Cover Image

STRATEGI AKSELERASI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI KACANG METE DI SULAWESI TENGGARA / Acceleration Strategy for Developing Cashew Nuts Agriculture Industry in Southeast Sulawesi

Julian Witjaksono

Abstract


ABSTRAK

Tanaman perkebunan mampu memberikan kontribusi yang besar bagi Pendapatan Domestik Bruto (PDB) nasional. Di Sulawesi Tenggara, selain kakao, jambu mete merupakan tanaman yang telah lama menjadi tumpuan hidup masyarakat khususnya di lahan-lahan kering marginal. Namun, kondisi pertanaman pada saat ini cukup merisaukan dilihat dari umur tanaman yang sudah sangat tua yang mengakibatkan penurunan produktivitas tanaman. Rendahnya produktivitas berdampak pada ekonomi masyarakat petani khususnya di sisi hilir akibat dari kurangnya suplai gelondongan untuk industri olahan kacang mete. Agroindustri kacang mete di Sulawesi Tenggara berkembang cukup pesat selama beberapa puluh tahun terakhir namun saat ini usaha pengolahan kacang mete tersebut menunjukan kelesuan akibat tidak adanya upaya untuk pengembangan industri rumah tangga tersebut. Oleh sebab itu strategi percepatan sangat dibutuhkan agar usaha pengolahan kacang mete yang merupakan industri rumah tangga dan tersebar di beberapa kabupaten sentra produksi agar dapat terus berkembang sebagai sumber ekonomi masyarakat. Akselerasi tersebut dapat dimulai dari sisi hulu, yaitu 1) introduksi paket teknologi pada lahan tanaman yang belum menghasilkan untuk, 2) peremajaan tanaman pada lahan tanaman yang tidak menghasilkan, dan 3) penyediaan bibit tanaman unggul lokal yang bersertifikat. Kemudian dari sisi hilir, program akselerasi meliputi 1) penyediaan skim kredit tanpa agunan bagi industry pengolahan kacang mete, dan 2) dukungan mekanisasi yaitu alat kacip semi otomatis skala rumah tangga. Selanjutnya, yang tidak kalah penting adalah dukungan kelembagaan ekonomi. Model LEM (Lembaga Ekonomi Masyarakat) sejahtera seperti yang telah berkembang di Sulawesi Tenggara untuk petani kakao dapat diintroduksi pada masyarakat petani jambu mete.

 

ABSTRACT

Crop estate in Indonesia has contributed highly to the Gross Domestic Bruto (GDP). In Southeast Sulawesi, after cocoa, cashew nuts domestically as the supporting live for farmers in the marginal dry land. However, current condition of cashew nuts plantation is getting worrying due to aging crop with consequently decreasing plant productivity. This is will have impact of low economy of farmers live particulary for people who work in the downstream industry due to the low supplay of shell nuts. In the past few years cashew nuts agroindustry in Southeast Sulawesi is growing fastly but now this industry is getting down. This is because there is no supporting program to help people who work in the home industry. Therefore, acceleration strategies are needed to support this industry which has spread out across the county producer in Southeast Sulawesi in order to grow the economic household. Acceleration program should be implemented firstly in the upstream side, Viz. 1) Introduction of technological package of cashew nut crop in the plant area of not produce yet, 2) Plant rehabilitation program in the area of old crop, and 3) providing certification nurseries program by using local high yield variety. Moreover, in the downstream side acceleration strategies are 1) providing loan program with low interest without collateral guarantee, and 2) mechanization program by providing semi authomatic machine of peeling shell for home industry. Another which is important about strengthening program of local economic institutional. LEM sejahtera which has been implemented for cocoa farmers is a good model and successfully implemented across the county of cocoa farmers household in Southeast Sulawesi. This model could be introduced for cashew nut farmers.


Keywords


Kata Kunci : Strategi akselerasi, hilirisasi, industri, pengolahan / Acceleration strategy, downstream, industry, processing, peeling shell

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Agusalim, L. 2014. Pajak ekspor, pertumbuhan ekonomi, dan pendapatan: Kasus agroindustri di Indonesia. Kinerja 8(2):180-194.

