STATUS KLON-KLON KARET SERI IRR HASIL KEGIATAN PEMULIAAN INDONESIA DAN ADOPSINYA DI PERKEBUNAN KARET INDONESIA The Status of IRR Series Rubber Clones from Indonesia Breeding Activity and Its Adoption in Indonesia Rubber Plantation

Muhamad Rizqi Darojat, Sayurandi Sayurandi

Abstract


Rubber breeding activities in Indonesia have occurred for 4 generations and result in increasing plant productivity. IRR (Indonesian Rubber Research) series clones are the fourth generation of rubber clones that its selection started in 1985. The clones have high potency in productivity (>2.500 kg/ha) and have fast growth rate so that the immature period of rubber plants can be shortened and the tapping activity can be done in less than 4-year-old plants. Moreover, IRR series clones also have moderate to resistant characteristic against leaf fall disease of Colletotrichum. The results of the multilocation test showed that IRR series clones have a wide range of adaptability and stability. However, The IRR series clones have rarely been adopted by smallholders in Indonesia. Due to lack of knowledge, smallholders mostly utilized seedlings as planting materials rather than trusting the IRR series clones. The role of advisors is the key factor in order to improve the adoption of IRR series clones in Indonesia. This attempt will certainly boost natural rubber production in Indonesian rubber plantation.

ABSTRAK

Kegiatan pemuliaan dan seleksi tanaman karet di Indonesia telah berjalan selama 4 generasi (G-4) dan telah diperoleh kemajuan yang cukup pesat dalam hal peningkatan produktivitas tanaman. Klon Karet seri IRR (Indonesian Rubber Research) merupakan klon generasi ke-4 yang awal seleksinya dimulai pada tahun 1985. Selain memiliki potensi produktivitas tinggi (>2.500 kg/ha), keunggulan klon-klon seri IRR memiliki laju pertumbuhan tanaman cepat sehingga masa tanaman belum menghasilkan (TBM) lebih singkat dan tanaman dapat disadap pada umur ≤ 4 tahun. Klon-klon seri IRR memiliki tingkat resistensi tergolong moderat - resisten terhadap penyakit gugur daun Colletotrichum. Hasil pengujian multilokasi juga menunjukkan bahwa beberapa klon karet seri IRR memiliki daya adaptasi dan stabilitas  yang cukup baik di berbagai lokasi pengujian, sehingga klon-klon tersebut sangat potensial dikembangkan di berbagai wilayah Indonesia yang memiliki agroklimat yang cukup luas. Namun, adopsi klon seri IRR oleh masyarakat karet Indonesia masih tergolong rendah. Sebagian petani karet masih menggunakan bahan tanam asal biji atau bibit asalan karena kurangnya pengetahuan dan kepercayaan terhadap klon-klon unggul yang telah beredar selama ini. Agar pemanfaatan klon-klon karet unggul seri IRR dapat berjalan lebih baik, maka peranan penyuluh dan pendamping perlu dioptimalkan kembali. Upaya tersebut tentunya akan berdampak positif tehadap perbaikan produktivitas perkebunan karet di Indonesia.


Keywords


Hevea brasiliensis, IRR series clones, growth and productivity, adaptibility, clone adoption. / Hevea brasiliensis, klon seri IRR, pertumbuhan dan produktivitas, resistensi penyakit, adaptasi, adopsi klon.

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Aidi-Daslin. 2005. Kemajuan pemuliaan dan seleksi dalam menghasilkan kultivar karet unggul. Prosiding Lokakarya Nasional Pemuliaan Tanaman Karet. Pusat penelitian karet. Medan. Hlm 26-37.

Aidi-Daslin dan Sayurandi. 2006. Pengaruh interaksi genotipe dan lingkungan terhadap pertumbuhan dan produksi klon IRR seri 100 pada uji lanjutan. Jurnal Penelitian Karet 24(2): 91-100.

Aidi-Daslin, S Woelan, M Lasminingsih, H hadi. 2007. New recommended clones for Indonesian Rubber Plantation. Proceedings of International Rubber Conference and Exhibition. Pusat Penelitian Karet. Medan. 97-103.

