KELAPA GENJAH SEBAGAI SUMBER GULA DAN POTENSI PENGEMBANGAN Dwarf Coconut as Sugar Source and Development Potential

Budi Santosa

Abstract


ABSTRAK

Buah kelapa adalah hasil tanaman kelapa yang dimanfaatkan secara luas untuk produk pangan dan non pangan. Pada tingkat petani, produk utama yang diolah dari buah kelapa, yaitu kopra dan kelapa butiran. Pendapatan yang diperoleh petani dengan hanya mengolah kedua produk tersebut sangatlah rendah, karena harga kopra dan kelapa butiran cenderung berfluktuasi. Pada kondisi ini, peran petani sebagai penyedia bahan baku, sehingga pada saat harga kopra mengalami peningkatan, petani tidak menikmati nilai tambahnya. Oleh karena itu perlu dilakukan usaha untuk menghasilkan produk alternatif yang dapat dihasilkan pada tingkat petani.Nira merupakan hasil alternatif tanaman kelapa selain buah.Nira kelapa merupakan cairan berwarna bening yang dihasilkan dengan cara menyadap bunga kelapa yang belum mekar. Nira kelapa dapat diproses menjadi gula kelapa yang mempunyai aroma dan rasa yang khas. Gula kelapa merupakan bahan baku utama pada industri kecap. Saat ini tanaman kelapa yangumumnya disadap adalah kelapa tipe Dalam yang sudah tua dan batangnya tinggi, sehingga sangat berisiko terhadap keselamatan tenaga penyadap. Solusi yang dapat dilakukan, yaitu menyadap nira dari kelapa tipe Genjah karena kelapa Genjah lebih cepat berbunga, batangnya lebih pendek dan lambat bertambah tinggi dibandingkan kelapa Dalam. Produksi nira kelapa Genjah berkisar 0,8-2,0 liter/hari/tandan. Strategi yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan benih kelapa Genjah dalam rangka peremajaan dan perluasan tanaman, yaitu 1) melakukan eksplorasi dan seleksi populasi kelapa di daerah-daerah sentra industri gula kelapa maupun daerah lainnya untuk mendapat aksesi kelapa Genjah baru dan 2) melakukan perakitan untuk menghasilkan varietas kelapa unggul baru berproduksi tinggi, berbatang pendek dan lambat bertambah tinggi.

 

ABSTRACT

.Coconut fruit is the result of coconut plants that are widely used for food and non-food products. At the farm level, the main products processed from coconut fruits are copra and dehusked coconut. The farmers earning by only processing these two products is very low, because the price of copra and dehusked coconut tends to fluctuate. In this condition, the farmers as providers of raw materials, so that when copra prices tend to increase, farmers did receive the added value. Therefore, efforts need to be done to produce alternative products that can be produced by farmers. Neera is an alternative product of coconut plants which is produced by tapping unopened of coconut flowers. Neera can be processed into coconut sugar which has a distinctive aroma and taste. Coconut sugar is the main raw material in the soy sauce industry. Recently, coconut plants that are generally tapped are old coconut that has a high stem, so it is very risky for the safety of the tapping personnel. To solve the problem is utilized Dwarf coconut varietiesas sources of neera, because it flowering is faster, the stem is shorter and slower to grow compared to Tall varieties. The neera production of Dwarf coconut is ranging from 0.8 to 2.0 liters/day/bunch. Strategies that can be done for supplying the needs of Dwarf coconut seeds such as: 1) exploring and selecting coconut populations in the coconut sugar industry centers and other areas to obtain new fast coconut accessions and 2) creatingnew superior coconut varieties which having high productivity, short trunksand slow grow.

 

 


Keywords


Kelapa genjah, gula kelapa, pengembangan / Dwarf coconut, coconutsugar,development

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Anonim. 2010. Philippine Coconut Authority – Plant and Tissue Analysis Laboratory.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). 2009. Inovasi Teknoligi Hasil Penelitian. 25 th Balitka. 62 hlm.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). 2013. Varietas Unggul Kelapa, Pinang, dan Aren di Indonesia. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 58 hlm.

