Cover Image

PENGELOLAAN KOMUNITAS SERANGGA HAMA DAN SERANGGA BERGUNA UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIVITAS JAMBU METE Management of Pest and Benefit Insects For Increasing Cashew Productivity

Siswanto Siswanto, Molide Rizal

Abstract


ABSTRAK

Jambu mete (Anacardium occidentale L) merupakan komoditas perkebunan yang cukup potensial sebagai komoditas ekspor Indonesia. Tanaman jambu mete  adaptif pada kondisi lahan kering dengan curah hujan rendah dan telah dikembangkan secara luas di Indonesia, terutama di kawasan Timur. Tahun 2015  luas tanaman jambu mete di Indonesia tercatat seluas 522.863  ha dengan produksi 137.580  ton dan produktivitas sekitar 431 kg/ha/th. Produktivitas lahan pertanaman jambu mete tersebut tergolong masih rendah dibandingkan dengan potensinya yang bisa mencapai 800-1000 ton gelondong/ha/th. Salah satu faktor penyebab rendahnya produktivitas jambu mete di Indonesia  berasal dari  komunitas serangga yang berasosiasi pada tanaman jambu mete antara lain  serangga hama, serangga penyerbuk dan serangga musuh alami. Tercatat lebih dari 100 jenis serangga berasosiasi dengan pertanaman jambu mete terutama pada musim pembungaan, meliputi serangga hama, serangga musuh alami, serangga penyerbuk, serangga vektor penyakit,dan serangga berguna lainnya yang mempengaruhi produktivitas dan perkembangan jambu mete. Kenyataan tersebut menunjukkan komunitas serangga jambu mete cukup berperan terhadap perkembangan dan produktivitas jambu mete. Berkaitan dengan keberadaan serangga tersebut perlu upaya pengelolaan habitat atau lingkungan yang tepat dan sesuai untuk pengendalian serangga hama dan peningkatan produktivitas jambu mete.

Cashew (Anacardium occidentale L) is a potential plantation commodity as an Indonesian export commodity. Cashew nut plants are adaptive to dry land conditions with low rainfall and have been widely developed in Indonesia, especially in Eastern part of Indonesia. In 2015, the area of cashew nut plant in Indonesia is 522,863 ha with production of 137,580 tons and productivity around 431 kg / ha / year. The productivity of cashew plantation is relatively low compared to the potential that can reach 800 - 1000 tons of nut / ha / yr. One of the factors causing the low productivity of cashew in Indonesia, comes from insect communities associated with cashew plants such as insect pest attacks, pollinating insects and natural enemy insects. It was recorded more than 100 species of insects associated with cashew crops, especially during the flowering season, including insect pests, natural enemy insects, pollinating insects, disease vector insects, and other useful insects which affect the cashew production and growth. This fact shows cashew insects community contribute to the development and productivity of cashew nuts in a positive or negative sense. In relation to the presence of these insects, it is necessary an effort to manage appropriates habitat / environment to control insect pests and increase the productivity of cashew.

 

 


Keywords


Jambu mete, Anacardium occidentale L, komunitas serangga, hama, musuh alami, penyerbuk / Cashew, Anacardium occidentale L, insect community, pests, natural enemies, pollinating insects.

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Abdulrochman, 2014. http://abdurochman27.blogspot.co.id/2014/12/pengendalian-hayati-pengendalian-hama.html.

Ahmed SA, Dutta LC, Sarnah MC. 2012. Bio-efficacy of some insecticides against leaf eating caterpillar Helfer (Lepidoptera: Saturniidae) infesting some Persea bombyci. Acad J Entomol. 5(2):94-98 DOI:10.5829/idosi.aje.2012.5.2.6411.

Aidoo, K. 2013. The study of the effects of integrating beekeeping into cashew farms in Ghana and Benin. www.africancashewinitiative.org/imglib/downloads/140218_beekeeping%20study.pdf. Diakses 22 Desember 2016.

Altieri, M.A, & C.I. Nicholls. 2004. Biodiversity and Pest Management in Agroecosystem. Second Edition. New York: Food Product Press.

Daras, U. 2007. Strategi dan inovasi teknologi peningkatan produktivitas jambu mete di Nusa Tenggara. Jurnal Litbang Pertanian, 26(1), 2007: 25-34.

Ditjenbun, 2016: Statistik Perkebunan Indonesia 2015-2017 (Jambu Mete).

Evans R., S. Mariwah, and K.B. Antwi. 2014. Cashew Cultivation, Access to Land and Food Security in Brongahafo Region, Ghana : Preventing the Intergenerational Transmission of Poverty. The University of Reading’s Walker Institute for Climate System Research aims to Enhance Understanding and Improve Prediction of the Risks and Opportunities from our Change Climate.

