PEDULI KONSERVASI TANAH DAN AIR TINGGAL SLOGAN? STUDI KASUS LAHAN PERKEBUNAN RAKYAT / A Soil and Water Conservation Only be a Slogan? Case Study of Land of Smallholder Plantation

Bariot - Hafif

Abstract


Pengelolaan lahan yang kurang peduli kaidah konservasi tanah dan air (KTA) berkontribusi nyata terhadap kerusakan lahan. Hal itu diantaranya terjadi pada areal perkebunan rakyat yang kebanyakan dikelola secara konvensional. Dari 26,5 juta ha luas perkebunan nasional, 65% merupakan lahan perkebunan rakyat yang dominan berada pada topografi berlereng dengan rata-rata umur tanaman telah di atas 25 tahun. Cara pengelolaan konvensional yang mendorong terjadinya erosi dan degradasi lahan dan umur tanaman yang semakin tua mengakibatkan produksi tanaman cenderung terus menurun, sehingga jauh dibawah produktivitas perkebunan Swasta dan Negara. Agar kerusakan sumberdaya lahan tidak berkelanjutan dan produktivitas perkebunan rakyat meningkat, perlu adanya revolusi kebijakan khususnya terhadap KTA dan penerapan teknologinya. Namun untuk sampai pada tahap tersebut akan menghadapi tantangan seperti curah hujan dan intensitas hujan tinggi, lahan berlereng, dan erodibilitas tanah tinggi. Tantangan lain ialah efek erosi yang bertahap dalam menurunkan produktivitas lahan, dan penerapan teknologi KTA kadang tidak berpengaruh langsung terhadap peningkatan produksi tanaman. Tantangan selanjutnya adalah petani kebanyakan lemah dalam modal dan kepercayaan mereka masih rendah untuk berinvestasi ke lahan, disebabkan tingginya fluktuasi harga komoditas perkebunan. Peluang yang diharapkan memotivasi masyarakat perkebunan untuk lebih peduli KTA antara lain perekonomian petani perkebunan membaik dan ekspor komoditas perkebunan berperan nyata sebagai sumber devisa negera, dan teknologi KTA dapat berperan dalam mitigasi perubahan iklim dan penyelamatan hutan tropis.  Implikasi kebijakan untuk hal itu antara lain memberi semangat baru terhadap masyarakat perkebunan untuk lebih peduli KTA, memperbaiki Institusi penanggungjawab Tupoksi, memberikan insentif terhadap setiap aksi konservasi,  melindungi petani dari fluktuasi harga komoditas dan  mempromosikan program KTA yang mampu memperbaiki kinerja komoditas dalam waktu relatif singkat seperti Program Nasional pengayaan bahan organik tanah.   

 

ABSTRACT

Do not care about the principles of soil and water conservation (SWC) contributes significantly to land degradation. It occurs on smallholder plantations, which are mostly conventionally managed. Of the 26.5 million ha of the national plantation, 65% is the smallholder plantation which is dominantly located on sloping topography with an average age of plants are over 25 years. Inappropriate management, erosion, and land degradation and also the age of plants getting older are some reasons that the smallholder plantation productivity is below the Private and State plantations. To avoid further destruction of land resources and to increase the productivity of smallholder plantations, the SWC and strategies of its application require a policy revolution. To reach that stage, however, it would face some challenges such as high rainfall intensity, sloping land, and high erodibility of soil. Another challenge is the gradual effects of erosion in reducing land productivity, and the application of SWC technologies sometimes does not directly affect crop production. The next challenge is the farmers have low capital and doesn't trust to invest in the land, due to high fluctuation of the commodity price. The opportunity to motivate the plantation community to care more about SWC is through the economic improvement of plantation farmers and the role of export of plantation commodities that are quite good into foreign exchange, in addition, SWC technology can also play a role in mitigating climate change and saving tropical forests. The policy implications for all include giving a new spirit to the plantation community to care more about SWC, provide incentives for every conservation action, commodity price protection and a National Program for soil organic matter enrichment.


Keywords


perkebunan rakyat, konservasi tanah dan air, erosi, degradasi / smallholder plantation, soil and water conservation, erosion, degradation /

Full Text:

PDF

References


Adimihardja, A., 2008. Teknologi dan strategi konservasi tanah dalam kerangka revitalisasi pertanian 1). Pengemb. Inov. Pertan. 1: 105–124.