Aidi-Daslin, Sayurandi dan S Woelan. 2007. Analisis kekerabatan genetik populasi F1 hasil persilangan tetua tanaman karet penghasil lateks dan kayu berdasarkan teknik RAPD. J penelitian karet 25(2): 1-9.

Aidi-Daslin, Sayurandi and Sekar Woelan. 2007. Adaptability and stability of IRR 100-series rubber clones. Proc. International Rubber Conference & Exhibition 2007 Hlm.385-392.

Aidi-Daslin, S Woelan, M Lasminingsih, H Hadi. 2009a. Kemajuan pemuliaan dan seleksi tanaman karet di Indonesia. Prosiding Lokakarya Nasional Pemuliaan Tanaman Karet. Pusat Penelitian Karet. Medan. Hlm. 50-59.

Aidi-Daslin et al 2009b. Rumusan Lokakarya Nasional Pemuliaan Tanaman Karet 2009. Prosiding lokakarya Nasional Pemuliaan Tanaman Karet. Pusat Penelitian Karet. Medan.

Aidi-Daslin, S.Woelan and S.A.Pasaribu. 2012. High latex yielding and disease resistance of rubber clones IRR 200 series. Indonesian Journal of Agricultural Science 13(2), 2012 : 80-85.

Aidi-Daslin. 2014. Perkembangan penelitian klon karet unggul irr seri 100 sebagai penghasil lateks dan kayu. Warta perkaretan, 33(1): 1 – 10.

Azwar R. 1990. Advantages and disadvantages of the use of seedling and clonal rubber planting materials.

Azwar R. dan I. Suhendry. 1998. Kemajuan pemuliaan karet dan dampaknya terhadap pada peningkatan produktivitas. Pros. Lok. Nasional Pemuliaan Karet dan Diskusi Nasional Prospek Karet Alam Abad 21. Pusat Penelitian Karet. APPI. Hlm 51 - 64.

Badan penelitian dan pengembangan pertanian. 2005. Prospek dan arah pengembangan agribisnis karet. Departemen Pertanian RI.

Badan Pusat Statistik. 2017. Produksi Perkebunan Rakyat Menurut Jenis Tanaman tahun 2000-2015. https://www.bps.go.id/ [diunduh tanggal 2 Maret 2017].

Badan Pusat Statistik. 2017. Produksi Perkebunan Besar menurut Jenis Tanaman, Indonesia tahun 1995 - 2015. https://www.bps.go.id/ [diunduh tanggal 2 Maret 2017].

Balai Penelitian Sungei Putih. Evaluasi Dan Rekomendasi Sistem Eksploitasi Kebun Karet PT. Perkebunan Nusantara III tahun 2016. Sungei Putih.

Balai Penelitian Sungei Putih. Evaluasi Dan Rekomendasi Sistem Eksploitasi

Kebun Karet PT. Perkebunan Nusantara VII tahun 2016. Sungei Putih.

Baulkwill WJ. 1989. The history of natural rubber production. Dalam: Rubber. Webster CC, Baulkwill WJ (Ed). Longman Scientific and Technical. Essex, England. p1–56.

Boerhendhy I. 2013. Prospek perbanyakan bibit karet unggul dengan teknik okulasi dini. Jur Litbang Pert. 32(2): 85-90.

Boerhendhy I. 2013. Penggunaan stimulan sejak awal penyadapan untuk meningkatkan produksi klon IRR 39. Jurnal Penelitian Karet 31(2): 117-126.

Darojat dan Tistama. 2014. Upaya perbaikan genetik dan penyediaan bibit tanaman karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg.) melalui pendekatan bioteknologi. Warta Perkaretan 33(2): 57-72.

Djikman MJ. 1951. Hevea-Thirty years of research in the far east. Univ Miami Press, Coral Gables, Florida, USA.

Hadi, H., A.D.Wahyudi and K.Anwar. 2007. Performance of the promoting clones of Hevea rubber planted on dry climate area. Proc. International Rubber Conference & Exhibition 2007. Hlm. 379-383.

Huang X, L Wei, S Zhan, C Chen, Z Zhou, X Yuen, Q Guo, and J Lin. 1981. A preliminary study of relations between latex vessel system of rubber leaf blade and yield prediction at nursery. Chinese Journal of Tropical Crops, 2: 16–20.