Gabriel, D. and T. Tscharntke. 2007. Insect pollinated plants benefit from organic farming. Agricuture Ecosystem & Environment 118(1):43-48.

Hadad,E.A., Kartosoewarno, S. dan Koerniati, S. 1995. Pemutihan blok penghasil tinggi jambu mente di daerah Propinsi Sultra. Kerjasama Balittro dengan Ditjenbun. Balittro. Bogor. 31p.

Kalshoven, L.G.E. 1981. Pests of Crops in Indonesia. PT. Ichtiar Baru – Van Hoeve, Jakarta. p. 119.

Widhiono, I. 2015. Strategi Konservasi Serangga Pollinator. Universitas Jenderal Soedirman. ISBN: 978-602-1004-08-1. 86 Hal.

Karmawati, E., T.H. Savitri, T.E. Wahyono dan I.W. Laba. 1999. Dinamika populasi Helopeltis antonii Sign, pada jambu mete. Jurnal Littri 4 (6) : 163 – 67.

Karmawati, E., Siswanto, dan E.A. Wikardi. 2004. Peranan semut (Oecophylla smaragdina dan Dolichoderus sp.) dalam pengendalian Helopeltis spp. dan Sanurus indecora pada jambu mete. Jurnal Penelitian Tanaman Industri 10(1): 1-7.

Karmawati, E. dan R. Balfas. 2007. Pemanfaatan pestisida nabati dan jamur Beauveria bassiana untuk pengendalian kutu daun F. virgata. Prosiding Lokakarya III Jarak Pagar. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Bogor

Karmawati, E. 2008. Perkembangan Jambu Mete dan Strategi Pengendalian Hama Utamanya. Perspektif 7 (2):102 – 111.

Karmawati, E. 2010. Pengendalian hama Helopeltis spp. Pada jambu mete berdasarkan ekologi: Strategi dan Implementasi. Pengembangan Inovasi Pertanian 3(2): 102-119.

Kartosuwondo, U. 1994. Populasi Plutella xylostella (L.) (Lepidoptera: Yponomeutidae) dan parasitoid Diadegma semiclausum Hellen (Hymenoptera: Ichneumonidae) pada kubis dan dua jenis Brasicaseae liar. Bull HPT 7: 39- 49.

Kromp, B. dan K.H. Steinberger. 1992. Grassy field margin and arthoprod diversity: A case study on ground and spiders in Eastern Australia. Agric. Ecol. Environ. 40: 71-93.

Landis, D,A., S.D. Wratten, & G.M. Gurr. 2000. Habitat management to coserve natural enemies of arthropod pests in agriculture. Annu. Rev. Entomol. 45: 175-201.

Mardiningsih, TL., WR. Atmaja dan A Kardinan. 2001. Pengaruh ekstrak mimba dan tembakau terhadap Helopeltis antonii (Hemiptera:Miridae). Prosiding Seminar Nasional III. Perhimpunan Entomologi Indonesia, Cabang Bogor, 6 November 2001. Hlm. 200-203.

Mardiningsih, T.L., A.M. Amir, I.M. Trisawa dan I.G.N.R. Purnayasa. 2004. Bioekologi dan pengaruh serangan Sanurus indecora terhadap kehilangan hasil jambu mete. Jurnal Penelitian Tanaman Industri 10(3):112-117.

Mardiningsih, T.L, E. Karmawati, dan T.R. Wahyono. 2006. Peranan Synnematium sp. dalam pengendalian Sanurus indecora Jacobi (Homoptera: Flatidae). Jurnal Penelitian Tanaman Industri12(3):103-108.

Mardiningsih, T.L. 2007. Potensi cendawan Synnematium sp. untuk mengendalikan wereng pucuk mete (Sanurus indecora Jacobi). Jurnal Litbang Pertanian 26(4): 146- 152.

Melati, 2009. Pembungaan dan penyerbukan pada jambu mete (Anacardium occidentale L.). PERKEMBANGAN TEKNOLOGI TRO 21 (2): 56-63.

Munaan, A. 1986. Toleransi jambu mente terhadap kehilangan daun. Balittro.

Nicholls, C.I. and M.A. Altieri. 2012. Plant biodiversity enhances bees and other insect pollinators in agroecosystems. A review. Agron Sustain Dev 33: 257-274.

