Karakterisasi Tanaman Tamarillo di Sulawesi Selatan

Fadjry Djufry, J. Limbongan, Neli Lade, Benyamin Saranga

Abstract


Tanaman tamarillo (Chypomandra betacea Sent.) merupakan tanaman dataran tinggi yang telah tumbuh dan berkembang di beberapa daerah di Indonesia termasuk di daerah Toraja. Namun buahyang memiliki rasa manis agak asam ini belum banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan yang bergizi tinggi. Penelitian bertujuanmelakukan karakterisasi tanaman tamarillo yang tumbuh di tiga daerah pengembangan. Data dan informasi yang diperoleh dari kegiatan ini dapat digunakan sebagai informasi penting untuk mengetahui karakter tanaman sekaligus membedakan kultivar tamarillo yang ada di daerah tersebut. Penelitian menggunakan metode survey dan observasi langsung di lapangan mulai Maret –September 2014 di tiga daerah pengembangan yaitu di Kecamatan Sapan dan Kantun Poya di Kabupaten Toraja Utara, dan Kecamatan Sangalla di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Pengamatan dilakukan terhadap karakter morfologi batang, daun, bunga, dan buah serta kandungan gizi buah. Data dianalisis dengan analisis statistik sederhana dan analisis kekerabatan menggunakan Program NTSys 2.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tamarillo Toraja memiliki batang tegak, bentuk bulat, tinggi 2-5 meter, daun hijau tua, tipe datar, permukaan licin, menghadap ke atas. Bunga keunguan, jumlah 10-12 buah per tandan, dengan lima buah benang sari. Tipe buah rata, bulat lonjong, mentah warna hijau bergaris dan pada saat matang berwarna merah kecoklatan, produksi 10-15 kg buah/pohon/tahun. Kandungan vitamin C 30 mg/100 g, kadar gula 2,6%, kandungan sari buah 85%, kandungan total asam 1,4%, jumlah padatan terlarut dalam juice sebesar 12,35%. Hasil analisis kekerabatan dengan menggunakan 45 karakter ciri,  menunjukkan bahwa kultivar Sangalla dan Kantun Poya, demikian juga kultivar Sapan dan Sangalla memiliki hubungan kekerabatan yang cukup dekat. Sedangkan kultivar Sapan dan kultivar Kantun Poya memiliki hubungan kekerabatan yang jauh dengan sifat genetik yang berbeda

Keywords


tamarillo; kultivar; karakterisasi; kandungan gizi.

Full Text:

PDF

References


Astawan, M. dan A.L. Kasih. 1997. Khasiat Warna-Warni Makanan .PT Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.

Baihaki, A. 1999.Pelestarian sumber Daya Hayati Pertanian. Program Pengembangan Kemampuan Peneliti tingkat S1 Non Pemuliaan dalam Ilmu dan Teknologi Pemuliaan. Kerjasama antara Badan Litbang dan Pengembangan Pertaian Departemen Pertanian dengan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Bandung.

Bechtel, H. P, Cribb, E. Launert. 1981. The Manual of Cultivated Orchid Species. Blanford Press. Poole dorset. U.K.

Boyes S. and P. Strubi. 1997. Organic acid and sugar composition of three New Zealand grown tamarillo varieties (Solanum betaceumCav.). New Zealand Journal of Crop and Horticultural Science 25 : 79-83. Halaman 79 – 83.

BPS Toraja Utara.2010. Toraja Utara dalam angka. Badan Pusat Statistik, Kabupaten Toraja Utara.

Cameron, K. M. and Chase, M. W. 1999. Phylogenetic relationship of pogoniinae (Vanilloideae, Orchidaceae): an herbaceous example of the eastern north America-Eastern Asia phytogeographic. J. Plant Res. 112: p317-329.

Gannasin S.P., N.M. Adzahan, M.Y. Hamzah, dan S. Mustafa. 2015. Physicochemical properties of tamarillo (Solanum betaceum Cav.) hydrocolloid fractions. Food Chemistry 182 : 292-301.

