Effect of Organic Fertilizer and Biofertlizer Combination on the Growth, Yield and Quality of Gotu Kola

Rahma Widyastuti, Nurul Husniyati Listyana, Erri Setyo Hartanto

Abstract


Gotu kola is one of the medicinal plants that has begun to be cultivated by the Indonesian people. It’s cultivation needs to follow the GAP to produce the qualified yield, including the use of fertilizers. Biofertilizers have been widely developed to reduce adverse effects of chemical fertilizers to the environment, thus an organic cultivation method can be an alternative. The aim of this study was to determine the effect of biofertilizer on growth and yield of gotu kola. This research was an experimental study with a completely randomized design (CRD) using 8 planting media treatments consisting of (a) Soil + manure + dolomite; (b) Soil manure + 1 g biofertilizer; (c) Soil + dolomite + 1g biofertilizer; (d) Soil + manure + 3 biofertilizer; (e) Soil + dolomite + 3 biofertilizer; (f) Soil + manure + 5 g biofertilizer; (g)  Soil + dolomite + 5 g  biofertilizer;  and  (h)  Soil +  3 g biofertilizer. Parameters observed were leaf area, stem length, number of leaves, number of tillers, fresh weight, dry weight and asiaticoside content. The results showed that combination treatment of biofertilizer (1 g) with dolomite (30 g) gives better effect in increasing the number of tillers and number of leaves, while the combination of biofertilizer (5 g) and dolomite (30 g) is the best for asiaticoside levels in gotu cola.

Keywords


Centella asiatica; asiaticoside; biofertilizer; organic fertilizer

Full Text:

PDF

References


Badan Pusat Statistik (2019). Statistik Industri Manufaktur Indonesia 2017. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Bertham, R.Y.H. (2002). Potensi Pupuk Hayati dalam Peningkatan Produktivitas Kacang Tanah dan Kedelai pada Tanah Seri Kandanglimun Bengkulu. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia, 4 (1), 18–26.

Buhaira & Akmal (2018). Pengaruh Pemberian Dolomit dan Pupuk Kandang terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai pada Lahan Kering Ultisol. Semnas Fak. Pertanian Univ. Jambi: Pembangunan Pertanian Berkelanjutan Berbasis Sumberdaya Lokal (169–176).

Burhanuddin, Yudarfis & Idris, H. (2016). Pengaruh Pemberian Kapur dan Kompos terhadap Pertumbuhan dan Produksi Jahe Putih Besar pada Tanah Podsolik Merah Kuning. Bul. Littro, 27 (1), 47–54. doi : 10.21082/bullittro.v27n1.2016.47-53.

Food & Agriculture Organization (2016). A Scheme and Training Manual on Good Agricultural Practices (GAP) for Fruits and Vegetables: Volume 1 The scheme - standard and implementation infrastructure. Bangkok: Food and Agriculture Organization of the United Nations, 122 hal.

Gole, I.D., Sukerta, I.M., & Udiyana, B.P. (2019). Pengaruh Dosis Pupuk Kandang Sapi Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica juncea L.). Agrimeta : Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem , 9 (18), 46–51.

Hanafiah, K.A. (2005). Dasar-Dasar Ilmu Tanah (1st ed.). Jakarta: RajaGrafindo Persada, 358 hal.

Hartoyo, B., Trisilawati, O., & Ghulamahdi, M. (2015). Tanggap Pertumbuhan dan Biomasa Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) pada Aplikasi Fungi Mikoriza Arbuskula dan Pemupukan di Tanah Andosol. Bul. Littro, 26 (2), 87–98. doi : 10.21082/bullittro.v26n2.2015.87-98.

Hasibuan, H.S., Sopandie, D., Trikoesoemaningtyas, & Wirnas, D. (2018). Pemupukan N, P, K, Dolomit, dan Pupuk Kandang pada Budidaya Kedelai di Lahan Kering Masam. J. Agron. Indonesia. 46(2), 175–181. doi : 10.24831/jai.v46i2.17268.

Irawan., & Pratiwi, E. (2016). Pemanfaatan Pupuk Hayati Agrimeth untuk Menghemat Penggunaan Pupuk dan Meningkatkan Pendapatan Petani. Prosiding Kongres Teknologi Nasional 2016 (pp. 411–418). Jakarta: BPPT Press.

Jiang, H., Zheng, G., Lv, J., Chen, H., Lin, J., Li, Y., Fan, G. & Ding, X. (2016). Identification of Centella asiatica’s Effective Ingredients for Inducing The Neuronal Differentiation. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, 1–9. doi: 10.1155/2016/9634750.

