Pelestarian Koleksi Plasma Nutfah Karet IRRDB 1981 melalui Duplikasi Genotipe di Kebun Entres

Muhamad Rizqi Darojat, Syarifah Aini Pasaribu, Sayurandi Sayurandi

Abstract


Ribuan aksesi plasma nutfah karet IRRDB 1981 (PN’81) merupakan material genetik tanaman karet yang diperoleh dari habitat aslinya di hutan hujan tropis Brasil yang dikoleksi oleh International Rubber Research and Development Board pada tahun 1981. Material genetik yang ditanam di Kebun Percobaan Balai Penelitian Sungei Putih ini dimanfaatkan dalam program perakitan klon unggul tanaman karet. Pelestarian PN’81 dalam bentuk kebun koleksi ex situ sudah tidak lagi relevan karena cara ini membutuhkan areal yang luas (58,5 ha), biaya pemeliharaan besar, dan rentan terhadap gangguan faktor alam maupun manusia. Penelitian ini bertujuan untuk melestarikan koleksi PN’81 dalam bentuk kebun entres sehingga koleksi tersebut tidak rusak dan hilang. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif dengan seluruh anggota populasi sebagai sampel. Pengamatan dilakukan secara langsung terhadap jumlah tegakan yang tersisa, jumlah mata entres, keberhasilan okulasi, dan pertumbuhan mata okulasi. Hasil reinventarisasi menunjukkan bahwa terjadi penurunan jumlah aksesi yang sangat tinggi, yaitu sebesar 8.322 aksesi selama periode 1990–2018. Penurunan disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya adalah usia tanaman, gangguan hewan dan manusia, serangan penyakit, kebakaran, dan serangan angin. Sebagian besar aksesi PN’81 menghasilkan sedikit cabang autotrof muda dan persentase keberhasilan okulasi rendah. Hasil pengamatan pertumbuhan tunas okulasi bulan kesembilan menunjukkan nilai koefisien keragaman yang cukup besar dan sebanyak 33% tanaman mengalami gangguan pertumbuhan di lapangan (kebun entres). Upaya pelestarian plasma nutfah PN’ 81 dalam bentuk kebun entres hanya dapat menyelamatkan 12,5% aksesi dari total koleksi plasma nutfah PN’81.


Keywords


koleksi PN’81; pelestarian plasma nutfah; duplikasi mata tunas

Full Text:

PDF

References


Admojo, L., Prasetyo, N.E., Afifah, E. & Hadi, H. (2013) Pengaruh juvenilitas entres terhadap karakter tunas bibit okulasi dini tanaman karet. Jurnal Penelitian Karet, 31 (1), 13–19.

Aidi-Daslin (2012) Kekerabatan genetik 15 aksesi plasma nutfah karet hasil ekspedisi 1981 berdasarkan penanda molekuler. Agrium, 17 (3), 186–191.

Aidi-Daslin, Fairuzah, Z. & Dalimunthe, C. (2009) Kemajuan pemuliaan dan seleksi tanaman karet di Indonesia. Dalam: Aidi-Daslin, Siagian, N., Istianto

& Rachmawan, A. (editor) Prosiding Lokakarya Nasional Pemuliaan Tanaman Karet. Batam, Pusat Penelitian Karet, hlm. 50–59.

Aidi-Daslin, Fairuzah, Z. & Dalimunthe, C. (2011) Uji resistensi genotipe terpilih dari plasma nutfah. Jurnal Penelitian Karet, 29 (1), 16–24.

Aidi-Daslin, Sayurandi & Pasaribu, S. (2006) Genotipe terpilih sebagai penghasil lateks dan kayu dari plasma nutfah karet IRRDB 1981. Dalam: Sumarmadji, Siagian, N., Aidi-Daslin, Istianto, Suhendry, I. & Kustyanti, T. (editor) Prosiding Lokakarya Nasional Budi Daya Tanaman Karet. Medan, Pusat Penelitian Karet, hlm. 346–352.

Alwi, N. & Suhaimi, A. (1990) Kegiatan pengumpulan, pelestarian, dan pemanfaatan plasma nutfah karet di Pusat Penelitian Perkebunan Sungei Putih. Dalam: Basuki, Nasution, U., Alwi, N., Azwar, R., Gintings, S., Supriyanto & Sadaruddin (editor) Prosiding Lokakarya Nasional Pemuliaan Karet. Medan, Pusat Penelitian Karet, hlm.159–173.

Alwi, N., Suhendry, I. & Harahap, A. (1993) Data paspor plasma nutfah karet. Medan.

Ardika, R. & Herlinawati, E. (2014) Alternatif penyediaan bahan tanam karet dengan sistem root trainer. Warta Perkaretan, 33 (2), 73–78.

Cahyo, A.N., Saputra, J., Stevanus, C.T. & Sahuri (2016) The usage of root trainer to enhance growth of rubber planting materials. Jurnal Litbang Pertanian, 35 (1), 17–24.

