Deskripsi Tempat Tumbuh, Keragaman Morfologi, dan Kandungan Senyawa Fitokimia Shorea balangeran Burck di Hutan Bangka Belitung

Marfuah Wardani, Adi Susilo

Abstract


Shorea balangeran Burck termasuk jenis pohon komersial terancam punah di habitat alaminya. Dalam rangka mendukung upaya konservasi, telah dilakukan penelitian yang bertujuan mengetahui kondisi tempat tumbuh, keanekaragamn morfologi dan hubungannya kandungan senyawa fitokimia pada pepagan, ranting, dan daun. Penelitian dilakukan di kawasan hutan Pulau Bangka Belitung. Lokasi penelitian dilaksanakan di Hutan Konservasi (HK) Air Limau, Bangka pada bulan Juni 2014. Penelitian di Pulau Belitung dilaksanakan di Hutan Lindung Pantai (HLP) Senusur Sembulu dan Hutan Lindung Gunung  (HLG) Bantan pada bulan Oktober 2014. Metode yang dilakukan dengan membuat sepuluh plot pengamatan berbentuk lingkaran dengan radius 7,32 m pada setiap lokasi, dan S. balangeran sebagai titik tengahnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa S. balangeran tumbuh mengelompok dan mendominasi di ketiga lokasi penelitian. Jenis ini tumbuh pada  daerah dataran rendah lahan kering hingga lahan basah, pada ketinggian 5 – 55 m dari permukaan laut. Hasil analisis fitokimia pepagan, daun, ranting S. balangeran secara umum mengandung senyawa alkaloid, saponin, tannin, fenolik, flavonoid, triterfenoid dan glikosida. Pepagan, ranting dan daun individu S. balangeran berdiameter batang 20 cm asal sampel HK Air Limau memiliki senyawa fitokimia lebih lengkap, yaitu terdapat steroid. Ukuran diameter batang dan tempat tumbuh S. balangeran dapat sebagai parameter untuk menduga potensi kandungan senyawa fitokimia pada pepagan, ranting, serta daun.


Keywords


fitokimia; Shorea balangeran; morfologi; tempat tumbuh.

Full Text:

PDF

References


Alexander, Samuel A. and Joseph E Barnard, 1995. Forest Health Monitoring, Field Methods Guide. Enviromental Monitoring Systems laboratory Las Vegas.

Ashton, P.S. 1983. Dipterocarpaceae. Flora Malesiana. The Hague, Boston, London I,9:509.

Atmoko, T. 2011. Potensi regenerasi dan penyebaran Shorea balangeran (Korth.) Burck di sumber benih Saka Kajang, Kalimantan Tengah. Jurnal Penelitian Dipterokarpa 5 (2):21-35.

Hakim, E.H, (2002). Oligostilbenoid dari Tumbuhan Dipterocarpaceae. Bull. Soc. Nat. Prod. Chem. 2:1-19.

Hakim, E.H., Y.M. Syah, L.D. Juliawati, & D. Mujahidin, 2008. Aktifitas Antioksidan dan inhibitor tirosinase beberapa stilbenoid dari tumbuhan Moraceae dan Dipterocarpaceae yang potensial untuk bahan kosmetik. Jurnal Matematika Dan Sains 13 (2):33-42.

Haryoto, Y.M. Syah, L.D. Juliawaty, S.A. Achmad, J. Latip, E.H. Hakim, 2006. Senyawa-senyawa Oligomer Resveratrol dari Kulit Batang Shorea brunnescens (Dipterocarpaceae). Jurnal Matematika Dan Sains 11 (3):89-94.

Hasanah, A.N., F. Nazaruddin, E. Febriana, dan A. Zuhrotun. 2011. Analisis kandungan minyak atsiridan uji aktivitas antiinflamasi ekstrak rimpang kencur (Kaempferia galangal L.). Jurnal Matematika & Sains 16(3):147-152.

Hastuti, N. dan Wardani, M. 2016. Potensi Senyawa Kimia Kulit Batang Shorea ovalis (Korth.) Blume Sebagai Bahan Obat. Naskah Jurnal Widyariset (Proses publikasi).

Hilwan, I. 2015. Karakteristik biofisik pada berbagai kondisi hutan kerangas di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Jurnal Silvikultur Tropika 6 (1): 59-65.

Hilwan, I., Y. Setiadi, dan H. Rachman. 2013. Evaluasi Pertumbuhan Beberapa Jenis Dipterokarpa di Areal Revegetasi PT. Kitadin, Kalimantan Timur. Jurnal Silvikultur Tropika 4(2):108-112.