Husin SM. 1990. Hevea seed: its characteristics, collection and germination. Planters’ Bulletin (Rubber Research Institute of Malaysia), 202; 3–8.

García DAM, JMC Torres, AAN Arboleda and OJC Gaona. 2017. Repeatability for yield total solids in a segregating population of rubber (Hevea brasiliensis) in Colombia. Rev. Fac. Nac. Agron. Medellín, 71(1): 8407-8414.

Imle EP. 1978. Hevea rubber: Past and future. Econ Bot. 32: 264–277.

Ilahang, D Wulandari, R Akiefnawati, Budi, L Joshi dan G. Wibawa. 2008. Pengeruh Pelatihan Teknologi Karet bagi Petani Kecil terhadap Perspsi, Pengetahuan dan Penerapan Penanaman Karet. Warta Perkaretan, 27(1): 25-34.

Junaidi, Radite Tistama, Atminingsih, Zaida Fairuzah,Arief Rachmawan, Muhammad Rizqi Darojat, dan Mochlisin Andriyanto. 2017. Fenomena gugur daun sekunder di wilayah sumatera utara dan pengaruhnya terhadap produksi karet. Warta Perkaretan, 37 (1): 1-16.

Lasminingsih M, S Woelan, Aidi-Daslin, H Hadi, I Boerhendhy. 2001. Evaluasi dan Keragaan klon karet harapan penghasil lateks dan kayu. prosiding lokakarya nasional pemuliaan karet. Pusat penelitian karet. Medan. Hlm 82-93.

Lasminingsih M, S Woelan, Aidi-Daslin. 2009. Evaluasi keragaan klon karet IRR seri 100. Prosiding lokakarya nasional pemuliaan tanaman karet. Pusat penelitian karet. Medan. Hlm 60-83.

Leitch AR, KY Lim, IJ Leitch, M O’Neill, ML Chye, FC Low. 1998. Molecular cytogenetic studies in rubber. Hevea brasiliensis Muell. Arg. (Euphorbiaceae). Genome, 41: 64–467.

Li D, R Zeng, Y Li, M Zhao, J Chao, Y Li, K Wang, L Zhu, WM Tian, C Liang. 2016. Gene expression analysis and SNP/InDel discovery to investigate yield heterosis of two rubber tree F1hybrids. Sci. Rep. 6 (24984): 1-12.

Madjid A. 1995. Upaya mempercepat penggunaan klon unggul di perkebunan karet rakyat. Prosiding lokakarya nasional pemuliaan tanaman karet. Medan.

Mani S and V Santhakumar. 2011. Diffusion of New Technologies and Productivity Growth in Agriculture: Natural Rubber vs Coconuts. Economic and Political Weekly, 46 (6): 58 – 63.

Mearns, L.O. 2000. Climate change and variability. In Reddy, K.R. and Hodges, H.F (Ed.). Climate Change and Global Crop Productivity. CAB International. 7-35.

Nasir G. 2013. Karet rakyat menanti peremajaan. Tabloid Sinar Tani. Edisi 6-12 Pebruari 2013 3493: 4.

Ogbebor ON (2010). The status of three common leaf disease of Para rubber in Nigeria. Journal of Animal and Plant Sciences 6(1): 567- 570.

Ong SH. 1975. Chromosome morphology at the pachytene stage in Hevea brasiliensis: a preliminary report. Proceeding International Rubber Conference IRRDB, Kuala Lumpur, 2. : 3–12.

Oktavia F, Kuswanhadi, Dini Dinarty, Widodo and Sudarsono. 2017. Genetic Diversity and Population Structure of IRRDB 1981 and Wickham Rubber Germplasm Based on EST-SSR. AGRIVITA Journal of Agricultural Science, 39(3): 239-251.

Oktavia F, M Lasminingsih, S Ismawanto dan Kuswanhadi. 2007. Analisis genetik klon-klon tanaman karet (Hevea brasiliensis) menggunakan penanda RAPD. J Penelitian Karet 25(1): 1-12.

Oktavia F, M Lasminingsih, dan Kuswanhadi. 2009. Identifikasi klon karet anjuran dengan teknik RAPD. J Penelitian Karet 27(1): 21-31.

