Keanekaragaman Jenis dan Status Konservasi Mangrove di Pulau Payung, Sumatra Selatan, Indonesia

Syadwina Hamama Dalimunthe, I Putu Gede P. Damayanto, Irfan Martiansyah, Ismail Apandi

Abstract


Pulau Payung terbentang di hilir Sungai Musi dan Telang, Kecamatan Sungsang, Kabupaten Banyuasin II, Provinsi Sumatra Selatan. Pulau Payung terbentuk di wilayah estuari dan memiliki ekosistem air payau. Walaupun berukuran kecil, Pulau Payung dilaporkan memiliki keanekaragaman jenis-jenis tumbuhan mangrove sejati yang cukup tinggi. Sayangnya, laporan tentang keanekaragaman jenis flora secara menyeluruh di Pulau Payung belum tersedia. Penelitian ini bertujuan menyediakan informasi keanekaragaman jenis flora dan status konservasi mangrove di Pulau Payung. Pengumpulan data keanekaragaman flora di Pulau Payung dilakukan dengan menggunakan metode pengumpulan data taksonomi melalui koleksi sampel material tumbuhan. Sampel tumbuhan yang dikoleksi selanjutnya diawetkan menjadi herbarium dan disimpan di Herbarium Bogoriense (BO). Spesimen herbarium diidentifikasi menggunakan spesimen acuan yang tersimpan di BO dan referensi terkait. Hasil identifikasi divalidasi melalui referensi yang relevan dan portal basis data daring. Terdapat 36 jenis dari 28 marga dan 22 suku tumbuhan yang terekam di Pulau Payung, yakni 16 jenis tumbuhan mangrove sejati dan 20 jenis tumbuhan mangrove asosiasi. Acanthaceae, Fabaceae, dan Rhizoporaceae merupakan tiga suku dengan jumlah jenis terbanyak. Kendatipun seluruh jenis tumbuhan di Pulau Payung memiliki status keterancaman dengan tingkat risiko rendah (least concern/LC), tetapi potensi hilangnya keanekaragaman tumbuhan di Pulau Payung mungkin dapat terjadi di masa mendatang.


Keywords


Taksonomi; eksplorasi; keanekaragaman; tumbuhan; konservasi

Full Text:

PDF

References


Afriyani, A., Fauziyah, F., Mazidah, M. & Wijayanti, R. (2017) Keanekaragaman vegetasi hutan mangrove di Pulau Payung Sungsang Banyuasin Sumatera Selatan. Jurnal Lahan Suboptimal, 6 (3), 113–119. doi: 10.33230/JLSO.6.2.2017.305.

Alongi, D.M., Murdiyarso, D., Fourqurean, J.W., Kauffman, J.B., Hutahaean, A., Crooks, S., Lovelock, C.E., Howard, J., Herr, D., Fortes, M., Pidgeon, E. & Wagey, T. (2016) Indonesia’s blue carbon: A globally significant and vulnerable sink for seagrass and mangrove carbon. Wetlands Ecology and Management, 24, 3–13. doi:

1007/s11273-015 9446-y.

Ariati, S.R., Astuti, R.S., Supriyatna, I., Yuswandi, A.Y., Setiawan, A., Saftaningsih, D. & Pribadi, D.O. (2019) An alphabetizcal list of plant species cultivated in the Bogor Botanic Gardens. Bogor, Center for Plant Conservation, Bogor Botanic Gardens, Indonesian Institute of Sciences.

Asshidiq, H.N., Rozirwan & Hendri, M. (2020) Uji toksisitas ekstrak ikan gelodok (P. Boddarti) yang diambil dari perairan Pulau Payung Sungai Musi dengan metode brine shrimp lethality test (BLST).

Maspari Journal, 12 (1), 9–18. doi: 10.36706/maspari.v12i1.11607.

Barus, B.S., Aryawati, R., Putri, W.A.E., Nurjuliasti, E., Diansyah, G. & Sitorus, E. (2019) Hubungan N total dan C-organik sedimen dengan

makrozoobentos di Perairan Pulau Payung, Banyuasin, Sumatera Selatan. Jurnal Kelautan Tropis, 22 (2), 147–156. doi:

14710/jkt.v22i2.3770.

Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES ) (2021) Checklist of CITES Species. [Online] Available from: https://checklist.cites.org/#/en [Accessed 13

November 2021].

Damayanto, I.P.G.P., Fastanti, F.S. & Dalimunthe, S.H. (2020) Pemanfaatan portal basis data daring dalam validasi nama ilmiah jenis dan suku tumbuhan. Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 16 (2), 170–183. doi: 10.22146/bip.v16i2.770.

Darnaedi, D. & Praptosuwiryo, T.N. (2003) Acrostichum aureum L. In: de Winter, W.P. & Amoroso, V.B. (eds.) Plant Resources of South-East Asia No 15 (2) Cryptogams: Ferns and Fern Allies. Leiden,

Backhuys Publishers, pp. 49−50.

