KELAYAKAN TEKNIS PENGEMBANGAN AGAVE DI LAHAN KERING BERIKLIM KERING Agave Stub Pattern Development in Dry Land, Dry Climate

Budi Santoso, Mohammad Cholid

Abstract


ABSTRAK

 

Pengembangan agave diarahkan pada lahan kering beriklim kering yang cukup luas ketersediaannya. Potensi curah hujan yang terbatas sekitar 1.347,71 mm/tahun masih dapat mendukung pertumbuhan agave. Tujuan dari penulisan tinjauan ini adalah untuk menginformasikan pola rintisan pengembangan agave di lahan kering, iklim kering di Sumbawa Barat, sehingga dapat diekstrapolasikan ke daerah lain yang memiliki kemiripan sumber daya alam, ekosistem dan kondisi sosial. Program pola rintisan pengembangan agave di Sumbawa Barat mengikuti azas plasma dan inti.  Investor nasional sebagai inti dan para petani sebagai pelaku plasma.  Investor berkewajiban membeli serat kering agave pada saat panen dari para petani plasma dengan harga yang disepakati bersama. Selain itu investor menyediakan sarana produksi dan mesin dekortikator dengan sistem bantuan sosial. Benih Agave disediakan oleh Investor. Pola rintisan pengembanan agave di Sumbawa Barat dilaksanakan di Kecamatan Sekongkang, Poto Tano, dan Alas seluas 5.000 ha yang didukung oleh 10.000 Kepala Keluarga (KK). Dalam pelaksanaan pengembangan pola rintisan agave ini didukung dengan penyediaan paket teknologi berupa benih agave dari kultur jaringan; sistem tanam double row dan rapat; pengendalian penyakit; pengendalian gulma; aplikasi Ca dan Mg; dan teknologi pasca panen. Pengembangan agave di daerah rintisan hendaknya secara sosial dapat diterima oleh masyarakat, secara ekonomi menguntungkan dan mempunyai nilai tambah, tidak merusak lingkungan, dapat dikerjakan oleh petani, produk yang dihasilkan memiliki daya saing yang tinggi serta berorientasi dari produk primer ke sekunder.

 

ABSTRACT

Agave development is allocated to a dry up land area with dry climate, which is still available in large extent. The low annual rainfall of 1.347,71 mm is potentially sufficient for agave development. The purpose of this review is to provide information of the development of agave pioneer pattern on dry upland with dry climate in West Sumbawa, with the expectation that it can be extrapolated to other areas with similar natural resources, ecosystems and social conditions. The initial agave development program in West Sumbawa is based on nucleus and plasma principles. National investors as a nucleus and farmers as actors of plasma. Investors are obliged to buy a dry fiber agave at the harvesting from the farmers with a mutually agreed price. Additionally, investor provides production facilities, machinery dekorticator and seeds in the form of social assistance system. The pioneer pattern of agave development  in West Sumbawa was carried out in Sekongkang, Poto Tano and Alas districts and covered the areas of 5,000 ha involving 10,000 household (HH). In the implementation of the agave development pattern, it is supported by the provision of technological package consisting of agave seeds derived from tissue culture; densely double row planting system; disease control; weed control, application of Ca and Mg; and post-harvest technology.  Stub pattern agave development in the area should be socially acceptable by society, economically profitable and value-added, do not damage the environment, can be done by farmers, the products have high competitiveness and oriented from primary to secondary products. The development of agave in the pilot area should be socially acceptable to the community, economically profitable and has added value, does not damage the environment, can be done by farmers, the products produced have high competitiveness and are concentrated from primary to secondary products

 

 

 


Keywords


Agave sisalana L.,Sumbawa Barat, CAM,, lahan kering, iklim kering / Agave, Agave sisalana L., CAM , West Sumbawa, dry land, a climate dry

Full Text:

PDF

References


Arizaga, S., & Ezcurra, E. (2002). Propagation mechanis ms. In Agave macrocatta (Agavaceae), a tropical arid land succulent rosette. American Journal of Botany, 84(no4), 632–641.

Brown, K. (2002). Agave Sisalana Perrine. In Agave Sisalana Perrine (pp. 18–21). University of Florida Center for Aquatic and Invasive Plants.

Cholid, M. (2014). Seleksi Batang Bawah dan Kompatibilitas Penyambungan Tanaman Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) untuk Meningkatkan Produksi dan Toleransi Cekaman Kekeringan. Sekolah Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor.

FAO. (2009). Natural Fibre. Retrieved from IYNF-2009website:http://www.naturalfibre2009.org/en/fibres/sisal.html.

Guritno, B. (1998). Pengaturan pola tanam dalam upaya peningkatan produktivitas lahan kering. Malang.

Gutierrez, A., Rodriguez, I. M., & Rio., J. C. del. (2008). Chemical compotion of lipophilic extractive from sisal (Agave sisalana) fibers. Industrial Crops and Product. P., 81–87.

