Keragaman Jenis Bambu di Kawasan Ekosistem Leuser, Kecamatan Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh

Muhammad Azli Ritonga, Zidni Ilman Navia, Zulfan Arico, I Putu Gede P. Damayanto

Abstract


Informasi keragaman jenis bambu di Kawasan Ekosistem Leuser, terutama di wilayah Kecamatan Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh belum terdokumentasi dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah menyediakan informasi keragaman jenis bambu di Kecamatan Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Penelitian dilakukan menggunakan metode pengumpulan data taksonomi melalui kegiatan eksplorasi dengan menjelajahi lokasi penelitian di Kecamatan Tenggulun pada bulan Januari–Maret 2019. Selama eksplorasi, sampel material bambu dikoleksi untuk dibuatkan spesimen herbarium dan disimpan di Herbarium Bogoriense (BO). Data pendukung seperti titik koordinat, ketinggian, nama lokal, kegunaan, dan foto bambu yang masih segar juga didokumentasikan. Material bambu diidentifikasi berdasarkan literatur dan koleksi spesimen herbarium yang telah tersimpan
di BO. Data dianalisis secara deskriptif dengan menjabarkan pertelaan dari setiap jenis bambu. Kunci identifikasi serta analisis hubungan kemiripan antarjenis bambu juga dilakukan. Sebanyak 29 karakter morfologi (vegetatif) dipilih untuk membentuk dendogram menggunakan metode UPGMA dengan bantuan program PAUP*. Terdapat delapan jenis bambu ditemukan di Kecamatan Tenggulun, yakni Bambusa heterostachya, B. multiplex, B. spinosa, B. vulgaris, Dendrocalamus asper, Gigantochloa
apus, G. atter, dan Schizostachyum zollingeri). Dendogram menunjukkan bahwa semua anggota jenis Bambusa dan satu jenis Schizostachyum mengumpul dalam satu kelompok yang sama. Sementara itu, jenis Dendrocalamus dan Gigantochloa mengumpul dalam kelompok lainnya. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai data dasar penentuan kegiatan pengelolaan bambu di Kawasan Ekosistem Leuser.


Keywords


Bambu; keragaman; kunci identifikasi; KecamatanTenggulun; Aceh

Full Text:

PDF

References


Arinasa, I.B.K. & Peneng, I.N. (2013) Jenis-jenis bambu di Bali dan potensinya. Jakarta, LIPI Press.

Damayanto, I.P.G.P. (2017) Studi fenetik marga Dendrocalamus (Poaceae: Bambusoideae) Sumatera berdasarkan karakter morfologi.

Dalam: Agustien, A., Syaifullah, Pitopang, R., Nurainas, Syafruddin, Ilyas, Biomed M. & Kurniawan R.(editor) Prosiding Semnas BIOETI ke-4 dan Kongres PTTI ke-12. Padang, 15-17 September 2017. Padang, Universitas Andalas, hlm. 289–296.

Damayanto, I.P.G.P., Mambrasar, Y.M. & Hutabarat, P. (2016) Bamboos (Poaceae: Bambusoideae) of Papua. Jurnal Biologi Papua, 8 (2), 57–61.

Djarwaningsih, T., Sunarti, S. & Kramadibrata, K. (2002) Panduan pengolahan dan pengelolaan material herbarium serta pengendalian hama terpadu di Herbarium Bogoriense. Bogor, Herbarium Bogoriense.

Dransfield, S. (1995) Bambusa heterostachya (Munro) Holttum. In: Dransfield, S. & Widjaja, E.A. (eds.) Prosea, plant resources of South-East Asia no 7 bamboos. Leiden, Backhuys Publishers, pp. 64–65.

Dransfield, S. & Widjaja, E.A. (1995a) Bambusa vulgaris Scharader ex Wendland. In: Dransfield, S. & Widjaja, E.A. (eds.) Prosea, plant resources of South-East Asia no 7 bamboos. Leiden, Backhuys Publishers, pp. 74–78.

Dransfield, S. & Widjaja, E.A. (1995b) Dendrocalamus asper (Schultes f.) Backer ex Heyne. In: Dransfield, S. & Widjaja, E.A. (eds.) Prosea, plant resources of South-East Asia no 7 bamboos. Leiden, Backhuys Publishers, pp. 80–83.

Dransfield, S. & Widjaja, E.A. (1995c) Bambusa multiplex

(Lour.) & J.H. Schultes. In: Dransfield, S. & Widjaja, E.A. (eds.) Prosea, plant resources of South-East Asia no 7 bamboos. Leiden, Backhuys Publishers, pp. 65–67.

Ervany, H., Djufri & Abdullah. (2020) Etnobotani bambu di Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Biotik, 8 (1), 24–36. doi: 10.22373/biotik.-v8i1.5836.

Ervianti, D., Widjaja, E.A. & Sedayu, A. (2019) Bamboo diversity of Sulawesi, Indonesia. Biodiversitas, 20(1), 91–109. doi: 10.13057/biodiv/d200112.

