Pengembangan Rantai Pasok Daging Ayam secara Terpadu di Jawa Barat dan Jawa Timur

nFN Saptana, Nyak Ilham

Abstract


The main problem faced by the broiler industry from time to time was its vulnerability to various large and short-term shocks. This study aimed to assess and formulate policy recommendations for the development of the supply chain integration of chicken meat. The analytical methods used in this study were the supply chain, market integration, and price fluctuation analysis. The results of this study indicated that supply chain actors in live broiler commodities and chicken meat were still quite long and less competitive. The dominant position in determining prices in the chicken meat supply chain was integrator companies and collectors. Broiler market integration at the farm level in the production center in West Java and the retailer level in the City of Bandung was not well integrated with the Market Index Connection (IMC) value of 5.956 (not integrated) and in East Java was also not integrated but with better the IMC value of 1.654. The level of chicken meat price fluctuations was quite moderate, as indicated by the Coefficient of Variation (CV) value 6.82. Broiler prices at the producer level were more volatile than the price of chicken meat at the consumer level. Policy implications drawn from this study are the need to cut the very long supply chain, improve the market structure towards a more competitive one, increase market integration, and maintain stabilization of chicken meat prices.

 

Abstrak

Permasalahan pokok yang dihadapi industri broiler dari waktu ke waktu adalah kerawanannya terhadap terhadap berbagai goncangan besar dan berjangka pendek. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menghasilkan rekomendasi kebijakan pengembangan rantai pasok daging ayam ras secara terpadu.Metode analisis yang digunakan adalah analisis rantai pasok, integrasi pasar, dan fluktuasi harga. Hasil penelitian ini menunjukkan pelaku rantai pasok pada komoditas broiler hidup dan daging ayam masih cukup panjang dan kurang kompetitif. Posisi dominan dalam penentuan harga pada rantai pasok daging ayam adalah perusahaan integrator dan pedagang pengepul. Integrasi pasar broiler di tingkat peternak di daerah sentra produksi di Jawa Barat dan di tingkat pedagang pengecer di Kota Bandung tidak terintegrasi dengan baik dengan nilai Index Market Conection (IMC) sebesar 5,956 (tidak terintegrasi), dan di Jawa Timur juga tidak integrasi namun dengan nilai IMC yang menunjukkan lebih baik, yaitu  1,654. Tingkat fluktuasi harga daging ayam cukup moderat, yang diindikasikan oleh nilai Coefisien Variasi (CV) 6,82. Harga broiler di tingkat produsen lebih fluktuatif dibandingkan harga daging ayam ras di tingkat konsumen. Implikasi kebijakan dari temuan penelitian ini adalah perlunya memotong rantai pasok yang terlalu panjang, memperbaiki struktur pasar ke arah struktur yang lebih kompetitif, meningkatkan keterpaduan pasar dan menjaga stabilisasi harga daging ayam.


Keywords


chicken meat; market integration; price fluctuations; supply chain; daging ayam; fluktuasi harga; integrasi pasar; rantai pasok

Full Text:

PDF

References


Aho P. 1998. How globalization of agriculture will affect the poultry and livestock industries of Southeast Asia. ASA Technical bulletin. PO 39. Singapore (SG): American Soybean Association.

Asmarantaka RW. 2009. Pemasaran produk-produk pertanian dalam Bunga Rampai Agribisnis Seri Pemasaran. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Arifin B. 2016 Feb 2. Membenahi kemelut industri perunggasan. Surat Kabar Harian: Bisnis Indonesia.

Daryanto A. 2009. Dinamika dayasaing industri peternakan. Bogor (ID): IPB Press.

Daryanto A, Saptana. 2011. Dampak kebijakan Pemerintah DKI di bidang perunggasan terhadap ketersediaan ayam di DKI Jakarta. Anal Kebijak Pertan. 9(3):219-236.

Emhar A, Aji JMM, Agustina T. 2014. Analisis rantai pasokan (supply chain) daging sapi di Kabupaten Jember. Berkala Ilmiah PERTANIAN. 1(3):53-61.

Fitriani A, Daryanto HK, Nurmalina R, Susilowati SH. 2014. Struktur, perilaku dan kinerja industri broiler Indonesia: pendekatan model simultan. J Agro Ekon. 32(2):167-186.

Hermanto, Saptana. 2017. Kebijakan harga beras ditinjau dari dimensi penentu harga. Forum Penelit Agro Ekon. 35(1):31-43.

Huang Z, Loch A, Findlay C, Wang J. 2017. Adoption of HPAI biosecurity measures: the Chinese broiler industry. J of Integrative Agriculture. 16(1):181-189.

Ilham N, Saptana, Purwoto A, Supriyatna Y, Nurasa T. 2015. Kajian pengembangan industri peternakan mendukung peningkatan produksi daging. Laporan Akhir. Bogor (ID): Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian.

Ilham N, Winarso B, Maulana M, Nurasa T. 2017. Kajian efisiensi rantai pasok ayam ras pedaging dan petelur dalam rangka meningkatkan daya saing dan kesejahteraan peternak. Laporan Akhir. Bogor (ID): Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian.

Ilham N, Saptana, Lestari ES. 2018. Riviu fluktuasi harga telur dan daging ayam ras di tengah surplus produksi. Laporan penelitian akhir analisis kebijakan. Laporan Akhir. Bogor (ID): Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian.