Afandi, T.K. Manik, B. Rosadi, M. Utomo, M. Senge, T. Adachi, and Y. Oki. 2002. Soil erosion under coffee trees with different weed managements in humid tropical hilly area of Lampung , South Sumatr. J. Jpn. Soc. Soil Phys 19: 3–14.

Agus, F. 2013. Perubahan Iklim Mendukung Keberlanjutan Soil and Carbon Conservation for Climate Change Mitigation and. Pembang. Inov. Pertan. 6: 23–33.

Aklimawati, L., dan S. Mawardi. 2014. Karakteristik Mutu dan Agribisnis Kopi Robusta di Lereng Gunung Tambora, Sumbawa Characteristics of Quality Profile and Agribusiness of Robusta Coffee in Tambora Mountainside , Sumbawa. Pelita Perkeb. 30: 159–180.

Ardianto, K., dan A.I. Amri. 2017. Pengukuran dan Pendugaan Erosi pada Lahan Perkebunan Kelapa Sawit dengan Kemiringan Berbeda. JOM Faperta 4: 1–15.

Badan Pusat Statistik. 2018. Statistik Indonesia 2018. Jakarta.

Benhard, M.R. 2005. Budidaya Peremajaan Tebang Bertahap pada Usahatani Polikultur Kelapa. Perspektif 4: 11–19.

Bernas, S.M. 2009. Perbandingan Besar Erosi Yang di Prediksi Berdasarkan U.S.L.E. dan Besar Erosi Yang Diukur Langsung Pada Berbagai Lereng Dari Kebun Karet Campuran Yang Baru Dibuka. Maj. Ilm. Sriwij. 16: 499–507.

Candra, H., A. Mulyana, dan I. Zahri. 2008. Analisis Tingkat Produktivitas Tanaman Karet Tua Dalam Hubungannya dengan Kondisi Ekonomi Rumah Tangga dan Kesiapan Pekebun untuk Meremajakan Tanaman Karet di Sumatera Selatan. Agribisnis dan Ind. Pertan. 7: 40–57.

Chalid, N. 2011. Perkembangan Perkebunan Kelapa Sawit Di Provinsi Riau. J. Ekon. 19: 78–97.

Dariah, A., H. Subagyo, C. Tafakresnato dan S. Marwanto. 2004. Kepekaan Tanah Terhadap Erosi. http://balittanah.litbang.pertanian.go.id/ind/dokumentasi/buku/ lahankering/berlereng2.pdf. [17 Mei 2019]

Dariah, A., F. Agus, S. Arsyad, Sudarsono, dan Maswar. 2004. Erosi Dan Aliran Permukaan Pada Lahan Pertanian Berbasis Tanaman Kopi di SumberJaya Lampung Barat. Agrivita 26: 52–60.

Dariah, A., F. Agus, S. Arsyad, Sudarsono, dan Maswar. 2003. Hubungan Antara Karakteristik Tanah dengan Tingkat Erosi pada Lahan Usahatani. J. Tanah dan Iklim 21: 78–86.

Dariah, A., A. Agus, dan Maswar, 2005. Kualitas Tanah pada Lahan Usahatani Berbasis Tanaman Kopi ( Studi Kasus di Sumber Jaya , Lampung Barat ). Tanah dan Iklim 23: 48–57.

Datukramat, R.S., A. Monde, dan A.K. Paloloang. 2013. Degradasi beberapa Sifat Fisik Tanah Akibat Alih Guna Lahan Hutan Menjadi Lahan Perkebunan Kakao (Theobroma cacao L.) di Desa Sejahtera, Palolo. e-J. Agrotekbis 1: 346–352.

Direktorat Jenderal Perkebunan. 2018. Program Pembangunan Perkebunan 2018.

Djajadi. 2000. Erosi dan Usaha Konservasi Lahan Tembakau di Temanggung. Monogr. Balittas 5: 40–46.

Djajadi, Masture, dan A. Murdiyati. 2008. Teknik Konservasi untuk Menekan Erosi dan Penyakit Lincat pada Lahan Tembakau Temanggung. Littri 14: 101–106.

Edwina, S., Adiwirman, F. Puspita, dan G.M. Manurung. 2012. Karakteristik dan Tingkat Pengetahuan Petani Kelapa Sawit Rakyat Tentang Pemupukan di Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir. Indones. J. Agric. Econ. 3: 163–176.

Evizal, R., I.D. Prijambada, J. Widada, dan D. Widianto. 2008. Layanan Lingkungan Pohon Pelindung pada Sumbangan Hara dan Produktivitas Agroekosistem Kopi. Pelita Perkeb. 25: 23–37.

