PENGARUH CEKAMAN DEFISIT AIR TERHADAP PEMBENTUKAN BAHAN AKTIF PADA PURWOCENG

Octivia Trisilawati, Joko Pitono

Abstract


Purwoceng (Pimpinella pruatjan Molk.) berkhasiat aprodisiak dengan bahan aktif antara lain steriod, saponin dan ber-gaptin. Penelitian dilakukan di KP. Gunung Putri, bertujuan untuk menge-tahui hubungan cekaman defisit air dengan pembentukan bahan aktif penting pada purwoceng. Pada kegiatan penelitian ini dilakukan dua pengujian yaitu respon pembentukan bahan aktif terhadap peningkatan level cekaman defisit air pada tiga fase pertumbuhan tanaman (3, 5, dan 7 bulan), dan kandungan bahan aktif purwoceng pada kondisi tingkat ketersediaan air tanah di level 80% kegiatan lapang (KL), 60% KL, 50% KL, dan 40% KL, dengan meng-gunakan rancangan acak kelompok, 6 ulangan, pada intensitas cahaya 55%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa periode cekaman defisit air berpengaruh terhadap pembentukan bahan aktif pur-woceng. Periode cekaman defisit air 21-38 hari berpengaruh terhadap kandung-an bahan aktif steroid, saponin dan bergapten. Periode cekaman defisit air selama 21-24 hari pada purwoceng berumur tiga bulan menghasilkan kan-dungan stigmasterol dan sitosterol ter-tinggi. Cekaman ringan dengan potensial air pada jaringan daunantara 5-12 bar menghasilkan kandungan bahan aktif steroid dan saponin tertinggi pada tujuh bulan setelah tanam (BST). Perlakuan cekaman defisit air selama 2 bulan dengan pengaturan ketersediaan air tanah setara 60% KL menghasilkan bahan aktif stigmasterol (0,121%), sitos-terol (0,087%) tertinggi pada tanaman purwoceng berumur lima bulan, sedang-kan empat bulan cekamans defisit air dengan 50% KL menghasilkan kandung-an saponin (0,149%) tertinggi pada umur tanaman tujuh bulan.

Keywords


Pimpinella pruatjan; cekaman defisit air; bahan aktif

Full Text:

PDF

References


Anwar, N.S. 2001. Manfaat obat tra- disional sebagai afrodisiak serta dampak positifnya untuk men- jaga stamina. Makalah pada Seminar Setengah Hari ”Menguak Manfaat Herbal bagi Vitalitas Seksual”. Jakarta, 13 Oktober 2001. 8 hlm.

Balittro. 2000. Penggalian pemanfaat- an dan karakterisasi mutu tum- buhan obat potensial dan langka. Laporan Penelitian Balittro, Tahun 2000. Bogor. 47 hlm.

BPS. 2006. Statistik Perdagangan Luar Negeri Indonesia. Impor. Badan Pusat Statistik. Jakarta.

Caropeboka, A.M. dan I. Lubis. 1975. Pemeriksaan pendahuluan kan- dungan kimia akar Pimpinella al- pina (purwoceng). Prosiding Sim- posium Penelitian Tanaman Obat I, Bogor. hlm. 153-158.

Hayani, E. dan M. Sukmasari. 2005. Teknik pemisahan komponen ekstrak purwoceng secara kro- matografi lapis tipis. Buletin

Teknik Pertanian. 10 : 83-85.

Hernani. 1999. Teknik identifikasi ba- han aktif pada tumbuhan obat. Makalah seminar Pendalaman Materi di Balai Penelitian Tanam- an Rempah dan Obat, Bogor. 13 hlm.

Hernani dan Yuliani, S. 1991. Obat- obat afrodisiak yang bersumber dari bahan alam. Prosiding Semi- nar Pelestarian Pemanfaatan Tumbuhan Obat dari Hutan Tropis Indonesia. Fahutan IPB, Bogor. hlm. 130-134.

Institut Teknologi Bandung. 1995. Analisis Obat secara Kroma- tografi dan Mikroskopi (Terje- mahan). Institut Teknologi Ban- dung. hlm. 256.

Liu, H., X. Wang, D. Wang, Z. Zou and Z. Liang. 2010. Effect of defisit water cekamans on growth and accumulation of active constituents in Salvia miltiorrhiza Bung. Industrial Crops and Products. 33 : 84-88.

Rahardjo, M., Rosita SMD, Ratna, F. dan Sudiarto. 1999. Pengaruh cekaman air terhadap produksi dan mutu simplisia pegagan (Centella asiatica L.). Jurnal

Littri. 5 : 92-97. Rahardjo, M. dan I. Darwati. 2000. Pengaruh cekaman air terhadap produksi dan mutu simplisia tem- puyung (Sonchus arvensis L.). Jurnal Littri. 6 : 73-79.

Rahardjo, M. 2005. Purwoceng : budidaya dan pemanfaatan untuk obat perkasa pria. Penebar Swadaya. 56 hlm.

Rostiana, O., Rosita, SMD., H. Muhammad, Hernani, S.F. Syahid, D. Seswita, Miftakhu- rohmah, W. Haryudin, S. Aisyah, D. Surachman dan Nasrun. 2003. Eksplorasi potensi purwoceng dan cabe jawa serta perbaikan potensi genetik menunjang in- dustri obat tradisional afrodisiak. Laporan Akhir Tahun Balittro. (Tidak dipublikasi).

Syahid, S.F., O. Rostiana, Miftahu- rohmah, D. Seswita, Rosita, SMD, dan I. Darwati. 2004. Teknik perbanyakan, produksi metabolit sekunder melalui kultur akar rambut purwoceng secara in vitro dan aklimatisasi di lapang. Laporan Teknis Penelitian Balittro, Buku II. hlm.

-142.

Yaniv, D. dan D. Palevitch. 1982. Ef- fect of defisit water on the secondary metabolist of medicinal and aromatic plant. In : C.K. Atal and B.M. Kapur (Eds.). Cultivation and utilization of medicinal plants. Regional Research Laboratory Council of Scientific and Industrial Research Janu-Tawi. pp. 1-12.

Zhu, Z., Z. Liang, R. Han dan X. Wang. 2009. Impact of fertili- zation on defisit water response in the medicinal herb Bupleurum chinense DC. Growth and saikosaponin production. Indus- trial crops and products. 29 : 629-633.

Zobayed, S. M. A, F. Afreen dan T. Kozai. 2007. Phytochemical and physiological changes in the lea- ves of St. John’s wort plants un-

der a water stress condition. Environmental and Experimental

Botany. 59 : 109-116.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/bullittro.v23n1.2012.%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c)



View My Stats

Creative Commons License
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bultro

Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BUL LITTRO) Editorial Office :

Indonesian Spices and Medicinal Crops Research Institute (ISMCRI)
Jl. Tentara Pelajar No. 3 Bogor, Indonesia 16111
Telp. (0251) 8321879, Fax. (0251) 8327010
E mail : buletintro@gmail.com
Website : http://balittro.litbang.pertanian.go.id