PENINGKATAN PRODUKSI JAMBU METE NASIONAL MELALUI PERBAIKAN TEKNOLOGI BUDIDAYA BERBASIS EKOLOGI "Increasing national cashew production through improved ecology-based cultivation technology

Rosihan Rosman

Abstract


ABSTRAK

 

Jambu mete (Anacardium occidentale L.) telah berkembang luas di 24 provinsi di Indonesia. Namun pengembangannya belum diikuti dengan meningkatnya produktivitas tanaman. Rata-rata produktivitas jambu mete nasional adalah 432 kg/ha, sedangkan hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas varietas unggul dapat mencapai lebih dari 1000 kg gelondong kering/ha. Produksi jambu mete Indonesia hanya memberikan kontribusi sebesar 2,86% dari produksi dunia yang berarti berpeluang untuk bersaing dengan negara lain, agar menjadi terbesar di dunia. Mengingat nilai ekonominya yang cukup tinggi, perlu adanya dorongan untuk meningkatkan produksi nasional dan bersaing dengan negara lain. Untuk itu, dalam mendukung pengembangan tanaman jambu mete di Indonesia diperlukan berbagai upaya, antara lain dengan meningkatkan produksi melalui perluasan wilayah pengembangan ke daerah-daerah yang sesuai persyaratan tumbuhnya dan meningkatkan produktivitas melalui dukungan  teknologi yang tepat dan  berbasis ekologi.  Lahan yang sesuai untuk jambu mete adalah ketinggian 1-500 m dpl, curah hujan 1300-2900 mm/tahun, bulan kering 4-5 bulan, drainase baik, pH 5,6-7,3, kedalaman air tanah >1,5 m. Teknologi yang tepat adalah teknologi spesifik lokasi, mulai dari kesesuaian lahan, varietas unggul, pemupukan hingga pola tanam.

 

ABSTRACT

 

Cashew (Anacardium occidentale L.) has grown widely in 24 provinces in Indonesia, but its development has not been followed by increasing crop productivity. Everage national of cashew productivity is still low (432 kg/ha), but result of varieties research show that the productivity of varieties in more than >1000 kg dried cashew nut/ha. Contribution of production cashew of Indonesia only 2,86 % in the world. Economy value of cashew is high. The oppotunity to compete with other contries is very possible, in order to become the biggest in the world. Considering its high economic value, there needs to be an encouragement to increase national production and compete with other countries. Therefore, in supporting the development of cashew in Indonesia, various efforts are needed, including increasing production through expantion of development areas, to areas that are in line with growing requirement and increasing productivity, through appropriate technology support and ecology-based.  Land suitable for cashew i.e. altitude 1-500 m above sea level, rain fall 1300-2900 mm/year, dry month 4-5 months, good drainage, pH 5,6-7,3, and ground water depth above 1,5 m. The right technology is location-specific technology, starting from land suitability, superior varieties, fertilization to cropping patterns.


Keywords


Anacardium occidentale L, teknologi budidaya, ekologi / Anacardium occidentale L, cultivation technology, ecology

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Abdullah A dan I Las. 1985. Peta kesesuaian iklim dan lahan untuk pengembangan tanaman jambu mente di Indonesia. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 16 hlm.

Asmin dan J Witjaksono. 2016. Perkembangan dan Strategi peningkatan produksi jambu mete di Sulawesi Tenggara. Prosiding Forum Komunikasi Nasional Jambu Mete II. : p. 31-44.

Chipojola, F.M., W.F Mwase, M.B. Kwapata, J.M. Bokosi, J.P. Njoloma and M.F. 2009. Morphological characterization of cashew (Anacardium occidentale L.) in four populations in Malawi African Journal of Biotechnology. 8 (20) : 5173-5181.

Daras U dan R. Zaubin. 2001. Pemupukan dan pemangkasan. Monograf jambu mente. Monograf (6) : 67-72.

Darwati I, Rosita S.M., Setiawan, dan H. Nurhayati. 2013. Identifikasi karakter morfo-fisiologi penentu produktivitas jambu mete (Anacardium occidentale). Jurnal Littri 19 (4): 186-193.

Dhalimi A. 2011. Inovasi teknologi budidaya tanaman dalam penerapan praktek pertanian sehat (Good Agricultural Practice) pada lada. Orasi Pengukuhan Profesor Riset. Badan Penelitian dan Pengembagan Pertanian.47 hlm.

Ditjenbun. 2012. Pedoman teknis penanganan pasca panen jambu mete (Anacardium occidentale L.). 67 hlm.

Ditjenbun 2018. Statistik perkebunan Indonesia 2017-2019. Jambu mete. Direktorat Jenderal Perkebunan. 31 hlm.

FAO. 2015. http://faostat.fao.org/site/567/ DesktopDefault.aspx?PageID=567#ancor diunduh tgl 29 September 2016.

Gusmaini. 2010. Peningkatan produktivitas jambu mete melalui teknologi penyambungan (Grafting) dan rejuvinasi tanaman jambu mete. Perk Teknologi TRO 22 (1): 7-17.

