Budidaya Peremajaan Tebang Bertahap pada Usahatani Polikultur Kelapa

MALIANGKAY RONNY BENHDARD

Abstract


ABSTRAK

Luas pertanaman dan produksi kelapa Indonesia tercatat 3,7 juta ha dengan produktivitas yang masih rendah yaitu 1,1 ton kopra/ha/tahun. Tingkat produktivitas kelapa yang rendah tersebut merupakan akibat dari 50% tanaman kelapa telah berumur diatas 50 tahun.  Selain itu, sebagian besar tanaman kelapa diusahakan dengan pola monokultur dan bersifat subsisten. Berdasarkan kondisi tersebut, telah dilaksanakan penelitian metode peremajaan kelapa secara terencana di Kebun Percobaan Balai Penelitian Tanaman  Kelapa  dan  Palma Lain,  Sulawesi Utara. Pada tahun 1978 dilakukan penelitian metode peremajaan kelapa tebang bertahap (pola monokultur). Hasil   penelitian   menunjukkan   bahwa   peremajaan dengan penebangan kelapa tua sebesar 20% tiap tahun adalah cara yang terbaik.  Kemudian mulai tahun 1985, 1988 dan 1995 dilakukan berbagai penelitian perema-jaan dengan pola campuran dan merubah jarak dan sistem tanam kelapa yang biasa digunakan.  Dari hasil-hasil yang diperoleh ternyata pilihan yang paling baik adalah peremajaan tebang bertahap 20% tiap tahun dengan pola usahatani  campuran  dan  jarak tanam kelapa pengganti menjadi 6 x 16 m.

Kata kunci : Kelapa, Cocos nucifera, polikultur, pene- bangan  bertahap,  tanaman  sela,  jarak tanam.

 

ABSTRACT

Gradual cutting technigue on polyculture coconut farming system

The coconut area in Indonesia is around 3,7 million ha, but the productivity is low 1,1 tons of copra equivalent per ha per year.  The low productivity is  caused by the coconut palm age, more than 50% of coconut palms are above 50 years old and the planting system is still monoculture.  To solve this problem a good planning of coconut  replanting  method  was  implemented  in ICOPRI   experimental   garden.   Coconut   replanting method through gradual cutting of old coconut palms in monoculture planting system was done in 1978.  The result showed that coconut replanting through annual cutting of 20% of old coconut palms was the best.  The improvement of coconut replanting method with other planting system by considering the planting space and polyculture system were conducted in 1985, 1988 and 1995. Research results indicated that coconut replanting method through annual cutting of 20% of old coconut palms, polyculture farming system, and planting space 6 x 16 m was technically the best choice.

Key  word  :  Coconut,  Cocos  nucifera,  polyculture, gradual  cutting, intercrops,  plant spacing.

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/p.v4n1.2005.%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2015 Perspektif

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan
Jln. Tentara Pelajar No 1, Kampus Penelitian Cimanggu
Bogor 16111

ISSN : 1412-8004

E-ISSN: 2540-8240

Perspektif Review Penelitian Tanaman Industri has been indexed by