Purnayasa, IGN. 2003. Parasitasi Aphanomerus sp. pada wereng pucuk jambu mente Sanurus indecora Jacobi. Jurnal Penelitian Tanaman Industri(1): 1-3.Rahayu M, A. Nurmas dan Yunita. 2012. Kisaran Inang Wereng Pucuk Mete (Sanurus indecora) di Pembibitan. Jurnal Agroteknos. Juli 2012 2(2): 2087-7706.

Rauf, A. 2004. Entomologi Dalam Perubahan Lingkungan dan Sosial : Perspektif Pertanian. Disampaikan pada Seminar Nasional IV PEI – Cabang Bogor, 5 Oktober 2004. 6 hlm.

Rusmin, D., Sukarman dan Melati. 2006. Pengaruh batang atas dan bawah terhadap keberhasilan penyambungan jambu mete (Anacardium occidentale L.). Jurnal Littri 12(1): 32 – 37.

Samsudin dan I.M. Trisawa. 2011. Teknologi pengendalian hayati hama penghisap pucuk dan bunga pada jambu mete. Buletin RISTRI 2 (2) 2011: 207-212.

Siswanti R, Supriyadi, Subagiya. 2017. Hubungan tingkat serangan ulat kipat (Cricula trifenestrata Helfer) terhadap hasil mete. Agrotech Res J 1(1): 21-27.

Siswanto dan Wiratno dan E.A. Wikardi 2001. Peran serangga penyerbuk dalam mengoptimalkan produksi jambu mente. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat.

Siswanto, E.A. Wikardi, Wiratno, dan E. Karmawati. 2003. Identifikasi wereng pucuk jambu mete, Sanurus indecora dam beberapa aspek biologinya. Jurnal Penelitian Tanaman Industri7(3): 157-161.

Siswanto, R. Muhamad, D. Omar, dan E. Karmawati. 2007. Ecology and Population Biology of Helopeltis antonii or Its Cashew Host Plant. Ph.D. Thesis, Universitas Putra Malaysia.

Siswanto, R. Muhamad, D. Omar and E. Karmawati. 2008.

Population fluctuation of Helopeltis antonii Signoret on cashew Anacardium occidentale L. in Java, Indonesia. Pertanika Journal of Tropical Agricultural Science, 31(2): 191-196.

Soebandrijo, Sri Hadiyani, S.A. Wahyuni dan M. Soehardjan. 2000. Peranan serasah dan gulma dalam meningkatkan keanekaragaman hayati dan pengendalian serangga hama kapas di Indonesia. Pros. Simp. Keanekaragaman Hayati Arthropoda pada Perkembangan Jambu Mete dan Strategi Pengendalian Hama Utamanya. Hlm. 277 – 284.

Soesanthy, F. Dan I.M. Trisawa. 2011. Pengelolaan serangga-serangga yang berasosiasi dengan tanaman jambu mete. Buletin RISTRI 2(2):221-230.

Suana W. dan H. Haryanto. 2013. Keanekaragaman laba-laba dan potensinya sebagai musuh alami hama tanaman jambu mete. Jurnal Entomologi Indonesia, Vol. 10(1): 24-30. ISSN: 1829-7722. Online version: http://journal.ipb.ac.id/index.php/entomologi DOI: 10.5994/jei.10.1.24.

Sudiana, E. Dan I. Widhiono. 2015. Keragaman serangga penyerbuk pada habitat hutan. Makalah Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia. Yogyakarta.

Supeno, B. 2004. Parasitoid yang berasosiasi dengan imago wereng jambu mete (Sanurus indecora Jacobi) di perkebunan jambu mete Lombok Utara. Agroteksos, Juli 2004. 14(2).

Supeno B., Buchori D., Kartosuwondo U., Pudjianto, Schulze C.H. 2007. Wereng pucuk mente (Sanurus indecora) sebagai inang ngengat parasitoid (Lepidoptera: Epipyropidae) di pertanaman jambu mete pulau Lombok. Jurnal Entomol Indon. 4(2), 98-110.

Supeno B., Buchori D., Kartosuwondo U., Pudjianto, Schulze C.H. 2009. Ngengat parasitoid (Lepidoptera: Epipyropidae) pada wereng pucuk mente di pertanaman jambu mete pulau Lombok. Jurnal Penelitian Tanaman Industri15(1): 16-23.

Supeno B. 2011. Bioekologi ngengat parasitoid (Lepidoptera: Epipyropidae) pada wereng pucuk mente Sanurus spp. (Hemiptera: Flatidae) di pertanaman jambu mete pulau Lombok. Ringkasan Disertasi Sekolah Pascasarjana IPB. 40 hlm.

