IDENTIFIKASI DAN KARAKTERISASI Sclerotium rolfsii Sacc. PENYEBAB PENYAKIT BUSUK BATANG NILAM (Pogostemon cablin Benth)

Sukamto ., Dono Wahyuno

Abstract


Beberapa penyakit tanaman nilam (Pogostemon cablin) seperti penyakit layu bakteri (Ralstonia solanacearum), penyakit budok (Synchytrium pogostemonis), dan penyakit nematoda parasit (Meloidogyne, Pratylenchus, dan Radopholus), serta penyakit kelompok Potyvirus merupakan salah satu kendala dalam usahatani nilam. Akhir-akhir ini, di pembibitan dan lapang saat musim hujan, banyak tanaman nilam ditemukan membusuk pangkal batangnya, terdapat miselium berwarna putih dan sklerotia pada bagian batang yang sudah busuk. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi patogen penyebab, mempelajari biologinya, dan kisaran inangnya. Patogen penyebab diperoleh dengan isolasi, dimurnikan, dan ditumbuhkan pada media Agar Kentang Dekstrosa (AKD). Karakteristik morfologi jamur penyebab diamati di bawah mikroskop majemuk. Biologi jamur penyebab diamati dengan cara menumbuhkan pada media AKD yang diinkubasi pada berbagai suhu. Kisaran inangnya dipelajari dengan meletakkan potongan miselia pada tanaman yang diuji. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa jamur membentuk miselia berwarna putih, ada klam koneksi dan sklerotium berwarna cokelat, serta berbentuk lonjong-bulat berukuran 0,8-1,84 mm. Jamur penyebab diidentifikasi sebagai Sclerotium rolfsii, mempunyai suhu optimum pertumbuhan antara 20-28oC, terhambat pada suhu 35oC, dan tidak tumbuh pada suhu 5oC. Hasil inokulasi buatan menunjukkan bahwa cendawan S. rolfsii dapat menginfeksi nilam varietas Lhokseumawe, Sidikalang, Tapaktuan, nilam jawa, serta tanaman cabe, jagung, tomat, dan kacang hijau. Ini merupakan laporan pertama yang menyatakan adanya Sclerotium rolfsii pada tanaman nilam di Indonesia.

 


Keywords


karakterisasi; identifikasi; Pogostemon cablin; Sclerotium rolfsii; penyakit busuk batang

Full Text:

PDF

References


Barnett, H.L. and B.B. Hunter. 1972. Illustrated genera of imperfect fungi. Third Ed. Burgess Publishing Company. 241 p.

Daami-Remadi M., H. Jabnoun-Khiareddine, H. Ayed, and M. El Mahjoub. 2007. First report of Sclerotium rolfsii causing a typical soft rot on potetao tubers in Tunisia. Tunisian J. of Plant Protection. 2: 59-62.

Djiwanti, S.R. and Momota. 1991. Parasitic nematodes associated with patchouli disease in West Java. Indust. Crops. Res. J. 3(2): 31-34.

Flores-Moctezuma, H.E., R. Montes-Belmont, A.Jimenez-Perez, and R. Nava-Juarez. 2006. Patho- genic diversity of Sclerotium rolfsii isolates from Mexico dan potential control of southern blight through solarization and organic amendments. Crop Protection. 25: 195-201.

Harvey, S.G., H.N. Hannahan, and C.E. Sams. 2002. Indian mustard and allyl isothiocyanate inhibit Sclerotium rolfsii. J. Amer. Soc. Hort. Sci. 127(1):27-31.

Kwon, JH., D.W. Kang, W.D. Song, and O. Choi. 2011. Occurrence of Sclerotium rot in Allium tuberosum caused by Sclerotium rolfsii in Korea. Myco- biology. 39(3): 230-232.

Lim, T.K. and K. Sijam. 1989. A rot of detached durian fruits caused by Sclerotium rolfsii. Poktanika. 12(1): 11-14.

Miyazawa, M., Y. Okuno, S. Nakamura, and H. Kosaka. 2000. Antimutagenic activity of flavonoids from Pogostemon cablin. J. Agric. Food Chem. 48: 642-647.

Mordue, J.E. 1974. Corticium rolfsii. CMI description of pathogenic fungi and bacteria No. 410. Surrey: Commonwealth Mycological Institute.