Janvier-James AM. 2012. A New introduction to supply chains and supply chain management: definitions and theories Perspective. International Business Research. 5(1):194-207.

Kurniawan R, Achmad S, Suparmo. 2000. Kesiapan usaha kecil sektor perunggasan sisi karkas dalam menghadapi perkembangan ekonomi mendatang. J Sosiohumaniora. 2(3):14-32.

Mawaddah H, Lubis SN, Emalisa. 2013 Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan daging ayam broiler di Kota Medan. J on Social Economic of Agriculture and Agribusiness. 2(8):1-13.

Marimin, Djatna T, Suharjito, Hidayat S, Utama DN, Astuti R, Martini S. 2013. Teknik dan analisis pengambilan keputusan fuzzy dalam Manajemen Rantai Pasok. Bogor (ID): IPB Press.

Ministry of Agriculture and Cooperatives Thailand. 2009. Thai agricultural standard (TAS 6901-2009). Bangkok (TH): Ministry of Agriculture and Cooperatives Thailand.

Mohamed Z, Shamsudin MN, Latif IA. 2013. Measuring competition along the supply chain of the malaysian poultry industry. In: Proceeding of the International Conference on Social Science Research; 2013 Jun 4-5+; Penang, Malaysia. Selangor (MY): WorldConferences.net.

Muhammad MR, Sumarauw JSB. 2014. Evaluasi kinerja manajemen rantai pasok pada pemasok daging ayam, Jeky PM. Jurnal EMBA. 2(4):195-202.

[Puska Dagri Kemendag] Pusat Pengkajian Perdagangan Dalam Negeri. 2014. Analisis outlook unggas 2015-2019. Laporan Ringkas. Jakarta (ID): Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan.

[Puska Dagri Kemendag] Pusat Pengkajian Perdagangan Dalam Negeri. 2016. Kajian kebijakan persaingan usaha di sektor perunggasan. Laporan Penelitian Akhir. Jakarta (ID): Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan.

Ravallion M. 1986. Testing market integration. American J of Agricultural Economics. 68(1):102-109.

Samuelson PA, Nordhaus WD. 1993. Mikro-ekonomi. Ed. Ke-14. Jakarta (ID): Penerbit Erlangga.

Saptana, Daryanto A. 2013. Dinamika kemitraan usaha agribisnis berdayasaing dan berkelanjutan. Bogor (ID): Pusat Sosial Ekonomi dan kebijakan Pertanian.

Saptana, Ilham N. 2017. Manajemen rantai pasok komoditas ternak dan daging sapi. Anal Kebijak Pertan. 15(1):83-98.

Saptana, Saliem HP. 2015. Tinjauan konseptual makro-mikro pemasaran dan implikasinya bagi pembangunan pertanian. Forum Penelit Agro Ekon. 38(2):1-18.

Saptana, Sumaryanto. 2010. Kebijakan antisipatif terhadap Peraturan dan Kebijakan Perunggasan Pemerintah DKI 2010. Anal Kebijak Pertan. 7(4): 319-335.

Saptana, Yofa RD. 2016. Penerapan konsep manajemen rantai pasok pada produk unggas. Forum Penelit Agro Ekon. 34(1):143-161.

Saptana, Maulana, Rahayu R. 2016. Analisis produksi dan pemasaran komoditas broiler di Jawa Barat. J Manajemen & Agribisnis. 14(2):152-154.

Saragih B. 1998. Agribisnis berbasis peternakan: kumpulan pemikiran. Bogor (ID): Pusat Studi Pembangunan, Lembaga Penelitian Institut Pertanian Bogor.

Simatupang P, Dermoredjo SK. 2003. Produksi domestik bruto, harga, dan kemiskinan: Hipotesis “trickle down” dikaji ulang. Ekonomi dan Keuangan Indonesia. 51(2):191- 324.

Simatupang P, Muharminto PA, Syam A, Hardono GS, Indraningsih KS, Jamal E, Elizabeth R. 1998. Koordinasi vertikal sebagai strategi untuk meningkatkan dayasaing dan pendapatan dalam era globalisasi ekonomi (Kasus Agribisnis Kopi). Bogor (ID): Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian.

Tangenjaya B. 2014. Usaha meningkatkan daya saing perunggasan Indonesia. Memperkuat Dayasaing Produk Pertanian. Jakarta (ID): Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Tangendjaja B. 2010. Global competitiveness of poultry production in South East Asia Countries. Wartazoa. 20(4):161-171.

Timmer CP, editor. 1987. Corn Marketing In Indonesia. In: The corn economy of Indonesia. Ithaca (NY): Cornell University Press. p. 201-234.

Tomeck WG, Robinson KL. 1990. Agricultural product prices. 3rd ed.Ithaca (NY): Cornell University Press.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/akp.v18n1.2020.41-57

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Analisis Kebijakan Pertanian

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Kementerian Pertanian
Kawasan Penelitian Cimanggu
Jln. Tentara Pelajar No. 3B, Kota Bogor 16111
Telp. (0251) 8333964 ext. 300-301, Faks. (0251) 8314496
E-mail: akppsekp@gmail.com
Website: http://pse.litbang.pertanian.go.id