Strategi Pengembangan Agrowisata dalam Mendukung Pembangunan Pertanian - Studi Kasus di Desa Wisata Kaligono (Dewi Kano) Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo

Siwi Harning Pambudi, nFN Sunarto, Prabang Setyono

Abstract


Desa Wisata Kaligono (Dewi Kano) is one of the tourist village located in the west of Menoreh hill. There are some agriculture potentials, such as: mangosteen, durian, and Etawa goat (PE). The main crops commodity, mangosteen and durian, is not fully developed yet. It requires planning in developing its potentials. The Shift of Economic Structure from agricultural sector to industry sector which is happened in these recent ten years has the effect on PDRB of the regency. Kaligesing district is set as an agropolitan development area according to RTRW of the regency; it is strategically settled as a chance to develop tourism of Dewi Kano. This research objectives were: to gain information about villagers perception concerning to the plan of developing an agro-tourism area in Dewi Kano, to find out the impact of agro-tourism, and to formulate the strategy in developing the agro-tourism. Observation, interview, questionnaire, and SWOT analysis were used in formulating the agro-tourism development strategy of Dewi Kano area. The results of the research show that villagers of Dewi Kano are supporting the plan of developing their area as an agro-tourism; this is seen from their perceptions which tend to agree, because they understand that agro-tourism development can give benefits in ecology, economy, social, and management. The strategy which can be applied in developing agro-tourism of Dewi Kano is a progressive strategy; it means, the research location is in a great condition, so it will be well-developed by maximizing the chances.

 

Abstrak

Desa Wisata Kaligono (Dewi Kano) adalah salah satu desa wisata di sebelah barat pegunungan Menoreh. Potensi-potensi pertanian yang dimiliki desa Kaligono antara lain buah manggis, durian dan kambing peranakan etawa (PE). Komoditas hasil pertanian manggis dan durian belum digarap secara maksimal sehingga perlu adanya perencanaan dalam pengembangan potensi tersebut. Pergeseran struktur ekonomi dari sektor pertanian ke sektor industri dan jasa selama 10 tahun terakhir mempengaruhi PDRB kabupaten. Kecamatan Kaligesing ditetapkan sebagai kawasan pengembangan agropolitan sesuai dengan RTRW Kabupaten dan isu strategis yang berkembang merupakan sebuah peluang untuk mengembangkan agrowisata di Dewi Kano. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persepsi masyarakat Dewi Kano terhadap rencana pengembangan sebuah kawasan agrowisata Dewi Kano, mengetahui dampak pengembangan agrowisata dan merumuskan strategi pengembangan agrowisatanya. Metode penelitian melalui observasi, wawancara dan kuisioner dan analisis SWOT digunakan untuk merumuskan strategi pengembangan agrowisata di Dewi Kano. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Dewi Kano mendukung dalam perencanaan pengembangan daerahnya sebagai kawasan agrowisata dilihat dari persepsi masyarakat yang cenderung setuju dalam upaya tersebut karena dapat memberikan dampak terhadap upaya pembangunan pertanian berkelanjutan dari sudut pandang ekologi, sosial, ekonomi dan pengelolaan. Strategi yang dapat dilakukan dalam pengembangan agrowisata Dewi Kano yaitu strategi progresif, artinya lokasi penelitian dalam kondisi baik dan prima sehingga dapat dikembangkan sebagai sebuah kawasan agrowisata dengan menggunakan peluang yang tersedia untuk meningkatkan kekuatan yang dimiliki.


Keywords


gagasan

Full Text:

PDF

References


Andini, N. (2013). Pengorganisasian komunitas dalam pengembangan agrowisata di desa wisata studi kasus: desa wisata Kembangarum, Kabupaten Sleman. Perencanaan Wilayah Dan Kota, 24(3), 173–188.

Andry, S., Triana, D., Rivananda, & Iswoyo, H. (2017). Potensi Pengembangan Kawasan MOI sebagai RTH Hutan Kota dan Kawasan Agroeduwisata Perkotaan. Hasanuddin Student Journal, 1(1), 22–33.

Anonim. (2017). Persiapan Batang Bawah Tanaman Durian Lokal untuk Perbanyakan dengan Sambung Pucuk Muda. BPTP Kalimantan Barat, pp. 1–5.