Oktavia F, M Lasminingsih dan Kuswanhadi. 2011. Genetic Relationship of Wickham and IRRDB 1981 Rubber Population Based on RAPD Markers Analysis. HAYATI Journal of Biosciences, 18 (1): 27-32.

Oktavia F, Sudarsono, Kuswanhadi, D Dinarty, Widodo. 2016. Identifikasi ketahanan plasma nutfah karet IRRDB 1981 terpilih terhadap penyakit gugur daun corynespora berdasarkan aktivitas toksin Cassiicolin. Jurnal Penelitian Karet, 34 (1) : 35-48.

Paardekooper EC. 1989. Exploitation of the rubber tree. Dalam: Rubber. Webster CC and Baulkwill WJ (Ed). Longman Scientific and Technical. Essex, England. p349–414.

Pee TY and SK Khoo. 1975. Diffusion and impact of high yielding materials on rubber production in Malaysia. Proceedings of the international rubber conference. 327-349p.

Priyadarshan PM, PS Goncalves and KO Omokhafe. 2009. Breeding Hevea Rubber. Dalam: Breeding Plantation Tree Crops: Tropical Species. SM Jain, PM Priyadarshan (Ed). Springer Science+Business Media. p469-522.

Priyadarshan PM, PS Goncalves. 2003. Hevea gene pool for breeding. Genet. Resour. Crop Evol, 50: 101–114.

Priyadarshan PM, A Clement-Demange. 2004. Breeding Hevea rubber: formal and molecular genetics. Adv. Genet, 52: 51–115.

Priyadarshan PM. 2017. Biology of Hevea Rubber. Springer International Publishing.

Pusat penelitian karet. 1995. Hasil rumusan lokakarya nasional pemuliaan tanaman karet 1995. Prosiding lokakarya nasional pemuliaan tanaman karet. Medan. Hlm 9-10.

Pusat penelitian karet. 1998. Hasil rumusan lokakarya nasional pemuliaan tanaman karet 1998. Lokakarya nasional pemuliaan tanaman karet dan diskusi nasional prospek karet alam abad 21. Medan.

Sayurandi Dan Aidi-Daslin. 2011. Heterosis Dan Heritabilitas Pada Progeni F1 Hasil Persilangan Kekerabatan Jauh Tanaman Karet. Jurnal Penelitian Karet, 29 (1) : 1 – 15.

Simmonds NW. 1989. Rubber breeding, in Rubber, ed. by C. C. Webster, W. J. Baulkwill (Longman Scientific and Technical, New York, pp. 85–124.

Situmorang A, Suryaningtyas H, Febbiyanti TR. 2008. Penyakit hawar daun Amerika Selatan dan pengendaliaanya pada tanaman karet. Lokakarya Nasional Agribisnis Karet, 20-21 Agustus. Yogyakarta.

Syarifa LF, DS Agustina, C Nancy dan M Supriyadi. 2012. Evaluasi tingkat adopsi klon unggul di tingkat petani karet propinsi Sumatera Selatan. Jur Penel Kar 30 (1): 12 – 22.

Sudjarmoko. 2013. Peran strategis industri benih dalam gerakan nasional peningkatan produktivitas karet di Indonesia. Medkom Perkebunan. Tanaman Industri dan penyegar. Hlm. 1.

Tan H, SK Khoo, Ong SH. 1996. Selection of advanced polycross progenies in Hevea improvement. Jour Nat Rubb Res. 11: 215–225.

Tistama R, Sayurandi, Aidi-Daslin, & S Woelan. 2008. Pengelompokkan tetua tanaman karet (Hevea brasiliensis Muell Arg.) berdasarkan penanda RAPD. J Penel Karet 26(1): 10-19.

Thomas, W., P.Grist and K.Menz. 1995. Modelling rubber growth as a function of climate and soils. Imperata Project Centre for Resource and Environmental Studies. The Australian National University.

Thomas KK. 2001. Role of Clement Robert Markham in the introduction of Hevea rubber into the British India. The Planter 77: 287–292.

Thomas, W., A.Situmorang dan M.Lasminingsih. 2009. Pemilihan klon karet untuk provinsi Lampung berdasarkan kondisi agroklimat. Warta Perkaretan 28(1) : 19-27.