Clement-Demange, A., Chapuset, T. & Seguin, M. (2002) Report on the IRRDB 1981 Hevea germplasm by CIRAD (France). In: IRRDB workshop on breeding, agroforestry and socioeconomy, pp.1–19.

Dijkman, M.J. (1951) Hevea thirty years of research in the far east. Florida, University of Miami Press.

Garner, R. (2013) The grafter’s handbook. 6th Edition. London, Octopus Publishing Group.

Ginting, S., Suhendry, I. & Azwar, R. (1995) Kegiatan konservasi dan pemanfaatan plasma nutfah karet. Dalam: Azwar, R., Nasution, U., Gintings, S., Gozali, A.D., Suhendry, I. & Sadaruddin (editor)

Prosiding Lokakarya Nasional Pemuliaan Karet. Medan, Pusat Penelitian Karet.

Goldschmidt, E.E. (2014) Plant grafting: new mechanisms,

evolutionary implications. Frontiers in Plant Science, 5 (727), 1–9. doi:10.3389/fpls.2014.00727.

Indarty (2000) Pengaruh umur pohon induk karet terhadap kualitas tanaman yang dihasilkan. Ilmu Pertanian, 7 (2), 52–57.

Junaidi, Atminingsih & Siagian, N. (2014) Pengaruh jenis mata entres dan klon terhadap keberhasilan okulasi dan pertumbuhan tunas pada okulasi hijau di polibag. Jurnal Penelitian Karet, 32 (1), 21–30.

Koepke, T. & Dhingra, A. (2013) Rootstock scion somatogenetic interactions in perennial composite plants. Plant Cell Reports, 32 (9), 1321–1337. doi:10.1007/s00299-013-1471-9.

Kusdiana, A. & Oktavia, F. (2014) Resistensi plasma nutfah IRRDB 1981 terhadap penyakit gugur daun Corynespora. Widyariset, 17 (2), 175–181.

Lam, L.V., Thanh, T., Trang L.T.T., Truong, V.V., Lam, H.B. & Tuy, L.M. (2012) Hevea germplasm in Vietnam: Conservation, characterization,

evaluation, and utilization. In: Caliskan, M. (ed.) Genetic diversity in plants. London, IntechOpen, pp.433–456.

Lasminingsih, M. (1989) Plasma nutfah tanaman karet dan kegunaannya. Lateks, 4 (1), 1–4.

Lasminingsih, M. & Oktavia, F. (2008) Mutu bahan tanam karet dan sosialisasi SNI-RSNI bibit karet. Warta Perkaretan, 27 (1), 35–49.

Marattukalam, J. & Saraswathyamma, C. (1992) Propagation and planting. In: Sethuraj, M. & Mathew, N. (eds.) Natural rubbber: Biology, cultivation, and technology. 1st Edition. Amsterdam,

Elsevier, pp.164–199.

Melnyk, C.W. (2017) Plant grafting: insights into tissue regeneration. Regeneration, 4 (1), 3–14. doi:10.1002/reg2.71.

Melnyk, C.W. & Meyerowitz, E.M. (2015) Plant grafting. Current Biology, 25 (5), R183–R188. doi:10.1016/j.cub.2015.01.029.

Mercado, A., Don Immanuel, E. & Harrison, S. (2010) Technical and financial aspects of clonally propagated rubber planting stock for rubber agroforestry in Mindanao. In: Proceedings of Endof-Project Workshop ASEM/2006/091 Enhancing Tree Seedling Supply via Economic and Policy Changes in the Philippines Nursery Sector, pp.163–169.

Mercy, M., Rao, G. & Reghu, C. (2015) Conservation of 1981 IRRDB Hevea germplasm collection in India–Current status. India, Institute of Forest Genetics and Tree Breeding, pp.58–78.

Mercykutty, V. & Gireesh, T. (2015) Studies on graft compatibility of buds in growth and tappability of Hevea brasiliensis. Acta Horticulturae. 1086, 285–292.

Normah, M.N. & Chin, H.F. (1995) Cryopreservation of germplasm of rubber (Hevea brasiliensis). Cryopreservation of Plant Germplasm, 32, 180–190. doi:10.1007/978-3-662-03096-7_11.

Ogidi, E.G.O., Okore, I.K. & Dike, J.C. (2018) Correlation analysis of nutrient soil-plant content and bud take success in Hevea brasiliensis Muell Arg. in acidic soil of South Eastern Nigeria. Journal

Experimental Biology and Agricultural Sciences, 6 (1), 116–123. doi:10.18006/2018.6(1).116.123.

Oktavia, F., Kuswanhadi & Lasminingsih, M. (2011) Genetic relationship of Wickham and IRRDB 1981 rubber population based on RAPD markers analysis. HAYATI Journal of Biosciences, 18 (1),

–32. doi:10.4308/hjb.18.1.27.

