PENGARUH PUPUK P DAN MIKORIZA TERHADAP PRODUKSI DAN MUTU SIMPLISIA PURWOCENG

Muhamad Djazuli

Abstract


Purwoceng (Pimpinella pruatjan) merupa-kan salah satu tanaman obat asli Indone-sia berkhasiat afrodisiak yang hanya mam-pu tumbuh baik di dataran tinggi. Tanah di dataran tinggi umumnya mempunyai kan-dungan hara P rendah. Rendahnya kan-dungan hara P tersedia pada tanah ke-mungkinan disebabkan oleh tingginya daya serap P tanah tersebut. Untuk meningkat-kan ketersediaan hara P, produktivitas, dan mutu tanaman purwoceng, diperlukan teknologi pemupukan yang tepat. Untuk mencapai tujuan tersebut sebuah peneliti-an aplikasi pemupukan P dan mikoriza di-laksanakan di KP. Gunung Putri, Cianjur (1.500 m dpl) dengan menggunakan pot yang berisi 10 kg tanah Andosol dan pu-puk kandang. Percobaan faktorial disusun dalam Rancangan Acak Kelompok dengan 4 ulangan. Faktor pertama 4 dosis aplikasi mikoriza masing-masing M0 (tanpa mikori-za), M1 (10 g mikoriza/pot); M2 (20 g mi-koriza/pot), dan M3 (30 g mikoriza/pot), sedangkan faktor kedua adalah 4 dosis pe-mupukan P masing-masing P0 (tanpa pu-puk P), P1 (1 g SP-36/pot), P2 (2 g SP-36/ pot), dan P3 (3 g SP-36/pot). Hasil analisis statistik menunjukkan tidak adanya inte-raksi antara aplikasi pemupukan P dan mi-koriza terhadap pertumbuhan dan produksi purwoceng. Aplikasi mikoriza pada dosis 30 g mikoriza/pot (M3) mampu meningkat-kan produktivitas tanaman purwoceng pa-da 4 dosis pemupukan P yang diuji secara nyata. Sebaliknya, pemupukan P tidak ber-pengaruh terhadap pertumbuhan dan pro-duktivitas purwoceng. Perlakuan pemupuk-kan P tanpa pemberian mikoriza (M0) ter-lihat menurunkan beberapa bahan aktif di dalam simplisia purwoceng. Sebaliknya, pemupukan P yang dikombinasikan deng-an aplikasi mikoriza dosis 30 g/pot (M3) mampu meningkatkan kadar bahan aktif sitosterol, stigmasterol, saponin dan ber-gapten simplisia purwoceng masing-ma-sing 22, 44, 8,2, dan 19%. Terdapat inte-raksi yang nyata antara aplikasi P dan mi-koriza pada parameter jumlah populasi dan persentase infeksi mikoriza pada akar. Peningkatan dosis aplikasi mikoriza meningkatkan populasi dan persentase in-feksi mikoriza pada akar. Sebaliknya, pe-mupukan P dosis tinggi terlihat menekan populasi dan persentase infeksi mikoriza pada akar, sehingga untuk meningkatkan populasi dan efektivitas mikoriza pada akar purwoceng diperlukan ketersediaan P tanah yang tidak terlalu tinggi dan opti-mal bagi mikoriza.


Keywords


Pimpinella pruatjan; mikoriza; pupuk P; produksi biomas; mutu

Full Text:

PDF

References


Anwar, N.S. 2001. Manfaat obat tradi- sional sebagai afrodisiak serta dam- pak positifnya untuk menjaga stami- na. Makalah pada Seminar Setengah Hari ”Menguak Manfaat Herbal bagi Vitalitas Seksual”. Jakarta, 13 Okto- ber 2001. 8 hlm.

Djazuli, M. dan T. Tadano. 1990. Compa- rison of tolerance to low phosphorous soils between sweetpotato and pota- to. Journal of Faculty of Agriculture Hokkaido University. Vol. 64, Pt. 3 :

-200.

Djazuli, M. dan J. Pitono. 2009. Pengaruh jenis dan taraf pupuk organik ter- hadap produksi dan mutu purwoceng Jurnal Penelitian Tanaman Industri. Vol. 15, No. 1 : 40-45.

Gianinazzi, PV. dan S. Gianinazzi. 1978.Enzymatic studies on the metabolism of VAM. I. Soluble alkaline phosphate specific to mycorrhiza infection of onion root. Physiol. Plant Pathol. 12 :45-53.

Hardjowigeno, S. 1993. Klasifikasi tanah dan pedogenesis. Edisi pertama. Akademika Pressindo. Jakarta. 274 hlm.

Howeler, R.H., L.F. Cadavid dan E.Burckhardt. 1982. Response to cas- sava to VA mycorhizal inoculation and phosphorus application in green house and field experiments. Plant Soil. 69 : 327-339.

Mawardi dan M. Djazuli. 2006. Peman- faatan pupuk hayati mikoriza untuk meningkatkan toleransi kekeringan pada tanaman nilam. Jurnal Pene- litian Tanaman Industri. 12 : 38-43.

Rahardjo, M. 2005. Purwoceng : Budida- ya dan pemanfaatan untuk obat per- kasa pria. Penebar Swadaya. 56 hlm.

Rifai, M.A. 1990. Tiga Puluh Tumbuhan Obat Langka Indonesia. Flori Bunda No. 10. 15 hlm.

Rostiana, O., Rosita, SMD., H. Muham- mad, Hernani., S. F. Syahid., D. Ses- wita, Miftakhurohmah, W. Haryudin, S. Aisyah, D. Surachman dan Nas- run. 2003. Eksplorasi potensi purwo- ceng dan cabe jawa serta perbaikan potensi genetik menunjang industri obat tradisional afrodisiak. Laporan Teknis Balittro Tahun 2003. (unpub- lished).

Sanchez, C.A. 2007. Phosphorus. In Handbook of Plant Nutrition. Eds. Barker A.V. and D.J. Parker. Taylor & Francis Group. Boca Raton, Lon- don, New York. pp. 51-90.

Sidik, Sasongko, E. Kurnia dan Ursula.1975. Usaha isolasi turunan kumarin dari akar purwoceng (Pimpinella al- pina Molk) asal dataran tinggi Dieng. Prosiding Penelitian Tanaman Obat I, Bogor, 8-9 Desember 1975. Bag. Farmakologi-Dept. Fisiologi dan Far- makologi Fak. Kedokteran Hewan IPB. hlm. 135-138.

Surasa, S. 2009. Pengaruh macam pu- puk N dan inokulasi rhizobium terha- dap peningkatan jumlah bintil akar efektif, pertumbuhan tanaman, ha- sil, dan kandungan protein biji kede- lai (Glycine Max L. Merril). Tesis Program Pasca Sarjana UNS, Solo. http://pasca.uns.ac.id/; 24 Mei 2011

Yutono. 1993. Inokulasi rhizobium pada kedelai dalam Kedelai. Pusat Peneli- tian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Bogor. Cetakan kedua. hlm.217-230.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/bullittro.v22n2.2011.%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c)



View My Stats

Creative Commons License
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bultro

Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BUL LITTRO) Editorial Office :

Indonesian Spices and Medicinal Crops Research Institute (ISMCRI)
Jl. Tentara Pelajar No. 3 Bogor, Indonesia 16111
Telp. (0251) 8321879, Fax. (0251) 8327010
E mail : buletintro@gmail.com
Website : http://balittro.litbang.pertanian.go.id