Uji Tingkat Toleransi Salintas Padi Beras Hitam Asal Kalimantan Barat pada Fase Pembibitan

Bintang Nagari Rajagukguk, Tantri Palupi, nFN Basuni

Abstract


Budi daya padi beras hitam pada lahan salin selalu akan mengalami cekaman abiotik yang dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman. Perlu suatu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan menanam varietas yang toleran salinitas. Padi hitam asal Kalimantan Barat belum pernah dilakukan pengujian terkait toleransinya terhadap salinitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati tingkat toleransi beberapa padi beras hitam asal Kalimantan Barat terhadap cekaman salinitas pada fase pembibitan. Penelitian dilaksanakan di screen house Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura sejak bulan Juli hingga Agustus 2020, menggunakan rancangan petak terbagi yang terdiri atas 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama (petak utama) adalah konsentrasi
NaCl, terdiri atas 0 dan 4.000 ppm (4 g NaCl/l setara dengan electric conductivity (EC) 6 dS/m), sedangkan faktor kedua (anak petak) adalah genotipe padi beras hitam, terdiri atas Temawang Lebuk, Lengkenat, dan Telaet yang berasal dari Kabupaten Sintang; Guna, Betung, dan Poron berasal dari Kabupaten Landak; varietas Pokkali dan IR29 sebagai pembanding toleran dan
peka. Jenis pengujian terdiri atas skoring toleransi bibit secara visual dan indeks sensitivitas terhadap cekaman salinitas. Variabel pengamatan terdiri atas tinggi bibit, jumlah anakan, panjang akar, dan nisbah pupus akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe Betung, Poron, dan Pokkali termasuk kategori toleran sedangkan genotipe Temawang Lebuk, Lengkenat, Telaet, Guna,
dan IR29 termasuk kategori peka. Pemberian NaCl dengan konsentrasi 4.000 ppm menyebabkan penurunan tinggi bibit sebesar 60%, jumlah anakan 65%, dan nisbah pupus akar 50%, akan tetapi meningkatkan panjang akar sebesar 50% pada genotipe yang tergolong peka. Genotipe yang tergolong toleran hanya mengalami penurunan tinggi bibit sebesar 25%.


Keywords


Cekaman salinitas; padi beras hitam; uji toleransi; genotipe toleran

Full Text:

PDF

References


Afrizal, A., Suskandini, R.D., Nurdin, M. & Susilo, F.X. (2018) Intensitas serangan hama dan patogen pada agroekosistem hidroponik tanaman padi (Oryza sativa L.) dengan berbagai media tanam. Jurnal Agrotek Tropika, 6 (2), 86−90. doi: 10.23960/jat.v6i2.2599.

Akbar, M.R., Purwoko, B.S., Dewi, I.S. & Suwarno, W.B. (2018) penentuan indeks seleksi toleransi kekeringan galur dihaploid padi sawah tadah hujan pada fase perkecambahan. Jurnal Agronomi Indonesia, 46 (2), 133−139. doi: 10.24831/jai.v46i2.19086.

Alcívar, M., Zurita-Silva, A., Sandoval, M., Muñoz, C. & Schoebitz, M. (2018) Reclamation of saline-sodic soils with combined amendments: Impact on quinoa performance and biological soil quality. Sustainability, 10 (9), 1–27. doi: 10.3390/su10093083.

Arzie, D., Qadir, A. & Suwarno, F.C. (2015) Pengujian toleransi genotipe padi (Oryza sativa L.) terhadap salinitas pada stadia perkecambahan. Buletin Agrohorti, 3 (3), 377–386. doi: 10.29244/agrob.

Fischer, R.A. & Maurer, R. (1978) Drought resistance in spring wheat cultivar: I. Grain yield responses. Australian Journal of Agricultural Research, 29 (5), 897–912. doi: 10.1071/AR9780897.

Horie, T., Karahara, I. & Katsuhara, M. (2012) Salinity tolerance mechanisms in glycophytes: An overview with the central focus on rice plants. Rice, 5 (1), 1−18. doi: 10.1186/1939-8433-5-11.

Hutajulu, H.F., Rosmayati & Ilyas, S. (2013) Pengujian respons pertumbuhan beberapa varietas padi sawah (Oryza sativa L.) akibat cekaman salinitas. Jurnal Agroekoteknologi, 1 (4), 1101–1109. doi: 10.32734/ jaet.v1i4.4387. International Rice Research Institute (IRRI) (2013) Standard evaluation system for Rice. 5th edition. Los Baňos, International Rice Research Institute.

Irwan, A.W., Nurmala, T. & Nira, T. D. (2017) Pengaruh jarak tanam berbeda dan berbagai dosis pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman hanjeli pulut (Coix lacryma-jobi L.) di dataran tinggi Punclut. Kultivasi, 16 (1), 233–245. doi: 10.24198/kultivasi.v16i1.11719.