Mustika, I., A. Rachmat, dan Suyanto. 1995. Pengaruh pupuk, pestisida, bahan organik terhadap pH tanah, populasi nematoda, dan produksi nilam. Media Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri. (15): 70-74.

Nasrun, Christanti, T. Arwiyanto, dan I. Mariska. 2005. Seleksi antagonistik Pseudomonas fluorescens terhadap Ralstonia solanacearum penyebab penyakit layu bakteri nilam secara in vitro. Jurnal Stigma. 12(2): 228-231.

Noveriza, R., G. Suastika, S.H. Hidayat, dan U.Kartosuwondo. 2012. Pengaruh infeksi virus terhadap produksi dan kadar minyak pada tiga varietas nilam (Pogostemon cablin Benth). Bul. Littro. 23: 93-101.

Okereke, V.C. and R.C. Wokocha. 2007. In vitro growth of four isolates of Sclerotium rolfsii Sacc in the humid tropics. African Journal of Biotechonoly. 6(16): 1879-1881.

Ramanathan N., B. Sivakadacham, and K. Theivendirarajah. 1988. A new isolate of Sclerotium rolfsii Sacc. causing bulb rot in onion (Allium cepa L. variety Poona Red). J. Natn. Sci. Coun Sri Lanka. 16(2): 183-194.

Semangun, H. 1992. Host index of plant diseases in Indonesia. Gadjah Mada University Press. 351 pp.

Sennoi R., S. Jogloy, W. Saksirriat, T. Kesmala, N. Singkham, and A. Patanothai. 2012. Levels of Sclerotium rolfsii inoculums influence iden- tification of resistant genotypes in Jerusalem artichoke. African J. of Microbiology Res. 6(38): 6755-6760.

Singh, M., S. Sharma, and S. Ramesh. 2002. Herbage, oil yield, and oil quality of patchouli [Pogostemon cablin (Blanco) Benth.] influenced by irrigation, organic mulch and nitrogen application in semi- arid tropical climate. Ind. Crops Prod. 16: 101-107.

Sukamto. 2007. Penyakit utama pada tanaman nilam dan pengendaliannya. hlm. 691-700. Prosiding Seminar Nasional dan Pameran Perkembangan Teknologi Tanaman Obat dan Aromatik. Bogor, 5

September 2007.

Sukamto. 2011. Penyakit budok dan pengendaliannya pada tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth). hlm. 156-162. Prosiding Seminar Nasional Inovasi Perkebunan.

Sumartini. 2012. Penyakit tular tanah (Sclerotium rolfsii dan Rhizoctonia solani) pada tanaman kacang- kacangan dan umbi-umbian serta cara pengendaliannya. J. Litbang Pertanian. 31(1): 27-34.

von Arx, J.A. 1981. The genera of fungi sporulating in pure culture. J. Cramer Jerman. 424 p.

Wahyuno, D dan Sukamto. 2010. Ketahanan Pogostemon cablin dan Pogostemon heyneanus terhadap Synchytrium pogostemonis. Jurnal Penelitian Tanaman Industri. 16: 91-97.

Wahyuno, D. 2010. Pengelolaan perbenihan nilam untuk mencegah penyebaran penyakit budok (Synchytrium pogostemonis). Perspektif. 9: 1-11.

Wahyuno, D., S.Y. Hartati, S.R. Djiwanti, R. Noveriza, dan Sukamto. 2011. Penyakit penting pada tanaman nilam dan usaha pengendaliannya. hlm. 66-110. Dalam : Supriadi, M. Rizal, dan D.Wahyuno. Bunga Rampai Nilam, Status Teknologi Hasil Penelitian Nilam. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro). Badan Litbang Pertanian.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/bullittro.v24n1.2013.%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c)



View My Stats

Creative Commons License
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bultro

Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BUL LITTRO) Editorial Office :

Indonesian Spices and Medicinal Crops Research Institute (ISMCRI)
Jl. Tentara Pelajar No. 3 Bogor, Indonesia 16111
Telp. (0251) 8321879, Fax. (0251) 8327010
E mail : buletintro@gmail.com
Website : http://balittro.litbang.pertanian.go.id