Hunter, R. W. (2001). Sisal Fibre. Market opportunities in the pulp and paper industry. Retrieved from http://www.irnase.csic.es/users/delrio/repository/2008-Gutierrez-ICP-28-81.pdf

Kusumastuti, A. (2009). Aplikasi Serat Sisal sebagai Komposit Polimer. Jurnal Kompetensi Teknik, 1(1), 27–32. Retrieved from http://id.portalgaruda.org/?ref=browse&mod=viewarticle&article=136027

Menakertrans. (2012). Kemnakertrans Kembangkan Sisal di Lahan Transmigrasi. Nasional Sumbawa.

Nugraheni, S. D., & M, M. (2012). Pengembangan Agave (Agave sisalana) di Madura. Prosiding Seminar Nasional Serat Alam. Prosiding Seminar Nasional Serat Alam:Inovasi Teknologi Serat Alam Mendukung Agroindustri Yang Berkelanjutan, 358–363. Malang: Balittas.

Oldeman, L. ., & Darmijati, S. (1977). An Agroclimate Map of Sulawesi ans Nusa Tenggara Barat. Bogor.

Oldeman, L., I., & Muladi. (1980). An Agroclimate Map of Java. Bogor.

PT. Agro Sumbawa. (2013). Kunjungan Balittas dalam rangka pengamatan parameter produksi agave untuk data pelepasan varietas.

Purwati, R. . (2005). Wawan cara langsung mengenai perbanyakan benih Agave melalui Kultur Jaringan. Malang.

Riajaya, P. D. (2013). Periode Musim Hujan dan Penyempurnaan Waktu Tanam di Berbagai Daerah Pengembangan Kapas Indonesia. Peningkatan Produktivitas dan Pendapatan Petani Kapas. Jakarta.

Riajaya, P. D., Kadarwati, F. T., & Machfud, M. (2003). Perkiraan peluang hujan untuk menentukan waktu tanam kapas di Nusa Tenggara Barat. Journal Penelitian Tanaman Industri, 9(2), 39–47.

Santos-Zea, L., Leal-Diaz, A. M., Cortes-Ceballos, E., G.-U., & A., J. (2012). . Agave (Agave spp) and its Traditional Product as a source of Bioactive Compouds. Current Bioactive Compounds, 8(3), 1–14.

Santoso, B. (2007). Pengaruh Tanaman Kacang Tanah dan Jagung terhadap Pertumbuhan Agave sisalana Perrine dalam Sistem Tumpangsari di Ahan Kering Berkapur. Agritek, 15(6), 1358–1363.

Santoso, B. (2009). Peluang Pengembangan Agave Sebagai Sumber Serat Alam. Prespektif, 8(2), 84–95.

Santoso, B. (2012). Wawancara langsung dilapangan mengenai keunggulan klon agave xy+1168 pada PT. Agro Sumbawa.

Saraswati, R. (2014). Inovasi Teknologi Pupuk Hayati Mendukung Pengembangan Pertanian Bioindustri. Badan Litbang Pertanian.

Sayaka, B., Rudy, S., Rivai, & Supriyadi. (2013). Peningkatan Akses Petani Terhadap Permodalan Usahatani. Prospek Pertanian Lahan Kering dalam Mendukung Ketahanan Pangan.

Setyo-Budi, U., & Marjani. (2013). Laporan Hasil Kunjungan Ke Kebun Sisal (Agave sisalana) PT. Pulau Sumbawa Agro. Sumbawa.

Sofyan. (2010). Laporan Dingding Sel, Kloroplas pada Tanaman.

Subowo, G., & Purwati., J. (2013). Pemberdayaan Sumber Daya Hayati Tanah Mendukung Pengembangan Pertanian Ramah Lingkungan. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pertanian, 32(4), 178–179.

Sudjindro. (2011). Prospek Serat Alam Untuk Bahan Baku Kertas Uang. Prespektif, 10(2), 90–104.

Summer, W. (2002). Acrobat acid metabolism of Agave sisalana plants growing in a neotropical savanna. Journal of Experimental. Botany, 46(267), 639–646.

Suwardji. (2009). Mencari Skenario Pengembangan Pertanian Lahan Kering yang Berkelanjutan di Propinsi NTB. Seminar Nasional Pemberdayaan Petani Miskin Di Lahan Marginal Melalui Inovasi Teknologi Tepat Guna. Kerjasama Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, UNRAM, BPM Dan Bappeda NTB, 1–10.

Suyamto. (1982). Hara Mineral dan Pengelolaan air pada Tanaman Kacang Tanah. Prosiding Kacang Tanah Balai Penelitian Tanaman Pangan Malang, 108–137.

Wahyunto, & Shofiyati, R. (2013). Wilayah Potensi Lahan Kering Untuk Mendukung Pemenuhan Kebutuhan Pangan di Indonesia.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/psp.v18n1.2019.40-51

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Perspektif

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan
Jln. Tentara Pelajar No 1, Kampus Penelitian Cimanggu
Bogor 16111

ISSN : 1412-8004

E-ISSN: 2540-8240

Perspektif Review Penelitian Tanaman Industri has been indexed by