Djarwaningsih, T., Sunarti, S. & Kramadibrata, K. (2002) Panduan pengolahan dan pengelolaan material herbarium serta pengendalian hama terpadu di Herbarium Bogoriense. Bogor, Herbarium

Bogoriense, Bidang Botani, Pusat Penelitian Biologi-LIPI.

Dinas Kehutanan Provinsi Sumatra Selatan (DKPSS) (2019) Deskripsi wilayah UPTD KPH Wilayah II Palembang-Banyuasin. [Online] Tersedia pada: http://dishut.sumselprov.go.id/kph/kph-banyuasin

[Diakses 7 Oktober 2021].

Dohong, A., Aziz, A.A. & Dargusch, P. (2017) A review of the drivers of tropical peatland degradation in South-East Asia. Land Use Policy, 69, 349−360. doi: 10.1016/j.landusepol.2017.09.035.

Direktori Pulau-pulau Kecil Indonesia (DPKI) (2021) Direktori pulau-pulau kecil Indonesia: Payung. [Online] Tersedia pada: http://www.ppkkp3k.kkp.go.id/direktori-pulau/index.php/public_c/

pulau_info/371 [Diakses 14 November 2021].

Duke, N., Kathiresan, K., Salmo III, S.G., Fernando, E.S., Peras, J.R., Sukardjo, S. & Miyagi, T. (2010) Kandelia candel. The IUCN red list of threatened species 2010: e.T178857A7629021. [Online]

Available from: https://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2010-2.RLTS.T178857A7629021.en [Accessed 14 November 2021].

Dwirastina, M. (2009) Teknik pengambilan makrozoobentos di daerah Pulau Payung, Sungai Musi, Sumatera Selatan. Buletin Teknik Litkayasa Sumber Daya dan Penangkapan, 7 (2), 39–41. doi:

15578/btl.7.2.2009.39-41.

Friess, D.A., Rogers, K., Lovelock, C.E., Krauss, K.W., Hamilton, S.E., Lee, S.Y., Lucas, R., Primavera, J., Rajkaran, A. & Shi, S. (2019) The state of the world's mangrove forests: Past, present, and future. Annual Review of Environment and Resources, 44 (1), 89–115. doi: 10.1146/annurev-environ101718-033302.

Giesen, W., Wulffraat, S., Zieren, M. & Scholten L. (2006) Mangrove guidebook for Southeast Asia. Thailand, FAO and Wetlands International. Google Map (GM) (2021) Pulau Obor. [Online] Tersedia

pada: https://www.google.com/maps/place/Pulau+Obor/@-.2.3498097,104.9408715,13z/data=!4m5!3m4!1s0x0:0xff5cd91deca0d0fe!8m2!3d2.3713135!4d104.9195426 [Diakses 14 November

.

Goldberg, L., Lagomasino, D., Thomas, N. & Fatoyinbo,

T. (2020) Global declines in human-driven mangrove loss. Global Change Biology, 26, 5844–5855. doi: 10.1111/gcb.15275.

Hermialingga, S., Suwignyo, R.A. & Ulqodry, T.Z. (2020) Carbon storage estimation in mangrove sediment at Payung Island, South Sumatera. Sriwijaya Journal of Environment, 5 (3), 178–184. doi: 10.22135/sje.2020.5.3.178-184.

International Union for Conservation of Nature (IUCN) (2021) The IUCN red list of Threatened species. Version 2021-2. [Online] Available from: https://www.iucnredlist.org [Accessed 9 October 2021].

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KEMENLHKRI) (2021) Presiden Republik Indonesia menanam mangrove bersama masyarakat. [Online] Tersedia pada: http://pdashl.menlhk.go.id/newsdetail.php?id=347-Presiden-Republik-Indonesia-Menanam-MangroveBersama-Masyarakat [Diakses 3 Desember 2021].

Konar, M. & Ding, H. (2019) A sustainable ocean economy for 2050: Approximating its benefits and costs. Secretariat of The High-Level Panel for A Sustainable Ocean Economy, World Resources

Institute. [Online] Available from: https://www.oceanpanel.org/Economicanalysis [Accessed

December 2021].

Lestarini, W., Matrani, Sulasmi, Trimanto, Fauziah &

Fiqa, A.P. (2012) An alphabetical list of plant species cultivated in Purwodadi Botanic Garden. Purwodadi, Purwodadi Botanic Garden, Indonesian Institute of Sciences.

Lyusta, A.H., Agustriani, F. & Surbakti, H. (2017) Analisis kandungan logam berat tembaga (Cu) dan timbal (Pb) pada sedimen di Pulau Payung, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Maspari Journal,

(1), 17−24. doi: 10.36706/maspari.v9i1.4229.

Manajemen Koleksi Kebun Raya Indonesia (Makoyana) (2021) Manajemen koleksi Kebun Raya Indonesia. [Online] Tersedia pada: http://makoyana.lipi.go.id [Diakses 13 November 2021].