Fuady, Z., H. Satriawan, dan N. Mayani. 2014. Aliran Permukaan, Erosi dan Hara Sedimen Akibat Tindakan Konservasi Tanah Vegetatif Pada Kelapa Sawit. Sains Tanah 11: 95–103.

Hafif, B. 2016. Achieving food sovereignty through water conservation : A review. Agric. Rev. 37: 133–140. https://doi.org/10.18805/ar.v37i2.10738

Hafif, B., dan R. Mawardi. 2015. Kondisi Eksisting dan Prospek Keberlanjutan Usahatani Lada (Piper nigrum L.) Di Lampung Utara, in: Gusmaini, Barmawie, N., Rizal, M., Wahyuno, D., Pribadi, E.R., Nurhayati, H. (Eds.), Seminar Teknologi Budidaya Cengkeh, Lada, Dan Pala. IAARD Press, Hlm. 127–132.

Hafif, B., B. Prastowo, dan B.R. Prawiradiputra. 2014a. Pengembangan Perkebunan Kopi Berbasis Inovasi Di Lahan Kering Masam. Pengemb. Inov. Pertan. 7: 199–206.

Hafif, B. Risfaheri, A.A. Rivaie, Jamhari, E. Novrianti, E.M. Janah dan Suroso. 2014b. Kegiatan Model Percepatan Pembangnunan Pertanian Berbasis Inovasi di Lahan Sub Optimal di Kabupaten Lampung Barat. Laporan Akhir. BPTP Lampung. 27 hlm.

Hartemink, A.E. 2007. Soil erosion: Perennial crop plantations. In Encyclopedia of Soil Science. DOI: 10.1081/E-ESS-120041234 Copyright # 2006 by Taylor & Francis. All rights reserved. https://www.researchgate.net/ publication/40106781_Soil_erosion_Peren nial_crop_plantations. [25 Juli 2018].

Haryanti, N. 2014. Disfungsi Institusi Konservasi dan Dampaknya Pada Kegagalan Adopsi Teknologi Konservasi Tanah dan Air, Studi Kasus di Kabupaten Wonogiri dan Temanggung Jawa Tengah. Penelit. Sos. dan Ekon. Kehutan. 11: 44–58.

Hoag, D.L. 2004. Economic Incentives for Soil Conservation in The United State, in: Conservation Soil and Water for Society. Brisbane, pp. 1–6.

Hobbs, P. 2007. Conservation agriculture : what is it and why is it important for future sustainable food production ?. J. of Agricultural Sci. 145: 127–137. https://doi.org/10.1017/S0021859607006892

Lifianthi, H. Mustofa, and M. Yamin. 2012. The Impact of Palm-oil Price Fall on Labor-use Optimalization and Household Income of Oil Palm Farmers in Ogan Komering Ilir District of South Sumatra. IPCBEE 42: 20–24. https://doi.org/10.7763/IPCBEE.

Lu, D., M. Batistella, and P.M.E. Moran, P.M.E. 2007. Mapping and Monitoring Land Degradation Risk in The Western Brazilian Amazon Using Multitemporal Landsat TM/ETM + Image. L. Degrad. Dev. 18: 41–54.

Marni, O. 2009. Penerapan Teknik Konservasi Tanah dan Air dalam Meningkatkan Produksi Kelapa Sawit. IPB.

Mayrowani, H. 2013. Kebijakan Penyediaan Teknologi Pascapanen Kopi dan Masalah Pengembangannya. Forum Penelit. Agro Ekon. 31: 31–50.

Monde, A. 2010. Pengendalian aliran permukaan dan erosi pada lahan berbasis kakao di das gumbasa, sulawesi tengah. Media Litbang Sulteng III: 131–136.

Murtilaksono, K., W. Dannosarkoro, dan E.S. Sutarta. 2009. Upaya Peningkatan Produksi Kelapa Sawit melalui Penerapan Teknik Konservasi Tanah dan Air. Tanah Trop. 14: 135–141.

Mulyani, A., A. Rachman dan A. Dariah. 2009. Penyebaran Lahan Masam, Potensi dan ketersediaannya untuk Pengembangan Pertanian, In Fosfat Alam: Pemanfaatan fosfat alam yang digunakan langsung sebagai sumber pupuk P. 141 hlm.