Venkatachalam P, PK Jayasree, S Sushmakumari, R Jayashree, K Rekha, S Sobha, P Priya, RG Kala and A Thulaseedharan. 2007. Current Perspectives on Application of Biotechnology to Assist the Genetic Improvement of Rubber Tree (Hevea brasiliensis Muell. Arg.): An Overview. Functional Plant Science and Biotechnology. Global Science Books.

Wahyudi, A. 2011. Kelembagaan perbenihan perkebunan.Tree, Majalah Semi Populer Tanaman Rempah dan Industri 2(1): 4.

Woelan, S. dan R. Azwar, 1992. Kemajuan persilangan dan seleksi tanaman karet Hevea brasiliensis Muell. Arg. Pros. Lok. Nas. Pemuliaan Tanaman Karet. Medan 7 – 9 Desember 1992.

Woelan S, R Azwar, Aidi-Daslin. 1995. Klon-klon harapan baru IRR seri 00 dan IRR seri 100. Prosiding Lokakarya nasional pemuliaan tanaman karet. Pusat penelitian karet. Medan.

Woelan S, R Azwar, I Suhendry. 1996. Penampilan klon karet IRR seri 100 selama periode tanaman belum menghasilkan. Jurnal penelitian karet, 14(2): 111-124.

Woelan S, Aidi-Daslin, R Azwar, I Suhendry. 2001. Keragaan klon karet unggul harapan IRR seri 100. Prosiding Lokakarya nasional pemuliaan tanaman karet. Pusat penelitian karet. Medan. Hlm 173-189.

Woelan S dan R Azwar. 2001. Penampilan klon IRR seri 200 selama masa TBM. Prosiding lokakarya nasional pemuliaan tanaman karet. Pusat penelitian karet. Medan. Hlm 188-200.

Woelan S, Aidi-Daslin, I Suhendry, M Lasminingsih. 2005. Evaluasi Keragaan klon karet IRR seri 100 dan 200. Prosiding Lokakarya nasional pemuliaan tanaman karet. Pusat penelitian karet. Medan. Hlm 38-61.

Woelan S, Aidi-Daslin, I Suhendry. 2006. Potensi Keunggulan klon karet generasi IV seri IRR. Prosiding lokakarya nasional budidaya tanaman karet. Pusat penelitian karet. Medan. Hlm 33-52.

Woelan S, R Tistama, dan Aidi-Daslin. 2007. Determinasi keragaman genetik hasil persilangan antar populasi berdasarkan karakteristik morfologi dan teknik RAPD. J Penel Karet, 25(1): 13-26.

Woelan S, Aidi-Daslin, M Lasminingsih, I Suhendry. Evaluasi keragaan klon karet IRR seri 200 dan 300 pada tahap pengujian. 2009. Prosiding lokakarya nasional pemuliaan tanaman karet. Pusat penelitian karet. Medan. Hlm 84-106.

Woelan S, R Azwar, Aidi-Daslin, I Suhendry, M Lasminingsih, Sayurandi, SA Pasaribu. 2016. Keunggulan klon karet IRR 220 dan IRR 230. Warta Penelitian karet, 35 (2), 89-106.

Wycherley PR. 1992. The genus Hevea: botanical aspects. Dalam: Natural Rubber: Biology, Cultivation and Technology. Sethuraj MR, Mathew NM (Ed). Elsevier, Amsterdam. The Netherlands. p50–66.

Yang H, X Wang, Y Wei, Z Deng, H Liu, J Chen, L Dai, Z Xia, G He, D Li. 2018. Transcriptomic analyses reveal molecular mechanisms underlying growth heterosis and weakness of rubber tree seedlings. BMC Plant Biology (2018), 18:10.

Zhang H, L Zhang, Y Ge, Y Hua, Z Lan, H Huang. 2014. Short Communication: Climate And Latex Production Of Rubber Tree (Hevea brasiliensis Muell. Arg.) In Wanning, Southeastern Part Of Hainan Province, China. J. Rubb. Res., 17(4):261–265.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/psp.v17n2.2018.101-116

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Perspektif

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan
Jln. Tentara Pelajar No 1, Kampus Penelitian Cimanggu
Bogor 16111

ISSN : 1412-8004

E-ISSN: 2540-8240

Perspektif Review Penelitian Tanaman Industri has been indexed by