PROSPEK KEBERLANJUTAN PROGRAM KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI

nFN Saptana, Kurnia Suci Indraningsih, nFN Ashari, Maesti Mardiharini

Abstract


The use of backyard land (pekarangan) by community has not been optimal yet. As a component of food diversification effort, Ministry of Agriculture has developed a program called Sustainable Food-Reserved Garden (SRFG) that empowers Women Farmer Group (WFG) to be able to provide a diverse and nutritious food for their families continuously. The purpose of this study was to evaluate SFRG activities that include an assessment of policy concepts, implementation, output, and outcomes. Coverage of this study was at national level with indepth analysis was conducted in two selected provinces, namely East Java and West Kalimantan. Data collection in these two provinces used survey and interview to 39 WFGs. Data was analysed using descriptive and a statistical methos using Partial Least Square (PLS). Results of this study showed that the SFRG program performances in the two provinces were mostly moderate to good. However, if there were no supporting policies and programs, the SFRG program was predicted will not be sustainable. Several factors affecting the sustainability of SFRG were (i) availability of planting media; (ii) availability of water sources and their efficient use; (iii) market institutions (mini markets, village markets) and business partnerships with collectors and supermarket; and (iv) processing of results that can increase value-added and SFRG networks. The policy implications for the sustainability of SFRG program are determined by the implementation aspects, supporting aspects, promotion aspects, and the synergy between programs across sectors.

Abstrak

Pemanfaatan lahan pekarangan yang dilakukan masyarakat dinilai belum optimal. Sebagai komponen dari upaya diversifikasi pangan, Kementerian Pertanian mengembangkan program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang merupakan kegiatan Kelompok Wanita Tani (KWT) di lahan pekarangan untuk menghasilkan aneka pangan bergizi untuk keluarganya secara berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan evaluasi program KRPL yang mencakup aspek konsep kebijakan, implementasi, output dan outcome. Cakupan penelitian bersifat nasional, dengan pendalaman dilakukan di dua provinsi terpilih, yaitu Jawa Timur dan Kalimantan Barat. Pengumpulan data di kedua provinsi tersebut dilakukan dengan metoda dan wawancara terhadap 39 KWT. Analisis dilakukan secara diskriptif kualitatif dan analisis statistik dengan menggunakan Partial Least Square (PLS). Implementasi program KRPL menunjukkan kinerja  sedang hingga baik. Meskipun demikian, jika tidak ada kebijakan dan program pendukung maka program KRPL terancam tidak berkelanjutan. Faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap keberhasilan program KRPL adalah (a) ketersediaan media tanam; (b) ketersediaan sumber air dan pemanfaatannya secara efisien; (c) adanya kelembagaan pasar (kios desa, pasar mini, pasar desa) dan kemitraan usaha (pedagang pengumpul, pedagang keliling); dan (d) pengolahan hasil yang dapat meningkatkan nilai tambah dan jejaring KRPL. Implikasi kebijakan untuk keberlanjutan program KRPL sangat ditentukan oleh aspek pelaksanaan, aspek pendukung, dan aspek promosi, serta sinergi antar program lintas sektor.


Full Text:

PDF

References


[Balitbangtan] Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2013. Pedoman umum pengembangan Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL). Jakarta (ID): Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

[Bappenas] Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. 2012. Buku pegangan perencanaan pembangunan daerah memperkuat perekonomian domestik bagi peningkatan dan perluasan kesejahteraan rakyat. Jakarta (ID): Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

[FAO] Food and Agriculture Organization. 2014. Global dialogue family farming. Roma (IT): Food and Agriculture Organization.

Abdullah M. 2015. Metodologi penelitian kuantitatif. Yogyakarta (ID): Aswaja Pressindo.

Annisahaq A, Hanani N, Syafrial. 2014. Pengaruh program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dalam mendukung kemandirian pangan dan kesejahteraan rumah tangga (kasus di Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kota, Kota Kediri). Habitat. 25(1):32–39.

Ashari, Saptana, Purwantini TB. 2012. Potensi dan Prospek Pemanfaatan Lahan Pekarangan Untuk Mendukung Ketahanan Pangan. Forum Penelit Agro Ekon [internet]. [diunduh 2020 Jun 12]; 30(1):13-30. Tersedia dari: doi:http://dx.doi.org/10.21082/fae.v30n1.2012.13-30.

Farahdiba Z, Achdiyat, Saridewi TR. 2020. Peran anggota kelompok wanita tani dalam pemanfaatan lahan pekarangan di Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Kota Depok. J Inov Penelit. 1(3):535–544.

Irwan, Adam K. 2015. Metode Partial Least Square (PLS) dan terapannya (studi kasus: analisis kepuasan pelanggan terhadap layanan PDAM Unit Camming Kab. Bone). J Teknosains. 9(1):53–68.

Manoppo CN, Yusuf. 2018. Analisis faktor yang memengaruhi persepsi kelompok wanita terhadap pemanfaatan pekarangan. Bul Agrosaintek Sulawesi Utara. 4(1):11–19.

