Respons Ketahanan Plasma Nutfah Jagung terhadap Penyakit Bulai (Peronosclerospora philipinensis)

Syahrir Pakki, Mappaganggang Mappaganggang

Abstract


Dua percobaan untuk mengetahui respons plasma nutfah jagung terhadap penyakit bulai (Peronosclerospora philipinensis) telah dilakukan. Kedua percobaan tersebut disusun dalam Rancangan Acak Kelompok dengan dua ulangan. Perlakuan pada setiap percobaan tersebut (2014 dan 2016) adalah 70 aksesi jagung yang berbeda. Aksesi-aksesi tersebut ditanam dengan jarak tanam 75 cm × 20 cm, panjang baris adalah 5 m, sehingga terdapat 20 tanaman setiap barisan. Pada setiap 10 baris, ditanam dua varietas pembanding yakni pembanding rentan dan pembanding tahan. Pemupukan dilakukan pada 10 hari setelah tanam (HST) dengan campuran pupuk urea, ZA, SP36, dan KCl dengan dosis masing-masing 100, 100, 100, dan 100 kg/ha. Pemupukan kedua dan ketiga diberikan pada 30 dan 45 HST dengan dosis 100 kg urea/ha. Sebagai sumber inokulum penyakit bulai, di sekeliling petak ulangan ditanam varietas Anoman (varietas rentan) yang diinokulasi dengan suspensi patogen bulai. Pengamatan dilakukan pada 25, 35, dan 55 HST, dengan standar ketahanan terhadap penyakit bulai: 0–10% = tahan, 11–25% = agak tahan, 26–50% = agak rentan, >50% = rentan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa terdapat 5 aksesi yang tahan terhadap penyakit bulai (P. philippinensis), yaitu aksesi CML 440×MR4-9-30-3, 664, 60, 572, dan 552 dengan intensitas infeksi bulai 5–10%. Dua belas aksesi lainnya tergolong agak tahan, yaitu CML 440×MR4-9-98-2, CML 440×MR4-9-98-4, CML 440×MR4-9-124-1, 66, 71, 319, 108, 73, 48, 105, 554, dan 682 dengan intensitas infeksi 13–25%. Pada percobaan yang sama, rerata persentase serangan bulai pada varietas rentan mencapai 100%.


Keywords


Ketahanan; jagung; bulai; plasma nutfah.

Full Text:

PDF

References


Anonymous (2006) Philippines downy mildew and brown stripe downy mildew of the corn. [Online] Available from:http://www.ars.usda.gov/research/project.htm?CCN-NO=41075 [Accessed 3 October.2016].

Abadi, L. (2003) Ilmu penyakit tumbuhan. Malang, Bayumedia Publising.

Abad, Z.G., Bienapfl, J, Luster, D.G., Carter, M., Thines, M., Telle, S., Rilley, M.J.J., Levesgue, A. & Dela Cueva, F.M. (2013) Status, challenges, and tools for identification and diagnosis of Peronosclerospora and Sclerophthora of regulatory concern for graminicolus crops. USA, Phytopathological SOC.

Burhanuddin (2009) Fungisida metalaksil tidak efektif menekan penyakit bulai (Peronosclerospora maydis) di Kalimantan Barat dan alternatif pengendaliannya. Prosiding Seminar Nasional Serealia. Maros, Balai Penelitian Tanaman Serealia.

CIMMYT (2006) Downy mildew.at maize doctor. [Online] Available from: http://maizedoctor. Cimmyt.org/-index.php.php?id [Accessed 8 May 2013].

Farrar, J.F. & Lewis, D.H. (1987) Nutrion relation in biotropic infection. In: Pegg & Aryes, F.G. (eds.) Fungal Infection of Plant. New York, Cambridge University.

Gardner, C. (1978) Peronosclerospora species and other downy mildews of the gramineae. Mycologia, 70 (3), 594–604. doi: 10.2307/3759397.

