Peluang Pembudidayaan Tanaman Echinacea (Echinacea purpurea) di Indonesia

MONO RAHARDJO

Abstract


ABSTRAK

Echinacea purpurea tergolong famili Asteracea yang banyak ditemukan tumbuh liar di Amerika Utara. Saat ini dikenal sebagai tanaman yang berkhasiat meningkatkan ketahanan tubuh paling penting di dunia, dan akhir-akhir ini telah diuji juga untuk terapi kanker, AIDS dan mengatasi kelelahan kronis. Karena manfaatnya tersebut, industri obat tradisional di Indonesia mengimpor bahan baku Echinacea. Seluruh bagian tanaman mempunyai khasiat sebagai obat. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa E. purpurea yang diintroduksi dari Australia, tumbuh baik di lingkungan tropis Indonesia pada ketinggian 450 - 1.100 m di atas permukaan laut.  Tanaman ini mampu menghasilkan bunga dan biji ketika ditanam di Cipanas (Jawa Barat) dan di Ungaran (Jawa Tengah). Biji  yang  dihasilkan    mempunyai  daya  kecambah 91,1%,  kecepatan tumbuh 77,5%, dan  percepatan tumbuh 12,0%. Laju pertumbuhan tanaman dan serapan hara N, P, K, Ca, Mg, dan S meningkat dengan bertambahnya umur tanaman, dengan akumulasi biomas kering terbesar pada bagian tajuk (batang dan daun) dan terendah pada bagian akar. Akumulasi biomas kering dapat mencapai 65,5 g per tanaman yang ditanam di lokasi Pacet dengan ketinggian tempat 1.100 m dpl, dan mencapai 35,4 g per tanaman di lokasi Ungaran dengan ketinggian tempat 450 m dpl. Mutu simplisia E. purpurea telah memenuhi standar yang telah ditentukan berdasarkan Standar Internasional. E. purpurea potensial untuk dibudidaya-kan di Indonesia, mengingat banyaknya manfaat tanaman tersebut.

Kata  kunci  :  E. purpurea, tanaman obat, budidaya, kekebalan tubuh.

 

ABSTRACT

Potency  of  Echinacea  purpurea  cultivation  in Indonesia

Purple coneflower (Echinacea purpurea) belongs to the Asteraceae family which is naturally grown in North America. This crop is wellknown as the important-immune herbs in the world. Recently, Echinacea has also  been  evaluated  as  an  adjuvant  in  the  cancer therapy, AIDS and chronic recovery. Echinacea have been imported by the Indonesian Traditional-Herbs Companies for their invaluable purposes. The plant-parts used for medical purposes are the whole plant. Studies  on  introduced  E.  purpurea  from  Australia  showed that this crop grow well in Indonesia at 450-1.100 m asl. The plants could produce flowers and seeds in Cipanas (West Java) and Ungaran (Central Java) as well. The seed viability was 91,1%, growth rate was 77,5%, and daily growth rate was 12,0%.  Growth rate and nutrients uptake of N, P, K, Ca, Mg, and S linearly increased according to  the plant age. The highest dry weight was  accumulated at the aerial parts of plant (stem and leaf), and the lowest was on the root. Dry matter acumulation of plant  at Pacet-Cipanas location (1100  m  asl)  was  higher  than  dry  matter acumulaion of plant at Ungaran location (450 m asl). Nevertheles ,the quality of E. purpurea fullfilled the International Standard.  Therefore,  E.  purpurea  is potential  to  be  cultivated  in  Indonesia  for  their invaluable purposes.

Key words: E. purpurea, medicinal plant, cultivation, immune system.

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/p.v4n1.2005.%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2015 Perspektif

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan
Jln. Tentara Pelajar No 1, Kampus Penelitian Cimanggu
Bogor 16111

ISSN : 1412-8004

E-ISSN: 2540-8240

Perspektif Review Penelitian Tanaman Industri has been indexed by