Murwito, I.S., dan S. Mulyati. 2013. Kebutuhan Pengembangan Usaha Kakao dengan Pendekatan Rantai Nilai & Evaluasi Gerakan Nasional Peningkatan dan Mutu Kakao (GERNAS KAKAO) Studi Kasus Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Nurfatriani, F., Ramawati, G.K. Sari, dan H. Komarudin. 2017. Optimalisasi dana sawit dan pengaturan instrumen fiskal penggunaan lahan hutan untuk perkebunan dalam upaya mengurangi deforestasi. Working Paper 238. Bogor, Indonesia: CIFOR. 76 pp.

Pambudi, D.T., dan B. Hermawan. 2010. Hubungan antara Beberapa Karakteristik Fisik Lahan dan Produksi Kelapa Sawit. Akta Agrosia 13: 35–39.

Porras, I., M. Grieg-Gran, and G. Meijerink. 2007. Green Water Credits Farmers ’ adoption of soil and water conservation: potential role of payments for watershed services, in: David, D. (Ed). Green Water Credits Report 5. Wageningen, 2007. p. 63.

Rahayu, S.P. 2017. Kiat Sukses Berusaha Tani Kakao. BPTP Kaltim. http://kaltim.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php?option=com_content&view=article&id=831&Itemid. [26 Nopember 2011].

Robbins, M., and T. Williams. 2005. Scientific and Technical Advisory Panen to The Global Environment Facility: Land Management and Its Benefir – The Chalange, and The Rasionale for Sustainabel Management of Dry Lands, in: Kakabadse, Y. (Ed.), ‘Knowledge Generation and Research Within the Context of the GEF’ at the 7th. Global Environment Facility GEF, Washington, p. 66.

Rokhmah, D.N., dan B. Hafif. 2016. Prospek Teknologi Konservasi Tanah dan Air dalam Mewujudkan Perkebunan Rakyat Berkelanjutan. Sirinov 4: 151–163.

Sabrina, D.T., M.M. Hanafi, A.A.N. Azwady, and T.M.M. Mahmud. 2009. Earthworm Populations and Cast Properties in the Soils of Oil Palm Plantations. Malaysian J. Soil Sci. 13: 29–42.

Sapitri, D., Rosyani, dan A. Lubis. 2014. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persepsi Petani Terhadap Peremajaan Kelapa Sawit. Sosio Ekon. Bisnis 17: 45–56.

Subiksa, I., Sukarman, dan A. Dariah. 2012. Prioritisasi Pemanfaatan Lahan Kering untuk Pengembangan Tanaman Pangan, dalam: Prospek Pertanian Lahan Kering Dalam Mendukung Ketahanan Pangan. Hlm. 394.

Sunarti. 2009. Perencanaan Usahatani Karet dan Kelapa Sawit Berkelanjutan di DAS Batang Pelepat Kabupaten Bungo Provinsi Jambi. Disertasi. IPB. 164 pp.

Susila, W.R., dan B. Dradjat. 2001. Agribisnis Perkebunan Memasuki Awal Abad 21: Beberapa Agenda Penting. SOCA, Februari 2001. https://ojs.unud.ac.id/index.php/soca/ article/view/3985/2975

Sutedja, I.N., 2018. Management Peremajaan Tanaman Tanaman Kopi Robusta Pada Perkebunan Kopi Rakyat di Kecamatan Pupuan. Denpasar. 39 pp.

Sutrisno, N., dan N. Heryani. 2013. Teknologi Konservasi Tanah dan Air untuk Mencegah Degradasi Lahan Berlerreng. J. Litbang Pertan. 32: 122–130.

Suyana, J. 2009. Kajian degradasi lahan pada usahatani lahan kering berbasis tembakau di sub ‐ DAS Progo hulu. Sains Tanah 6: 69–80.

Widianto, D. Suprayogo, H. Noveras, R.H. Widodo, dan P. Purnomosidhi. 2004. Alih Guna Lahan Hutan Menjadi Lahan Pertanian: Apakah Fungsi Hidrologis Hutan dapat Digantikan Sistem Kopi Monokultur? Agrivita 26: 47–52.

Widjajanto, D., dan R. Gailea. 2008. Kajian Pengembangan Agroforestri untuk Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Toranda Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Propinsi Sulawesi Tengah. J. Agrol. 15: 264–270.

Yasin, S. 2007. Degradasi Lahan Akibat Berbagai Jenis Penggunaan Lahan di Kabupaten Dhamasraya. Solum I: 69–73.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/psp.v18n1.2019.01-15

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Perspektif

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan
Jln. Tentara Pelajar No 1, Kampus Penelitian Cimanggu
Bogor 16111

ISSN : 1412-8004

E-ISSN: 2540-8240

Perspektif Review Penelitian Tanaman Industri has been indexed by