STRATEGI PENELITIAN BUDIDAYA UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DAN DAYA SAING PALA / Research Strategy of Cultivation to Improve Productivity and Competitiveness of Nutmeg

Rudi Suryadi

Abstract


ABSTRAK

Indonesia adalah negara penghasil sekaligus pengekspor pala nomor satu di dunia. Pala merupakan komoditas strategis sub sektor perkebunan karena selain sebagai penghasil devisa negara juga penyerap lapangan kerja dengan melibatkan jumlah petani yang cukup banyak. Permasalahan yang dihadapi adalah masih rendahnya produktivitas dan kualitas pala Indonesia dibandingkan negara pengekspor pala lainnya, seperti Grenada dan India, sehingga daya saingnya menjadi rendah. Saat ini telah dilepas 4 varietas unggul pala yang mempunyai potensi produksi antara 5.120 - 7.500 butir/pohon atau 1.000 - 1.500 kg /tahun dengan kadar minyak atsiri pada biji antara 10,80% - 11,85% dan pada fuli antara 13,9% - 20%. Apabila dalam pengembangan luas areal pertanaman pala menggunakan tanaman sambungan dari varietas unggul, maka potensi peningkatan produktivitasnya dapat ditingkatkan dari 472 kg/tahun menjadi 1.500 kg/tahun. Agar potensi produksi dari varietas unggul tersebut muncul, maka perlu didukung dengan teknologi budidaya yang benar dan efisien, seperti penentuan jarak tanam yang optimal, penentuan rekomendasi pupuk yang berimbang dan spesifik lokasi, serta optimasi sex ratio untuk meningkatkan tanaman yang produktif dari 60% menjadi 90% dengan penyambungan in situ. Namun, melihat perkembangan penelitian pala sampai saat ini, informasi hasil penelitian budidaya pala masih sangat terbatas. Oleh karena itu perlu disusun strategi penelitian budidaya untuk mendukung peningkatan produktivitas dan kualitas hasil yang efisien. Tersedianya teknologi budidaya pala yang applicable dan feasible akan mendorong tercapainya efisiensi peningkatan produktivitas dan kualitas, sehingga selain berdampak terhadap peningkatan pendapatan petani juga akan meningkatkan daya saing pala Indonesia di pasar internasional.

 Kata kunci : Myristica fragrans, budidaya, daya saing, efisien,  produktivitas.

ABSTRACT

 Indonesia is the first producer and exporter of nutmeg in the world. Nutmeg is a strategic commodity since it generates foreign exchange as well as providing jobs for number of farmers.  The main problem in nutmeg is low productivity and product quality, hence the competitiveness is lower than other exporting countries such as Grenada and India. Currently, has been released four varieties of nutmeg prefetch queue that have the potential to produce between 5.120 - 7.500 grains/tree or 1.000 -1.500 kg/year with oil content in seeds between 10,80% - 11,85% and the mace between 13,9% - 20%. If the development of area using grafting material of  high-yielding varieties, the potential increase in productivity can be increased from 472 kg/year to 1.500 kg/year. In order for the potential production of high-yielding varieties appear, it needs to be supported with cultivation technology properly and efficiently, such as determining the optimal spacing, determination fertilizer recommendations impartial and specific locations, and optimization of sex ratio for increasing productive plant from 60% to 90 %  with graftign in situ. However, information related to research cultivation on nutmeg is very limited.  Therefore, it is important to develop research strategies of cultivation to support the improvement of productivity and product quality of nutmeg efficiently. The availability of cultivation  technology applicable and feasible, the efforts to increase the productivity and quality of nutmeg be achieved efficiently, so that in addition to impact on farmers' income increase of nutmeg will also improve the competitiveness of Indonesian nutmeg in the international market.

 

Keywords: Myristica fragrans, cultivation, competiti-veness, efficient, quality, productivity.


Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Anandaraj . Devasahaam S. John Zahariah T. Krishnamoorthy B. 2005. Nutmeg. Indian Institute of Spice Research. p. 1-7.

Aryanto A., Triadiati, Sugiyanta, 2015. Pertumbuhan dan Produksi Padi Sawah dan Gogo dengan Pemberian Pupuk Hayati Berbasis Bakteri Pemacu Tumbuh di Tanah Masam. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI). 20 (3): 229-235

Baque A., A. Karim, A. Hamid, H. Tetsushi, 2006. Effect of Fertilizer Potassium on Growth, Yield and Nutrient Uptake of Wheat (Triticum aestivum) Under Water Stress Condition. Urna of South Pasific Studies 27 (1) : 26-35.

Cahyo A.N., R. Ardika, T. Wiaya, 2011. Konsumsi Air dan Produksi Karet Pada Berbagai Sistem Pengaturan Jarak Tanam dalam Kaitannya dengan Kandungan Air Tanah. Jurnal Penelitian Karet 29 (2) : 110-117.