Hikmawati, Kuswinanti, T., Melina & Pabendon, M.B. (2011) Karakterisasi morfologi Peronosclerospora spp., penyebab penyakit bulai pada tanaman jagung dari beberapa daerah di Indonesia. Jurnal Fitomedika, 7 (3), 154–161.

Jatnika, W., Abadi, A.L. & Aini, L.Q. (2013) Pengaruh aplikasi Bacillus sp dan Pseudomonas sp terhadap perkembangan penyakit bulai yang disebabkan oleh jamur patogen Peronosclerospora maydis pada tanaman jagung. Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan, 1 (4), 26–34.

Kaneko, K. & Aday, B.A. (1980) Inheritence of resistance to Philippine downy mildew of maize Peronoclerospora philippinensis. Crop Science, 20 (5), 590–594. doi: 10.2135/ cropsci1980.0011183X-002000050011x.

Kamalakannan, A. & Shanmugam, V. (2009) Management approaches of maize downy mildew using biocontrol agent and plant extract. Acta Phytopathologica et Entomologica Hungarica, 44 (2), 255–266 .

doi: 10.1556/APhyt.44.2009.2.

Lukman. R., Ahmad, A. & Thomas, L. (2006) Tracing the signature of Peronosclerospora maydis in maize seed. Australia Plant Pathology, 45 (1), 73–82. doi: 10.1007/s13313-015-0390-3.

Muis, A., Pabendon, M.B., Nonci, N., Purbowasito, W. & Waskito, S. (2012) Keragaman genetik patogen penyebab bulai berbasis marka SSR. Seminar Nasional Insentif Riset Sinas. Bandung, 29−30 November 2012.

Pajrin, J., Panggesso, J. & Rosmini (2013) Uji ketahanan beberapa varietas jagung (Zea mays) terhadap intensitas serangan penyakit bulai (Peronosclerospora maydis). Jurnal Agrotekbis, 1 (2), 135–139.

Pakki S. (2014) Epidemiologi dan strategi pengendalian penyakit bulai (Peronosclerospora sp.) pada tanaman jagung. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 33 (2), 47–52. doi: 10.21082/jp3.v33n2.2014.p47-52.

Pakki, S & Muis, A. (2007) Patogen utama tanaman jagung setelah padi rendengan di lahan sawah tadah hujan. Penelitian Pertanian, 26 (5), 55–61.

Pakki S & Djabbar, A. (2013) Peranan varietas dan fungisida dalam dinamika penularan patogen obligat parasit dan sapropit pada tanaman jagung. Dalam: Burhanuddin (editor) Prosisiding Seminar Nasional Serealia Meningkatkan Peran Penelitian Serealia Menuju Pertanian Bioindustri. Balai Penelitian Tanaman Serealia, hlm. 443-454.

Pakki, S., Talanca, H. & Gusnawaty. (2006) Sebaran penyakit bulai (Peronosclorospora sp) pada beberapa sentra pertanaman jagung di Sulawesi Selatan. Seminar dan Loka Karya Nasional. Balitsereal Puslitbangtan, Badan Litbang Pertanian, hlm. 581–587.

Pakki, S., Mappaganggang & Takdir, A. (2012) Skrining plasma nutfah jagung terhadap penyakit bulai. Laporan Hasil Penelitian Hama dan Penyakit. Maros, Balitsereal

Pakki, S., Mappaganggang & Azrai, M. (2013) Skrining ketahanan plasma nutfah jagung terhadap penyakit bulai (Peronosclerospora sp). Dalam: Burhanuddin (editor) Prosiding Seminar Nasional Serealia Meningkatkan Peran Penelitian Serealia Menuju Pertanian Bioindustri. Balai Penelitian Tanaman Serealia.

Panicker, S. & Gangadharan, K. (1999) Controlling downy mildew of maize caused by Peronosclerospora sorghi by foliar sprays of phosphonic acid. Crop Protection, 18 (2), 115–118. doi: 10.1016/S0261-2194(98)00101-X.