Harlan K.P., and M.S. Reid. 1975. The Tamarillo, Fruit Growth and Maturation, Ripening, Respiration, and the Role of Ethylene. J.Sci. Fd Agric. 27 : 399-40.

Heatherbell D.A., M.S. Reid, and R.E. Wrolstad. 1982. The Tamarillo : chemical composition during growth and maturation. New Zealand Journal of Science, 25 : 239-243.

Holtum, R. E. 1972. Flora of Malaya.Vol. 1 Orchid.Gov. Printing Office. Singapore.

Ide P.2010. Health Secret of Pepino. PT Elex Media Komputindo, Jakarta.

Julianti E. 2011. Pengaruh tingkat kematangan dan suhu penyimpanan terhadap mutu buah terung Belanda (Cypomandra betacea). Jurnal Hortikultura Indonesia2(1) 14-20.

Kumalaningsih dan Suprayogi. 2006. Tamarillo atau Terung Belanda. Trubus agisarana. Surabaya.

Morton, J. 1987. TreeTomato In:fruits of warm climate. Ed. Julia F. Morton: Miami.

Prohens J., J.J.Ruiz, dan F.Nuez. 1996. Advancing the Tamarillo harvest by induced postharvest ripening. Hort Science 31(1) :109-111.

Purba V. 2014.Karakteristik morfologi, uji kandungan vitamin C dan antosianin pada tanaman terung Belanda (Solanum betaceum Cav.) di Sumatera Utara. Laporan Universitas Negeri Medan, Sumatera Utara.

Ramakrishanan Y., A.Khoddami, S.P. Gannasin, and Muhammad. 2012. Tamarillo seed oils as a potential source of essential fatty acid for food, cosmetic and pharmaceutical industries. Fakulty of Food Science and Technology, University Putra Malaysia.7 halaman.

Rheinländer P.A., L.E. Jamieson, R.A. Fullerton, M.A. Manning and X. Meier. 2009. Scarring InTamarillo Fruit (Solanum betaceum). . New Zealand Plant Protection 62: 315-320

Silaban S.D., E. Prihastanti, E. Saptiningsih. 2013. Pengaruh suhu dan lama penyimpanan terhadap kandungan total asam, kadar gula, serta kematangan buah terung Belanda. Buletin Anatomi dan Fisiologi vol. XXI (1):55-63.

Sinaga M.D. 2014.Sistem pakar mendeteksi penyakit tanaman terung Belanda dengan menggunakan Metode Forward Chaining. Jatisi Vol. 1 (1) 101-110.

Supriharti D., Elimasni, dan E. Sabri. 2007. Identifikasi karyotipe terung Belanda (Solanum betaceum Cav.) kultivar Berastagi Sumatera Utara. Jurnal Biologi Sumatera Vol 2 (1) : 7-11.

UPOV. 2014. General introduction to the examination of distinctness, uniformity and stability and the development of harmonized descriptions of new varieties of plants. Adopted by the Council at its forty-eight ordinary session, October 2014.79 halaman.

Wardah. 2003. Pemanfaatan keanekaragaman sumberdaya tumbuhan oleh masyarakat Baduy Dalam disekitar pegunungan Kendeng Selatan,Kabupaten Lebak Banten Bagian Selatan. Berita Biologi 6 (98) :755-765.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/blpn.v22n2.2016.p127-136

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Buletin Plasma Nutfah

 


       


Buletin Plasma Nutfah

Jalan Tentara Pelajar 3A, Bogor 16111
Jawa Barat, Indonesia
Phone: (0251) 8339793, 8337975
Call Centre: 08211181677
Fax: (0251) 8338820
E-mail: buletin.plasmanutfah@gmail.com
Website: http://biogen.litbang.pertanian.go.id

ISSN    : 1410-4377
E ISSN : 2549-1393

Accreditation Number200/M/KPT/2020





View My Stats