Cholid M, S Susanto, Djumali, B.S. Purwoko, 2014. Pemilihan Batang Bawah Jarak Pagar (Jatropha curcas Linn) Toleran Terhadap Cekaman Kekeringan. Jurnal Littri 20 (1) : 45-56.

Corryanti, J. Soedarson, B. Radjagukguk, S.M. Widyastuti, 2007. Pengaruh Pemupukan NPK terhadap Aktivitas Fosfatase Alkalin pada Jati (Tectona grandis) yang diinokulasi Spora Fungi Mikoriza Arbuskula. Prosiding Seminar Nasional Mikoriza II. Seameo Biotrop. Hlm. 97-104

Daswir, 1989. Pengaruh bentuk dan sektor tajuk terhadap produksi cengkeh. Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. 4 (1) : 1-5.

Ditjenbun. 2014. Statististik Perkebunan Indonesia 2012-2014. Tanaman Rempah dan Penyegar. Hlm. 81-108.

Djazuli M, 2010. Pengaruh Cekaman Kekeringan Terhadap Pertumbuhan dan Beberapa Karakter Morfo-fisiologis Tanaman Nilam. Bul Littro. 21(1) : 8-17

Emmyzar, R. Rosman, H. Muhammad, 1989. Tanaman Pala. Perkembangan Penelitian Agrnomi Tanaman Rempah dan Obat. Edsus. 5(1) : 52-59.

Fageria, N.K., M.P.B. Filho, and J.H.C. Da Costa, 2001. Potassium use efficiency in common bean genotype. J. Plant Nutr. 24: 1937-1945.

Farhad, I.S.M., M.N. Islam, S. Hoque, and M.S.I. Bhuiyan, 2010. Role of potassium and sulphur on the growth,yield, and oil content of soybean (Glycine max L.). Ac. J. Plant Sci. 3(2): 99-103.

Harjoeningtijas dan Purnawanto. 2007. Pengaruh Fungi Mikoriza Arbuskula pada Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) dengan Konsentrasi Zn Media Tanam yang Berbeda. Prosiding Seminar Nasional Mikoriza II. Seameo Biotrop. Hlm. 25-31

Krishnamoorthy B. dan Mathew P.A. 1984. Epicotyl in Nutmeg Using M. fragrans as Rootstock. Indian Cocoa, Arecanut & Spice Journal. 9(2) : 50-51.

Lanisa S, 2015. Hubungan Diameter, Bentuk Tajuk, dan Posisi Tajuk Terhadap Produksi Buah Kemiri (Aleurites moluccana) Pada Hutan Kemiri Rakyat di Kabupaten Bantaeng. [Thesis]. Universitas Makasar. 108 hlm.

Lestari, 2013. Pengaruh Panjang EntresTerhadap Pertumbuhan dan Produksi Buah Jarak Pagar Hasil Penyambungan. Agrovigor 6 (1) : 81-86.

Liu, Z.H., L.H. Jiang, X.L. Li, R. Hardter, W.J. Zhang, Y.L.Zhang, and D.F. Zheng. 2008. Effect of N and Kfertilizers on yield and quality of greenhouse vegetable crops. Pedosphere 18 (4) : 496–502.

Lubis M.Y. 1992. Budidaya Tanaman Pala. Perkembangan Penelitian Tanaman Pala dan Kayumanis. Edsus. Penelitian TRO. 8(1) : 8-23.

Maryanto J. Dan Abubakar 2010. Pengaruh Konsentrasi Pupuk Hayati Majemuk dan Batuan Fosfat Alam Terhadap Serapan P oleh Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) di Tanah Andisols. Agrovigor. 3(2) : 110-117.

Marzuki I, B. Joefrie, S.A. Aziz, H. Agustua, M. Surahman. 2014. Physico-Chemical Characterization of Maluku Nutmeg Oil. International Journal of Science and Engineering 7(1): 61-64.

Mathew P.A. dan Joseph J. 1982. Epicotyl Grafting in Nutmeg (Myristica fragrans Houtt). J. Plant Crops 10 : 61-63.

McDowell N.G., S. White and W.T. Pockman. 2008. Transpiration and Stomatal Conductance Across a Steep Climate Gradient in The Southern Rocky Mountains. Ecohydrol. 1 : 193– 204. DOI: 10.1002/eco.20

Nair S.K. dan N. Chandra. 2001. Effect of Biofertilizer Application on Growth of Nutmeg (Myristica fragrans HOUTT). Journal of Tropical Agriculture. 39 : 65-66

Nio S.A dan P. Torey, 2013. Karakter Morfologi Akar Sebagai Indikator Kekurangan Air Pada Tanaman. Jurnal Bioslogos 3 (1) : 1-9.

Nurtjahya E, D. Setiadi, E. Guhardja, Muhadiono, Y. Setiadi, N.F. Mardatin, 2007. Status Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) pada Suksesi Lahan Pasca Tambang Timah di Bangka. Prosiding Seminar Nasional Mikoriza II. Seameo Biotrop. hlm. 151-159.