Hadad E.A. dan R. Zaubin. 2001. Plasma nutfah tanaman jambu mente. Monograf Jambu Mente. Monograf (6): 9-30.

Koerniati S, Ernawati dan O.U. Suryana. 1995. Jambu mente. Ed sus Littro 11(1):23-32.

Litta M. 1996. Status pengembangan jambu mente di Propinsi Sulawesi Tenggara. Prosiding Forum Komunikasi Ilmah Komoditas Jambu Mete. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. p. 17-21.

Lubis M.Y. 1996. Penelitian taknologi budidaya tanaman jambu mete kasus Muna Sulawesi Tenggara. Prosiding Forum Komunikasi Ilmah Komoditas Jambu Mete. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. : p. 86-95.

Maslahah N, J Pitono, M Syakir dan Siswanto. 2016. Biokonservasi lengas tanah pada pola tanam jambu mete-kopi. Prosiding Forum Komunikasi Nasional Jambu Mete II. : p. 99-106.

Mulyono E dan D Sumangat. 2001. Pengolahan gelondong jambu mente, cairan kulit biji mente (CNSL) dan pemanfaatannya. Monograf jambu mente. Monograf (6):77-96.

Pitono dan Makoto. 2012. Safety and efficiency of xylem water transport in two cashew (Anacardium occidentale L.) strains at the seedling stage. Jurnal Littri 18 (4): 156- 161.

Rosman R dan Y. Lubis. 1996. Aspek lahan dan iklim untuk pengembangan tanaman jambu mente. Prosiding Forum komunikasi ilmiah komodititas jambu mente. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. 242-250

Rosman R. 2010. Inovasi teknologi budidaya vanili berbasis ekologi. Orasi pengukuhan Profesor Riset. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 48 hlm

Rosman R. 2013. Pengelolaan tanaman seraiwangi sebagai sumber energi dan pakan ternak. Membumikan IPTEK pertanian. Seri 2. :116-128.

Rosman R. 2016. Identifikasi dan karakterisasi iklim lokasi pengembangan tanaman jambu mete di Indonesia. Bahan Seminar di Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Bogor/ Tanggal 23 November 2016. 6 hlm.

Rosman R. 2016a. Model simulasi kelayakan lahan untuk peremajaan dan pengembangan tanaman jambu mete. Makalah Disampaikan Pada Forum Komunikasi Jambu Mete Nasional II tanggal 12-13 Oktober 2016. 9 hlm

Rosman R. 2014. Model simulasi kelayakan lahan pengembangan lada organik. Prosiding Seminar Nasional Pertanian Organik. 77-82.

Rosman R. 2015. Analisa kebutuhan pupuk pada tanah latosol Sukamulya untuk tanaman lada. Prosiding Seminar Teknologi Budidaya Cengkeh, Lada Dan Pala. 105-110.

Sjafruddin M, Gatot K, dan M.T. Ratule. 1996. Keragaan pengembangan jambu mete di Sulawesi Tenggara. Prosiding Forum Komunikasi Ilmah Komoditas Jambu Mete. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. p. 96-9103.

Sudjarmoko B. 2010. Analisis adopsi teknologi jambu mete di Nusa Tenggara Timur. Bul Littro 21 (1): 69-79.

Sudarto dan Putu C.A. 2016. Keragaan budidaya tanaman jambu mete di kabupaten Bima. Prosiding Forum Komunikasi Nasional Jambu Mete II. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. p. 69-74.

Supriadi H, U Daras, dan N Heryana. 2016. Pengembangan bahan tanam ungguljambu mete dengan cara sambung pucuk (Grafting). Prosiding Forum Komunikasi Nasional Jambu Mete II. p. 75-84.

Suryadi R. 2010a. Pengaruh Sukrosa dan pengerodongan terhadap tingkat keberhasilan penyambungan jambu mete di lapangan pada musim kemarau. Bul Littro 21 (1): 1-7.

Suryadi R. 2010. Peningkatan produktivitas jambu mete melalui penerapan pemangkasan dan pemupukan. Perk Teknologi TRO 22 (1) : 19-25.

Thamrin M, Susanto S., Susila A.D. danSutandi A. 2013. Hubungan konsentrasi hara nitrogen, fosfor dan kalium daun dengan produksi buah sebelumnya pada tanaman jeruk pamelo. J Hort. 23 (3): 225-234.

Zaubin R. 2000. Penelitian Adaptif tanaman jambu mente. Pemangkasan tanaman jambu mente di propinsi NTB dan NTT. Laporan Tahunan Hasil Penelitian Kerjasama Balittro Dan Bagian Proyek P2RWTI.

Zaubin R dan R. Suryadi. 2003. Budidaya jambu mente (Anacardium occidentale L). Circular no 6. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. 29 hlm.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/psp.v17n2.2018.166-174

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Perspektif

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan
Jln. Tentara Pelajar No 1, Kampus Penelitian Cimanggu
Bogor 16111

ISSN : 1412-8004

E-ISSN: 2540-8240

Perspektif Review Penelitian Tanaman Industri has been indexed by