PERAN DAN PENGELOLAAN KALIUM DALAM BUDIDAYA AKARWANGI

ROSIHAN ROSMAN, SETIAWAN SETIAWAN

Abstract


ABSTRAK

Tanaman   akarwangi (Vetiveria   zizanioides   Stapf.) memerlukan kalium (K) dalam jumlah yang memadai. Pemberian K ke tanah dalam jumlah banyak akan tidak efektif. Oleh karena itu, ketersediaan hara K baik di tanah maupun sumber lainnya harus di kelola secara baik. Selain K, tanaman akarwangi juga memerlukan ketepatan umur panen. Umur panen yang tidak tepat akan  mempengaruhi  produksi  dan  mutu  minyak. Waktu  panen  yang  tepat  memenuhi  produksi  dan mutu   vetiverol   yang   tinggi.   Pada   tanah   yang mengandung   K   sedang (>0,35   me/100   g   tanah), penambahan   pupuk   K   ke   tanah   tidak   mampu meningkatkan   kandungan   senyawa   alkohol   pada akarwangi. Panen produksi akar dan minyak terbaik adalah umur 14 bulan setelah tanam (BST) dengan kandungan   vetiverol     >50%.   Perbedaan   senyawa alkohol yang terbentuk terjadi pada umur 12 BST dan 14  BST.  Adapun  senyawa  alkohol  yang  terbentuk adalah    Cis-.alpha.-copaene-8-ol,    valerenol,    beta-eudesmol, globulol, (+) -gamma-castol, zizanol, dan 1-cloro-2,4-dimethroxy-3-methylphenol.  Pada  umur 12 BST, senyawa yang mengandung alkohol yaitu cis-.alpha.-copaene-8-ol,                             (+)   -gamma-castol,    beta-eudesmol,  globulol  dan  valerenol  sedangkan  pada umur 14 BST yaitu beta.-Eudesmol, (+) -gamma-castol, zizanol,   dan 1-cloro-2,4-dimethroxy-3-methylphenol. Perbedaan ini perlu diteliti lebih lanjut.

Kata kunci : Minyak akarwangi, Kalium, umur panen

 

The Role And Management of Potassium in Cultivation of Vetiver Crops

ABSTRACT

Vetiver crop need potassium (K) nutrient. Using of K on vetiver over dosage, so inefficient. Besides that, the vetiver crops need time of harvest. Time of harvest can be affecting to product and quality of oil. Therefore, K nutrient in soil, from fertilizer or the other source must be managed with good and harvest time also. The medium  K  (>0,35  me/100 g  soil)  of  soil  could  not increase of the alcohol compound. Time of harvest (14 month after planting (MAP)) was high production (dry weight of root and oil) and vetiverol (>50%). The result of research showed that component of alcohol oil was different between harvesting at 12 (MAP) and 14 MAP. The component of alcohol were cis-alpha-copaene-8-ol, beta-eudesmol, valerenol, globulol, (+)-gamma-castol, zizanol,   dan 1-cloro-2,4-dimethroxy-3-methylphenol There were four essential components of oil (alcohol groups ) at 12 MAP were cis-alpha-copaene-8-ol, beta-eudesmol, (+)-gamma-castol, valerenol and globulol. At  14  MAP  were  beta-eudesmol,  (+)-gamma-castol, zizanol,   dan 1-cloro-2,4-dimethroxy-3-methylphenol. Different of this component must be research on the future.

Key words : Vetiver oil, potassium, time of harvest.


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/p.v13n2.2014.%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Perspektif

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan
Jln. Tentara Pelajar No 1, Kampus Penelitian Cimanggu
Bogor 16111

ISSN : 1412-8004

E-ISSN: 2540-8240

Perspektif Review Penelitian Tanaman Industri has been indexed by