Palupi E.R, Dedywiryanto Y, 2008. Kajian karakter toleransi cekaman kekeringan pada empat genotipe bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq). Bul Agron 36 (1) : 24-32

Pandey C.B., M. Begum, S.K. Singh, D. Saha, 2014. Coconut-based homegardens: mechanisms of complementarity in sharing of growth resources among homegarden trees in the South Andaman Islands of India. Tropical Ecology. 55 (3): 339-348.

Pangli M, 2014. Pengaruh Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glicine max L. Merril. Jurnal AgroPet 11 (1) : 1-9.

Patty Z, dan A.Y. Kastana, 2013. Kajian Budidaya Tanaman Pala di Kabupaten Halmahera Utara (Studi Kasus di Kecamatan Galela Barat, Tobelo Selatan dan Kao Utara). Jurnal Agroforestri. 8(4): 295-300

Pebriansyah A., Karti, P.D.M.H and Permana, A.T., 2012. Effect of Drought Stress and Addition of Arbuscula Mycorrhizal Fungi (AMF) on Growth and Productivity of Tropical Grasses (Chloris gayana, Paspalum dilatatum, and Paspalum notatum). Pastura. 2(1) : 41 - 48

Rema J. Methew P.A. Krishnamoorthy B. 2009. Top Working in Nutmeg Through Top Budding. Indian Institute of Spice Research. p. 35-36.

Rusli dan Heryana N. 2012. Karakter Morfologi Pala Asal Grafting menggunakan Cabang Ototrof dan Plagiotrof. Buletin Ristri. Vol. 3 (3):263-268.

Sagala Y, A.S. Hanafiah, Razali, 2013. Peranan Mikoriza Terhadap Pertumbuhan, Serapan P, dan Cd Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) serta Kadar P dan Cd Andisol yang diberi Fosfat Alam. Jurnal Online Agroekoteknologi. 2 (1): 487-500

Singh, M. and R.S.G. Rao, 2009. Influence of sources and dosages of N and K on herbage, oil yield, and nutrient uptake of patchouli (Pogostemon cablin (Blanco) Benth.) in semiarid tropics. J. Indust. Crops and Prod. INDCRO. 5161:1-6.

Siwanto T, Sugiyanta, Maya Melati, 2015. Peran Pupuk Organik dalam Peningkatan Efisiensi Pupuk Anorganik pada Padi Sawah (Oryza sativa L.). J. Agron. Indonesia. 43 (1) : 8 - 14

Suswati, T. Habazar, Yefriwati, 2007. Peningkatan Ketahanan Bawang Merah (Allium cepa vr ascolonicum Backer) terhadap Penyakit Hawar Daum Bakteri (Xanthomonas axonopodis pv. allii). Prosiding Seminar Nasional Mikoriza II. Seameo Biotrop. hlm. 225-230.

Syakir M, dan Gusmaini, 2012. Pengaruh Penggunaan Sumber Pupuk Kalium Terhadap Produksi dan Mutu Minyak Nilam. Jurnal Littri. 18(2) : 60 – 65.

Tombe M dan Wiratno. 1992. Hama dan Penyakit Pala di Indonesia. Perkembangan Penelitian Tanaman Pala dan Kayumanis. Edsus. Penelitian TRO. Vol. VIII (1) : 24-30.

Trisilawati O, 2007. Efektivitas Fungi Mikriza Arbuskula dan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Produksi Nilam (Pogostemn cablin). Prosiding Seminar Nasional Mikoriza II. Seameo Biotrop, hlm. 45-51.

Vadez V, Khrisnamurthy, J. Kashimagi, J. Kholova, J.M. Devi, K.K. Sharma, P. Bhatnagar, D.A. Hoisington, C.T. Hash, F.R. Bidinger, J.D.H. Keatinge, 2007. Exploiting The Functionality of Root Systems for Dry, Saline, and Nutrient Deficient Environments in a Changing Climate. E-Journal ICRISAT. 4 : 1-15.

Wahyuni S. Hadad E.A., Suparman, dan Mardiana. 2008. Keragaan Produksi Palsma Nutfah Pala (Myristica fragrans) di KP Cicurug. Buletin Plasma Nutfah .14(2) : 68-75.

Widowati L.R., 2009. Peranan Pupuk Organik terhadap Efisiensi Pemupukan dan Tingkat Kebutuhannya untuk Tanaman Sayuran pada Tanah Inseptisols Ciherang, Bogor. J. Tanah Trop 14 (3) : 221-228




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/psp.v16n1.2017.01-13

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Perspektif

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan
Jln. Tentara Pelajar No 1, Kampus Penelitian Cimanggu
Bogor 16111

ISSN : 1412-8004

E-ISSN: 2540-8240

Perspektif Review Penelitian Tanaman Industri has been indexed by