UJI ADAPTASI NOMOR HARAPAN TEMULAWAK PADA TIGA AGROEKOLOGI

Rudi Setiyono, Nur Ajijah, Nurliani Bermawie

Abstract


Pengembangan varietas unggul dalam pro-duktivitas dan kualitas adalah tahap per-tama untuk mencapai keberhasilan dalam pengembangan tanaman temulawak. Tuju-an uji adaptasi adalah mengetahui daya adaptasi enam nomor harapan temulawak dibandingkan dengan pembanding lokal yang dilaksanakan pada tahun 2005/2006. Penelitian dilaksanakan di tiga lokasi sen-tra produksi temulawak di Propinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah. Dua lokasi di Pro-pinsi Jawa Barat yaitu di Desa Cipenjo, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor pada ketinggian 200 m di atas permukaan laut (dpl) dan di Desa Ganjar Resik, Keca-matan Wado, Kabupaten Sumedang pada ketinggian 800 m dpl. Lokasi yang lain di Propinsi Jawa Tengah yaitu di Desa Kra-gilan, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali dengan ketinggian 450 m dpl. Sampel tanah dari masing-masing lokasi dianalisa di laboratorium tanah Balittro. Percobaan dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 ulangan. Perlakuan terdiri atas tujuh per-lakuan per lokasi. Percobaan mengguna-kan ukuran plot masing-masing 4,0 x 3,75 m. Jarak tanam 0,75 x 0,50 m dan jumlah tanaman per plot 40 tanaman. Bahan tanaman yang digunakan berupa rimpang sekunder yang berukuran sama, ditanam satu rimpang per lubang tanam. Pemupuk-kan menggunakan pupuk kandang 20 t/ha, 200 kg Urea, 200 kg SP-36, dan 200 kg/ha KCl. Pupuk SP-36 dan KCl diberikan pada waktu tanam, sedangkan Urea diberikan 3 kali, yaitu satu, dua, dan tiga bulan se-telah tanam. Hasil penelitian menunjuk-kan nomor harapan A memiliki rata-rata hasil rimpang per hektar paling tinggi di ketiga lokasi penelitian, sedangkan nomor harapan D dan F berturut-turut menun-jukkan kandungan minyak atsiri dan xan-thorrizol paling tinggi di lokasi Sumedang.

 


Keywords


Curcuma xanthorrhiza; uji adap-tasi; agroekologi

Full Text:

PDF

References


Ajijah, N., R.T. Setiyono, dan N.Bermawie. 2005. Kriteria seleksi untuk daya hasil pada tanaman temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb.). Prosiding Seminar Nasio- nal TOI XXVII, Batu 15-16 Maret 2005. hlm. 165-170.

Allard, R.W. 1980. Principles of Plant Breeding. John Willey and Sons. Inc. New York. 450 p.

Chahal, G.S. and S.S. Gosal. 2006. Principles and Procedures of Plant Breeding: Biotechnological and Conventional Approaches. Alpha

Sci. Int. Ltd. Harrow, UK. 604 hlm.

Depkes (Departemen Kesehatan) In- donesia. 1979. Materia Medika Indonesia III : Curcuma xanthor- rhiza Roxb. hlm. 62-68.

Deptan (Departemen Pertanian) RI. 1996. Surat Keputusan Menteri

Pertanian No. 0902/Kpts/TP.240. 12/96 tentang Pengujian, Penilai- an dan Pelepasan Varietas. De- partemen Pertanian. Jakarta. 4 hlm.

Devi, L. 2009. Analisis keragaman dan stabilitas genetik temulawak (Cur- cuma xanthorrhiza Roxb.) Indo- nesia. [Thesis]. Sekolah Pasca Sarjana. Institut Pertanian Bogor. 89 hlm.

Direktorat Aneka Tanaman. 2000. Budidaya Tanaman Temulawak. Jakarta. 44 hlm.

Kang, M.S. 2002. Genotype-Environ- ment Interaction : Progress and Prospects. In. Kang, M.S (Ed): Quantitative Genetics, Genomics and Plant Breeding. CABI Pub. London. pp. 221-243.

Prana, M.S. 1985. Beberapa aspek biologi temulawak (Curcuma xan- thorrhiza Roxb.). Prosiding Simpo- sium Nasional Temulawak. Ban- dung 17-18 September 1985, pp. 42-48.

Prosea. 1999. Medicinal and poisonous plants 1. Curcuma xanthorrhiza Roxb. hlm. 217-218.

Rahardjo, M. dan O. Rostiana. 2005. Standar Prosedur Operasional Bu- didaya Temulawak dalam Standar Prosedur Operasional Budidaya Jahe, Kencur, Kunyit dan Temu- lawak. Balittro. Circular. No. 11. hlm. 26-32.

Romagosa, I. and P.N. Fox. 1994. Genotype X Environment Interac- tion and Adaptation. In : Hay- ward et al. (eds) Plant Breeding : Principles and Prospects. Chap- man and Hall, London. pp. 373-

Roy, D. 2002. Plant Breeding : Analy- sis and exploitation of Variation. Narosa Pub. House. New Delhi. 701 hlm.

Rukmana, R. 1995. Temulawak ta- naman rempah dan obat. Kani- sius, Jogjakarta. 32 hlm.

Salisbury, F.B. dan C.W. Ross. 1992. Fisiologi Tumbuhan. Jilid 3. ITB, Bandung. 343 hlm.

Setiyono, R.T. dan N. Ajijah. 2002. Evaluasi beberapa sifat agronomi plasma nutfah temulawak (Cur- cuma xanthorrhiza Roxb.). Bul. Littro. 13:7-12.

Wricke, G. and W.E. Weber. 1986.Quantitative Genetic and Selec- tion in Plant Breeding. Walter de Gruyter, Berlin. 406 p.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/bullittro.v22n1.2011.%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c)



View My Stats

Creative Commons License
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bultro

Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BUL LITTRO) Editorial Office :

Indonesian Spices and Medicinal Crops Research Institute (ISMCRI)
Jl. Tentara Pelajar No. 3 Bogor, Indonesia 16111
Telp. (0251) 8321879, Fax. (0251) 8327010
E mail : buletintro@gmail.com
Website : http://balittro.litbang.pertanian.go.id