Anusha, C., Meena, C.P.M., dan Reddy, G.P. 2014. Value chain analysis of cashew in Srikakulam District of Andra Pradesh. Agricultural Economic Research Review. 27(2): 74-79

Baker dan Witjaksono, J. 2008. Potensi kacang mete di kawasan Timur Indonesia. Laporan penelitian ACIAR-SADI. ISBN 9781921615696. ACIAR Press. 21 hlm.

Balittro. 2002. Agribisnis Jambu Mete. Booklet. Balittro. Hlm 11.

Bank Indonesia. 2010. Industri pengolahan kacang mete. Laporan pola pembiayaan usaha kecil. Direktorat Kredit, BPR dan UMKM. Hlm 43.

BPS. 2016. Statistik Nasional. Biro Pusat Statistik. Jakarta.

Daras, U. 2007. Strategi dan inovasi teknologi peningkatan produktivitas jambu mete di Nusa Tenggara. Jurnal Litbang Pertanian 26(1): 25-34.

Daryanto A. 2009. Dinamika Daya Saing Industri Peternakan. Bogor : IPB Press

Daton, A.R. 2008. Analisis pendapatan usahatani jambu mete (kasus di Desa Ratulodong, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur). Skirpsi. Unpublished. Program Sarjana Ekstensi Manajemen Agribisnis. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.

Dinas Pertanian Buton. 2017. Dinas pertanian Buton remajakan 200 hektar jambu mete. (http://kendaripos.co.id/2017/10/06/dintan-buton-remajakan-200-hektare-jambu-mete/).

Direktorat Jenderal Perkebunan. 2016. Statistik Perkebunan Indonesia. Komoditas Jambu Mete 2014-2016. Kementerian Pertanian.

Friyatno, S dan Saptana. 2017. Kinerja agrbisnis komoditas pertanian: Kemampuan penciptaan output, nilai tambah dan keterkaitan antar sektor (analisis komparasi IO tahun 2005 dan 2010). Jurnal Manajemen dan Agrbisnis 14(3): 250-263.

Hadad, E.A., J. Towaha, dan N.R. Ahmadi. 2011. Inovasi Teknologi: Menghantar Madura Sebagai Pusat Agribisnis Jambu Mete Indonesia. TREE. Majalah Semi Populer Tanaman Rempah dan Indiustri. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Aneka Industri 2(3): 1-8.

Hasibuan, A.M dan Wahyudi, A. 2011. Analisis manajemen rantai pasok benih jambu mete (studi kasus di Kabupaten Flores Timur). Buletin RISTRI 2(2): 239-250.

INDEF. Institute for Development of Economics and Finance. 2011. Outlook Industri 2012. Strategi percepatan dan perluasan agroindustri. Hlm 1-193.

Indrawanto, C. 2004. Peningkatan daya saing industri mete indonesia melalui pembentukan klaster industri mete. Perspektif Puslitbang Perkebunan. Bogor. Hlm 15-23.

Indrawanto, C. 2008. Penentuan pola pengembangan agroindustri jambu mete. Jurnal Littri 14(2): 78 – 86.

Indrawanto, C., S. Wulandari, dan A. Wahyudi, 2003. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan usahatani jambu mete di Sulawesi Tenggara. Jurnal Penelitian Tanaman Industri. Puslitbang Perkebunan. Bogor. Hlm 141-147.

Karmawati, E. 2008. Perkembangan jambu mete dan strategi pengendalian hama utamanya. Perspektif 7(2): 102-111.

Kurniawan, BPY. 2016. Strategi dan prospek pengembangan Jambu Mete Kabupaten Jember. Jurnal Menajemen Teori dan Terapan 9(3):242-258.

La Ola, T. 2012. Analisis kesejahteraan petani jambu mete di Kabupaten Buton dan Kabupaten Muna. Agriplus 22(1): 73-80.

Nurdiyah, Fariyanti, A., dan Jahroh, S. 2014. Analisis Pemasaran Jambu Mete di Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara. Informatika Pertanian 23(1): 85-94.

