Hubungan Iod (Indian Ocean Dipole) Terhadap Anomali Curah Hujan di Pantai Utara Jawa (Studi Kasus: Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Indramayu)

Dariin Firda

Abstract


Analisis hubungan antara indeks IOD (Indian Ocean Dipole) dengan anomali curah hujan bulanan dilakukan
pada tiga Kabupaten di Pantai Utara Jawa dengan periode tiga bulanan, yaitu Desember-Januari-Februari
(DJF), Maret-April-Mei (MAM), Juni-Juli-Agustus (JJA), dan September-Oktober-November (SON). Waktu
jeda yang digunakan dalam analisis adalah lag 0 sampai lag 3 dengan analisis korelasi dan signifikansi
dengan nilai p < 0,1. Data curah hujan bulananp ada 14 stasiun yang digunakan memiliki periode data >20
tahun dengan data kosong pada setiap stasiun <10%. Hasil analisis menunjukan bahwa IOD memiliki
korelasi kuat dengan anomali curah hujan bulanan. Periode musim yang paling banyak memiliki korelasi
dengan IOD positif adalah periode SON sebanyak 6 stasiun. Pada kondisi IOD negatif, periode MAM dan JJA
merupakan periode dengan jumlah stasiun terbanyak yang berkorelasi nyata dengan IOD. Pada kondisi IOD
positif, stasiun yang paling banyak berkorelasi nyata berada di wilayah Kabupaten Subang. Dalam kondisi
IOD negatif, sebagian besar stasiun berkorelasi nyata di wilayah Kabupaten Indramayu. Pengaruh IOD baik
positif maupun negatif, secara umum lebih kuat pada periode musim MAM sampai SON dan lebih rendah
pada periode musim DJF.

Keywords


IOD, DMI, Curah Hujan

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Copyright © 2014 Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi

Jl. Tentara Pelajar No. 1A, Cimanggu, Kota Bogor 16111, Indonesia
Telp. (0251) 8312760, Fax. (0251) 8323909, email: ojs.balitklimat@gmail.com
website: www.balitklimat.litbang.pertanian.go.id