Manurung, H., Kustiawan, W., Kusuma, I.W. & Marjenah (2019). Pengaruh Cekaman Kekeringan terhadap Pertumbuhan dan Kadar Flavonoid Total Tumbuhan Tabat Barito (Ficus deltoidea Jack). Jurnal Hortikultura Indonesia, 10 (1), 55–62. doi: 10.29244/jhi.10.1.55-62.

Narkhede, S.D., Attarde, S.B. & Ingle, S.T. (2011). Study On Effect of Chemical Fertilizer and Vermicompost On Growth of Chili Pepper Plant (Capsicum annuum L.). Journal of Applied Sciences in Environmental Sanitation, 6 (3), 327–332.

Putra, I., Jasmi. & Setiawan, O. (2018). Pengaruh Pemberian Dolomit dan Pemupukan NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Okra (Abelmoschus esculentus L.) pada Tanah Histosol. Jurnal Agrotek Lestari, 5 (2), 47–60. doi : 10.35308/jal.v4i2.1631.

Putra, S. (2012). Pengaruh Pupuk NPK Tunggal, Majemuk, dan Pupuk Daun terhadap Peningkatan Produksi Padi Gogo Varietas Situ Patenggang. Agrotrop, 2 (1), 55–61.

Ramadhan, F. (2014). Parameter Genetik pada Beberapa Varietas Padi (Oryza sativa L.) pada Kondisi Media Berbeda. Thesis. Universitas Syiah Kuala, 98 hal.

Roswanjaya, Y.P., Chotimah, S. & Devy, L. (2013). Induksi Produksi Asiatikosida Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) Menggunakan Stimulan Biologi pada Kondisi Ternaungi. Jurnal Sains dan Teknolodi Indonesiai, 15 (3), 24–30. doi : 10.29122/jsti.v15i3.3393.

Sayekti, R.S., Prajitno, D. & Indradewa, D. (2018). Pengaruh Takaran Pupuk Kandang dan Kompos Terhadap Pertumbuhan Daun Kangkung (Ipomea reptans) Akuaponik. Agrinova: Journal of Agriculture Inovation, 1 (1), 15–22. doi: 10.22146/agrinova.41776.

Simanungkalit, R.D.M., Suriadikarta, D.A., Saraswati, R., Setyorini, D. & Hartatik, W. (2006). Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. Bogor: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, 313 hal.

Sutardi (2016). Kandungan Bahan Aktif Tanaman Pegagan dan Khasiatnya untuk Meningkatkan Sistem Imun Tubuh. Jurnal Litbang Pertanian, 35 (3), 121–130. doi: 10.21082/jp3.v35n3.2016.p121-130

Suwahyono, U. (2011). Petunjuk Praktis Penggunaan Pupuk Organik Secara Efektif dan Efisien. Jakarta: Penebar Swadaya, 124 hal.

Syahadat, R.M., & Aziz, S.A. (2012). Pengaruh Komposisi Media dan Fertigasi Pupuk Organik terhadap Kandungan Bioaktif Daun Tanaman Kemuning (Murraya paniculata (L.) Jack.) di Pembibitan. Buletin Littro, 23 (2), 142–147. doi : 10.21082/bullittro.v23n2.2012.%25p.

Syahputra, D., Alibasyah, M.R. & Arabia, T. (2015). Pengaruh Kompos dan Dolomit terhadap Beberapa Sifat Kimia Ultisol dan Hasil Kedelai (Glycine max L. Merril) pada Lahan Berteras. Jurnal Manajemen Sumberdaya Lahan, 4 (1), 535–542.

Tehubijuluw, H., Sutapa, I.W. & Patty, P. (2014). Analisis Kandungan Unsur Hara Ca, Mg, P, dan S pada Kompos Limbah Ikan. Jurnal Teknik Industri Arika, 8 (1), 43–52. doi : 10.30598/arika.2014.8.1.43-52.

World Health Organization (2019). Who Global Report on Traditional and Complementary Medicine 2019. Geneva: WHO, 226 hal.

Zulkifli, T.B.H. & Putra, I.A. (2016). Kajian Variasi Jarak Tanam dan Dosis Pupuk Dolomit terhadap Pertumbuhan Kacang Tanah (Arachys hipogeae L) di Lahan Pasang Surut. Jurnal Agroteknologi dan Perkebunan Agrinula, 2 (1), 1–4. doi : 10.36490/agri.v2i1.36.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/bullittro.v32n1.2021.23-30

Data citation

Apabila dibutuhkan data sitasi ada dalam file dalam aplikasi mendeley

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2021 Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



View My Stats

Creative Commons License
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bultro

Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BUL LITTRO) Editorial Office :

Indonesian Spices and Medicinal Crops Research Institute (ISMCRI)
Jl. Tentara Pelajar No. 3 Bogor, Indonesia 16111
Telp. (0251) 8321879, Fax. (0251) 8327010
E mail : buletintro@gmail.com
Website : http://balittro.litbang.pertanian.go.id