Perumal, R., Nimmakaya, P., Erattaimuthu, S.R., No, E.G. Reddy, U.K., Prom, L.K., Odvody, G.N., Luster, D.G. & Magilland, C.W. (2008) Simple sequence repeat markers useful for sorghum downy mildew (Peronosclerospora sorghi) and related spesies. BMC Genetics, 9 (77), 1–14. doi:10.1186/1471-2156-9-77.

Rahamma, S., Pakki S. & Wakman, W. (1998) Identifikasi ras penyakit bulaI (Peronosclerospora sp) pada tanaman jagung. Risalah Penelitian Jagung dan Serealia Lain, 2 (1), 45–48.

Rashid, Z., Zaidi, P.H., Vinayan, M.T., Sharma, S.S. & Srirama Setty, T.A. (2013) Downy mildew resistance in maize (Zea mays L.) across Peronosclerospora species in lowland tropical Asia. Crop Protection, 43, 183–191. doi: 10.1016/j.cropro.2012.08.007.

Rajeev. H.V., Chamala, O.B.P. & Dueby, P. (2009) Status cereal downy mildew and their management. Integrated pest and disease management. [Online] Available from: http://books.google.co.id/ books?isbn [Accessed 5 May 2016].

Singh, R.S. (1980) Introduction to principles of plant pathology. Third edition. New Delhi, Oxford & IBH Publishing Co.

Soenartiningsih (2011) Perkembangan penyakit bulai (Perenosclerospora maydis) pada jagung tahun 2008–2009 di Kabupaten Blitar. [Online] Tersedia pada: http://www.puptkomda Sul-Sel.org.6/2011 [Diakses 9 juli 2013].

Takahashi, K., Inaba, T. & Kajiwara, T. (1981) Distribution and ultrastructure of Peronossclerospora maydis in maize shoot tips. Plant Pathology, 71 (11), 1133–1137.

Telle, S., Shivas, G.R., Ryley, M.J. & Thines, M. (2011) Moleculer phylogenetic analysis of Perenosclerospora (Oomycetes) reveals cyptic speciesand genetically distinct species paracitic to maize. Europan Journal of Plant Pathology, 130 (4), 521–528. doi: 10.1007/s10658-011-9772-8.

Wakman, W. (2002) Sebaran dua spesies cendawan Peronosclerospora yang berbeda morfologi konidianya di Indonesia. Makalah disajikan pada Pertemuan membahas organisme pengganggu tanaman karantina (OPTK) di Cianjur, 9–12 September 2002.

Wakman, W. & Burhanuddin (2007) Pengelolaan penyakit prapanen jagung. Buku Jagung. Teknik produksi dan pengembangan. Maros, Balai Penelitian Tanaman Serealia.

Wakman W., Pakki, S. & Kontong, S. (2007) Evaluasi ketahanan varietas/galur jagung terhadap terhadap penyakit bulai. Laporan tahunan Kelompok Peneliti Hama dan Penyakit. Maros, Balitsereal Maros.

Widiantini F., Yulia, E. & Purnama, T. (2015) Morfological variation of Perenosclerospora maydis the causal agent of maize Downy mildew from different location in Jawa Indonesia. Jurnal of Agricultural Enginering and Biotecnology, 3 (2), 23–27. doi: 10.18005/JAEB0302002.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/blpn.v24n1.2018.p43-52

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Buletin Plasma Nutfah

 


       


Buletin Plasma Nutfah

Jalan Tentara Pelajar 3A, Bogor 16111
Jawa Barat, Indonesia
Phone: (0251) 8339793, 8337975
Call Centre: 08211181677
Fax: (0251) 8338820
E-mail: buletin.plasmanutfah@gmail.com
Website: http://biogen.litbang.pertanian.go.id

ISSN    : 1410-4377
E ISSN : 2549-1393

Accreditation Number200/M/KPT/2020





View My Stats