Strategi Pengembangan Agribisnis Kelapa (Cocos nucifera) untuk Meningkatkan Pendapatan Petani di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau

SABARMAN DAMANIK

Abstract


RINGKASAN

Pengembangan agribisnis kelapa berperanan penting untuk peningkatan produktivitas dan sekaligus peningkatkan pendapatan petani. Saat ini kelapa sangat berperan dalam perekonomian sebagai penyedia lapangan tenaga kerja, bahan baku industri dalam negeri dan konsumsi langsung. Meskipun demikian, kebanyakan usahatani kelapa tidak terkait langsung dengan industri pengolahan, industri hilir, serta   industri   jasa,   dan   keuangan.   Akibatnya agribisnis kelapa tidak berhasil mendistribusikan nilai tambah, sehingga tidak dapat meningkatkan pendapatan petani. Faktor-faktor yang menyebabkan tidak berkembangnya sistem agribisnis kelapa di Indragiri Hilir, antara lain adalah: (1) sebagian besar teknologi belum dapat digunakan petani, 2) kurangnya diversifikasi produk kelapa.Strategi pengembangan sistem agribisnis kelapa di Indragiri Hilir, Riau, harus dilakukan melalui: (1) diversifikasi produk melalui pemanfaatan tempurung,sabut dan lidi  serta  minyak  murni (VCO),  sehingga  dapat merubah permintaan menjadi elastis untuk meningkatkan daya serap pasar, (2) program promosi pasar di pasar dunia baik melalui lembaga promosi propinsi Riau, dan (3) pemberdayaan petani melalui kelembagaan yang sudah ada seperti kelompok tani, dan koperasi.

Kata kunci : Kelapa, Cocos nucifera, agribisnis, pendapatan petani, diversifikasi produk.

 

ABSTRACT

Strategy for Coconut Agribusiness Development to Increase Farmers’ Income in Indragiri Hilir Distric, Riau Province

Development of coconut agribusiness is important in increasing farmers income and urgent to increasing productivity and farmers income. Coconut has an important role on the economy of Indonesia as an providing job opportunity, raw material of internal country industry, and direct consumption most of coconut  production  not  related  to  the  processing industry, downstream industry, as well as service institution. As the consequences, coconut agribusiness fails to distribute addad value, and is not able to increase farmers income. Some factors influence agribusiness system in Indragiri Hilir: (1) most of the technology could not be adopted by the farmes and (2) less coconut product diversification.The strategy to develop coconut agribusiness in Indragiri Hilir: (1) product diversification to increase market absorption capacity, (2) promotion program of marketing on the world market, through embassy and other institutions, and (3) making eficient use of farmers in the existing organization such as farmers group cooperativws.

Key words: Coconut, Cocos nucifera, agribusiness, farmers income, product diversification.

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/p.v6n2.2007.%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2015 Perspektif

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan
Jln. Tentara Pelajar No 1, Kampus Penelitian Cimanggu
Bogor 16111

ISSN : 1412-8004

E-ISSN: 2540-8240

Perspektif Review Penelitian Tanaman Industri has been indexed by