Mardiharini M. 2011. Model kawasan rumah pangan lestari dan pengembangannya ke seluruh provinsi di Indonesia. War Penelit dan Pengemb Pertan. 33(6):3–5.

Mattjik AA, Sumertajaya IM. 2011. Sidik peubah ganda dengan mengguanakan SAS. Wibawa GNA, Hadi AF, editors. Bogor (ID): IPB Press.

Mudrieq SH. 2013. Problematika krisis pangan dunia dan dampaknya bagi Indonesia. J Acad Fisip Untad. 5(2):1287–1302.

Munthe AP. 2015. Pentingya evaluasi program di institusi pendidikan: sebuah pengantar, pengertian, tujuan dan manfaat. J Sch. 5(2):1–14.

Oka IGADS, Darmawan DP, Astiti NWS. 2016. Keberhasilan program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) pada kelompok wanita tani di Kabupaten Gianyar. J Manaj Agribisnis. 4(2):133–146. https://ojs.unud.ac.id/index.php/agribisnis/article.

Putri N, Aini N, Heddy Y. 2015. Evaluasi keberlanjutan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Desa Girimoyo, Kecamatan Karangploso, Malang. J Produksi Tanam [internet]. [diunduh 2020 Jun 12]; 3(4):278–285. Tersedia dari: https://media.neliti.com/media/publications/129717-ID-evaluasi-keberlanjutan-kawasan-rumah-pan.pdf.

Refita Y, Siregar H, Suroso AI. 2017. Evaluasi Program Sarjana Membangun Desa (SMD) dan strategi pengembangannya (studi kasus provinsi Sumatera Barat, Jawa Barat dan Nusa Tenggara Barat). J Reg Rural Dev Plan (Jurnal Perenc Pembang Wil dan Perdesaan) [internet]. [diunduh 2020 Jun 12]; 1(1):98–113. Tersedia dari: doi:https://doi.org/10.29244/jp2wd.2017.1.1.98-113.https://journal.ipb.ac.id/index.php/p2wd/article/view/15537.

Saptana, Friyatno S, Sunarsih. 2012. Laporan akhir penelitian TA 2012: Analisis kebijakan dan program Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL). Bogor (ID).

Saptana, KS I, Ashari, M M, WB K, Sabarella, Ngadiningsih, L F, M R, Nardi. 2019. Evaluasi independen program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Bogor (ID).

Saptana, Sunarsih, Friyatno S. 2013. Prospek Model-Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) dan replikasi pengembangan KRPL. Forum Penelit Agro Ekon. 31(1):67–87.

Setiasih I, Suharno, Suryana A. 2020. Pengembangan kawasan jagung berbasis korporasi petani di Kabupaten Lebak, Banten. Anal Kebijak Pertan. 18(2):89–103.

Sirnawati E, Yulianti A, Ulpah B. 2015. Faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan kawasan rumah pangan lestari di Pulau Sumatera. J Pengkaj dan Pengemb Teknol Pertan. 18(11–27).

Stufflebeam DL. 2003. The international handbook of educational evaluation (Chapter 2). Chapter 2. Stufflebeam DL, Kellaghan T, editors. Boston (MA): Springer Netherlands (NL).

Sukanata I, Dukat, Yuniati A. 2015. Hubungan karakteristik dan motivasi petani dengan kinerja kelompok tani (Studi Kasus Desa Cisaat Kecamatan Dukupuntang). J Agrijati. 28(1):17–34.

Suputra G, Adiputra I, Suardi I. 2016. Evaluasi dampak program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Tunas Sejahtera di Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. E-Jurnal Agribisnis dan Agrowisata. 5(1):1–10.

Syam D, Saputri N, Widyastuti A. 2018. Analisis added value program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) terhadap ekonomi rumah tangga (studi kasus pada Kelompok Wanita Tani “Dewi Sri” Kota Batu). J Inov Ekon. 3(2):73–82.

Umam K, Sarifah I. 2018. Using the Context, Input, Process and Product (CIPP) model in the evaluation of training programs. Int J Pedagog Teach Educ. 2(19):183–194.

Widayanti S. 2015. Evaluasi kinerja model kawasan rumah pangan lestari pada Balai Besar Pengkajian dan pengembangan teknologi pertanian melalui pendekatan balance scorecard. Institut Pertanian Bogor.

Zhang G, Zeller N, Griffith R, Metcalf D, Williams J, Shea C, Misulis K. 2011. Using Context, Input, Proses, and Product Evaluation Model (CIPP) as a comprehensive framework to guidethe planning, implementation, and assessment of service learning program. J High Outreach Engagem. 15(4):57–83.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/akp.v19n1.2021.69-87

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Analisis Kebijakan Pertanian

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Kementerian Pertanian
Kawasan Penelitian Cimanggu
Jln. Tentara Pelajar No. 3B, Kota Bogor 16111
Telp. (0251) 8333964 ext. 300-301, Faks. (0251) 8314496
E-mail: akppsekp@gmail.com
Website: http://pse.litbang.pertanian.go.id