Supriadi, Siswanto, Wiratno, dan M. Tombe. 2003. Analisis status penelitian dan pengembangan PHT pada pertanaman jambu mete. Risalah Simposium Nasional Penelitian PHT Perkebunan Rakyat. Bogor, 17-18 September 2002. Hlm. 147-160.

Supriadi, H. dan N. Heryana. 2011. Dampak perubahan iklim terhadap produksi jambu mete dan upaya penanggulangannya. Buletin RISTRI 2 (2) 2011: 175-186.

Tikader, A., K. Vijayan and B. Saratchandra. 2014. Cricula trifenestrata (Helfer) (Lepidoptera: Saturniidae) – a silk producing wild insect in India. Trop. Lepidop. Res., 24(1):22-29.

van Emden, H.F. 1991. Plant diversity and natural enemy efficiency in agroecosystems, p 63-80. In M. Mackkauer, L.E.Ehler, & J. Roland (eds.), Critical Issues in Biological Control. Atheneum Press. Great Britain.

Wahyuno, D., T.E. Wahyono dan Siswanto. 2010. Hirsutella citriformis, cendawan entomopatogen pada Sanurus indecora asal jambu mete. Prosiding Seminar Nasional VI Perhimpunan Entomologi Indonesia. Bogor, 24 Juni 2010. Pp. 91-98.

Widhiono, I. 2015. Strategi konservasi serangga pollinator. Universitass jenderal Soedirman, Purwokerto. ISBN: 978-602-1004-08-1. 86 Hlm.

Widhiono, I. dan E. Sudiana. 2015. Keragaman serangga penyerbuk dan hubungannya dengan warna bunga pada tanaman pertanian di lereng Gunung Slamet, Jawa Tengah. Biospesies 8(2): 43-50.

Wikardi, E.A. dan T.E. Wahyono. 1991. Serangga-serangga perusak tanaman kayumanis (Cinnamomum spp.) dan musuh alaminya. Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat 6(1):20-26.

Wikardi, E.A., Wiratno dan Siswanto. 1996. Beberapa hama utama tanaman jambu mete dan usaha pengendaliannya. Prosiding Forum Komunikasi Ilmiah Komoditas Jambu Mete. Bogor, 5 – 6 Maret 1996. Hlm. 124 – 132.

Wikardi, E.A. 1997. Consultant’s report of National Entomologist. The Ministry of Forestry and Estate. Jakarta.

Wikardi, E.A., G.N.R. Purnayasa dan Siswanto. 2001. Potensi Cendawan Synnematium Sp. sebagai agens hayati Lawana Sp. (Hemoptera : Flatidae). Jurnal Littri 7 (3) : 84 – 87.

Wiratno, E.A. Wikardi dan I. M. Trisawa, 1996. Biologi Helopeltis antonii pada tanaman jambu mente. Journal Penelitian tanaman Industri, 2(1):36-42.

Wiratno, E.A. Wikardi dan Siswanto. 2001. Keanekaragaman Helopeltis spp. di Indonesia. Prosiding Simposium Keanekaragaman Hayati Arthropoda pada Sistem Produksi Pertanian. Cipayung, 16 – 18 Oktober 2000. Hlm. 387 – 390.

Wiratno dan Siswanto. 2001. Serangan Lawana sp. (Homoptera : Flatidae) pada tanaman jambu mete (Anacardium occidentale). Prosiding Seminar Nasional PEI, Pengelolaan Serangga yang Bijaksana Menuju Optimasi Produksi. Bogor, 6 Nopember 2001. Hlm. 165 – 172.

Wratten, S, l. Berndt, J. Tylianakis, P. Ernando & R. Didham. 2004. Adding flora diversity to enhance parasitoid fitness and efficacy. http://www.bugwood.org/arthropod [10 November 2004].

Yaherwandi, S. Manuwoto, D. Buchori, P. Hidayat, dan L.B. Prasetyo. 2008. Struktur komunitas hymenoptera parasitoid pada tumbuhan liar di sekitar pertanaman padi di daerah aliran sungai (DAS) Cianjur, Jawa Barat. J. HPT Tropika. ISSN 1411-7525 8(2): 90 –101.

Zaubin, R. 2002. Peningkatan produktivitas dan nilai tambah menunjang agribisnis jambu mente. Kerjasama Proyek P2RWT/EISCDP-IFAD Ditjenbun dan Balittro. Balittro. Bogor. 5 hlm.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/psp.v17n1.2018.01-14

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Perspektif

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan
Jln. Tentara Pelajar No 1, Kampus Penelitian Cimanggu
Bogor 16111

ISSN : 1412-8004

E-ISSN: 2540-8240

Perspektif Review Penelitian Tanaman Industri has been indexed by