Barh, D.and B.C. Mazumdar. 2008. Comparative nutritive values of palm saps before and after their partialfermentation and effective use of wild date (phoenix sylvestris roxb.) sap in treatment of anemia. Research Journal Of Medicine And Medical Sciences 3(2): 173-176.

Barlina, R. 2007. Potensi kelapa sebagai sumber gizi alternatif untuk mengatasi rawan pangan. Buletin Palma 32: 68-80.

Barlina, R., S. Karouw dan J. Mawikere. 2001. Pengawet nira kelapa dengan bahan alami untuk bahan baku gula. Buletin Palma 27:21-26.

Bhagya, D. dan S. Gopan. 2016. Effect sofcoconut neera (Cocosnucifera L.) on blood pressure among hypertensive adult woman. International Journal of Applied and Pure Science and Agriculture 2(9): 1-7.

BPS. 2014. Statistika Indonesia. Badan Pusat Statistik.

Damanik, S. 2007. Strategi pengembangan agribinis kelapa (Cocosnucifera) untuk meningkatkan pendapatan petani di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Perspektif 6(2): 94-104.

Ditjenbun. 2016. Kebijakan percepatan peremajaan kelapa di Indonesia. Makalah disampaikan pada Focus Group Disscusion Kelapa. Manado 16 November 2016.

Husien, A. 2014. Perkembangan Aneka Industri Berbasis Kelapa di Kabupaten Banyumas. Prosiding Konverensi Nasional Kelapa VIII. Jambi, 21-22 Mei 2014. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Hlm.33-34.

Kadere, T.T., R.K. Oniang`o, P.M. Kutima, and S.M. Njoroge. 2009. Production, marketing and economic importance of mnazi and other coconut-based products in Kenya. Research Journal of Agriculture and Biological Sciences, 5(5):815-822.

Karouw, S. dan E.T. Tenda. 2007. Daging buah kelapa: sumber asam lemak dan asam amino essensial. Prosiding; Konperensi Nasoinal Kelapa VI. Buku 2. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan. Hlm. 220-226.

Karouw,S., C. Indrawanto, dan M.L. Kapu’allo. 2014. Karakteristik virgin coconut oil dengan metode sentrifugasi pada dua tipe kelapa. Buletin Palma .15(2): 128-133.

Konan, Y.N., J.L.K.Konan, R.R.Assa,B.R. Konan, J.M.D.Okoma, K. Allou, and H.M.G. Biego. 2013. Assessment of sap production parameters from spathes of four coconut (Cocos nucifera L.) Cultivars in Côted’Ivoire. Sustainable Agriculture Research 2(4):87-94.

Lasekan, O. dan K.A. Abbas. 2010. Flavour chemistry of palm toddy and palm juice: Areview. Trends in Food Science & Technology 21: 494-501.

Lay, A. dan B. Heliyanto. 2011. Prospek agro-industri aren (Arengapinnata). Perspektif 10(1): 1-10.

Mahayu, W.M., dan H.Novarianto. 2014. Karakteristik generasi selfing kelapa Dalam Mapanget untuk seleksi pohon induk sumber polen. Buletin Palma 15(1):24-32.

Mashud, N. dan Y.R. Matana. 2014a. Produksi nira beberapa aksesi kelapa Genjah. Buletin Palma 15(2): 110-114.

Mashud, N. dan Y.R. Matana. 2014b.Kelapa Genjah sebagai sumber nira untuk pembuat gula. Prosiding Konverensi Nasional Kelapa VIII. Jambi, 21-22 Mei 2014. Badan Peneltian dan Pengembangan Pertanian. Hlm.179-184.

Muhartoyo dan D. Nair. 2016. Banyumas Regency-the biggest coconut sugar production in Indonesia. Cocoinfo International 23(1): 9-11.