Aridiansari, R., Nurlaelih, E. E., & Wicaksono, K. P. (2015). Pengembangan Agrowisata di Desa Wisata Tulungrejo Kota Batu Jawa Timur. Jurnal Produksi Tanaman, 3(5), 383–390.

Azwar, S. (2014). metode penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Barkauskas, V., & Jasinskas, E. (2015). Analysis of macro environmental factors influencing the development of rural tourism : Lithuanian case, 213, 167–172. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2015.11.421

Bohari, A. M., Hin, C. W., & Fuad, N. (2013). The competitiveness of halal food industry in Malaysia : A SWOT - ICT analysis. Journal of Society and Space, 1(1), 1–9.

Bouchon, F. A. L. (2014). Truly Asia and global city? Branding strategies and contested identities in Kuala Lumpur. Place Branding and Public Diplomacy, 10(1), 6–18. https://doi.org/10.1057/pb.2013.21.

Budiarti, T., Suwarto, & Muflikhati, I. (2013). Pengembangan Agrowisata Berbasis Masyarakat pada Usahatani Terpadu guna Meningkatkan Kesejahteraan Petani dan Keberlanjutan Sistem Pertanian. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 18(3), 200–207.

Dewi, M. H. U., Fandeli, C., & Baiquni, M. (2013). Pengembangan Desa Wisata Berbasis Partisipasi Masyarakat di Desa Wisata Jatiluwih Tabana, Bali. Kawistara, 3(2), 117–226. https://doi.org/https://doi.org/10.22146/kawistara.3976.

Fitriani,Y. (2008). Analisis Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Pengunjung Agrowisata Taman Wisata Mekarsari dengan Metode Kontingensi (Skripsi). Bogor: Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Ghorbani, A., Raufirad, V., Rafiaani, P., & Azadi, H. (2015). Ecotourism sustainable development strategies using SWOT and QSPM model: A case study of Kaji Namakzar Wetland, South Khorasan Province, Iran. Tourism Management Perspectives, 16, 290–297. https://doi.org/10.1016/j.tmp.2015.09.005.

Hadiati, S., & Nasution, F. (2016). Karakterisasi dan Evaluasi Koleksi Sumber Daya Genetik Durian Berdasarkan Karakter Morfologi Buah Fruit Morphology Characteristics ), 22(1), 1–10.

Haryanto, J. T. (2013). Implementasi Nilai-nilai Budaya, Sosial, dan Lingkungan Pengembangan Desa Wisata di Provinsi Yogyakarta. Jurnal Kawistara, 3(1), 1–11.

Haryanto, J. T. (2014). Model Pengembangan Ekowisata Dalam Mendukung Kemandirian Ekonomi Daerah Studi Kasus Provinsi DIY. Kawistara, 19(3), 271–286. https://doi.org/https://doi.org/10.22146/kawistara.6383.

Kusmaryadi dan Sugiarto. (2000). Metodologi Penelitian dalam Bidang Kepariwisataan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Kustiari, R., Purba, H. J., & Hermanto. (2012). Analisis Daya Saing Manggis Indonesia di Pasar Dunia (Studi Kasus di Sumatera Barat). Jurnal Agro Ekonomi, 30(1), 81–107.

Londra, I. M., & Sutami, P. (2013). Pengaruh Pemberian Kulit Kopi Terfermentasi dan Leguminosa untuk Pertumbuhan Kambing Peranakan Etawah. Informatika Pertanian, 22(2), 45–51.

Martias, & Mansyah, E. (2013). Penguatan Daya Saing Manggis di Pasar Domestik dan Global. In Daya Saing Produk Pertanian (pp. 205–222).

Mastronardi, L., Giaccio, V., Giannelli, A., & Scardera, A. (2015). Is agritourism eco-friendly? A comparison between agritourisms and other farms in italy using farm accountancy data network dataset. SpringerPlus, 4(1), 1–12. https://doi.org/10.1186/s40064-015-1353-4.

Mayasari, K., & Ramdhan, T. (2013). Strategi Pengembangan Agrowisata Perkotaan. Buletin Pertanian Perkotaan, (3), 1.

Nestorosk, I. (2012). Identifying Tourism Potentials in Republic of Macedonia Through Regional Approach. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 44, 95–103. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2012.05.009.

