PENGARUH PENYAKIT BUDOK TERHADAP PRODUKSI TANAMAN NILAM

Nurmansyah Nurmansyah

Abstract


Penelitian pengaruh penyakit budok yang disebabkan oleh jamur obligat parasit Synchytrium pogostemonis ter-hadap produksi tanaman nilam (Pogos-temon cablin) dilakukan di daerah en-demik penyakit budok di Nagari Situak, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat sejak Maret 2008 sampai April 2009. Bahan tanaman yang digunakan adalah varietas Sidikalang, berumur satu bulan ditanam dalam polibag di lapang dalam tiga kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 120 bibit dengan jarak tanam 0,8 x 1 m. Pe-ngamatan gejala serangan dilakukan setiap bulan dengan metode sensus. Intensitas serangan patogen penyakit dibagi menjadi lima kategori berdasar-kan nilai skoring yaitu tanaman sehat dan tanaman sakit yang terdiri dari gejala serangan ringan, sedang, berat dan sangat berat. Setelah tanaman berumur enam bulan, 15 rumpun un-tuk tiap kategori intensitas serangan dipilih dengan metode proposive sam-pling. Bahan tanaman untuk disuling diambil sebanyak 20 kg dari pada ma-sing-masing kategori intensitas serang-an penyakit. Penyulingan mengguna-kan sistim kukus selama 3 jam. Analisa kadar patchouli alcohol (PA) dilakukan di laboratorium Perusahaan Atsiri Lu-buk Minturun Padang. Hasil penelitian menunjukan bahwa serangan penyakit budok menurunkan produksi terna dan kadar minyak nilam, tetapi tidak menurunkan kualitas minyak yang di-hasilkan. Intensitas serangan penyakit budok ringan menyebabkan kehilang-an hasil produksi terna sebesar 16,74 %, intensitas serangan sedang 36,06 %, intensitas serangan berat 57,43% dan intensitas penyakit sangat berat sebesar 74,32%. Kehilangan produksi minyak pada intensitas serangan ri-ngan adalah 11,15%, intensitas se-rangan sedang 18,32%, intensitas se-rangan berat 35,50% dan intensitas serangan sangat berat sebesar 50,38 %. Hasil analisa PA pada berbagai tingkat intensitas penyakit budok ti-dak berbeda nyata. Kadar PA pada ta-naman sehat sebesar 32,84%, dan tanaman sakit berkisar antara 32,15-33,43%.

 


Keywords


Nilam; penyakit budok; produk-si; Synchytrium pogostemonis

Full Text:

PDF

References


Anggraeni, Ch., Winarti, dan M.P. Laks- manahardja. 1998. Karakteristik mi- nyak nilam Indonesia. Monograf Ni- lam Balittro. 5 : 116-121.

Emyzar dan Y. Ferry. 2004. Pola budi- daya untuk meningkatkan produktifi- tas dan mutu minyak nilam (Pogos- temon cablin Benth). Perkembangan Teknologi Tanaman Rempah dan Obat. 16 : 52-58.

Hernani dan Risfaheri. 1989. Pengaruh perlakuan bahan sebelum penyu- lingan terhadap rendemen dan ka- rakteristik minyak nilam. Pemberita- an Penelitian Tanaman Industri. 15 : 54-61.

Idris, H. dan Nurmansyah. 1996. Efek penyakit daun tehadap rendemen dan beberapa sifat fisiko kimia mi- nyak daun kayumanis. Prosiding Se- minar Penelitian Tanaman Rempah dan Obat No. 07. BPTP. Sukarami. pp. 37-40.

Idris, H. dan Nurmansyah. 1997. Efek serangan Fusarium terhadap rende- men dan sifat fisiko kimia minyak seraiwangi. Prosiding Kongres Nasio- nal XIII dan Seminar Ilmiah PFI. Ma- taram 27-29 September 1995. Per- himpunan Fitopatologi Indonesia. Mataram. pp. 286-289.

Idris, H. dan Nasrun. 2009. Pengaruh cara inokulasi Synchytrium pogoste- monis terhadap gejala budok dan pertumbuhan nilam. Bul. Littro. 20 : 157-166.

Kusnanta, M. A. 2005. Identifikasi dan pengendalian penyakit karat palsu pada tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth) dengan fungisida. Tesis Sarjana S2 Pasca Sarjana. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. 36 hlm.

Nurmansyah, Nasrun, dan H. Syamsu. 1994. Penyakit dan gulma pada ta- naman nilam di sentra produksi Su- matera Barat. Prosiding Seminar Pe- nelitian Tanaman Rempah dan Obat. Sub Balittro Solok. pp. 17-28.

Nuryani, Y. dan E, Hadipoentyanti. 1994. Koleksi, konservasi, karakterisasi dan evaluasi plasma nutfah tanaman atsiri. Review hasil program penelitian plasma nutfah pertanian. Badan Pe- nelitian dan Pengembangan Perta- nian. Deptan. pp. 209-219.

Nuryani, Y. 2004. Karakteristik minyak nilam hasil protoplas antara nilam aceh dengan nilam jawa. Bul. Littro. 15 : 1-7.

Nurdjanah, N., A. Rivai, dan Zamaludin. 1991. Pengaruh cara dan waktu penyulingan terhadap rendemen dan mutu minyak nilam (Pogoste- mon cablin Benth). Bul. Littro. 6 : 1-8.

Nurdjanah, N. dan T. Marwati. 1998. Penanganan bahan dan penyulingan minyak nilam. Monograf Nilam. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. 5 : 100-107.

Wahyuno, D. 2010. The life cycle of Synchytrium pogostemonis on Po- gostemon cablin. J. Mikrobiologi In- donesia. 4 : 127-131.

Wahyuno, D. dan Sukamto. 2010. Ke- tahanan Pogostemon cablin dan Po- gostemon heyneanus terhadap Syn- chytrium pogostemonis. J. Penelitian Tanaman Industri. 16 : 91-97.

Wahid, P., M.P. Laksmanahardja, E.Mulyono, dan S. Rusli. 1986. Masa- lah pembudidayaan tanaman nilam, seraiwangi dan cengkeh. Diskusi Minyak Atsiri V, tanggal 3-4 Maret 1986. Bogor. 36 hlm.

Wikardi, E., A. Asman, dan P. Wahid. 1990. Perkembangan penelitian ta- naman nilam. Edisi Khusus. Balittro. 6 : 23-29.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/bullittro.v22n1.2011.%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c)



View My Stats

Creative Commons License
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bultro

Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BUL LITTRO) Editorial Office :

Indonesian Spices and Medicinal Crops Research Institute (ISMCRI)
Jl. Tentara Pelajar No. 3 Bogor, Indonesia 16111
Telp. (0251) 8321879, Fax. (0251) 8327010
E mail : buletintro@gmail.com
Website : http://balittro.litbang.pertanian.go.id