Mcleod, E., Chmura, G.L., Bouillon, S., Salm, R., Björk, M., Duarte, C., Lovelock, C.E., Schlesinger, W.H. & Silliman, B.R. (2011) A blueprint for blue carbon: Toward an improved understanding of the

role of vegetated coastal habitats in sequestering CO2. Frontiers in Ecology and the Environment, 9 (10), 552−560. doi: 10.1890/110004.

Murdiyarso, D., Purbopusito, J., Kauffman, J.B., Warren,

M.W., Sasmito, S.D., Donato, D.C., Manuri, S., Krisnawati, H., Taberima, S. & Kurnianto, S. (2015) The potentials of Indonesian mangrove

forests for global change mitigation. Natural Climate Change, 5, 1089−1092. doi: 10.1038/nclimate2734.

Ng, P.K.L. & Sivasothi, N. (editors) (2001) Guide to the mangrove of Singapore: Species list of mangrove plants of Singapore. [Online] Available from: http://mangrove.nus.edu.sg/guidebooks/text/1079.ht

m [Accessed 3 December 2021].

Noor, Y.N., Khazali, M. & Suryadiputra, I.N.N. (2012) Panduan pengenalan mangrove di Indonesia. Bogor, Wetland International.

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (PMLHKRI) (2018) Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.92/MENLHK/

SETJEN/KUM.1/8/2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/

KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi. Jakarta, Direktur Jenderal Peraturan Perundang-Undangan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik

Indonesia.

Riyanti, I., Putri, W.A.E., Ulqodry, T.Z. & Santeri, T. (2019) Akumulasi logam berat Zn dan Pb pada sedimen, akar dan daun mangrove Avicennia alba di Pulau Payung, Sumatera Selatan. Jurnal Lahan

Suboptimal, 8 (2), 141−147. doi: 10.33230/JLSO.8.2.2019. 423.

Rugayah, Retnowati, A., Windadri, F.I. & Hidayat, A. (2004) Pengumpulan data taksonomi. Dalam: Rugayah, Widjaja, E.A. & Praptiwi (editor) Pedoman pengumpulan data keanekaragaman

flora. Bogor, Pusat Penelitian Biologi-LIPI, hlm. 5−42.

Sarno, Marisa, H. & Army, F.S. (2020a) Struktur Kandelia candel (L.) Druce di Pulau Payung Sungsang, Banyuasin, Sumatera Selatan. Makila Jurnal Penelitian Kehutanan, 14 (1), 36–46. doi:

30598/makila.v14i1.2506.

Sarno, Ridho, M.R., Absori, A. & Kadarisman R. (2020b) Distribusi, fenologi, dan rehabilitasi Kandelia candel di Taman Nasional Sembilang. Bogor, ZSL Indonesia. Sarnubi, Sarno & Marisa, H. (2020) Struktur dan komposisi mangrove di arboretum Taman Nasional

Berbak dan Sembilang Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan. Sriwijaya Bioscientia, 1 (1), 21–29. doi: 10.24233/sribios.1.1.2020.168.

Scanes, P., Ferguson A. & Potts J. (2017) Estuary form and function: Implications for palaeoecological studies. In: Weckström K., K. Saunders, P. Gell, C. Skilbeck. (eds.) Applications of paleoenvironmental techniques in estuarine studies. Developments in paleoenvironmental research. Netherlands, Springer, pp. 9–44.

Senterre, B., Chew, M.Y. & Chung, R.C.K. (2015) Flora and vegetation of Pulau Babi Tengah, Johor, Peninsular Malaysia. Check List, 11 (4), 1–15. doi: 10.15560/11.4.1714.

Siikamaki, J., Sanchirico, J.N. & Jardine, S.L. (2012) Global economic potential for reducing carbon dioxide emissions from mangrove loss. Proceedings of the National Academy of Sciences, 109 (36),

–14374.

Teo, S., Yeo, R.K.H., Chong, K.Y., Chung, Y.F., Neo, L. & Tan, H.T.W. (2011) The flora of Pulau Semakau: A project semakau checklist. Nature in Singapore, 4, 263–272.

Van Lavieren, H., Spalding, M., Alongi, D., Kainuma, M., Clüsener-Godt, M., & Adeel, Z. (2012) Securing the future of mangroves. A Policy Brief. UNUINWEH, UNESCO-MAB with ISME, ITTO, FAO, UNEP-WCMC and TNC, pp. 53.World Bank (WB) (2021) Oceans for prosperity: Reforms for a blue economy in Indonesia. [Online] Available from: https://openknowledge.worldbank.org/handle/

/35377 [Accessed 3 December 2021]




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/blpn.v28n1.2022.p13-24

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2022 Buletin Plasma Nutfah

 


       


Buletin Plasma Nutfah

Jalan Tentara Pelajar 3A, Bogor 16111
Jawa Barat, Indonesia
Phone: (0251) 8339793, 8337975
Call Centre: 08211181677
Fax: (0251) 8338820
E-mail: buletin.plasmanutfah@gmail.com
Website: http://biogen.litbang.pertanian.go.id

ISSN    : 1410-4377
E ISSN : 2549-1393

Accreditation Number200/M/KPT/2020





View My Stats