Oktavia, F., Sudarsono, Kuswanhadi, Dinarty, D. & Widodo (2016) Identifikasi ketahanan plasma nutfah karet IRRDB 1981 terpilih terhadap penyakit gugur daun Corynespora. Jurnal Penelitian Karet,

(1), 35–48.

Onokpise, O.U. (2004) Natural rubber, Hevea Brasiliensis (Willd. Ex A. Juss.) MüLl. Arg., germplasm collection in The Amazon Basin, Brazil: A Retrospective. Economic Botany, 58 (4), 544-555. doi:10.1663/0013-0001(2004)058[0544:

NRHBWE]2.0.CO;2.

Paardekooper, E. (1989) Exploitation of the rubber tree. In:

Webster, C. & Baulkwill, W. (eds.) Rubber. London, Longman Group, pp. 349–414.

Priyadarshan, P.M. (2016) Genetic diversity and erosion in Hevea rubber. In: Ahuja, M.R & Jain, S.M. (eds.) Genetic diversity and erosion in plants. Switzerland, Springer, Cham, pp. 233-267. doi:10.1007/978-3-319-25954-3.

Priyadarshan, P.M. (2017) Biology of Hevea rubber. New York, Springer. doi:10.1007/978-3-319-54506-6.

Priyadarshan, P.M. & Goncalves, P.D.S. (2003) Hevea gene pool for breeding. Genetic Resources and Crop Evolution, 50, 101-114.

doi:10.1023/A:1022972320696.

Priyadarshan, P.M., Gonçalves, P.S. & Omokhafe, K.O. (2009) Breeding Hevea rubber. In: Jain, S.M. & Priyadarshan, P.M. (eds.) Breeding plantation tree crops: Tropical species. New York, Springer, pp.

–522. doi:10.1007/978-0-387-71201-7_13.

Sayurandi & Aidi-Daslin (2011) Heterosis dan heritabilitas pada progeny F1 hasil persilangan kekerabatan jauh tanaman karet. Jurnal Penelitian Karet, 29 (1), 1–15.

Schultes, R. (1970) The history of taxonomic studies in Hevea. The Botanical Review, 36, 197–276.

Seneviratne, P. (2000) the role of budwood nursery on the quality of the budded plants. Bulletin of Rubber Research Institute of Sri Langka. 41, 49–51.

Seneviratne, P., Karunasekera, K.B.A., Liyanage, K.K., Rupatunge, K.W., Gamage, A.K. & Peiris, H.P.

(2009) The success story down the ages: The role of rubber breeders in Sri Lanka. Bulletin of Rubber Research Institute of Sri Langka, 50, 1–5.

Siagian, N. (2012) Juvenilitas sumber mata okulasi dan pengelolaan kebun entres. Warta Perkaretan, 31 (2), 57–65.

Soman, T.A., Suryakumar, M., Mydin, K.K. & Jacob, J. (2011) Comparison of root trainer and polibag grown planting materials of Hevea. Natural Rubber Research, 24 (1), 84–90.

Suhendry, I., Alwi, N. & Soedarsan, A. (1994) Koleksi, konservasi, dan evaluasi plasma nutfah karet. Warta Perkaretan, 13 (1), 43–49.

Tistama, R. & Hamim (2007) Inkompatibilitas jaringan rootstock-scion: kasus pada tanaman karet (Hevea brasiliensis). Warta Perkaretan, 26 (2), 1–9.

Toruan-Mathius, N., Lizawati, Aswidinnoor, H. & Boerhendy, I. (2016) Pengaruh batang bawah terhadap pola pita isoenzim dan protein batang atas pada okulasi tanaman karet (Hevea brasiliensis Muell Arg .). Menara Perkebunan, 70 (1), 20–34.

Varghese, Y. (1992) Germplasm resources and genetic improvement. In: Seturaj, M. & Mathew, N. (eds.) Natural rubbber: Biology, cultivation, and technology. 1st edition. Amsterdam, Elsevier, pp.

–115.

Webster, C. & Paardekooper, E. (1989) The botany of the rubber tree. In: CC, W. & WJ, B. (eds.) Rubber. 1st edition. London, Longman Group, pp.57–84.

Wycherley, P.R. (1992) The genus Hevea-Botanical aspects. In: Sethuraj, M.R. & Mathew, N.M. (eds.) Developments in crop science. Amsterdam, Elsevier, pp. 50-66.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/blpn.v26n1.2020.p1-10

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 Buletin Plasma Nutfah

 


       


Buletin Plasma Nutfah

Jalan Tentara Pelajar 3A, Bogor 16111
Jawa Barat, Indonesia
Phone: (0251) 8339793, 8337975
Call Centre: 08211181677
Fax: (0251) 8338820
E-mail: buletin.plasmanutfah@gmail.com
Website: http://biogen.litbang.pertanian.go.id

ISSN    : 1410-4377
E ISSN : 2549-1393

Accreditation Number200/M/KPT/2020





View My Stats