Diversifikasi Usahatani Kelapa Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Pendapatan Petani

DOAH DEKOK TARIGANS

Abstract


ABSTRAK

Komoditas kelapa bagi masyarakat Indonesia memiliki peranan multiguna dan strategis, karena terkait dengan berbagai segi kehidupan. Dari segi peranan ekonomi tanaman kelapa secara nasional belum mencapai tingkat yang optimal terutama apabila dilihat dari segi pendapatan petani, pemenuhan kebutuhan bahan baku industri dalam negeri dan pendapatan devisa negara. Pendapatan usahatani kelapa yang  dikelola petani, belum mampu menunjang kehidupan keluarga petani secara layak sehingga  petani kelapa secara nasional masih hidup di bawah garis kemiskinan.  Suatu kenyataan dimana proporsi pendapatan petani hanya 20%  dari  total pendapatan keluarga. Diversifikasi usahatani secara horizontal merupakan salah satu bentuk usahatani kelapa dimana tanaman sela semusim dan tanaman tahunan atau keduanya dirakit menjadi pola usahatani campuran sehingga dalam usahatani dikembangkan  beberapa tanaman yang prospektif sebagai sumber pendapatan. Tanaman sela yang diintrodusi diseleksi berdasarkan pada peluang pasar sehingga mampu berperan sebagai sumber pendapatan yang potensial. Diversifikasi usahatani secara vertikal berarti menganeka ragamkan produk usahatani secara efisien  disertai  dengan  peningkatan  mutu  sehingga produk lebih kompetitif dan memberikan nilai tambah. Penganeka ragaman produk olahan usahatani yang berpeluang  memberikan  tambahan pendapatan antaranya pengolahan air kelapa menjadi nata de coco, pengolahan tempurung, pengolahan sabut kelapa menjadi berbagai bentuk produk seperti tali, karpet, jok mobil, kursi atau geotextile, pembuatan berbagai kerajinan tangan berbahan baku tempurung, pengolahan minyak kelapa murni (virgin coconut oil) dan pengolahan gula kelapa. Pada tingkat petani yang memiliki produk olahan yang prospektif untuk dikembangkan adalah minyak kelapa murni (VCO) dan gula kelapa. Namun demikian, pengembangan produk olahan minyak kelapa murni terbatas dapat diterapkan pada daerah-daerah sentra produksi yang mampu mendukung tersedianya fasilitas pengolahan yang sederhana, terjangkau dan peluang pemasaran produk yang dihasilkan, sedangkan produk gula kelapa mudah diproses pada tingkat petani karena tekhnik pengolahannya sederhana serta pemasaran dan harganya yang mendukung disemua sentra produksi kelapa. Pengembangan  produk  olahan gula kelapa pada tingkat petani mampu memberikan kontribusi pendapatan 69-96% terhadap total pendapatan usahatani, dan lebih kompetetif dibandingkan dengan produk olahan kopra. Hasil penelitian yang telah dilaksanakan di negara-negara produsen kelapa dunia (India, Filipina, Sri Langka) termasuk Indonesia menunjukkan bahwa penerapan diversifikasi usahatani kelapa mampu meningkatkan produktifitas usahatani dan pendapatan petani secara signifikan.

Kata kunci  : Kelapa, Cocos  nucifera,  diversifikasi usahatani, peningkatan pendapatan

 

ABSTRACT

Coconut Farm Diversification As Attempt to Increase Farmers Income

The coconut commodity in Indonesia has multiple roles and strategic because it is closely related  to the human life nation wide. Considering the current farmer income level, the lack of fulfillment  for the demand of industry row material and the foreign exchange, it can be said that the economic role of coconut in national scale has not yet reached the optimum  level. The income  from the coconut farm are not able to support properly their family income. Diversification of farming system horizontally mean an introduction annual or perennial intercrop or both which are arranged in the same farming systems. The introduced intercrop are able to play a roles a potential  income resource. Meanwhile, the application of diversification of farming systems vertically means to broader the farm product efficiently, followed by the quality enhancement, hence, ultimately it produces more competitive product and give the value added. Furthermore, diversification  of coconut processed product that has opportunity  to give addition income, among other things, are processing of coconut water become nata de coco, processing of coconut-shell char cool, processing of the fibre for rope, carpet, car set, geotextile, handy-craft, processing of virgin coconut oil (VCO), and processing of brown sugar. At the farmers level the promising processing product to develop in Indonesia are virgin coconut oil and brown sugar. However, the development  of  virgin  coconut  oil  is  only  can be applied in the production centre area which may be able to support the availability of the simple, inexpensive processing facility and the product marketing. Whereas, the brown sugar basically is easy to make at the farmer level as the processing technique is simple, and so for the marketing  as well as the price are favorable  at all coconut production centre. Other study reported that contribution of brown sugar product was higher compared with that of copra to farmers  income.  The  development  of  brown  sugar product at farmer level was able to contribute 69-96% of the total farm income. Furthermore, the results of the research activities  in most of the coconut producing country such as India, Philippines, Sri Lanka including Indonesia showed that adoption farm diversification not only affected to the increment  farm productivity but also to the increment  of coconut farmers income.

Key words :  Coconut, Cocos nucifera, farming system diversification, income increase

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/p.v4n2.2005.%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2015 Perspektif

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan
Jln. Tentara Pelajar No 1, Kampus Penelitian Cimanggu
Bogor 16111

ISSN : 1412-8004

E-ISSN: 2540-8240

Perspektif Review Penelitian Tanaman Industri has been indexed by