EFIKASI FORMULA FUNGISIDA NABATI TERHADAP PENYAKIT BERCAK DAUN JAHE Phyllosticta sp.

Sri Yuni Hartati

Abstract


Penyakit bercak daun, yang disebabkan oleh Phyllosticta sp., merupakan salah satu penyakit yang sangat merugikan pada tanaman jahe. Salah satu alternatif cara pengendalian yang ramah terhadap lingkungan adalah menggunakan pestisida nabati. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji stabilitas, efektivitas, dan fitotoksisitas pestisida nabati berbahan aktif minyak atsiri cengkeh dan serai wangi untuk mengendalikan penyakit bercak daun pada jahe. Pembuatan formula pestisida, pengujian stabilitas, dan uji efektivitasnya secara in vitro dilakukan di laboratorium Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat di Bogor. Pengujian fitotoksisitas dilakukan di rumah kaca, sedangkan uji efektivitas dilakukan di Kebun Percobaan Cicurug, Jawa Barat. Pada penelitian ini telah dibuat formula pestisida berbahan aktif minyak cengkeh dan serai wangi dalam bentuk EC (Emulsified Concentrate). Selanjutnya, formula EC tersebut diuji stabilitas, efektivitas, dan fitotoksisitasnya terhadap penyakit bercak daun jahe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula EC masih stabil selama 10 bulan dalam penyimpanan pada suhu kamar. Formula EC terbukti tidak fitotoksik pada tanaman jahe apabila disemprotkan pada konsentrasi kurang dari dua persen. Hasil pengujian efektivitas secara in vitro menunjukkan bahwa formula EC pada konsentrasi 0,025% dapat menghambat 100% pertumbuhan jamur Rhizoctonia sp. Formula EC (0,2%) yang disemprotkan pada tanaman jahe setiap minggu selama empat bulan berturut-turut dapat mengendalikan penyakit bercak daun sampai pada tingkat serangan di bawah 10%. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pestisida nabati yang mengandung minyak cengkeh dan serai wangi cukup stabil dan efektif untuk mengendalikan penyakit bercak daun pada tanaman jahe.

 


Keywords


jahe; bercak daun; Phyllosticta sp.; pestisida nabati

Full Text:

PDF

References


Bansod, S. and M. Rai. 2008. Antifungal activity of essential oils from Indian medicinal plants against human pathogenic Aspergillus fumigatus and A. niger. World Journal of Medical Sciences. 3(2): 81-88.

BBC. 2009. Herbs can be natural pesticides. http://news.bbc.co.uk/go/pr/fr/-/2/hi/science/na ture/8206045.stm. [5 Oktober 2009].

Direktorat Perlindungan Hotikultura. 2002. Metode pengamatan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) tanaman sayuran. 44 hlm.

Dubey, N.K., R. Shukla, A. Kumar, P. Singh, and B. Prakash. 2010. Prospects of botanical pesticides in sustainable agriculture. Current Science. 4(25): 479-480.

Gende, L.B., I. Floris, R. Fritz, dan M.J. Eguaras. 2008. Antimicrobial activity of Cinnamon (Cinnamomum zeylanicum) essential oil and its main components against Paenibacillus larvae from Argentine. Bulletin of Insectology. 61: 1-4.

Hartati, S.Y., E.M. Adhi, A. Asman, dan N. Karyani. 1993a. Efikasi eugenol, minyak, dan serbuk cengkeh terhadap bakteri Pseudomonas solanacearum. hlm. 43-44. Prosiding Seminar Hasil Penelitian dalam Rangka Pemanfaatan Pestisida Nabati. Bogor 1-2 Desember 1993. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat.

Hartati, S.Y., E.M. Adhi, dan N. Karyani. 1993b. Uji efikasi minyak cengkeh dan serai wangi terhadap Pseudomonas solanacearum. hlm. 37-42. Prosiding Seminar Hasil Penelitian dalam Rangka Pemanfaatan Pestisida Nabati. Bogor 1-2 Desember 1993. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat.

Huang, Y. and S.H. Ho. 1998. Toxicity and antifeedant activities of cinnamaldehyde against the grain storage insect Tribolium castaneum (Herst) and Sitophillus zeamays. J. Stored Prod. Res. 34: 11-17.

Inouye, S., T. Takizawa, dan H. Yamaguchi. 2001. Antibacterial activity of essential oils and their major constituents against respiratory tract pathogens by gaseous contact. J. of Antimicrobial Chemotherapy. 47: 565-573.

Isman, M.B. 2000. Plant essential oil for pest and disease management. Crop Protection. 19: 603-608.

Isman, M.B. 2005. Tropical forests as sources of natural insecticides. Recent Advances in Phytochemistry. 39: 145-161.

Koul, O., S. Walia, and G.S. Dhaliwal. 2008. Essential oils as green pesticides: Potential and constrains. Biopesticides. Int. 4: 63-84.

Luangnarumitchai, S., S. Lamlertthon, and W.Tiyaboonchai. 2007. Antimicrobial activity of essential oils against five strains of Propionibacterium acnes. Mahidol University Journal of Pharmaceutical Sciences. 34: 60-64.

Manohara, D., D. Wahyuno, dan Sukamto. 1993. Pengaruh tepung dan minyak cengkeh terhadap Phytophthora, Rigidoporus, dan Sclerotium. hlm. 19-27. Prosiding Seminar Hasil Penelitian dalam

Rangka Pemanfaatan Pestisida Nabati. Bogor 1-2 Desember 1993. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat.

Miftakhurohmah. 2008. Potensi serai wangi sebagai pestisida nabati. Warta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri. 14(3): 27-29.

Olonisakin, A., M.O. Oladimeji, and L. Lajide. 2006. Bioactivity of steam distilated oils against the cowpea bruchid, Callosbrochus maculates (F) infesting stored cowpea seeds. Pakistan Journal of Biological Sciences. 9(7): 1271-1275.

Palmer, A.S., J. Stewart, and L. Fyle. 1998. Antimicrobial properties of plant essential oils and essences against five important food-borne pathogens. Letters in Applied Microbiology. 26: 118-122.

Reichling, J., P. Schnitzler, U. Suschke, and R. Saller. 2009. Essential oils of aromatic plants wit




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/bullittro.v24n1.2013.%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c)



View My Stats

Creative Commons License
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bultro

Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BUL LITTRO) Editorial Office :

Indonesian Spices and Medicinal Crops Research Institute (ISMCRI)
Jl. Tentara Pelajar No. 3 Bogor, Indonesia 16111
Telp. (0251) 8321879, Fax. (0251) 8327010
E mail : buletintro@gmail.com
Website : http://balittro.litbang.pertanian.go.id