International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN), 2014. Shorea balangeran (Korth.) Burck in Red List of Threatened Species. www.iucnredlist.org . Diunduh tanggal 2 Januari 2016.

Kissinger, G.A.R. Thamrin, dan R. Muhayah, 2012. Konservasi keanekaragaman hayati hutan kerangas berbasis penemuan bioaktivitas tumbuhan sebagai antidiabetes. Prosiding Seminar Insentif Riset SINAS, Kementerian Riset dan Teknologi KO-238-241.

Kissinger, A. Yamani, R.M.N. Pitri. 2016. Sistem nilai dan sikap masyarakat terhadap konservasi S. balangeran dari hutan kerangas. Enviro Scienteae 12(2):88-95.

Kusmana, Cecep. 1997. Metode Surve Vegetasi. Bogor: IPB Press.

Mukhisi, 2010. Keanekaragaman jenis Shorea di Kalimantan Timur dan upaya konservasinya. Bioprospek 7 (1):69-80.

Newman, M.F., P.F. Burgers, T.C. Whitmore, 1996. Sumatra Light hardwoods, Manual of Dipterocarps for Foresters. CIFOR.The Charlesworth Group, Huddersfield, UK.

Pasaribu, G. 2011. Aktivitas inhibisi alfa glukosidase pada beberapa jenis kulit kayu raru. Jurnal Penelitian hasil Hutan 29 (1):10-19.

Purnomo, D.W., M. Magandhi, F. Kuswantoro, R.A. Risna, dan R. Witono, (2015). Pengembangan Koleksi Tumbuhan Kebun Raya Daerah Dalam Kerangka Strategi Konservasi Tumbuhan di Indonesia. Buletin Kebun Raya 18 (2):111-124.

Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat, 1996. Peta Tanah Tinjau Pulau Bangka dan Pulau Belitung. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian. Bogor.

Rosyidah, K., L.D. Juliawati, Y.M. Syah, S.A. Achmad, E.H. Hakim, S.A. Achmad, dan L. Makmur. 2010. Dua dimer resveratrol dari kulit batang Shorea parvifolia Dyer (Dipterocarpaceae). Jurnal Natur Indonesia 12 (2):163-166.

Saroyobudiyono, H. dan S. Aisyah, 2006. Suatu Senyawa Trimer Resveratrol dari Kulit Batang Shorea Platyclados Sloot (Dipterocarpaceae). Jurnal Penelitian Sains & Teknologi 7(1): 11 – 16.

Schimdt, F.H. and J.H.A. Ferguson, 1951. Rain fall type based on wet and dry period ratios for Indonesia with Western New Guinea. Verh. Direktorat Metereologi dan Geofisika Jakarta. No.42.

Sidiyasa, K., T. Atmoko, A. Ma’aruf, dan Mukhlisi. 2013. Keragaman morfologi, ekologi, dan konservasi ulin (Eusideroxylon zwageri Teijsm. et Binnend.) di Kalimantan. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam 10(3):241-254.

Simbolon, H. 2008. Populasi pohon jenis Dipterocarpaceae di tiga tipe hutan pamah Kalimantan. Berita Biologi 9(1):45-57

Soerianegara, I, dan A. Indrawan. 1982. Ekologi Hutan Indonesia. Fakultas Kehutanan IPB.Bogor.

Ramasamy Subramanian, R., P. Subbramaniyan and V. Raj. 2013. Antioxidant activity of the stem bark of Shorea roxburghii and its silver reducing power. SpringerPlus. 2:28.

Tukiran, S.A. Achmad, E.H. Hakim, Y.M. Syah, L.D. Juliawaty, K. Sakai, 2003. Oligostilbenoid from Shorea balangeran Burck (Dipterocarpaceae). Bull. Soc. Nat. Prod. Chem. 3(1):24-31.

Whitmore T.C. dan I G.M. Tantra. 1986. Tree Flora of Indonesia, Check List For Sumatra. Forest Research and Development Centre. Bogor.

Whitmore, T.C., IGM Tantra, U. Sutisna, 1989. Tree Flora of Indonesia, Check List For Kalimantan. Forest Research and Development Centre. Bogor. I:68.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/blpn.v22n2.2016.p81-92

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Buletin Plasma Nutfah

 


       


Buletin Plasma Nutfah

Jalan Tentara Pelajar 3A, Bogor 16111
Jawa Barat, Indonesia
Phone: (0251) 8339793, 8337975
Call Centre: 08211181677
Fax: (0251) 8338820
E-mail: buletin.plasmanutfah@gmail.com
Website: http://biogen.litbang.pertanian.go.id

ISSN    : 1410-4377
E ISSN : 2549-1393

Accreditation Number200/M/KPT/2020





View My Stats