Mukti, R.A. 2013. Bahan bakar alternatif bioethanol dari limbah kulit kelapa muda segar sebagai extender premium. JTM 2(1): 57- 64.

Nasir, G. 2014. Kebijakan dan Strategi Operasional Pengembangan Bioindustri Kelapa Nasoinal. Prosiding. Konferensi Nasional Kelapa VIII, Jambi, 21-22 Maret. 2014. 19-24.

Novarianto, H. 2010. Karakteristik Bunga dan Buah Hasil Persilangan Kelapa Hibrida Genjah dan Genjah. Buletin Palma, (39):100-110.

Novarianto, H. 2011. Penampilan bibit kelapa kelapa Genjah x Genjah. Buletin Palma 12(1): 18-26.

Novarianto, H. dan I. Maskromo. 2007. Strategi pemuliaan untuk penyediaan bibit kelapa unggul secara massal. Prosiding Konferensi Nasional Kelapa VI, Gorontalo 16-18 Mei 2006. Hlm 264-273.

Novarianto, H., B. Santosa, M. Tulalo, S. Mawardi, dan I. Maskromo 2016. Varietal improvement in coconut in indonesia. Innovations that promote inclusive growth and sustainability of the coconut sector. Proceeding of the XLVII Cocotech Conferenceand Exhibition, 26-30 September 2016. Ramada Bintang Bali Resort, Kuta Bali Indonesia. Hlm 198-197.

Novarianto, H., Miftahorrachman dan J. Kumaunang. 1997. Peluang bisnis pengembangan benih unggul kelapa. Prosiding Temu Usaha Perkelapaan Nasional, Manado 6-8 Januari 1997. Hlm. 86-108.

Pandin, D.S. 2010. Observasi karakter morfologi batang kelapa dalam mapanget akibat penyerbukan sendiri. Buletin Palma (38): 67-72.

Saleh, A., Meilina M.D. Pakpahan, dan N. Angelina. 2009. Pengaruh konsentrasi pelarut, temperatur dan waktu pemasakan pada pembuatan pulp dari sabut kelapa muda. Jurnal Teknik Kimia 3(16): 35-44.

Santosa, B. 2014. Status pemuliaan tanaman kelapa dalam penyediaan benih unggul di Indonesia. Perspektif Review Penelitian Tanaman Industri 13(2):99-110.

Sulisto, A.S. 2015. Kebijakan Pengembangan industri kecil gula kelapa dan aren. Workshop Nasional Pengembangan Gula Kelapa dan Aren. Purwokerto, 16-17 Desember 2015.

Syafriani R., E.Y. Sukandar, T. Apriantono dan J.I. Sigit. 2012. The effect of coconut Genjah Salak (CocosnuciferaL.) water and isotonic drinks on blood glucose levels. Jurnal Medika Planta. 1(5):1-9.

Tenda, E.T., B. Santosa, M.A. Tolalo, dan D.S. Pandin. 2016. Potensi pengembangan varietas kelapa Dalam Mastutin asal Sumbawa NTB Buletin Palma 17(1): 15 - 23.

Tenda, E.T., M.A. Tulalo, J. Kamaunang, dan I. Maskromo. 2014. Keunggulan Varietas kelapa Buol ST-1 dan potensi pengembangannya. Buletin Palma 15(2):93-101.

Wasingun, A.S. 2015. Kelapa Bido “Satu dari sekian jenis kelapa Dalam Unggul Lokal yang berpeluang jadi andalan Nasional”. Direktorat Tanaman Pangan. Ditjen Perkebunan.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/psp.v17n1.2018.76-83

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Perspektif

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan
Jln. Tentara Pelajar No 1, Kampus Penelitian Cimanggu
Bogor 16111

ISSN : 1412-8004

E-ISSN: 2540-8240

Perspektif Review Penelitian Tanaman Industri has been indexed by