Pratiwi, A.N., Harianto dan Drayanto, A. 2017. Peran agroindustri hulu dan hilir dalam perekonomian dan distribusi pendapatan di Indonesia. Jurnal Manajemen dan Agribisnis 14(2): 127-137

Priyarsono, D.S. dan Backe, J. 2007. Industri berbasis pertanian: Arah pengembangan industri di Indonesia. Jurnal SOCA 8(3): 256-264.

Purwanto, E.H dan Pranowo, D. 2011. Pemanfaatan lahan diantara jambu mete muda di lahan marginal. Buletin RISTRI 2(2): 199-206.

Rahni, M.N., Karimuna, L, dan Asmin. 2018. Pengembangan Agroindustri Jambu Met di Provinsi Sulawesi Tenggara. Prosiding Forum Komunikasi Nasional Jambu Mete II. Hlm. 134-144.

Sahara, D., Abidin, Z., dan Dahya. 2007. Tingkat pendapatan petani terhadap komoditas unggulan perkebunan Sulawesi Tenggara. Jurnal SOCA 7(2): 1-10.

Sjah, T., Jamani, H dan Rusdi. 2010. Masalah usahatani jambu mete di Kabupaten Sumbawa Barat dan upaya penanggulangnnya. Agroteksos 20(1): 65-70.

Sudjamorko, B dan Listyati, D. 2011. Nilai tambah ekonomi pengolahan jambu mete Indonesia. Buletin RISTRI 2(2): 231-238

Sudjamorko, B dan Wahyudi, A. 2011. Pengembangan industri klaster jambu mete di Jawa Timur. Buletin RISTRI 2(2): 251-264.

Susilowati, S.H. 2008. Strategi Agricultural-Demand-Led-Industrialization dalam perspektif peningkatan kinerja ekonomi dan pendapatan petani. Forum Penelitian Agro Ekonomi 26(1): 44-57.

Susilowati, S.H., Sinaga B.M., Limbong, W.H. dan Erwidodo. 2007. Dampak kebijakan ekonomi di sektor agroindustri terhadap kemiskinan dan distribusi pendapatan rumah tangga di Indonesia: Analisis simulasi dengan sistem neraca sosial ekonomi. Jurnal Agro Ekonomi 25(1): 11-36.

Witjaksono dan Asmin, 2018. Agroindustri kacang mete di Sulawesi Tenggara: Potensi, kendala dan strategi pengembangannya. Prosiding Forum Komunikasi Nasional Jambu Mete II. Hlm. 207-209.

Witjaksono, J., A. Sulle, dan S. Ruku. 2008. Strategi Akselerasi Peningkatan Pendapatan Petani Jambu Mete di Sulawesi Tenggara. Jurnal SOCA 8 (1).

Yanuasari, K.I., Hartadi, R, dan Raharto, S. 2015. Analisis pendapatan dan nilai tambah serta strategi pengembangan agroindustri kacang oven pada CV. TDS mitra garuda di Kabupaten Jember. Agritop. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian. 13(2): 126-136.

Yusria, W.A. 2010. Keadaan ekonomi rumah tangga petani jambu mete di Kabupaten Buton Sulawesi Tenggara. AGRISEP 9(2): 109-119.

Zahir, N dan Sanawiri, B. 2018. Analisis daya saing kacang mete Indonesia di Pasar Internasional (Studi tentang kacang mete Indonesia tahun 2011-2015). Jurnal Administrasi Bisnis. 54(1): 66-73

Zani, M. 2013. Faktor-faktor yang mempengaruhi keuntungan usaha pengolahan kacang mete di Kabupaten Buton. Agriplus 23(3): 193-200.

Zaubin, R dan Mulyono, E. 2002. Peningkatan daya saing jambu mete menunjang agribisnis. Perspektif 1(2): 66-72.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/psp.v17n1.2018.67-75

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Perspektif

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan
Jln. Tentara Pelajar No 1, Kampus Penelitian Cimanggu
Bogor 16111

ISSN : 1412-8004

E-ISSN: 2540-8240

Perspektif Review Penelitian Tanaman Industri has been indexed by