Keragaman Malai Anakan dan Hubungannya dengan Hasil Padi Sawah (Oryza sativa)

Sutoro Sutoro, Tintin Suhartini, Mamik Setyowati, Kurniawan R. Trijatmiko

Abstract


Morpho-physiological and yield components of rice are important character that affect the crop yield potential. Seeds as a sink of crops, its yield are very much determined by the panicle yield components, one of which is various type of tillers. The purpose of the research was to study the variability of panicle types andtheir relationshipwith grain yield of rice. Thirty rice varieties/lines were planted and observed in experimental pots. The study revealed that there are differencesin total number of panicle among varieties or lines. Average number of panicle ranges from 20–50 panicle. Among varieties, there were also differences in total number of panicles grown from primary, secondary, tertiary and quarterly tillers. The number of empty seeds of the panicles increases in the order of the sequences of tiller emergence, i.e., main panicle (11%), primary (12%), secondary (12%), tertiary (16%) and quartery (22%). High yielding rice could be obtained through the development of varieties or cultivation techniques that enable the crops produce more panicle in primary and secondary tillers compare to that in tertiary and quarterly tillers. Keywords: rice, panicle, variability.

 

Abstrak

Karakter morfofisiologi dan komponen hasil merupakan karakteristik tanaman yang mempengaruhi produktivitas. Hasil biji sebagai salah satu bagian dari sink tanaman ditentukan oleh komponen hasil, di antaranya malai yang berasal dari berbagai tipe/ jenis anakan padi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keragaman malai anakan dan hubungannya dengan hasil padi. Percobaan dilaksanakan dengan menanam 30 varietas/galur pada pot percobaan. Hasil analisis menunjukkan perbedaan jumlah total malai di antara varietas/galur yang diuji. Jumlah malai berkisar antara 20–50 buah. Di antara varietas yang diuji juga terdapat perbedaan yang nyata pada jumlah malai yang berasal dari anakan primer, sekunder, tersier, dan kuarter. Kehampaan gabah dari setiap jenis malai cenderung meningkat menurut urutan pemunculan malai anakan padi, dimulai dari malai tanaman induk (11%), primer (12%), sekunder (12%), tersier (16%), dan kuarter (22%). Tanaman padi yang dapat memberi hasil tinggi dapat diperoleh melalui perakitan varietas atau teknik budi daya yang dapat menghasilkan terutama malai anakan primer dan sekunder yang relatif banyak dan sedikit atau tanpa anakan tersier dan kuarter.


Keywords


padi; malai; keragaman.

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/blpn.v21n1.2015.p9-16

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Buletin Plasma Nutfah

 


       


Buletin Plasma Nutfah

Jalan Tentara Pelajar 3A, Bogor 16111
Jawa Barat, Indonesia
Phone: (0251) 8339793, 8337975
Call Centre: 08211181677
Fax: (0251) 8338820
E-mail: buletin.plasmanutfah@gmail.com
Website: http://biogen.litbang.pertanian.go.id

ISSN    : 1410-4377
E ISSN : 2549-1393

Accreditation Number200/M/KPT/2020





View My Stats