chapman & Hall Ltd. London.

Goldsworthy, P.R. dan N.M. Fisher. 1992.Fisiologi Tanaman Budidaya Tropik. Universitas Gadjah Mada Press. Yogyakarta.

Hidayat, E.B. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Penerbit ITB. Bandung.

Irwan, A.W. 2000. Pengaruh Garam NaCl dan Pupuk N terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max L.) Kultivar Wilis. Tesis. Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran.

Islami, T. dan W.H. Utomo. 1995. Hubungan Tanah, Air, dan Tanaman. IKIP Semarang Press. Semarang.

Jones, R.G.W. 1981. Salt Tolerance. In. C.B. Johnson (Ed.). Physiological Process Limiting Plant Productivity. Butter Worths. London.

Kardinan, A. dan L. Mauludi. 2004. Nilam : Tanaman Beraroma Wangi untuk Industri Parfum dan Kosmetika. AgroMedia Pustaka. Jakarta.

Ketaren, S. dan B. Djatmiko. 1978. Minyak Atsiri Bersumber dari Daun. Departemen Teknologi Hasil Pertanian. Fatemeta IPB. Bogor.

Mangun, H.M.S. 2005. Nilam. Penebar Swadaya. Jakarta.

Munns, R. 2002. Comparative Physiology of Salt and Water Stress. Plant, Cell, and Environment Journal. 25:239–250. Diambil dari www.plantstress.com/articles/up_salinity_files/salt- drought.pdf., 06 Februari 2008, pk.12.52 WIB.

Nuryani, Y. 2004. Karakteristik Minyak Nilam Hasil Fusi Protoplas antara Nilam Aceh dengan Nilam Jawa. Buletin TRO Vol XV (2) : 1-7.

Poljakoff-Mayber, A. 1975. Mor-phological and Anatomical Changes in Plants as a Respons to Salinity Stress. In. A. Poljakoff-Mayber and J. Gale (Ed.). Plants in saline environment. Chapman & Hall Limited. London.

Prawiranata, W., S. Harran, dan P.Tjondronegoro. 1995. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan Jilid II. Dept. Bot. Faperta IPB. Bogor.

Rowi, J. 1988. Pengaruh Ketersediaan Air Tanah terhadap Evapotran-spirasi dan Pertumbuhan Kelapa Hibrida Indonesia pada Berbagai Tingkat Umur Muda. Tesis. Fakultas Pasca Sarjana IPB. Bogor.

Salisbury, F.B. dan C.W. Ross. 1995.Fisiologi Tumbuhan Jilid 3 (Diterje- mahkan oleh Diah R. Lukman dan Sumaryono). Penerbit ITB. Bandung.

Shani, U. dan L.M. Dudley. 2001. Field Studies of Crop Response to Water and Salt Stress. Soil Science Society of America Journal. 65 : 1522–1528. Diambil dari www.soil.scijournal. org/cgi/content/full/65/5/1522. 17 Februari 2008, pk. 17.24 WIB.

Syamsuardi. 1992. Tanggapan Tanaman Bayam Cabut (Amaranthus tricolor L.) dan Bayam Duri (Amaranthus spinosus L.) terhadap Salinitas NaCl dan Pemberian Pupuk Nitrogen pada Tanah Regosol. Tesis. Prog Studi Biologi Jurusan Ilmu Matematika dan Pengetahuan Alam Universitas Gajah Mada.

Wityanara, S.S.A. 1988. Pengaruh Kadar Air Tanah Tersedia dan Pemupukan Nitrogen terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Terigu (Triticum aestivum L.) Varietas IWP72. Tesis. Fakultas Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/bullittro.v21n1.2010.%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c)



View My Stats

Creative Commons License
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bultro

Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BUL LITTRO) Editorial Office :

Indonesian Spices and Medicinal Crops Research Institute (ISMCRI)
Jl. Tentara Pelajar No. 3 Bogor, Indonesia 16111
Telp. (0251) 8321879, Fax. (0251) 8327010
E mail : buletintro@gmail.com
Website : http://balittro.litbang.pertanian.go.id