Gilliland, H.B., Holtum, R.E. & Bor, N.L. (1971) Grasses of Malaya. In: Burkill, H.M. (ed.) Flora of Malaya. Singapura, Lim Bian Han-Government Printer. Girmansyah, D., Santika, Y., Retnowati, A., Wardani, W., Haerida, I., Widjaja, E.A. & Balgooy, M.M.J.V.

(2013) Flora of Bali: An annotated checklist.

Bogor, Herbarium Bogoriense.

Janzen, D.H. (1976) Why bamboos wait so long to flower?

Annual Review of Ecology and Systematics, 7 (1), 347–391. doi: 10.1146/annurev.es.07.110176.0020-23.

McClure, F.A. (1945) Suggestion on how to collect bamboos. USA, Division of Latin American Agriculture-USDA.

Othman, A.R. (1995) Schizostachyum zollingeri Steudel. In: Dransfield, S. & Widjaja, E.A. (eds.) Prosea, plant resources of South-East Asia no 7 bamboos. Leiden, Backhuys Publishers, pp. 142–145.

Ritonga, M.A., Nurchalidah, S., Karmiati, Navia, Z.I. & Suwardi, A.B. (2020) Penelusuran ragam jenis bambu di Kota Langsa, Aceh. Al-Hayat: Journal of Biology and Applied Biology, 3 (1), 8–14. doi: 10.21580/ah.v3i1.6065.

Roxas, C.A. (1995) Bambusa blumeana J.A. & J.H. Schultes. In: Dransfield, S. & Widjaja, E.A. (eds.) Prosea, plant resources of South-East Asia no 7 bamboos. Leiden, Backhuys Publishers, pp. 60–64.

Rugayah, Retnowati, A., Windadri, F.I. & Hidayat, A. (2004) Pengumpulan data taksonomi. Dalam: Rugayah, Widjaja, E.A. & Praptiwi (editor) Pedoman pengumpulan data keanekaragaman

flora. Bogor, Pusat Penelitian Biologi, hlm. 5–42.

SPPR (Subdit Pertanahan dan Penataan Ruang) (2020) Nyoto Suwignyo: Pengelolaan Kawasan Ekosistem Leuser perlu kerja sama banyak pihak. [Online] Tersedia pada: https://bangda.kemendagri.go.-id/berita/baca_kontent/1161/nyoto_suwignyo_pengelolaan_kawasan_ekosistem_leuser_perlu_kerja_sama_banyak_pihak [Diakses 28 Juli 2020].

Swofford, D.L. (2002) PAUP* phylogenetic analysis using parsimony (*and other methods). Version 4.0b10. Sunderland Massachusetts, Sinauer Associates. doi:10.1111/j.0014-3820.2002.tb00191.x.

TFCA (Tropical Forest Conservation Action) (2016) Ekosistem Leuser dan Taman Nasional Gunung Leuser. [Online] Tersedia pada: http://tfcasumatera.org/bentang_alam/ekosistemleuser-

dan-taman-nasional-gunung-leuser/ [Diakses 28 Juli 2020].

Widjaja, E.A. (1994) Exploring bamboo germplasm in Sumatra, Indonesia. In: Shiji, W., Tewari, D.N., Kadri, W., Kobayashi, F., Stocker, G., Bhumibhamon, S., Ganguli, B.N., Ogbourne, C.,

Muthoo, M.K., Nor, S.M., Zakharia, S. & Jiko L.R. (eds.) Proceedings 4th International Bamboo Workshop on Bamboo in Asia and the Pacific.

Chiangmai, 27-30 November 1991. Ottawa, IDRCFAO-

UNDP, pp. 7-10.

Widjaja, E.A. (2001a) Identikit jenis-jenis bambu di Kepulauan Sunda Kecil. Bogor, Herbarium Bogoriense.

Widjaja, E.A. (2001b) Identikit jenis-jenis bambu di Jawa. Bogor, Herbarium Bogoriense.

Widjaja, E.A. (2019) The spectacular Indonesian bamboos. Jakarta, Polagrade.

Widjaja, E.A. & Karsono (2005) Keanekaragaman bambu di Pulau Sumba. Biodiversitas, 6 (2), 95–99. doi: 10.13057/bdiv/d060205.

Widjaja, E.A., Astuti, I.P., Arinasa, I.B.K. & Sumantera, I.W. (2005) Identikit bambu di Bali. Bogor, Pusat Penelitian Biologi–LIPI.

Widjaja, E.A., Rahayuningsih, Y., Rahajoe, J.S., Ubaidillah, R., Maryanto, I., Walujo, E.B. & Semiadi, G. (2014) Kekinian keanekaragaman hayati Indonesia 2014. Jakarta, LIPI Press.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/blpn.v26n2.2020.p109-122

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 Buletin Plasma Nutfah

 


       


Buletin Plasma Nutfah

Jalan Tentara Pelajar 3A, Bogor 16111
Jawa Barat, Indonesia
Phone: (0251) 8339793, 8337975
Call Centre: 08211181677
Fax: (0251) 8338820
E-mail: buletin.plasmanutfah@gmail.com
Website: http://biogen.litbang.pertanian.go.id

ISSN    : 1410-4377
E ISSN : 2549-1393

Accreditation Number200/M/KPT/2020





View My Stats