Peningkatan Daya Saing Jambu Mente Menunjang Agribisnis

ROBBER ZAUBIN, EDY MULYONO

Abstract


Jambu mente (Anacardium occidentals L.) merupakan salah satu komoditas perkebunan penghasil devisa yang cukup penting. Pada tahu 1999 produksinya arealnya adalah 535 745 ha dengan produksi 86 924 ton. Dari + 46% produk mente yang diekspor, 94.4% berbentuk gelondong dan hanya 5.56% dalam bentuk kacang. Permintaan mente dunia adalah + 1000 000 ton, yang dipenuhi oleh India 30%, Brazil dan Afrika, masing-masing 20%, Vietnam 15% dan negara-negara penghasil mente lainnya 9%. Indonesia hanya memasok 6% dari kebutuhan dunia. Untuk dapat bersaing dengan negara-negara penghasil mente lainnya dipasar dunia, Indonesia harus dapat meningkatkan produktivitasnya secara efisien, meningkatkan mutu produknya dan melakukan diversifikasi. Permasalahan pada agribisnis jambu mente teruama berada pada sektor hulu. Biaya produksi sebenarnya dapat ditekan apabila digunakan bahan tanaman yang unggul pada wilayah yang memenuhi persyaratan tumbuhnya, diikuti dengan penerapan budidaya yang direkomendasikan. Perkebunan jambu mente yang ada kini pada umumnya terdiri atas bahan tanaman dengan potensi genetik yang rendah dan harus diganti dengan bahan tanaman yang unggul. Varietas unggul Gunung Gangsir dan tipe-tipe mente harapan dapat digunakan sebagai bahan menggantikan tanaman yang ada melalui penyambungan. Teknologi penyambungan (grafting) telah tersedia sehingga terbuka peluang untuk meningkatkan potensi produksi dari 350 kg/ha menjadi 1500 kg/ ha. Pemupukan merupakan salah satu komponen budidaya penting untuk mewujudkan Potensi produksi bahan tanaman,namun menerapannya tergantung pada kondisi perekonomian petani. Keterkaitan antara sektor budidaya dengan penyedia sarana produksi perlu ditingkatkan. Saat ini alat kacip yang baik telah tersedia dengan rendemen kacang utuh + 90%. Produk-produk jambu mente sampai kini masih berupa produk primer sehingga perlu diupayakan diversifikasi dengan mengacu pada permintaan pasar.Diversifikasi produk untuk menghasilkan produk-produk setengah jadi dan siap pakai sebaiknya dilakukan oleh sektor hilir, sedang teknologi proses dan peralatan yang dibutuhkan untuk menyiapkan bahan bakunya ditransfer kepada sektor hulu. Buah semu jambu mente dapat diproses menjadi sari buah jernih, jelly, anggur, dan sebagainya sedangkan CNSL (cashewnut shell liquid) merupakan bahan baku penting pada industi cat, kimia, kampas rem, plastik dan kayu. Dengan demikian penelitian untuk menunjang indusri hulu akan lebih terarah dan bermanfaat menunjang industri hilir, yang merupakan bagian dari usaha agribisnis jambu mente.

Kata kunci : Jambu mente, daya saing, biaya produksi, diversifikasi, nilai tambah, agribisnis.


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/p.v1n2.2002.66-72

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Perspektif

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan
Jln. Tentara Pelajar No 1, Kampus Penelitian Cimanggu
Bogor 16111

ISSN : 1412-8004

E-ISSN: 2540-8240

Perspektif Review Penelitian Tanaman Industri has been indexed by