Muharam, M. & Saefudin, A. (2016) Pengaruh berbagai pembenah tanah terhadap pertumbuhan dan populasi tanaman padi sawah (Oryza sativa L.) varietas dendang di tanah salin sawah bukaan baru. Jurnal Agrotek Indonesia, 1 (2), 141–150. doi: 10.33661/jai.v1i2.346.

Palupi, T., Franky, P., Hearnes, Fadjar, R., Wasian & Dwi, Z. (2020) Morphological and agronomical characters of four black rice varieties from West Kalimantan, Indonesia. Biodiversitas, 21 (3), 1065–1073. doi: 10.13057/biodiv/d210329.

Purwaningrahayu, R.D. & Taufiq, A. (2017) Respon morfologi empat genotip kedelai terhadap cekaman salinitas. Jurnal Biologi Indonesia, 13 (2), 175–188. doi: 10.14203/jbi.v13i2.3392.

Romadloni, A., Karuniawan, D. & Wicaksono, P. (2018) Pengaruh beberapa level salinitas terhadap per-kecambahan kacang hijau (Vigna radiata L.) varietas Vima 1. Jurnal Produksi Tanaman, 6 (8), 1663–1670. doi: 10.21776/825.

Rustikawati, Simarmata, M., Turmudi, E. & Herison, C. (2014) Penentuan kadar garam kultur hara untuk seleksi toleransi salinitas pada padi lokal Bengkulu. Akta Agrosia, 17 (2), 101–107. doi: 10.31186/ aa.17.2.101-107.

Staples, R.C., Toennissen, G.H. (1984) Salinity tolerance in plants strategies for crop improvement. Canada, John Wiley and Sons.

Suárez-Hernández, Á.M., Vázquez-Angulo, J,C., Grimaldo-Juárez, O., Ceceña-Durán, C., GonzálezMendoza, D., Bazante-González, I. & Mendoza-Gómez, A. (2019) Production and quality of grafted watermelon in saline soil. Horticultura Brasileira, 37 (2), 215–220. doi: 10.1590/s0102-053620190213.

Suhartini, T. & Haryadi, T.Z.P. (2017) Toleransi plasma nutfah padi lokal terhadap salinitas. Buletin Plasma Nutfah, 23 (1), 51–58. doi: 10.21082/ blpn.v23n1.2017.p51-58.

Temel, S., Keskin, B., Şimkek, U. & Yilmaza, I.H. (2016) The effect of saline and non-saline soil conditions on yield and nutritional characteristics of some perennial legumes forages. Tarim Bilimleri Dergisi, 22 (4), 528–538. doi: 10.1501/tarimbil_0000001411.

Thanuja, B. & Parimalavalli, R. (2018) Role of black rice in health and diseases. International Journal of Health Sciences and Research, 8 (2), 241–248.

Ubudiyah, I.W.A. & Nurhidayati, T. (2013) Respon kalus beberapa varietas padi (Oryza sativa L.) pada kondisi cekaman salinitas (NaCl) secara in vitro. Jurnal Sains dan Seni Pomits, 2 (2), 138–143. doi: 10.12962/ j23373520.v2i2.3936.

Waskom, R.M., Davis, J.G., Bauder, T. & Andales, A.A. (2012) Diagnosing saline and sodic soil problems. Fact Sheet No. 0.521. Colorade State University, Crop Series (Soil).

Wijayanti, W., Taryono & Toekidjo. (2014) Keragaan 29 galur kacang tanah (Arachis hypogaea L.) pada kondisi salin. Vegetalika, 3 (4), 40–51. doi: 10.22146/ veg.5760.

Yunita, R., Nurul, K., Didy, S. & Ika, M. (2018) Analisis cekaman salinitas terhadap padi mutan pada kondisi in vitro. Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan, 2 (1), 25–34. doi:10.21082/jpptp.v2n1.

Zeng, L., Shannon, M.C. & Lesch, S.M. (2001) Timing of salinity stress affect rice growth and yield components. Agric Water Management, 48 (3), 191–206. doi: 10.1016/S0378-3774(00)00146-3.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/blpn.v28n1.2022.p25-34

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2022 Buletin Plasma Nutfah

 


       


Buletin Plasma Nutfah

Jalan Tentara Pelajar 3A, Bogor 16111
Jawa Barat, Indonesia
Phone: (0251) 8339793, 8337975
Call Centre: 08211181677
Fax: (0251) 8338820
E-mail: buletin.plasmanutfah@gmail.com
Website: http://biogen.litbang.pertanian.go.id

ISSN    : 1410-4377
E ISSN : 2549-1393

Accreditation Number200/M/KPT/2020





View My Stats