Induksi Perakaran dan Aklimatisasi Tanaman Tabat Barito Setelah Konservasi In Vitro Jangka Panjang

Natalini Nova Kristina, Sitti Fatimah Syahid

Abstract


Tabat barito (Ficus deltoidea Jack.) merupakan tanaman obat langka dikenal sebagai afrodisiak untuk wanita, mampu menghambat pertumbuhan sel tumor. Konservasi secara in vitro telah dilakukan dengan mengkulturkan eksplan tabat barito dalam media MS + BA 1 mg/l + NAA 0,1 mg/l. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon eksplan terha-dap zat pengatur tumbuh penginduksi perakaran (IAA dan IBA) serta kandung-an bahan aktifnya setelah periode kultur panjang. Untuk menginduksi perakaran, eksplan tabat barito yang telah disub-kultur selama dua tahun dimasukkan pada media IAA (0,1, 0,2, dan 0,3) mg/l dan IBA (0,1, 0,2, dan 0,3) mg/l. Penelitian disusun dalam Rancangan acak lengkap (RAL), dengan 10 ulangan. Parameter pengamatan adalah tinggi tunas, jumlah tunas, jumlah daun, jumlah akar dan panjang akar. Pada tahap aklimatisasi, plantlet ditanam dalam gelas plastik berisi tanah dan pupuk kandang yang telah disterilkan. Setelah 2 bulan tahap aklimatisasi, benih dipindahkan ke dalam polibag berukuran 20 cm x 20 cm dan ditanam pada kondisi lapang dengan pencahayaan 50%. Analisis fitokimia dilakukan berdasarkan Harbone (1987). Analisis kandungan quersetin dilakukan dengan menghitung total flavonoid sebagai quersetin. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pem-berian IAA maupun IBA pada konsentrasi 0,1-0,3 mg/l menginduksi akar dengan baik dengan keberhasilan aklimatisasi 70-100%. Pertumbuhan di lapang memper-lihatkan semua taraf konsentrasi IAA dan IBA memperlihatkan respon berbeda, baik terhadap tinggi, jumlah cabang dan jumlah daun. Tabat barito yang ditanam di lapang, baik induk maupun hasil in vitro kandungan fitokimianya beda. Per-bedaan terlihat pada tanaman tabat barito yang ditumbuhkan di rumah kaca. Kandungan alkaloid, tanin, fenolik, flavonoid dan triterpenoid tanaman hasil in vitro berbeda dengan induknya, Sementara komponen lain seperti sapo-nin, steroid sama. Kandungan bahan aktif quersetin tabat barito induk berbeda 0,08% lebih tinggi dari hasil kultur in vitro.


Keywords


konservasi; in vitro; tabat barito; aklimatisasi

Full Text:

PDF

References


Departemen Kesehatan RI. 2008. Farmakope Herbal Indonesia. Edisi I. 187 hlm. Anis, M., M. Faisal, dan S.K. Singh. 2003. Micropropagation of Mulberry (Morus alba L.) Through in vitro culture of shoot tip and nodal explants. Plant Tissue Cult. 13 : 47-51.

Bohidar, S., M. Thirunavookkasasu and T.V. Ro. 2008. Effect of Plant Growth Regulators on in vitro micropropagation of “Garden Rue” (Ruta graveolens L.). International Journal of Integrative Biology (IJIB) 3 : 36-43.

Draman, S., M. AM Anris, Razman, Akter S.F.U, Azlina H., Nur Azlina A.R. Muzaffar, Nurazlanah, H., dan Azizah. 2012. Mas cotek (Ficus deltoidea) : A possible supplement fot Type II Diabetes (A Pilot Study). Pertanika J. Trop. Agric. Sci. 35 :93-102.

Edwards, R. dan Gatehouse, J.A. 1999. Secondary Metabolism. Ed. Lea, P.J. dan Leegood R.C. Plant biochemical & Moleculer Biology

nd. New York: john Wiley & Son Inc. hlm. 309-315,

George, E.F., M.A. Hall dan G.J. de Klerk. 2007. Plant propagation by tissue culture. 3rd Edition. Vol 1. The Background. Springer, The Netherland. 504 p.

Harbone. 1987. Metode fitokimia. Penterjemah : ITB Bandung, terjemahan dari Dictionary of Natural Product. 354 hlm.

Kristina, N.N. 2009. Induksi tunas tabat barito (Ficus deltoidea JACK) secara in vitro menggunakan Benzil Adenin (BA) dan Naphthalene Acetic Acid (NAA). Jurnal Littri. 15 : 33-39.

Kristina, N.N.; E.D. Kusumah, dan P.K. Lailani. 2009. Analisa fitokimia dan penampilan pola pita pegagan (Centella asiatica), hasil konservasi in vitro. Buletin Littro. 20 : 11-20.

Ong, S.L., A.P.K. Ling, R. Poospooragi dan S. Moosa. 2011. Production of flavanoid compound, in cell cultures of Ficus deltoidea as influenced by medium composition. Int.J. Med. Arom. Plants, Vol 1 : 62-74. ISSN 2249-

Palestine, A.S. 2008. Induksi Akar pada biakan tanaman pule pandak (Rauvolfia serpentine L.) secara kultur jaringan. Univ. Brawijaya, Fak. Pertanian. Skripsi. 41 hlm.

Pamungkas, F.T., S. Darmanti, dan B. Rahardjo. 2009. Pengaruh kon- sentrasi dan lama perendaman dalam supernatant kultur Bacillus sp.2 DUCC-BR-K13 terhadap pertumbuhan stek horizontal batang jarak pagar (Jatropha curcas L.). J. Sains & Mat. Vol 17 : 131-140.

Salisbury, F.B. dan Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid 3. Penterjemah D.R. Lukman dan Sumaryono. Penerbit ITB Ban- dung. 343 hlm.

Soeyono, A. 2008. Induksi pemben- tukan senyawa sekunder tanam- an sidagori (Sida rhombifolia Linn.) melalui perlakuan cekam- an air. Skripsi Fateta-IPB. 16 hlm.

Vickery, M.L. dan B. Vickery. 1981. Secondary plant metabolism. The

Macmillan Press LTD. 335 p.

Weisman, Z., J. Riov, dan E. Epstein, 1988. Comparisson of Movement

and Metabolism of Indole-3- Acetic acid in Mung Bean Cuttings. Physiol Plant (74). pp.556-560.

Widiastoety, D. dan Soebijanto. 1988. Penelitian Hortikulture 16 : 73-




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/bullittro.v23n1.2012.%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c)



View My Stats

Creative Commons License
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bultro

Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BUL LITTRO) Editorial Office :

Indonesian Spices and Medicinal Crops Research Institute (ISMCRI)
Jl. Tentara Pelajar No. 3 Bogor, Indonesia 16111
Telp. (0251) 8321879, Fax. (0251) 8327010
E mail : buletintro@gmail.com
Website : http://balittro.litbang.pertanian.go.id