Nisa, A. R. K., Samino, S., & Arisoesilaningsih, E. (2014). Agroedutourism and Ecopreneurship Activities on the Organic Farming Practices in Lawang , Malang Regency , East Java , Indonesia. Journal of Indonesia TOurism and Development Studies, 2(3), 103–113. https://doi.org/10.21776/ub.jitode.2014.002.03.03

Nugroho, J. W., Gandasasmita, K., & Manuwoto. (2015). Arahan Pembangunan Obyek Wisata Menuju Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan di Kabupaten Wonogiri. Jurnal Kawistara, 5(3), 221–238. Retrieved from https://jurnal.ugm.ac.id/kawistara/article/view/10053/7561.

Palit, I. G., Talumingan, C., & Rumagit, G. A. J. (2017). Strategi Pengembangan Kawasan Agrowisata Rurukan. Jurnal Agri-SosioEkonomi Unsrat, 13(2), 21–34.

Petroman, C., Mirea, A., Lozici, A., Constantin, E. C., Marin, D., & Merce, I. (2016). The Rural Educational Tourism at the Farm. Procedia Economics and Finance, 39(November 2015), 88–93. https://doi.org/10.1016/S2212-5671(16)30245-3.

Petroman, I., Varga, M., Claudia, E., Petroman, C., Momir, B., Turc, B., & Merce, I. (2016). Agritourism : An Educational Tool for the Students with Agro-Food Profile. Procedia Economics and Finance, 39(November 2015), 83–87. https://doi.org/10.1016/S2212-5671(16)30244-1.

Prihatman, K. (2000). Budidaya Pertanian Durian. Retrieved from http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/files/2012/12/DURIAN.pdf.

Rangkuti, F. (2015). Analisis SWOT : Teknik Membedah Kasus Bisnis Cara Perhitungan Bobot, Rating, dan OCAI. Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama.

Rodríguez-Piñeros, S., & Mayett-Moreno, Y. (2014). Forest owners’ perceptions of ecotourism: Integrating community values and forest conservation. Ambio, 44(2), 99–109. https://doi.org/10.1007/s13280-014-0544-5.

Sastrayuda, G. S. (2010). Konsep Pengembangan Kawasan Agrowisata. In Hand Out Mata Kuliah Concept Resort and Leisure, Strategi Pengembangan dan Pengelolaan Resort and Leisure (pp. 1–38).

Singarimbun, M. dan Effendi, S. (2009). Penentuan Sampel. Jakarta: Penerbit Grafindo.

Soedarya,A.P. (2009). Budidaya Usaha Pengolahan Agribisnis Durian. Bandung : Pustaka Grafika.

Sutama, I. K. (2011). Kambing Peranakan Etawah Sumberdaya Ternak Penuh Berkah. Sinar Tani, pp. 5–13.

Ulfah, I. F., Setiawan, A., & Rahmawati, A. (2017). Pembangunan Desa Berbasis Potensi Lokal Agrowisata di desa Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur. Politik Indonesia, 1(2), 46–64.

Usman, Hakim, L., & Malik, I. (2012). Strategi Pemerintah Daerah dalam Pengembangan Agrowisata di Kabupaten Bantaeng. Jurnal Ilmu Pemerintahan, II(2), 191–200.

Vitasurya, V. R. (2016). Local Wisdom for Sustainable Development of Rural Tourism, Case on Kalibiru and Lopati Village, Province of Daerah Istimewa Yogyakarta. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 216(October 2015), 97–108. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2015.12.014.

Wang, L. en, Cheng, S. kui, Zhong, L. sheng, Mu, S. lin, Dhruba, B. G. C., & Ren, G. zhu. (2013). Rural tourism development in China: Principles, models and the future. Journal of Mountain Science, 10(1), 116–129. https://doi.org/10.1007/s11629-013-2501-3.

Winardi, J. (2014). Teori Organisasi dan Pengorganisasian. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Wiryanta, B.T.W. (2008). Kiat Mengatasi Masalah Praktis Bertanam Durian. Jakarta: Agromedia Pustaka.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/akp.v16n2.2018.165-184

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Analisis Kebijakan Pertanian

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Kementerian Pertanian
Kawasan Penelitian Cimanggu
Jln. Tentara Pelajar No. 3B, Kota Bogor 16111
Telp. (0251) 8333964 ext. 300-301, Faks. (0251) 8314496
E-mail: akppsekp@gmail.com
Website: http://pse.litbang.pertanian.go.id