PENGARUH UKURAN BENIH RIMPANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TEMULAWAK

Sukarman Sukarman, Mono Rahardjo, Devi Rusmin, Melati Melati

Abstract


Efisiensi penggunaan benih temulawak (Curcuma xanthorrhiza), beberapa bagian rimpang dan ukurannya diuji dalam pene-litian ini. Penelitian bertujuan untuk mem-pelajari pengaruh ukuran benih (rimpang) terhadap pertumbuhan dan hasil te-mulawak. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan (KP) Sukamulya, Balai Peneliti-an Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri (Balittri) sejak November 2007 sampai Agustus 2008. Percobaan dengan lima perlakuan dan lima ulangan disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK). Perlakuan yang diuji adalah lima taraf asal benih (rimpang) yaitu : (1) rimpang induk utuh (220,5 g), (2) rimpang induk dibelah 2 (109,7 g), (3) rimpang induk dibelah 4 (54,36 g), (4) rimpang induk dibelah 8 (27,29 g), dan (5) rimpang cabang (22,01 g). Peubah yang diamati adalah pertum-buhan tanaman, komponen hasil (jumlah dan bobot rimpang induk serta rimpang cabang, dan hasil). Hasil penelitian me-nunjukkan tanaman berasal dari rimpang induk menghasilkan rimpang segar terting-gi (27,2 t/ha), dan tidak berbeda nyata de-ngan produksi tanaman yang dihasilkan dari rimpang induk dibelah dua (24,2 t/ ha). Untuk efisiensi benih maka rimpang induk dibelah dua dapat dijadikan alterna-tif sebagai bahan tanaman dalam budidaya temulawak.


Keywords


Curcuma xanthorrhiza; rimpang; ukuran; pertumbuhan; hasil

Full Text:

PDF

References


Addai, I. K. dan P. Scott. 2011. Influ- ennce of bulb size at planting on growth and development of the common hyacinth and lily. Agricul- ture and Bilogy Journal of North America, 2 : 298-314.

Ermiati dan Sukarman. 2011. Feasibility study farming management of Java- nese turmeric (Curcuma xhantho- rhiza Roxb) by using different seed rhizome size. Makalah disampaikan pada Symposium Temulawak Inter- national kedua, di IPB International Convention Centre (IICC), Bogor,26-27 May, 2011, 11 hlm.

Ferreira, C.S., M.T.F. Piedade, M.A.S.Tine. 2009. The role of carbohydra- tes in seed germination and seedling establishment of Himatantus succu- bae, an Amazonian tree with popu- lations adapted to flooded and non flooded condition. Annals of Botany

: 1111-1119.

Hailemichael, G. dan K. Tesfave. 2008.The effect of seed rhizome size on the growth, yield and economic re- turn of ginger (Zingiber officinale Rosc.). Asian J. Plant Sci., 7 : 213-217.

Hopkin, W.G. dan P. Norman. 2004. Introduction to Plant Physiology 3rd.edition. John Wiley & Sons, Inc. USA. 560 pp.

Hossain M.A., Y. Ishimine, H. Akamine dan K. Motomura. 2004. Effect of seed rhizome size on growth and yield of turmeric (Curcuma longa L.). Plant Production Science. 8 : 86-94.

http//id.wikipedia temulawak. 2011, diak- ses 16 Agustus 2011.

Kristianti. 1981. Budidaya Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dan Peng- usahaan Jamu. PT. Air Mancur. Wo- nogiri Surakarta. Dep. Agronomi IPB. Bogor. hlm. 10-11.

Makin, H. dan Roemantyo. 1985. Peng- gunaan macam penutup tanah dan zat perangsang biologi terhadap pe- nyemaian bibit temulawak (Curcuma xanthorrhiza). Makalah pada Prosi- ding Simposium Nasional Temula- wak. Dies Natalis UNPAD ke-28 (da- lam proses).

Mitchell, B., C. Amstrong, M. Black dan I.Chapman. 1983. Physiological as- pects of sprouting and spoilage in developing Tritcum aestivum L. (whe- at) grains, pp. 339-356. In : J.E. Kruger and D.E. LaBerge, ed. Third International Symposium on Pre-Har- vest Sprouting in Cereals. Westview Press, Boulder.

Ondari, Abisono dan Sudiarto. 1975. Pengaruh penjemuran serta ukuran bibit terhadap hasil rimpang temu- lawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.). Simposium Penelitian Tanaman Obat I. Bogor. hlm. 97-100.

Otroshy, M. dan P.C. Sruik. 2010. Effect of seed size normal seed tubers and growth regulators application on dormancy, sprout behaviour, growth vigour and quality of normal seed tubers of different potato cultivar. Research journal of Seed Sience, 3 :200-2009.

Prana, M.S. 1985. Beberapa aspek bio- logi temulawak (Curcuma xanthor- rhiza Roxb.). Prosiding Simposium Nasional Temulawak. Bandung 17-18 September 1985, hlm. 42-48.

Pusat Studi Biofarmaka IPB. 2002. Pasar Domestik dan Ekspor Produk Ta- naman Obat. 14 hlm.

Rahardjo, M. dan O. Rostiana. 2009.Standar Procedure Operasional budi- daya jahe, kencur, kunyit dan temu- lawak. Circular No 16. 2009. Balai

Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik. Badan Litbang Pertanian, Bogor. 43 hlm.

Santosa, E., N. Sugiyama, M. Nakata dan O.N. Lee. 2006. Effect of Use Different Seed Corm Regions as Planting Materials on the Growth and Yield of Elephant Foot Yam. Journal Tropical Agriculture. 50 :

-120.

Sukarman, D. Rusmin dan Melati. 2005. Pengaruh asal sumber benih dan ca- ra penyimpanan terhadap viabilitas benih jahe (Zingiber officinale Rosc.). Prosiding Simposium IV Hasil Penelitian Tanaman Perkebunan, Bogor, 28-30 September 2004. 321-327.

Suksamrarn, A., S. Eiamong, P. Piyacha- turawat dan J. Charoenpiboonsin. 1994. Phenolic Diarylheptanoids from Curcuma xanthorrhiza. Phyto-chemistry, 36 : 1505-1508.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/bullittro.v22n2.2011.%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c)



View My Stats

Creative Commons License
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bultro

Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BUL LITTRO) Editorial Office :

Indonesian Spices and Medicinal Crops Research Institute (ISMCRI)
Jl. Tentara Pelajar No. 3 Bogor, Indonesia 16111
Telp. (0251) 8321879, Fax. (0251) 8327010
E mail : buletintro@gmail.com
Website : http://balittro.litbang.pertanian.go.id